Tepian Hati : Febryant Chester #1

 

34yudbaoluAku membalas ciuman Cheryl, sementara dia terus menciumi bibirku, tanpa ragu tangannya bermain nakal di kemaluanku, aku merasakan sentuhan jari-jari mungilnya sepanjang kemaluanku itu, menyentuhnya tanpa ragu, dan mulai berusaha meloloskan tangannya itu masuk dalam celanaku, terasa geli saat merasakan sentuhan tangan di kemaluanku.

Senyuman tipis yang terpancar dari wajahnya, kututup mataku, mencerna kegilaan ini,.

Aku membalikan posisi, Cheryl berada dibawahku sekarang aku mencium bibirnya, turun ke dagunya menyentuh bagian dadanya yang masih tertutup oleh bra, mencoba membelahnya sebelum menciumi bagian dadanya itu.

Dia merinding sesaat merasakan sentuhan bibirku di bagian dadanya itu, tersenyum menatapku dengan pandangan sayu..

Perlahan jemarinya yang menyentuh dadaku, mencium dadaku dan menarik wajahku mendekat, kami berciuman kembali, lidah kami yang bertemu, bibir kami yang saling mengecup satu sama lain, sementara pelukan kami kian bertambah erat.

Aku tersenyum, jujur mengakui kecantikan Cheryl wajahnya yang bulat dengan sebuah titik manis di kening sebelah kanannya, justru memberikan sedikit rasa penasaran yang membuat tak pernah bosan menatap wajahnya itu, wajah gadis yang entah mencampak-kan atau dicampak-kan oleh mantan kekasihnya itu.

Aku tersenyum menatapnya. Sementara pakaian bagian atas kami yang telah terjatuh di lantai menjadi saksi apa yang akan kami lakukan selanjutnya..

“ Kamu cantik Cheryl.. “ bisikku sambil mencium bibirnya.

Dia mengantungkan tangannya di leherku, memintaku untuk menciumnya lebih lagi.

Kujawab permintaanya dengan terus menciumi bibir itu, mengurai lembut rambutnya, mencium lehernya yang membuatnya mengelinjang geli, sebelum kulumat telinga kirinya itu, dia bergerak kian liar, mendesah halus sambil menarik wajahku untuk kembali menciumnya.

Dia membalikku, membalas ciumanku sambil menatap mataku dari atas, rambut panjangnya yang menyentuh lembut dadaku sementara bibirnya mencium keningku.

Perlahan dia bergerak, melumat telingaku, tubuhku merinding geli merasakan sentuhan basah lidahnya menyentuh telingaku, aku mendesis menahan rasa yang terbangun dari dalam diriku.

41yudbaolu

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

“ Jenn.. udah ah.. “ Bisikku..

Cheryl berhenti, dia menatapku sambil mengigit bibir bawahnya kesal.

“ Sory… “ jawabku tak berani menjawab tatapan matanya,

Ia turun dari pangkuanku, memakai kausnya dan duduk di bangku belajarku, dia menidurkan kepalanya di meja belajarku.

Tak tahu apa yang harus kulakukan, aku hanya memeluknya sesaat sebelum memintanya kembali tidur di sampingku,. Dia mengangguk mengiyakan, tidur di sebelahku meski hanya menatap dinding tembok ruang tidurku.

Aku tersenyum melihat Rey yang bertingkah seperti anak kecil, berusaha mengikuti Cheryl kemanapun melangkah, membawakan barang bawaanya, membelikannya minuman selama kami menunggu bus yang akan membawa kami ke pelabuhan. Sementara Edison tengah sibuk menelepon pool bus yang disewanya. Sedangkan Vic mengajak Mellisa berbelanja di gallery yang terletak dekat pintu kedatangan.

Cheryl yang tampak risih, mulai menghindar dia membeli hotdog di counter dan segelas coca-cola, dia membawakannya untukku yang sedang duduk di atas koperku, udaranya memang sejuk di kota ini, tapi perutku tetap tidak bisa diajak kompromi, dan Cheryl yang tau bahwa aku sudah melewatkan jam makanku biasa membawakan makanan untuk-ku.

Aku menatap kecil kea rah Rey yang terlihat begitu kesal saat aku menerima Hotdog dari Cheryl itu, aku tersenyum kecut kearahnya, sambil membuka hotdog itu. Acuh tak lagi memperhatikannya.

“ Kamu ga makan ?? “ tanyaku, sambil mengigit hotdog itu.

“ Mau.. tapi sedikit aja.. “ jawab Cheryl manja, aku sambil tersneyum menyuapi Cheryl, dia mengigit kecil hotdog itu, sebelum kemudian tersedak karena mengunyahnya terburu-buru.

Aku bergegas memberikannya coca-cola yang tadi dibelikannya, namun Rey mengambil coca-cola itu, dan meminta Cheryl meminum aqua yang dibawanya.

“ Kamu kalau kesedak jangan minum karbonasi kayak gitu.. “ Katanya penuh perhatian, sementara Cheryl malah mengambil coca-cola itu dan segera meminumnya, untuk menghilangkan ketersedakan itu.

“ Sory ya, gpp koq minum coca-cola, lagi pengen aja.. “ Katanya pada Rey, sementara aku menepuki punggungnya agar dia bisa lebih tenang setelah tersedak tadi.

Aku merasakan bagaimana Rey menatapku dari belakang dengan begitu marah, aku tahu perjalanan ini akan menjadi begitu berat dan panjang, tapi aku sudah siap untuk semua ini, terlebih tahu aku tahu hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menyelesaikan semua masalah ini.

Aku tak mau hubungan ku dengan Cheryl dan Rey menjadi bertele-tele, dan aku tahu aku memang perjuangan dibutuhkan dalam sebuah hubungan, sama seperti yang tengah aku lakukan sekarang untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama dengan yang kulakukan dengan Jenny dulu.

39yudbaolu

160x600

“ Bagus banget pulaunya ya Ry.. “ Cheryl melompat turun sesaat setelah kapal kami berlabuh, sedikit nyaris terjatuh, dan seperti yang kuduga Rey yang langsung melompat berusaha membantu Cheryl, sementara Cheryl hanya acuh dan langsung berlari mengikuti Jessica, Mellisa dan Angel yang berlarian di bibir pantai.

Aku melompat turun, tepat di sebelah Rey yang terlihat begitu berusaha menahan dirinya untuk tidak marah atas keacuhan Cheryl sepanjang perjalanan, aku tersenyum kecil sambil menepuk pundak Rey.

Dia berbalik acuh dan membantu Karen yang hendak turun meski sedikit ragu karena belum ada tangga yang diturunkan oleh pak Wildan, sementara Edison melempar bola kaki padaku, “ Nanti kita main ya “ Serunya sambil kembali masuk membantu Vic dan Jack yang menurunkan peralatan kemah. Aku menendang bola kearah lautan, sebelum bola itu perlahan kembali ke bibir pantai, sementara aku kembali naik ke atas kapal membantu yang lain menurunkan peralatan kemah kami.

Pak Wildan dengan cekatan membantu kami mendirikan kemah-kemah ini

“ Aman nih pak? Ga ada binatang atau apa ?? “ tanyaku tak mengerti daerah ini.

“ Aman koq den, tenang aja ga aka nada ular paling kepiting atau binatang laut, asal ga ganggu mereka ga akan ganggu,.. “ Pak Wildan memberi keterangan, terus terang dari semua binatang aku hanya takut pada ular, dan beruntung binatang jenis ini tak ada sepanjang pantai. Mungkin karena kandungan garam di pasir pantai yang membuat mereka tak bisa melata disini.

“ Satu dua tiga empat.. yupzz.. nanti kita cowo-cowo tidur di depan biar yang cewe-cewe bisa tidur di kapal ya.. “ Rencana Edison sambil mencoba pintu masuk dari risleting di tiap-tiap kemah yang didirikan.

“ Ah itu kan rencana u aja di, pasti nanti ada yang bawa cewe-nya ke tenda.. “ Sindir Vic sambil berjalan kearah pantai menuju Mellisa, sementara aku dan yang lainnya hanya tertawa.

“ Kalau loe bawa Jess ke tenda, nanti gw tidur di kapal aja ya, gw males tidur disini.. “ Jack mengamini

“ Sial banget sih, kaya gw penjahat kelamin aja semua jadi nyalahin gw gini, bukan si Ry tuh yang suka bawa pulang cewe ke kostnya, loe juga Jack.. “ Edi tak mau kalah dalam perdebatan ini.

“ Enak aja, kapan gw bawa cewe ke kost gw Lee.. “ Aku membela diri, aku tahu Edi hanya asal berucap dia pasti tak tahu soal Cheryl yang sering menginap di tempatku.

“ Eh iya ya, loe kan jomblo terus ya Ry.. hahahaaaaa.. “ Jawabnya dengan polos..

“ Itu tuh si Jack, ga tau dech si Angel dah diapain aja.. “ Dia kembali berceloteh asal seperti anak kecil,
“ Enak aja loe ngmonk, sory ya biar gw ga kaya loe yang ga bisa ‘tampil’ di depan cewe-cewe panggilan, tapi gw masih tahu diri, ga mau rusak anak orang.. “ Jawab Jack tak mau kalah, “ Kalau dia sih ga tau tuh.. “ Jack menunjuk-ku

Aku tahu dia sedikit curiga dengan hubunganku dan Cheryl, meski tak punya cukup bukti untuk membuktikan hubunganku itu, dan untuk menjawabnya aku hanya tersenyum kecut.

“ Main bola yuk, bareng yang lain.. “ Rey datang bersama Vic sambil membawa bola, sementara para gadis tengah sibuk membuat garis-garis gawang dengan menggores pasir pantai.

Dan seperti yang kuduga, permainan Rey agak sedikit kasar, terlebih sebenarnya permainan ini bukan sesuatu yang biasa aku mainkan, agak kaku saat aku menerima bola sementara dengan sedikit kasar Rey langsung mengasak merebut bola dariku, dan dengan semudah mungkin membiarkan Cheryl merebut bola darinya, yang kemudian memberikan bolanya kepadaku, terus berulang-ulang seperti orang bodoh.

40yudbaolu

450x100

“ Mau sampai kapan ? “ tanyaku saat membantu Cheryl mencuci piring bekas kami makan malam tadi.

“ Hmm.. apanya yang sampai kapan ?? nyuci nya ?? “ Tanyanya sambil tertawa lebar, aku tersenyum kecil mendengar leluconnya itu, aku tahu dia mengerti maksud ucapanku.

“ Sampai kapan, kamu mau main-main kayak gini Cher.. “ Jawabku lagi.

“ Hmm… “ dia terhenti sesaat.. “ Maksudnya ?? “ tanyanya bodoh. Sambil mengeringkan tangannya yang basah setelah mencuci piring dan sendok bekas minum kami tadi.

Aku mengangkat bahuku, tak mendesaknya lebih dalam.

Dia berjalan menjauh, beberapa langkah di depanku sebelum kemudian berhenti sesaat dan menatapku sambil tersenyum, “ Sabar ya, sebentar lagi.. “ dia tersenyum panjang.

“ Ry… bisa main gitar kan ?? “ tanya Karen sambil menarikku ke areal api unggun yang tadi kami buat, tidak begitu banyak orang di lingkaran itu, entah kemana menghilangnya para cewe-cewe itu, sementara Vic dan Edi membenahi botol-botol minuman keras yang mereka bawa, sedangkan Jack malah berjalan menjauh sambil membawa sebotol kecil minuman keras khas korea.

“ ini liat nih lagunya,.. bisa kan ? “ , “ Rey juga coba liat dech.. “ Karen memperlihatkan halaman memo kecil itu sambil bergumam memberikan sedikit ilustrasi nadanya.

Rey terlihat begitu serius, aku memancingnya sedikit dengan sebuah pertanyaan, sengaja sedikit keras aku bertanya “ Bisa ga Rey ?? “ tanyaku membodohinya

“ Bisa lah, loe bisa ga ?? “ Rey menjawab dengan nada tak mau kalah, sedangkan aku membalasnya dengan senyuman, karena melihat reaksi Cheryl yang langsung menatap kesal pada kami berdua, pasti dia jenuh dengan kelakuan kami berdua.

“ Bentar ya test dulu, lagi juga Edi sama Vic lagi ke kapal tuh, mungkin manggil yang lain.. “ Kataku sambil mulai mencoba nada itu di gitarku, sementara Rey yang sejak tadi sudah asyik mengulik lagu itu. Sekali lagi dengan sengaja aku menggodanya

“ Bukan gitu petikannya.. gini nih.. “ aku mencontohkan asal, padahal tidak tahu bagaimana lagu itu sebenarnya

“ Ga mungkin gitu lah, asal banget.. “ Rey makin naik pitam, dia berfikir aku sengaja mengolok nya..

“ Hahaha.. terserah dech,, “ setelah beberapa kali berdebat akhirnya kami memutuskan bagaimana lagu ini harus dimainkan, dan Karen pun setuju setelah mendengar cara kami memainkannya.

Kami pun berkumpul di api unggun itu, minus Angel yang menghilang entah kemana, tapi bukan itu masalahnya selepas Karen menyanyikan lagu itu, dengan wajah sedikit gusar dia berjalan menuju kapal, Edison yang melihatnya bereaksi cepat dengan mengajak kami semua bernyanyi, aku bergantian memainkan gitar bersama Rey.

Notes yang diberikan oleh Karen masih berada di pahaku, aku menutupnya dan melihat cover buku tangan itu, berwarna kuning dengan tulisan “ Tepian Hati “ di bagian depan bukunya, terlebih aku merasa mengenali tulisan di buku ini, dan rasanya aku tahu buku sejenis ini.

Aku mengintip buku itu di halaman pertamanya, namun Karen bereaksi cepat dengan langsung mengambil buku itu dariku.

“ Eh. Mau ngintip ya.. enak aja.. “ Dia berusaha serileks mungkin meski langsung memasukan buku itu ke dalam kantung jaketnya, sepertinya dia benar-benar tak mau aku melihat isi buku itu.

Aku hanya menggelengkan kepala sambil mengangkat bahuku, jujur aku penasaran, tulisan di buku itu mirip sekali dengan tulisan Jenny.

42yudbaolu

logo

Aku merengangkan tubuhku, di pinggiran pantai bersiap untuk lomba berenang ini, Rey sendiri bersiap di sampingku melakukan pemanasan dengan sungguh-sungguh, sebelum dia membisik padaku.

“ Kita taruhan sekarang aja, gw minta loe gentle, “ Katanya.. aku hanya tertawa mengiyakan, aku lebih tertarik melihat Edison yang tengah bersiap, karena setauku dia tidak bisa berenang dengan lancar.

Dan satu lagi yang menarik perhatianku adalah lekuk tubuh Karen yang sekarang hanya mengenakan bikini, tubuhnya yang putih mulus sambil berlarian memainkan air, mirip-mirip video porno jepang yang sering anak-anak kantor, terlebih Karen adalah salah satu artis yang sering dibicarakan di kantor so bisa melihat dia secara real live benar-benar beda, cukup cukup jangan dibahas lagi, jadi ga enak sama Jack yang terlihat sedang berbicara begitu serius di atas sana.

“ udah siap belum ? “ tanya Vic, sambil membasahi tubuhnya dengan air laut, agar sedikit terbiasa dengan suhu air mengurangi kemungkinan untuk keram. Kami berdiri sejajar bersiap untuk melompat ke laut berenang menyebrang ke pulau seberang.

Sementara Karen melompat-lompat lucu sambil mulai menghitung.. “ SATU !! DUA !!!! TIGA !!!!!! “ dan nyaris bersamaan kami melompat ke dalam lautan sambil mengerahkan segenap tenaga untuk menjadi yang tercepat sampai ke pulau seberang.

Ombak yang melawan arah kami, menjadikan lomba ini kian sulit seluruh tenaga kukerahkan, sementara Rey masih berada di depanku, sedangkan Vic berada di urutan paling depan. Aku terus berusaha mengejar Vic, aku tak perduli dengan siapa yang menang, yang paling penting aku berada di depan Rey di garis finish nanti, andai aku bisa naik ke atas sampan bersama para cewe-cewe itu pasti aku jadi yang paling depan sekarang.

Sedikit demi sedikit aku mulai menyusul Rey yang sepertinya mulai kehabisan nafas, perlahan tapi pasti mulai mendekatinya, mulai dari sejajar dengannya sampai mulai melewatinya. Sementara Vic makin menjauhi kami berdua, mungkin sebaiknya dia bukan jadi pemain sepak bola, tapi atlit renang melihat kecepatannya berenang seperti itu.

Dan akhirnya aku menyusul Vic yang telah lebih dulu terengah-engah di atas pasir menidurkan dirinya, sementara rey terlambat beberapa langkah dariku, aku tertawa kecil melihatnya yang kehabisan nafas dan menepuk pundaknya, dia sedikit bereaksi keras, wajahnya terlihat kesal, sementara aku berusaha sewajar mungkin,. Terlalu banyak orang belum saatnya aku berbicara empat mata dengannya tentang masalah Cheryl.

Oh iya Edison, dia masih berenang setengah jalan, sambil berhenti sesaat sepertinya dia kecapaian disana, sebelum kemudian dia berputar arah berbalik kearah pulau utama, entah apa yang dilakukannya, sementara Vic ikut melompat ke perahu yang baru saja sampai, berputar kembali ke pulau utama, samar kami melihat bagaimana Jack melompat kearah lautan di seberang sana, Karen sendiri beberapa kali timbul tenggelam. Aku dan Rey spontan melompat kembali berenang secepat yang kami bisa kembali ke pulau utama.

43yudbaolu

Sesampainya disana tampaknya Karen telah kembali siuman, entah siapa yang memberikan bantuan itu tapi sepertinya Vic, karena dia satu-satunya mahasiswa kedokteran disini, sedangkan Jack mengejar Angel yang tampaknya cemburu melihat Jack yang tadi melompat menyelamatkan Karen, tapi entahlah masa iya dia marah karena Jack menyelamatkan mantan pacarnya.

Sementara keadaan mulai berangsur normal. Aku sesekali menggoda Cheryl yang tengah sibuk memotong sayuran untuk makan malam kami, sedangkan Vic dan Mellisa tampak asyik berduan dia atas sampan yang kami sewa, aku melirik kearah Rey yang berdiri sendirian sambil menatap lautan.

Aku mendekatinya, menyandarkan lenganku di pundaknya.

“ Jadi gimana ?? “ Rey tak menjawab kemudian berjalan di depanku membawaku ke tempat yang lebih sepi.

“ Ry.. “ Katanya terputus membelakangiku

“ Loe tau ? Loe tau kan gimana gw ke Cheryl ?? “ tanyanya

“ Gw ga tau Rey, dengan kelakuan loe yang kaya gitu, gw ga tau apa-apa tentang perasaan loe ke Cheryl “ jawabku jujur.

“ Apanya Ry, loe yang harusnya paling tau perasaan gw ke Cheryl,.. “ Rey yang selalu cepat naik darah langsung menarik kausku, aku terkekeh melepas tangannya itu yang mencengkram kausku.

“ Ga koq, Cheryl yang paling tau perasaan loe ke dia.. dan “

“ Apa Ry, apa yang diceritain Cheryl ke loe ?? “ Rey kian bertambah murka.

“ Kenapa loe marah ? dia ga pernah cerita apa-apa, dan dengan reaksi loe, berarti loe nunjukin kalau gw ga tau apa aja kelakuan loe di belakang Cheryl “ jawabku sesantai mungkin

“ Terserah elo Ry, terserah.. toh gw akan tepatin janji gw buat lepasin Cheryl karena gw kalah tadi. “ dia terlihat begitu kesal sambil menendang pasir.

“ Jadi loe nyerah cuma karena kalah dalam taruhan tadi ? “ Dengan enteng aku menjawab sambil berjalan kembali ke perkemahan, tak ada yang harus kukatakan lagi pada orang ini.

“ Jadi loe maunya apa? Gw harus kasih selamat ke loe kalau nanti loe jadian sama Cheryl gitu ? “ bentaknya sambil menarikku lagi.

“ Mungkin loe harus begitu, karena loe yang ga pernah menghargai perasaan loe sendiri ke Cheryl ? loe kira dengan loe bertaruh dan kalah loe harus lepasin dia ? enggak “ , “ Seorang lelaki bukan orang yang melepaskan atau mempertaruhkan cintanya kaya gitu.. loe mengulang kesalahan gw sama Jenny bahkan loe lebih parah lagi.. “ Aku balas memaki Rey hingga membuatnya terdiam

“ Loe pikir Cheryl akan bangga, karena menjadi taruhan kita berdua ? apa Cheryl ngerasa loe luar biasa dengan terus bersaing ke kanak-kanakan kaya gitu sama gw ?? “ , “ Enggak akan !! “ lanjutku masih dengan nada tinggi

“ Pikir Rey Pikir.. !! “ , “ Kita udah dewasa, kelakuan loe .. loe sendiri yang tau, dan loe tau dengan cara apa loe nyakitin Cheryl, lalu kalau dia berpaling ke gw ? dia kegatelan ?? Enggak.. “

“ Apa loe pikir dia ga sedih dengan cara kekanak-kanakan loe yang bercerita jelek ke orang kalau Cheryl selingkuh sama gw, dan bagaimana gw nghianatin sahabat gw sendiri.. Jangan kaya anak kecil Rey.. “

Aku mencurahkan semua kekesalanku sekarang, memakinya tuntas

Rey hanya terdiam, terpaku kalah dengan semua argumenku sementara aku hanya mentertawakan kekonyolan dan kekanak-kanakannya selama ini, memang sesekali aku membalas kekonyolannya itu, tapi kali ini cukup sudah.

“ Loe yang paling tau, apa aja yang loe lakuin selama ini, dan loe pikir cheryl buta dan ga tau apa yang loe lakuin di belakang dia ? “

“ Rey, loe harusnya udah tau sekarang, dan gw rasa Cheryl pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik “ Jawabku jujur, sambil meninggalkannya.

Aku berjalan sendirian kembali ke kapal, sementara Cheryl menatapku penuh cemas..

“ Kenapa Ry ?? “ tanyanya ada kecemasan dari tatapan matanya.

“ Ga koq ga ada apa-apa.. aku haus nih.. “ Kataku sambil membatukan sengaja tenggorokanku yang kering sehabis berteriak tadi.

“ Bentar bentar aku ambilin ya, kayaknya masih ada pocari dech tadi. “ Katanya sambil mencari ke boks minuman dan mengeluarkan sebotol pocari, membukakannya untuk-ku

Aku tersenyum, dia memang selalu begitu perhatian, memperhatikan sampai hal paling detail segala apapun yang kuminta.

Tak lama kemudian Rey naik ke atas kapal, dia menatapku sejenak, menatap Cheryl dan tersenyum.

Tatapan matanya seolah merelakan Cheryl.. ya itu lebih bagus dari pada terus seperti ini.

Dia menatap kosong kearah lautan dan langit yang mulai mendung, sesekali angin bertiup cukup kencang, aku keluar melihat sekeliling mencari siapa saja yang ada di luar, mungkin kalau sampai hujan menjadi lebih besar lagi, lebih baik kami semua masuk ke dalam kapal untuk malam ini.

Namun tak lama Edison terpogoh membawa Karen dalam pelukannya, Jessica, Mellisa dan Vic segera membantu Edison yang terlihat begitu kalut, aku dan Rey ikut melompat turun mendekati yang lainnya, membantu Edison membawa Karen naik ke atas kapal, Vic memeriksa Karen sesaat memastikan kalau gadis itu hanya mengalami keseleo kecil.

Sementara Edison meminta Jessica menyiapkan tali untuk dibawanya, Jack dan Angel masih di dalam hutan dan mungkin dalam keadaan membahayakan, Edison dan Vic berlari lebih dulu, sementara aku dan Rey menyiapkan tali untuk kami berdua, sebelum mengejar Edison dan Vic yang berlari di tengah hujan memasuki jalur pendakian.

8

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

Hujan yang mulai mereda membantu perjalanan kami, tapi tidak dengan keadaan Jack, meski kesadarannya mulai pulih, lukanya masih mengalirkan darah cukup banyak, Vic hanya bisa memberikan sedikit pereda rasa sakit dan menutup luka itu seadanya, peralatan P3K yang ada di kapal ini tidak cukup untuk memberikan perawatan yang, sementara aku berjalan kearah kapal, mencoba berbicara dengan orang di pelabuhan, mereka mengiyakan bahwa ambulance sudah sampai dan tersedia.

Angel sendiri masih belum siuman, Vic terus mewanti untuk tidak membiarkan kepala Angel sejajar dengan kepalanya, Mellisa yang menjadikan pahanya sebagai bantalan untuk kepala Angel, sedangkan Edison sekali lagi kehilangan ketenangannya, dia berkali-kali mencaci dirinya hingga semua ini terjadi.

Dia menyalahkan idenya untuk mengajak kami ke pulau itu, Jack yang mulai meraih lagi kesadarannya, sampai menarik tangan Edi, remasan itu pelan tapi dengan bahasa mereka, mereka berbicara agar Edison sedikit lebih tenang, Rey menarik Edison agar duduk di sebelahnya, sementara aku mendekat kearah Karen, memastikan keadaanya baik-baik saja, sementara Darahnya mengalir berpindah masuk ke tubuh Jack, melalui transfusi sederhana yang dilakukan oleh Vic tadi.

Kami hening menuggu, berharap segara sampai ke daratan, mungkin sekitar 15 menit lagi waktu perjalanan, beberapa kali sinar dari mercusuar memantul kekapal kami, sementara ombak pun sudah tak seliar tadi, ombak yang mendorong kearah daratan membantu kami bisa sedikit lebih cepat sampai ke daratan, tapi saat itu ponsel Rey berbunyi, sepertinya kami sudah mulai mendapatkan sinyal ponsel.

Rey menatap ponsel itu, ponsel itu masih bergetar beberapa kali, mungkin beberapa pesan yang sejak semalam tidak bisa masuk sekarang masuk sekaligus ke handphonenya. Wajahnya berubah seketika seolah tak tahu harus mengatakan apa.

Dia langsung menelepon, sebelum kemudian menangis sambil mematikan ponselnya.

Edison langsung mendekati Rey, bertanya padanya tentang apa yang terjadi.

” Bokap gw di, bokap gw … Meninggal.. ” Rey pun tak lagi dapat menahan tangisannya, aku sendiri begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Rey, tapi tak ada yang lebih terkejut selain Cheryl, wajahnya berubah kaget, menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia seolah menahan dirinya untuk tidak menangis, tapi raut wajahnya tak bisa berbohong. Aku sekarang bingung harus melakukan apa.

Ingin menenangkan Cheryl, bukan saatnya sekarang, aku malah bisa memancing emosi Rey, sedangkan kalau aku menghampiri Rey sekarang, rasanya terlalu klise dimatanya nanti.

Jessica mengambil alih untuk menenangkan Cheryl, dia memeluk erat Cheryl, menyembunyikan tangisan Cheryl, akhirnya anak itu menangis juga sedangkan kulihat Rey yang tengah menangis kencang, aku tahu bagaimana rasanya kehilangan orang tua, tapi aku harus bersabar sekarang, sementara Jessica membawa Cheryl kedalam kamar, agar Cheryl dapat menangis puas, ah si bodoh Rey ini tidak sadar kalau Cheryl menangis untuknya sekarang.

Sesaat kami sampai di pelabuhan, Vic dan Edison beraksi cepat membantu para tim medis membawa turun Jack, Vic menerangkan keadaan Jack pada dokter yang bertugas, sesaat kemudian Angel dan Jack telah berpindah ke mobil ambulance bersiap membawa Edison dan Jack ke rumah sakit, Vic ikut bersama Ambulance, sementara Karen, Jessica, Mellisa dan Edison bersiap naik ke dalam taksi yang akan membawa mereka mengikuti ambulance itu.

Sedangkan aku menahan Cheryl yang bersembunyi di balik Jessica tadi, dia menundukan kepalanya tak mau melihat kearah Rey, kali ini Rey tak ambil pusing dengan tingkah Cheryl yang seolah bergitu rapat dengan ku, ada sesuatu yang lebih dipikirkan olehnya saat ini, dia hendak naik ke taksi yang akan membawanya ke bandara, mengejar keberangkatan pesawat 2 jam lagi.

Aku menarik Cheryl, memaksanya ikut naik ke taksi yang sama dengan Rey bersamaku, ada sesuatu yang harus aku bicarakan, aku harus mengungkapkan perasaanku dan Cheryl pada Rey, mengakhiri kekonyolan ini, meski mungkin akan.

To Be Continued
###

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Cerita and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s