Tepian Hati : Cheryl Esperanza #2

5205191520121204211057030_640“ Sandra ?? “ Pikirku dalam hati, kenapa Ryan menyebut nama itu ? nama mantan kekasih Rey yang dulu, apa Rey juga masih memiliki hubungan khusus dengan Sandra selama ini ?

Aku menghapus air mataku, air mataku yang kembali menetes untuk Rey, padahal aku telah berjanji untuk tidak menangis untuknya lagi, aku lelah terlampau lelah untuk menangisi Rey selama ini.

Rey berbalik, menatap Ryan wajahnya tidak terlihat marah sedikitpun, dia lebih terlihat pasrah menerima apa yang akan dikatakan oleh Ryan, reaksinya seolah mengatakan, “okay katakan saja sekalian agar semuanya selesai.. “

Jadi sebenarnya ada apa dengan Sandra ? apa hubungannya dengan Rey sekarang ?

“ Kamu duduk di sini Cher.. “ Panggil Ryan memintaku duduk di sebelahnya.

Ryan menatapku, dia menatap mataku dalam-dalam seolah matanya mengatakan sejuta perasaanya padaku, aku memalingkan mataku.. tak mau menatap mata itu.. dia tersenyum melihatku yang menghindari tatapan matanya itu.

“ Rey, gw tanya sama loe.. apa perasaan loe ke Sandra ? “ tanya Ryan tegas pada Rey

“ Apanya ? emank gw ada apa sama dia ? “ Rey terdengar seperti membela dirinya sendiri.

“ Siapa Sandra buat loe ? “ tanya Ryan dia masih mengejar Rey yang terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan Ryan itu, dia membuang matanya, sementara aku memang tahu Rey sering sekali menyebut nama itu. Sering sekali tapi aku tak pernah bisa membuktikan kedekatannya dengan mantannya itu.

“ Ga ada Ry, loe tau gw ga pernah ada hubungan apa pun sama Sandra kan.. “ Rey terdengar yakin dengan jawabannya..

Ryan menatapnya sambil tersenyum, aku benar-benar tak bisa menerka apa yang tengah dipikirkan oleh Ryan sekarang.

“ Terus ? kenapa loe selalu sebut nama itu ke Cheryl ? “ Ryan melanjutkan pertanyaannya itu, aku melirik pada Ryan yang membalas lirikanku itu dengan senyuman, dari mana dia tahu ? Dari mana dia tahu Rey sering sekali menyebut nama itu, padahal aku ga pernah sekalipun mengatakan ini pada Ryan.

“ Iya, gw punya alasan Ry.. gw punya alasan kenapa sebut nama itu ke Cheryl.. “ Rey tampak tersingung dia menatapku seolah kesal karena Ryan tahu masalah ini, aku membalas tatapan Rey, aku benar-benar tak tahu dari mana Ryan tahu tentang Sandra.

“ Alasan ?? hmm boleh gw tebak ? “ Ryan terlihat begitu dingin sekarang, kata-katanya seolah ingin melukai Rey lebih dalam lagi, aku tak mau semua menjadi seperti ini, sungguh,.. ini benar-benar sudah diluar kendaliku, aku meremas tangan Ryan memintanya untuk berhenti.

Ryan melirik-ku tersenyum dingin, dia berdiri tak menghiraukan aku yang menatapnya penuh harap untuk menghentikan ini semua, dia menarik nafas panjang, membelakangi Rey.. sebelum berbalik padanya dan tersenyum.

5205191520121204204604035_640

logo

“ Rey.. “ Katanya terputus, aku menahan nafas panjang menerka apa yang akan dikatakan oleh Ryan selanjutnya. Apa mungkin..

“ Rey… loe tuh kaya anak kecil, loe pakai nama Sandra untuk memperlihatkan seolah loe ga pernah bener-bener butuh Cheryl, itu satu.. “ Kata Ryan terputus.

“ Yang kedua.. “ Ryan memberikan angka dua dengan tangannya yang membentuk tanda V “ Yang kedua loe selalu takud, loe selalu takud kalau Cheryl membandingkan loe dengan mantannya.. “ Ryan tersenyum penuh kemenangan, sepertinya dia tahu.. sepertinya dia tahu lebih banyak dari yang aku perkirakan.

“ Jadi gmana Rey ?? “ tanya Ryan setengah tertawa

“ Iya Ry, gw emank takut.. gw emank takut.. apa ga wajar itu semua ?? gw selalu takut, gw selalu takut dengan kenyataan, gw selalu takut dengan ketidak mampuan gw, gw selalu takut untuk dibandingkan dengan lelaki lain “ Rey mengucapkan itu dengan tatapan penuh kekalahan, suaranya bergetar.. dan yang terpenting pertama kalinya aku melihat Rey dalam keadaan seperti ini.

Jauh dari sosoknya yang kukenal selama ini, baru kali ini aku mendengar kejujuran dari mulutnya itu. Aku menghela nafas panjang, berusaha agar air mata ini tak lagi mengalir.. aku menatap Rey dalam-dalam sosoknya yang terlihat kacau sekarang, sedangkan Ryan yang seolah berdiri penuh kemenangan saat ini menyilangkan tangannya menatap Rey yang bahkan tak memiliki keberanian untuk menatapku, matanya selalu menghindar tiap tatapan kami bertemu.

“ Takut ?? baru tahu kalau seorang Rey bisa takut juga. Apa yang loe takutin Rey ?? “

“ Gw takut Ry, gw takut kalau gw ga sebaik mantannya itu, gw takut kalau gw ga mampu membahagiakan Cheryl, gw selalu takut untuk jatuh cinta sepenuhnya sama Cheryl… “ Rey menghentikan kalimatnya itu, memilih duduk agak jauh dariku, kedua tangannya mengepal, sementara kepalanya tertunduk.

‘ Apa yang kamu takutin sebenernya Rey, apa ?? ‘

“ Maksudnya loe ga pernah punya kepercayaan diri, untuk mencintai Cheryl, jadi loe ngerasa apa yang loe lakuin sekarang ini bener Rey ?? “ tanya Ryan menyela, dia menghalangiku menatap Rey yang terlihat begitu lelah.. CUKUP RY, CUKUP!!

“ Iya, gw takut.. gw takut kalau suatu saat Cheryl akan pergi dari gw.. gw takut kalau dia akan menemukan seseorang yang lebih baik dari gw.. “

“ Hmm.. mungkin sekarang Cheryl dah menemukan orang itu, iya kan Cher. “ Ryan menatapku.. aku tak menjawab pertanyaannya itu.. aku tahu jawabannya .. tapi aku tak mau menjawab..

“ Jadi sekarang loe dah siap ? dah siap kalau Cheryl ninggalin loe kan ?? “ tanya Ryan lagi

“ Ga Ry, gw ga siap… “ Rey menjawab dengan suara yang begitu kecil, seolah tak yakin dengan jawabannya.

“ Ga siap Ry ?? Ga siap ?? “ tanya Ryan lagi.. “ Udah 4 tahun kan loe mempersiapkan diri loe.. “ Ryan kembali menekan Rey..

Rey berdiri, menatap Ryan kesal..

“ Iya gw ga siap.. gw ga siap buat kehilangan dia.. gw terlanjur jatuh cinta terlalu dalam sama Cheryl.. gw takut,… gw takut untuk selalu dibandingkan sama Kevin.. gw takut Ry.. “ , “ Apa gw salah ?? “
Aku mengintip, mengintip sosok Rey yang disembunyikan oleh Ryan, aku melihat Rey yang untuk pertama kalinya mengatakan hal seperti ini, aku tak percaya.. aku tak percaya Rey mengatakan itu semua dengan tulus.

“ Jadi.. loe mau bilang yang loe lakuin itu, tindakan pengecut loe itu adalah pelampiasan, karena loe ga pernah ngerasa lebih baik dari Kevin di mata Cheryl ? “ Tanya Ryan lagi..

‘tolol kalau Rey berfikir seperti itu..’

“ Gw memang pengecut Ry, memang pengecut.. tapi gw cukup gentle untuk mengatakan kalau kebiasaan gw main cewek bukan pelampiasaan karena gw takut dibandingkan sama Kevin, itu mutlak kesalahan gw.. “

“ Jadi, loe pengecut cuma karena loe takut dibandingin sama Kevin ? “

Rey memalingkan wajahnya..

“ Iya gw takut, gw pengecut karena ga pernah minta Cheryl untuk berhenti membandingkan gw sama Kevin.. “ , “ gw lebih memilih menyebut nama wanita lain untuk membuat Cheryl cemburu, yang justru membuat semua ini jadi berantakan.. “

Ya Tuhan, aku sendiri tak pernah sadar bahwa selama ini aku terlalu sering membandingkan Rey dengan sosok Kevin, sosok yang sebenarnya tak berarti kalau dibandingkan dengan Rey, aku selalu sadar kalau aku menyebut nama Kevin di depan Rey, tapi..

14

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

“ Gw tahu loe Rey, gw tahu.. kalau loe ga mungkin dengan alasan sekecil itu memilih untuk ga memperbesar masalah.. ada yang loe sembunyiin kan.. “ Ryan masih terus menekan Rey lagi dan lagi.

“ Loe minta gw jawab pertanyaan itu ? gw harus jawab pertanyaan itu ?? “ tanya Rey balik

“ Iya, loe harus jawab.. gw yakin Cheryl juga pengen denger jawaban loe.. “ Ryan menatapku, dan tanpa sadar aku menganguk kecil.

Rey menutup matanya, ia berusaha menahan kesabarannya aku tahu Rey, dan aku tahu seberapa marahnya dia saat ini.

“ Gw ga bisa Ry, aku ga bisa Cher.. aku tahu biar bagaimana pun Kevin pernah sangat berarti buat kamu, kalau ga kamu ga akan mungkin memberikan kehormatan kamu ke dia, kamu sampai detik ini ga pernah membenci dia.. meski dia menyakiti kamu seperti apapun, karena kamu pernah sayang sama dia, “ Dia berhenti sesaat, mengatur emosinya.

“ Aku takut, aku pengecut yang ga pernah bisa meminta kamu untuk berhenti membandingkan aku dengan Kevin, aku pengecut yang menggunakan nama Sandra untuk memberitahu kamu untuk berhenti membandingkan, aku ingin kamu sadar betapa ga enaknya dibandingkan dengan orang lain “

‘Rey.. kenapa kamu ga pernah bilang Rey’

“ Hmmm cukup cukup.. gw tanya sekarang sekali lagi.. “ , “ Jadi itu bukan alasan loe main cewe ? bukan alasan loe melakukan hal-hal tolol gitu kan ? “

“ Ga bukan, gw emank pengecut Ry, tapi gw bukan pembohong kaya loe.. “ Rey yang kehabisan kesabaran, sekarang menyerang balik Ryan.

Ryan hanya tersenyum kecil, dia berbalik menatapku.

“ Jadi Cher.. dengan alasan Rey tadi.. loe bisa maafin dia ? “

Aku menatap Ryan.. tak tahu harus menjawab apa.. wajahnya seolah meminta aku mengatakan ‘YA’, aku melirik Rey, wajahnya terlihat begitu lelah, masih tak memiliki keberanian menatapku.

Aku berfikir keras, tak tahu harus menjawab apa..

Bimbang… tak mengerti apa yang harus kulakukan sekarang, aku tak bisa hanya memikirkan diriku, ada Rey disini, ada Ryan juga yang terlibat sekarang.

“ Aku bisa.. “ jawabku meski masih bimbang.. “ Aku bisa maafin Rey.. “

Rey terlihat sedikit terkejut, dia seolah tak percaya aku memaafkannya.. aku bisa Rey, aku bisa karena bukan hanya Rey yang salah, aku yang juga tak pernah sadar bahwa aku melukai Rey terus menerus selama ini, aku memaafkannya tapi bukan berarti aku menerima Rey kembali.

“ Kamu mau Cher ? Kamu maafin aku ? “ Rey terlihat setengah terburu menanyakan hal itu padaku.

“ Iya.. aku maafin kamu.. tapi bukan berarti kita balikan Rey.. “ aku memantapkan hati. Aku menatap Ryan, aku menatapnya dalam.. aku percaya berusaha percaya kalau Ryan lebih baik daripada Rey.

Ryan tersenyum…

Sementara Rey tampak kecewa, dia memalingkan wajah.. dia terlihat begitu kecewa,.. sama seperti aku yang begitu kecewa sekarang..

“ Thanks Cher.. Thanks dah maafin aku.. “ Rey mengucap itu, mengucap itu seolah tak ada lagi yang harus diperjuangkan olehnya.

Rey mengambil tasnya, bersiap pergi..

“ Tolong Ry, tolong jangan sakitin Cheryl kayak yang gw lakuin selama ini.. “ Ucap Rey seolah ingin menyerahkan aku pada Ryan.. Bodoh !!

Ryan kembali tersenyum, tangannya menahan Rey untuk pergi,..

“ Tunggu Ry… “ Ucapnya.. dia berjalan kearahku, menunduk.. wajahnya begitu dekat denganku sekarang, apa dia ingin menciumku ? menciumku dengan sengaja di depan Rey ?

Ku lirik Rey, dia terlihat begitu marah, namun tak bergerak sedikitpun mencegah Ryan yang hendak menciumku sekarang..

Ryan berhenti.. dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah buku.. buku milik-ku..

Dia mengangkat buku itu, buku berwarna biru milikku, sebuah Diary Tepian Hati milikku.. Pantas dia tahu semua ini.. jadi Ryan tahu.. Ryan tahu kalau…

Ryan tersenyum menatapku..

“ Aku tahu Cher.. aku tahu semua.. “ Ryan menepuk pelan buku itu ke kepalaku, sementara Rey menatap kami tak mengerti.

“ Rey… “ Ucap Ryan sesaat kemudian..

“ Rey.. Loe ga pernah tahu tentang Cheryl.. Loe ga pernah tahu karena loe terlalu sibuk dengan perasaan loe, loe selalu sibuk dengan rasa takut loe.. “ Ryan tersenyum, senyumannya berubah, bukan senyuman dingin lagi, sebuah senyuman yang seolah meminta Rey untuk menjadi lebih baik

“ Loe tahu, betapa Cheryl mencintai loe.. loe tahu betapa terlukanya dia.. loe tahu betapa dia berharap loe sedikit aja memperjuangkan dia ? “

“ Dengan tanpa sadar dia mulai merasakan sosok seseorang yang memperjuangkan cintanya untuk orang lain, yaitu gw.. dia berharap.. dia berharap loe bisa sedikit aja memperjuangkan dia, bukan sekadar mengikuti apa yang dia mau, berusaha membahagiakan dia.. “

“ Dengan memberikan dia perhiasan, dengan memberikan apa yang dia mau.. itu ga cukup.. “ Aku mengangguk mengiyakan ucapan Ryan, aku ga butuh,.. aku ga butuh semua perhiasaan dari kamu Rey.. itu malah membuat aku berfikir kalau aku adalah pelacur yang kamu bayar dengan perhiasaan kamu, aku butuh lebih.. aku butuh lebih dari kamu, aku butuh lebih banyak rasa sayang dari kamu, bukti nyata perjuangan kamu ke aku.

“ Andai, andai saat itu loe berlutut.. loe meminta dia untuk ga meninggalkan loe.. Gw yakin dia ga akan ninggalin loe.. tapi loe mengiyakan.. loe melepaskan dia Rey.. loe lebih marah karena berfikir gw ngerebut Cheryl dari loe.. Loe tahu ?? dia ga pernah jatuh cinta sama gw.. “ Ryan mengucapkan sebuah kejujuran..
Aku tahu, aku salah pada Ryan.. aku memaafkan dia.. aku menjadikan dia pelampiasan dari segala hal yang tidak aku dapatkan dari Rey.

9

logo

“ Gw rasa loe tahu, apa yang harus loe lakuin sekarang kan Rey ? “ Jawab Ryan menutup penjelasannya
Kutatap Rey, kali ini dia menatapku dalam-dalam, berjalan kearahku.. sebelum kemudian berlutut..

“ Cherr.. “ ucapnya.. aku tak tega melihatnya berlutut di depanku, aku ikut berlutut tak membiarkan dia membuang harga dirinya lebih lagi.

“ Cher… kamu mau kan.. kasih kesempatan untuk kita.. kesempatan untuk mengulang semua dari awal, memperbaiki semua ini. Aku ga akan mengulang semua kesalahan aku, aku juga berjanji ga akan nyakitin kamu lagi.. “

Aku diam sesaat, menatap Ryan..

Dia mengangguk pelan..

Kutatap wajah Rey.. matanya yang memerah menahan semua perasaannya.. aku tak menjawab, hanya tersenyum.. memeluknya dengan erat dan mencium bibirnya.

“ Kita ga perlu mengulang, aku bahagia.. aku sangat bahagia bersama kamu Rey.. kita hanya perlu memperbaiki semua kesalahan kita dulu, maafin aku yang dah nyakitin kamu juga ya.. “
Rey memelukku dengan erat, dia menangis dalam pelukanku.. menangis sama dengan yang kulakukan sekarang..

“ Udah-udah.. masih ada orang lewat nih.. “ Ryan meminta kami berdiri..

“ Thanks ya Ry.. loe selalu.. loe selalu berfikir dengan jadi orang jahat loe bisa membantu orang lain.. “ Rey menatap Ryan sebelum memeluk sahabatnya itu.. sementara aku menghapus air mataku.. dan mengambil tas milikku.

Ryan menatapku, memberikan sebuah jempol untukku

“ Sekarang kalian pulang, pulang ke Jakarta.. loe harus kuat Rey, loe kehilangan Bokap.. tapi loe tahu Cheryl selalu ada buat loe.. loe harus lebih baik loe harus buat bokap loe bangga.. “ Ryan menepuk pundak Rey..
Rey menatapku tersenyum dan mengambil tas miliknya..

“ Kita pulang ?? “ tanyanya.. sekarang aku dapat melihat lagi sebuah senyuman di wajahnya, aku tersenyum mengangguk mengiyakan.

“ Rey.. loe harus baca ini.. supaya loe tau seberapa Cheryl mencintai loe.. “ Ryan memberikan diary Tepian Hati milik-ku pada Rey.. aku hanya memberikan tatapan dan mimic wajah protes pada Ryan yang tertawa melihat ekspresiku.

Sementara Rey langsung memasukan buku itu ke dalam tasnya..

“ Pasti “ jawabnya mantab..

Aku menatap Ryan, memeluknya.. kali ini aku tak merasa Rey cemburu sedikitpun

“ Ry.. kamu ngajarin banyak hal buat kita berdua.. sekarang kami berdua pengen kamu memperjuangkan sesuatu buat diri kamu, kebahagiaan kamu.. memperjuangkan Jennifer.. “ Aku tersenyum sambil memeluk Ryan erat-erat.

“ Pasti Cher.. “ ucapnya tertahan.. Dia mengangkat bahunya.. “ Aku harus mempersiapkan sesuatu secepatnya.. dan aku pasti perjuangin dia.. “ Jawab Ryan mantab.

Aku tersenyum, Rey ikut memeluk Ryan.

“ Sekarang kita pulang ke Jakarta duluan, loe harus nyusul Rey.. bukan nyusul kita ke Jakarta.. tapi menyusul kebahagiaan loe.. “ ucap Rey.

To Be Continued
###

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Cerita and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s