MY DIARY [022] Saat Sekejab Kumiliki

00423Ku nyalakan motor Ninja RR milik Herman, pergi sebentar meninggalkan tempat usaha kami. “Titip belikan martabak ya man…”, pesan Tono sebelum aku pergi. Sementara tempat usaha kami hanya dijaga Tono, teman-teman yang lain sudah mempunyai kesibukan sendirinya, hanya kadang-kadang saja mereka singgah ke sini. ‘Brmmmm brrrmmmmmm….’, suara knalpot yang garing ciri khas motor 4tak. Aku bermaksud mengunjungi Mega, gadis kenalan dari Facebook.

Aku tidak sengaja menemukan akun nya saat browsing internet, iseng-iseng aku mengajukan pertemanan dan Mega menerimanya. Dari photo profile nya ku lihat wajahnya cukup ayu, tubuhnya seksi, ia adalah mahasiswi sebuah kejuruan tinggi. Sejak itu kami sering chatting, bahkan tidak segan-segan kami membahas sesuatu yang berbau seks.

Mega nampak tidak malu-malu berkata-kata jorok di chat kami. Sampai aku iseng melalui chat mengajaknya ML, Mega malah menantang apa aku berani. Hahaha, tantangan ini tidak ku sia-sia kan, makanya aku coba mengunjunginya dulu.

Sampai di rumah sederhana di dalam sebuah gang yang sedikit terlihat kumuh, ku ketuk pintu rumahnya, dan seorang gadis keluar membukakan pintu. “Mega?”, aku yakin dia adalah Mega, dari photo tidak berbeda jauh, malah aslinya terlihat manis.

“Iya… Pasti Satorman ya?”, dia tanya balik. “Iya…”, jawabku sambil berjabatan tangan. “Masuklah…”, Mega menawarkan. Aku pun masuk dan duduk di kursi kayu di ruang tamunya. “Tunggu ya, Mega buatin minum…”, katanya. “Gak perlu repot-repot, Ga…”, kataku. “Gak apa-apa, Satorman kan tamunya Mega…”, lalu ia pun masuk ke dalam.

Ku lihat di dinding ada foto keluarga mereka, sepertinya Mega adalah putri sulung keluarga ini. Dalam foto ada seorang ibu-ibu dan seorang bapak-bapak yang aku yakin adalah orang tuanya, lalu Mega di tengah, samping kiri kanan ada anak perempuan yang lebuh muda dari Mega, mungkin mereka adalah adik perempuan Mega.

00373

logo-home

Lalu Mega keluar membawa segelas es sirup, hmmm, bagus untuk menghilangkan rasa hausku, cuaca belakangan ini panas dan membuatku gerah. Kamu mulai membuka pembicaraan, Mega menceritakan kehidupannya. Mega mempunyai empat saudari, dua kakak perempuannya sudah menikah, Mega adalah anak ketiga, dua adiknya masih kecil. Orang tua Mega bekerja sebagai PNS. Kami pun banyak bercerita hingga suara dering hp nya menghentikan pembicaraan kami. “Sorry man…”, Mega ke belakang untuk mengangkat telepon.

Mungkin karena banyaknya saudari perempuan membuat Mega kurang diperhatikan orang tuanya. Kehidupan Mega sedikit bebas, orang tuanya tidak tahu bahwa Meg adalah seorang pecandu rokok. Lalu Mega keluar, “Sorry man, Mega ada urusan nih…”, kata Mega yang membuatku sedikit kecewa.

Padahal rumahnya sedang kosong, dan ini adalah kesempatan untuk ML dengannya, namun ini menjadi sia-sia. “Kapan-kapan Satorman ke sini lagi ya…”, aku pun segera pamit karena melihat Mega yang buru-buru bergegas untuk pergi.

Sedikit kecewa karena nafsuku tidak tersalurkan. Aku pulang dan tak lupa membeli titipan Tono. Sampai di tempat usaha kami, aku menanyakan Tono apa ada gadis yang sedang nganggur. “Sisa Widya aja yang lagi lowong, yang lain sedang ada pelanggan…”, kata Tono. Sebenarnya aku sudah bosan dengan gadis-gadis di sini, hampir setiap harinya aku bergantian menyutubuhi mereka jika sedang konak. Namun nafsuku sudah tak tahan, aku meminta Tono menyuruh Widya ke kamarku.

Akhirnya hari itu ku lampiaskan bersama Widya, pengalamannya yang sudah banyak sangat memuaskan aku. Service dari Widya sangat profesional, sehingga rasa bosanku juga sedikit hilang dengan service yang profesional seperti itu.

Besoknya aku chat dengan Mega, masih penasaran untuk menikmati Mega, namun Mega bilang ia sibuk, nanti kalau sudah urusannya beres akan sms. Ku tunggu hingga jam 18:45 akhirnya ada kabar dari Mega, sedikit jual mahal dan membalaskan rasa kecewaku, aku balas kalau aku sedang jaga, jadi tidak bisa keluar. Mungkin karena rasa tidak enak, Mega bilang akan mengunjungiku. Wah, gimana pikirku dalam hati, di sini sih bebas, tapi kalau sudah bertemu dengan Tono bisa berabe. Taoi apa boleh buat, Mega sudah positif akan menyusul ke sini.

Tidak lama aku menunggu di depan pintu, Mega pun tiba. “Wah, Satorman kok gak cerita kalau kerja di sini?”, tanya Mega. “Ye, Mega sendiri saja yang gak tanya…”, jawabku sambil mengajaknya ke lantai tiga. “Di kamar saja ya, Ga…”, ajakku.

Melewati meja kasir, Tono memandangku, lalu memandang Mega dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Tono adalah seorang hyperseks, asal ada wanita cantik dan seksi, ia pasti tergiur. Namun dia hanya diam saja, ku biarkan saja pura-pura tidak lihat, aku pun membawa Mega ke kamar ku.

Baru saja sampai di kamar, tiba-tiba ada sms masuk, ‘Klo capek, gue siap bantu..’, ternyata sms dari Tono. Aku tidak membalasnya, segera ku tutup pintu lalu berbalik, ternyata Mega sudah berbaring di tempat tidurku. “Sorry man, Mega capek banget, numpang tidur ya…”, katanya.

Lalu kudekati dan duduk di sampingnya, “Emang Mega dari mana?”, tanyaku. Mega tidak menjawab, sepertinya ia memang sedikit capek. “Ya udah, Satorman bantu pijitin deh…”, aku menawarkan. Mega hanya diam, itu artinya ia menyutujuinya.

Aku mukai memijit punggungnya saat Mega tertelungkup, kupijat hingga ke panjatnya. Pantatnya sangat berisi, besar montok, ku pijat hingga ke pahanya. Aku sudah sedikit terangsang, penisku sudah mulai terasa mengeras.

Capek juga memijitin Mega, “Satorman capek nih…”, lalu aku berbaring di sampingnya. “Tidur saja kalau capek…”, kata Mega yang tidak malu, seolah kamar ini adalah miliknya. “Tapi sambil pelukan ya?…”, tanyaku. Mega hanya diam, lalu aku langsung memeluknya tanpa menunggu jawabn darinya. Mega tidak menolak, ia pun memelukku balik. Lalu kuciumi bibirnya yang indah, ia juga balas menciumiku.

00055

logo-home

Kami mulai bercinta layaknya orang yang sudah berkeluarga, padahal kami tidak lama berkenalan, sungguh rejeki yang tidak bisa ditolak. Aku menciumi bibir Mega sambil meremas-remas buah dadanya, walaupun masih berpakaian tapi sangat terasa hangat payudaranya.

Lalu tanganku bergerilya hingga masuk ke dalam kaosnya, aku berusaha meremas susunya dari dalam kaosnya. Dapat, dadanya sangat hangat, kuremas dari balik kaos dan bra nya. Mega pun mendesah, nafsunya terlihat cukup tinggi.

Mega membalas dengan mengelus bagian kelaminku, walaupun masih menggunakan celana jeans namun remasan Mega terasa sekali. Aku tidak tahan lagi, aku langsung menarik kaos Mega ke atas hingga terlihat bra putih yang membungkus susu bulatnya.

Wah, pemandangan yang indah, penisku benar-benar mengeras tak karuan. Tak ku sangka perkenalan melalui jejaring sosial Facebook membawa kenikmatan. Perkenalan yang begitu singkat membuat kami kenal lebih dalam, bahkan semakin dalam.

Susunya nampak bulat dan putih, ku ciumi walau masih berbungkus bra, hmm, baunya harum menggoda. Mega sama sekali tidak menolak ku, bahkan ia malah terlihat menikmainya, sedikit curiga kalau Mega adalah ayam kampus. Tapi biarlah, yang penting sekarang aku bisa menikmatinya.

Pelan-pelan ku kaitan bra di belakang punggung Mega. Lalu ku tarik lepas branya dan ku lempar ke bawah. Wow, susunya bulat sekali, benar-benar montok, putih mulus, walaupun Mega bukan gadis keturunan Tionghus, tapi kulit putihnya menyaingi Fenny, gadis pemijat di sini yang berdarah oriental. Bahkan bekas bra nya nampak berbekas sedikit pink di susu nya yang putih.

Tak sabar lagi langsung ku lahap susunya yang menggemaskan itu. Kusedot puting susunya yang kecil dan merah merona, nampak seperti puting yang belum pernah terjamah. “Arghhh…..”, desahan Mega ketika kugigit kecil puting susunya itu. Ku sedoti susu sebelah kirinya, lalu berbalas ke sebelah kanannya, tanganku pun tak ketinggalan untuk meremas buah dada menggemaskan itu.

Mega sangat menikmatinya, ia tak melawan sedikitpun, malahan ia tersenyum lalu terus meremas arah penisku. Celanaku terasa sempit sekali, penisku yang mengeras tidak mampu ditampung celana jeans ku yang cukup ketat. Lalu aku bangkit dan membuka resleting celanaku, aku tidak mau penisku mengalami cidera karena tertahan kerasnya bahan jeans.

Melihat aku menurunkan resleting, Mega ikut bangkit lalu membantuku membuka celanaku. Mega terlihat tidak sabar ingin melahap penisku, sedikit penasaran ku pandangi wajahnya yang terus mengarah ke celanaku.

Sekali celanaku berhasil ditarik turun olehnya, Mega langsung tak sabaran kembali meremas penisku yang masih tertutup celana dalamku. Belaian tangannya yang sedikit keras di penisku membuat hasrat ML ku semakin memuncak, hingga tak sabar aku langsung menurunkan celana dalamku. Mega langsung mengocok penisku dengan segera, ia berjongkok untuk mendapat posisi yang lebih nyaman.

Seiring penisku dikocok Mega, aku pun membuka kaos yang membalut bagian atasku, hingga aku kini sudah telanjang bulat. Mega masih terus mengocok penisku hingga aku tak mampu menahan, ku tarik rambut Mega, ku cengkram kuat dan ku dekatkan ke penisku. Mega langsung membuka mulutnya dan membiarkan penisku dengan mudahnya ‘nyelonong’ ke dalam mulutnya.

Dengan lemah lembut Mega mengulum penisku, dijilatinya dengan perasaan hingga aku menggelinjang kenikmatan. Buah jakarku pun terus dimainkannya tanpa henti, dan penisku terasa hangat berada dalam mulutnya itu.

“Mega hebat banget…”, kataku untuk memujinya. “Kan kayak di film film…”, jawab Mega seolah polos saja. Dasar pikirku dalam hati, nampak benar kalau Mega adalah seorang yang hyperseks juga.

Kuluman Mega terus merangsangku, kenikmatan bercampur sedikit rasa geli, seolah Mega seorang profesional dalam hal ini. Ku tatap wajahnya yang ayu itu, kini memancarkan raut seorang gadis yang sedang kehausan menikmati es batangan seperti Calpico. Tanganku pun ku arahkan kebawah untuk bisa meremas buah dadanya yang montok itu. Gadis cantik seperti ini tidak akan kulewatkan, aku pun berpikir untuk mengajaknya bergabung dalam usaha kami.

Sedikit bosan, aku lalu menariknya bangkit, terus ku dorong tubuhnya jatuh terentang di kasur. Atasan nya yang sudah tidak tertutup sehelai benangpun kembali ku nikmati. Ku kenyot buah dadanya yang sedari tadi terus menggoda ku. Sambil mengenyot susunya, tanganku pun bergerilya ke bawah untuk membuka celana Mega. Ia tidak tinggal diam, Mega bahkan ikut merenggangkan kakinya agar aku mudah menarik turun celananya.

moonhug-com_2016-04-25_11-52-49

logo-home

Aku ciumi dadanya, lal beralih ke perutnya. Celananya sudah berhasil aku tarik turun, lalu aku mengarahkan wajahku ke arah selangkangannya. Ku pandangi celana dalamnya yang berwarna merah muda dengan pita di tengah dan rinda di sekitanya, bulu jembutnya yang sedikit lebat terlihat keluar dari sisi-sisi celana dalamnya. Belahan vaginanya sedikit jelas ku lihat, saat ingin kucium, ternyata sudah sedikit basah, namun harum sekali membuatku tak sabar melihat vaginanya itu.

Dengan segera aku pun menarik celana dalamnya itu, bulu jembut yang sedikit lebat membuat aku penasaran bagaimana nikmatnya memasukkan penisku di vaginanya yang masih merah itu. Ku dekatkan bibirku lalu kujilati. Basah… Namun harumnya semakin membuat aku nikmat menjilati vaginanya itu, hingga kujulurkan lidah masuk ke dalam lubang vaginanya itu.

Masih sambil menjilati vaginanya, aku pun tak henti meremas susunya yang montok. Kujilat juga klitorisnya agar Mega menikmati sensasi kegelian yang akan membuatnya menggelinjang tanpa henti.

Kujilati terus dan kubanru dengan jariku untuk mengelus klitorisnya, “Argh argh argh….”, Mega terus mendesah kenikmatan, matanya meram melek terlihat sangat terbawa perasaan nyaman dan geli. Tangan ku yang satunya pun menambah sensasi bagi Mega dengan memilin puting susunya.

Tidak sabar lagi, nafsuku sudah di puncak ubun-ubun, aku lalu bangkit dan berjalan ke arah lemari, ku cari sesuatu yang aku butuhkan. Oke, dapat, sebuah kondom merk Durex yang selalu aku stok karena pasti dibutuhkan. Segera ku pasang ke penisku yang mengeras, sabar ya Mega, pikirku dalam hati.

Mega yang terlentang di kasur segera ku ku timpak, dengan cepat aku mengarahkan penisku ke vaginanya, Mega juga tidak sabaran, ia membantu mengarahkan penisku ke lubang vaginanya. ‘Bleepppssss….’, penisku berhasil masuk ke vaginanya walaupun secara pelan-pelan.

“Aarrgggghhhhhh………..”, kembali ku dengar desahan Mega yang semakin menyemangatiku. Pelan-pelan ku tarik penisku lalu ku masukkan lagi, sambil melumat bibir indah Mega. Terus kugenjot tubuh Mega yang seksi, entah sudah berapa gadis yang pernah aku tiduri, namun nafsu seks ku pun tidak pernah puas, berharap ke depan aku bisa menemukan gadis lain lagi dari pertemanan di Facebook.

Tubuh Mega bergoncang ketika ku sodok vaginanya, ku hantam kuat agar penisku masuk seutuhnya ke dalam vaginanya. “Argh…”, sedari tadi Mega hanya mendesah, tidak ada bahan pembicaraan lagi yang bisa kami bahas, melainkan hanya berfokus menikmati percintaan ini. Bau harum tubuh Mega sangat merangsangku untuk segera menyemprotkan spermaku. Namun kupelankan gerakanku agar tidak cepat mengakhiri kenikmatan ini.

Dengan terus menggenjotnya, aku juga terus menciuminya, paras Mega yang cantik tak luput ku jilati, keningnya, pipinya, bibirnya, lehernya, ku berikan sedikit sensasi dengqn menggigit kecil daun telinganya. Lalu kuciumi dadanya kembali, kusedot susunya seperti anak bayi, tidak lupa kuberikan cupangan sehingga memerah di sekitar susunya yang putih mulus itu.

Bosan menindihnya, aku lalu memeluk Mega dan berguling, kini giliran Mega yang menindihku. Dengan cepat Mega tidak mau menghentikan sodokanku, ia pun segera menggerakkan bokongnya untuk mengocok penisku. Pantatnya naik turun agar penisku bisa keluar masuk di vaginanya. ‘Bleps blebs bleps…’, suara yang terdengar dari arah kelamin kami, vagina Mega sudah sedikit basah oleh cairannya.

Hentakan bokongnya terus menerus, aku lebih santai karena tidak perlu mengeluarkan tenaga, hanya Mega yang dengan semangat menggerakkan pinggang dan bokongnya naik turun. Matanya sebentar-sebentar terpejam pertanda nikmat, dan ia menggigit bibir bawahnya menahan sensai nikmat.

Sambil terentang aku hanya bisa meremas susu bulatnya itu, tidak kecil namun tidak begitu besar, namun bulat padat, indah sekali. Cupanganku pun nampak jelas di sekitar susunya mengelilinginya puting kecilnya itu.

moonhug-com_2016-04-25_11-52-41

logo-home

Cukup lama permainan kami, hingga aku tidak tahan dengan kocokan Mega lalu menyemprot di dalam vagina Mega yang masih bergaya WOT. Untungnya aku menggunakan kondom sehingga sedikit aman bagiku. Mega masih tidak berhenti memompa penisku, namun pelan-pelan penisku sudah mudah kendur, terasa mengecil karena sudah berejakulasi. Mega mengerti, ia lalu berdiri untuk melepaskan cengkraman vaginanya, lalu ia berbaring di sampingku.

Tidak ingin mengecewakannya, aku kembali mengocok vaginanya dengan jari-jariku. Awalnya satu jari yang kumasukkan, lambat laun ku tambah hingga tiga jari mampu masuk ke vaginanya. Ku obok-obok bagian dalam vaginanya itu, hingga Mega menggelinjang tidak karuan, dan cairan bening bercucuran keluar, segera kupercepat permainan jariku hingga Mega tidak mampu tahan dan akhirnya ia terkapar lemas.

Aku biarkan ia terlelap di ranjangku untuk sementara. Hingga ia terbangun, ia pun berpamitan pulang, senyum manisnya seakan puas telah bersetubuh denganku. Di keesokan harinya kami masih terus chatting, hingga dua minggu berlalu Mega pun mengajak kami berhubungan serius.

Aku bingung apa yang harus aku lakukan, sedangkan aku tahu Mega sepertinya bukan gadis baik-baik, sifat hyperseksnya itu terlihat jelas, entah sudah berapa pria yang telah tidur dengannya. Bukan munafik, tapi aku tidak mau mendapat pasangan hidup yang jauh lebih buruk dari aku.

Beberapa kali aku sudah coba menghindar, teman-teman di tempat usaha pun membantuku untuk membohongi Mega, hingga satu hari aku harus benar-benar kabur dari sini untuk sementara, dan agar Mega lebih percaya bahwa aku sudah meninggalkan kota ini.

TAMAT

450x100

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Cerita and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s