Tepian Hati : Ervina Natalie #3

moonhug-com_2016-05-22_11-04-39

Tubuhku merinding merasakan sentuhan lelaki yang masih begitu asing untuk-ku, tangannya yang berusaha melepas satu persatu kancing di bajuku,melepasnya hingga tangannya dapat leluasa menyentuh buah dadaku. Aku mundur menghindarinya sambil berusaha tersenyum senakal mungkin.

Ada 4 orang di ruangan itu, 6 termasuk aku dan peter yang duduk jauh di belakang sana, ke 4 orang ini adalah teman bisnis Peter, 2 orang asing sepertinya orang Malaysia yang terdengar dari logat melayunya yang terdengar ganjil di telingaku. Serta 2 orang sisanya sepertinya adalah orang Indonesia. Usia mereka sendiri mungkin diatas 40 tahun, dari guratan wajah mereka yang terlihat sudah cukup dewasa dan berumur.

Perlahan aku mengikuti bunyi music yang terdengar kencang diruangan ini, membuka satu persatu kancing kemeja ketat yang aku kenakan sambil berusaha tersenyum senakal mungkin. Mengoda mereka dengan lekukan tubuhku yang kerap membuat mereka menarik nafas panjang.

“ Jangan pegang !! “ Peter berteriak cukup kencang saat orang Malaysia itu berdiri dan hendak mendekatiku, memang seperti itu perjanjianku dengan Peter, aku membantunya mendapat tambahan uang untuk mengandeng beberapa Bandar judi besar dari luar dan dalam negri untuk memberikan dia tambahan kepercayaan dan modal untuk memutar bisnis judinya.

Sementara itu Peter sendiri berjanji akan melindungiku agar tak ada tangan nakal mereka menyentuhku.

Aku membalikan badanku, sesaat setelah ke empatnya dengan tenang duduk di sofa mengelilingiku, tersenyum sambil menundukan badanku dan mengangkat rok mini yang kukenakan, aku yakin mereka sekarang menarik nafas panjang, kesal ingin menyentuhku tapi tak bisa.

Tapi justru itu yang diinginkan oleh Peter, mengunakan tubuhku untuk memancing rasa penasaran mereka, kemudian menjanjikan tubuhku untuk mereka miliki asal mereka dapat memberikan apa yang Peter mau, dans ekali lagi kemudian Peter akan mengantikanku dengan wanita lain.

Dia tahu betapa besar rasa jijik-ku ketika seorang lelaki menyentuhku, tapi dia tahu betapa aku menyukai saat melihat seorang lelaki begitu tergila-gila dengan lekukan tubuhku.

Aku tertawa saat mereka mulai menyentuh kemaluan mereka sendiri, saat aku memperlihatkan bokongku yang hanya terselimuti sebuah tali celana dalam model g-string dengan sedikit renda disampingnya.

Mereka mulai bergumam sementara mata-mata nakal itu tak sedikitpun melepaskan pandangannya pada tubuhku. Kugerakan tubuhku hingga bagian-bagian tubuhku yang bulat padat itu bergetar di depan mereka,
Perlahan aku berputar menghadap mereka, buah dadaku yang ikut bergetar senada dengan gerakan tubuhku yang mengikuti irama house music yang dipasang oleh Peter.

Si orang Malaysia yang sepertinya paling mesum di bandingkan yang lain malah mengeluarkan kemaluannya sekarang, dengan sengaja aku mendekatinya dalam jarak yang aman, menurunkan pengait braku di depannya dengan sengaja untuk makin memancingnya, sementara yang lain menahan nafasnya menatapku, aku mengodanya dengan sesekali menarik braku hingga putingku terlihat nyata di depan matanya.

Aku mundur selangkah sambil tersenyum menatap orang itu yang terlihat makin bernafsu, aku mundur beberapa langkah lagi, and teasing him once more.

03-1

Aku tersenyum melirik jam tinggal satu menit lagi, dari 15 menit sesuai perjanjianku dengan Peter, perlahan aku menarik lepas bra yang kupakai, kututupi putting buah dadaku itu dengan kedua tanganku, sengaja kubiarkan sedikit mengintip melalui sela-sela jemariku, dan kemudian aku pun berjalan perlahan di depan mereka satu persatu, tersenyum dan mencium bibir mereka satu persatu. Terutama orang Malaysia itu.
Dengan sengaja kusentuhan jemariku di kejantanannya yang membuatnya makin tak karuan, ia resah ingin menyentuhku, tapi tahu aku takkan membiarkannya, sementara sambil melepas ciumanku, aku mengambil kemeja ketat ala sekretaris yang tadi kupakai dan kembali masuk ke dalam kamarku, sisanya akan diurus oleh Peter.

Aku belum pernah melihat Peter semarah ini, satu persatu kejahatannya, semalam baru saja beberapa anak buahnya di tangkap polisi terkait perjudian yang dilakukan olehnya yang dibongkar oleh Jenny, karena itulah dia sampai melakukan ini semua dan menjanjikan bayaran yang begitu besar untukku, dengan harapan dia mendapat tambahan kepercayaan untuk kembali memutar roda judinya. Rencana ini mungkin akan berhasil,
Namun sayangnya sepertinya ada seseorang yang merasa belum cukup puas untuk mengerjai Peter, Jenny kini tidak hanya mengincar Peter seorang. Aku kurang jelas mendengar masalah ini tapi dari yang kutahu dari sambungan telepon beberapa menit lalu, sepertinya orangtua Peter tak lepas dari sasaran Jenny.

Sepertinya perjanjian bernilai puluhan milyar yang tiba-tiba dibatalkan sepihak oleh keluarga Jenny membuat keuangan Peter benar-benar terdesak, kemarahannya mendidih sekarang.

Aku berdiri mengambil tasku dan hendak berjalan keluar.

“ Mau kemana loe ? “ hardik Peter kasar..

Aku hanya tersenyum sinis padanya

“ Gw mau pergi, apa urusan loe ? “ aku balas menyentaknya

“ Siapa yang izinin loe pergi dari sini ?! “

“ Terserah gw lah, gw mau apa pun itu bukan urusan loe gw rasa.. “ aku tak mau kalah keras

“ Gw jadi curiga sama loe, jangan-jangan loe yang ngelaporin semua ini.. “ Dia mencengkram tanganku kasar dan mencengkramnya kuat-kuat

“ HeH!! Lepasin ga ?? “ , “ Apa urusannya dan apa kepentingan gw ngelakuin itu tolol “ aku mendorong Peter meski tak mampu melepaskan cengkramannya

“ Ok gw lepasin !! tapi loe ga boleh keluar dari tempat ini “ Peter mengunci pintu apartmentnya

“ Apa hak loe ?? dah lah Pete.. gw rasa ga ada perlunya kita lanjutin ini.. “ aku mengambil kunci yang dilempar oleh Peter tadi

“ Ga !!! semua udah terlanjur, gw ga bisa berhenti sekarang, dan loe harus membantu gw !! loe ngerti !! “ dia menunjuk-nunjuk keningku kasar

Aku menamparnya keras saat itu juga.

“ Apa-apaan loe.. “ aku menyentak dan menendang kakinya melindungi diriku, suasana di tempat ini menjadi benar-benar tidak nyaman.

Aku menatap Peter yang penuh dengan kemarahan. Kami terdiam sesaat sebelum dia tertunduk dan duduk di atas sebuah kursi.

Kedua tangannya menutup wajahnya.. “ Sory.. “ dia membisik.

Aku mengambil kunci yang dia lempar tadi, dan hendak berjalan keluar.

05-2

“ Loe bisa temenin gw disini Vin ? sebentar aja. Gw bener-bener butuh curhat.. “ pintanya suaranya tak lagi tinggi seperti tadi.

Aku terdiam sesaat sebelum membuka pintu itu.

“ Loe mau cerita apa ? “ tanyaku

“ Gw mau minta tolong sama loe, gw butuh bantuan loe untuk nyelametin keluarga gw, nyelametin diri gw sendiri, dan gw janji akan tetap membantu loe rebut Angel.. “ dia memohon bantuan padaku sekarang.

Aku menghela nafas, tak tahu apa aku bisa mempercayai orang ini.

Aku berjalan, bukan berjalan keluar tapi duduk di sebelah Peter.

“ Apa yang bisa gw bantu ? “ tanyaku melembut, aku tak mampu melihat orang yang biasanya begitu sombong dan arrogant sepertinya berubah menjadi begitu lemah dan matanya yang memperlihatkan ketidakberdayaan.

“ Gw minta tolong, gw minta tolong untuk loe tetep jalanin semua sesuai rencana.. “ , “ gw akan jalanin rencana gw, bagian yang paling berbahaya untuk diri gw sendiri, gw akan lindungin loe seperti janji gw. “

“ Kenapa tiba-tiba loe berubah ? “ aku tak percaya Peter berubah sedrastis ini

“ Iya, karena gw harus nunjukin kalau gw bisa diandalkan, walaupun berbahaya dalam posisi itu, kalau gw bisa meyakinkan kedua orangtua Jenny kalau gw bisa diandalkan, setidaknya mungkin mereka bisa mempertimbangkan ulang kerjasama antara perusahaan orangtua gw dan orangtua Jenny “ dia mengucap lirih kalimat itu

“ Gw ga ngerti Peter.. gw ga ngerti sama omongan loe.. “ aku menjawab jujur, aku tak mengerti apa yang dia rencanakan sekarang, dia ingin menjebak Jenny dan sekarang dia akan melindungi Jenny setelah dia menjebaknya ? perbuatan yang benar-benar konyol.

“ Ya, gw mau menjebak Jenny, setelah itu gw akan melindungi dia, gw akan mengorbankan orang lain untuk mengambil kepercayaan itu “ lanjut Peter

“ Siapa ? gw ?? “ aku harus sedikit berbicara langsung ke pokok masalah dengan serigala sepertinya.
Dia menggelengkan kepala, tersenyum

“ Gw ga akan korbanin loe, Peter Manuel bukan orang yang tidak tahu budi.. Ryan.. dia yang akan jadi kambing hitam.. “ jawabnya mantap

“ Ryan ?? gimana caranya loe mau memfitnah dia, dulu loe bilang harus menghindari gerombolan mereka.. “ Aku bertanya pada Peter makin tak mengerti apa yang ada diotaknya dan menghitung resiko kalau aku menuruti rencananya

“ Memang resiko, tapi cuma ini yang bisa gw lakuin sekarang.. dan hasilnya akan lebih cepat dari rencana lama.. “

“ Loe minta gw sekarang mundur dari pameran Jenny ? “

“ Enggak Vina.. justru loe harus tetap disana. kita akan mempercepat rencana kita.. “ jelasnya

“ Kapan ?? “

“ Hari Pameran akan kita balas sedikit demi sedikit pada mereka, dan maksimal seminggu kemudian Angel akan kembali ke loe, gw janji.. “

04-2

Aku mengangguk, entah kenapa aku mengangguk padahal aku tidak terlalu mengerti apa yang ada di pikirannya.

Sesaat Peter memelukku dan memelukku begitu erat, dia mendekap diriku erat, aku hanya menepuk pundaknya sedikit menenangkannya.

Perlahan Peter menciumku, untuk hari ini aku tak menolak ciumannya itu. Kami berciuman bukan atas nama cinta atau nafsu, hanya sebuah ikatan, atau lebih tepatnya rasa kasihanku pada orang yang tengah terjatuh ke dasar lembah hidupnya.

Seseorang yang arrogant dan begitu licik, kini terjatuh dalam ketidak berdayaan

Lidah kami yang berpagutan dan ciuman yang mulai menelusur indah di leherku.. tak ada gairah yang kurasakan hanya sebuah rasa geli terbalut kehangatan, sesaat dia berhenti dan menatapku.

“ Sory Vin.. “ , dia berhenti dan kembali duduk.. “ Gw juga ga bisa bayar loe sekarang.. “ lanjutnya
Aku tersenyum, naik ke atas pangkuannya..

“ Loe ga harus bayar apapun, anggap aja gw yang mau dan gw harap loe tepatin semua janji loe. “ aku mendekapnya dan mencium keningnya.. sementara tak menunggu lama tangannya menapak di bokongku, meremasnya dan tangannya mulai melepas kaus yang kupakai hingga kedua buah dadaku mengantung di depannya yang segera diciuminya dengan penuh nafsu.

~ On The X Days ~

Aku berjalan menuju pelataran parkir dalam keadaan bingung, apa yang tadi aku saksikan diatas panggung, Derrick ? Derrick yang selama ini menghilang tanpa jejak.. menghilang selama hampir 5 tahun, dia berubah, begitu berubah dan yang terpenting adalah kenapa dia berada disana bersama Jenny ? apa sekarang Derrick berkencan dengan Jennifer.

Bukan itu yang terpenting sekarang persetan dengan Derrick dan Jennifer, tak ada yang perlu aku pedulikan lagi tentang mereka. Aku mendorong pintu yang menghubungkan gedung dengan pelataran parkir, aku membuka bagian belakang bagasi mobil mengambil tas milikku yang kutitipkan pada Jenny tadi pagi. Tas yang berisi bubuk narkotika.

Dengan hati-hati aku memakai sarung tangan untuk tidak meninggalkan jejak sidik jari sedikit pun di bagian vital mobil ini. Kukeluarkan dengan hati-hati bungkusan putih itu dari dalam tasku dan hendak memasukannya ke dalam box dibawah bangku sebelah pengemudi saat.

“ Ryan ??? “

Aku terkejut menyadari Ryan yang datang secepat ini, aku melirik ke kanan ke kiri tak ada tanda-tanda kehadiran Peter. Ryan mencengkram tanganku kasar, begitu kuat dan menyakitkan

Aku panic, bingung harus melakukan apa, sementara semuanya serba tanggung beberapa saat lagi petugas keamanan pasti akan datang dan aku tak boleh terjebak disini. Kuambil sebuah jarum suntik dan membukanya, aku harus melakukan ini.. harus.

“ Ci… “ Angel berteriak, menarik tanganku ke atas, aku panic dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Angel yang berusaha merebut jarum suntik itu dari tanganku

Aku berusaha mendorong Angel, namun jarum itu justru hampir mengenainya, aku berusaha bertahan sambil menjaga agar jarum itu tak menusuknya. Saat itu Ryan bereaksi dengan menarik Angel hingga kami berdua terlepas.

Jarum itu jatuh diantara kami berdua, bagaimana ini ? sekarang malah ada satu lagi saksi mata baru, aku hendak menusuk diriku untuk berjaga-jaga agar Ryan menjadi tersangka dari pengunaan obat-obatan terlarang ini, tetap melenceng dari rencana Peter yang harusnya mengundang Jennifer kesini sehingga aku bisa menusuknya dan menuduh Ryan yang melakukan ini semua, tapi kenapa malah Angel yang datang. Aku harus bagaimana sekarang.

Aku melirik kesekeliling tak ada Peter disini, aku tahu sebentar lagi aka nada orang-orang yang datang, aku harus pergi sekarang, tapi pergi dalam keadaan ini sama saja bohong, Ryan dapat mengejarku kapan saja.
Tiba-tiba Angel membantuku berdiri..

www.mfc2.net

“ Ci pergi ci.. ayo pergi.. “ aku melihat Angel yang membantuku berdiri, wajahnya terlihat bingung, sama denganku dia hanya melakukan sesuatu berdasarkan instingnya, aku melirik sikunya yang berdarah..

“ Ngel ? “ tanyaku perlahan.

Angel mendorongku agar melarikan diri mengendap dari bagian belakang mobil, sementara aku melihat orang-orang yang mulai keluar dari pintu gedung. Angel menunduk di depan Ryan, aku menatap Angel tak percaya saat melihat dia menusukan jarum itu ke tangannya.

Ya tuhan !!

Bodoh sekali, bodoh sekali Angel.. dia … dia ingin membunuh dirinya sendiri..

Aku harus kembali.. aku harus kembali !!!!

Aku harus menyelamatkan Angel sekarang, sementara kerumunan orang-orang itu sudah mendapati mereka berdua, sebagian dari rencana Peter yang berjalan mulus, namun aku tak perduli lagi dengan semua rencana itu

Aku harus kembali kesana, sekarang.. aku hendak berlari saat seseorang menahan tanganku.

“ MAU KEMANA ?? “ dia mengengam tanganku kasar..

“ Peter ?? “ , “ Kenapa jadi gini ? “ aku membentaknya dan melepas cengkraman tangannya

“ Gw juga ga tau, kenapa Angel yang datang, bukan Jennifer.. “ Dia malah tertawa, aku merasakan ada yang tidak beres dalam kata-katanya itu

“ Jangan bilang kalau ini rencana loe ? “ aku mengancam

“ Ga koq, gw lebih suka menjebak Jenny, tapi harusnya dengan apa yang Angel lakukan sekarang dia ga akan lagi dapat kepercayaan dari Jack, Jack pasti marah karena dia membela loe.. “

“ Ga ada hubungannya Peter.. gw yakin loe pasti merencanakan sesuatu.. “ aku beranjak hendak kembali ke kerumunan orang yang semakin ramai itu.

“ Jangan tolol !!! “ Peter menyentak dan menamparku

“ Loe ga boleh ngerusak semua rencana ini.. ngerti !!! “ sentak Peter lagi, dia menarikku menuju bagian lain gedung parkir itu dan membawaku masuk ke dalam mobilnya, dan bergerak meninggalkan tempat itu.

To Be Continued
###

450x100

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Cerita and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s