Tepian Hati : Edison Lee

05 (1)

Merindukanmu, Tuhan Tolonglah ku tak sanggup mengakhiri cintaku

Jadi harus dimulai dari mana ya??hmmmm

mungkin setahun yang lalu, saat aku pertama kali bertemu dengannya, Jessica Irina..
Saat dia berjalan naik melewatiku menuju bangku kosong tepat di belakangku, dia tersenyum sambil menunduk melewatiku, sedangkan jantungku berdebar begitu kencangnya.

Dan sejak itu wajah cantik dan senyumannya terus ada di dalam hatiku, tak juga pernah selangkahpun meninggalkan hatiku.

” Jadi gimana nih Jack ?? ” aku bertanya cemas.. Sudah hampir 2 minggu dan aku hanya sekedar tahu namanya, ga tau nomor hpny. belum pernah juga berbicara dengannya.

Jack menghela nafas sejenak..

” Lee gw dah bilang, asal u berani ngmonk sama dia, kenalan semuanya bakalan mengalir gitu aja.. ” jelasnya

” Iya tapi gimana caranya buat kenalan??? ” ahhhh kepalaku pusing karena hasrat yang tak kesampaian..

Jack menatapku tiba-tiba.. Dia menggunakan telunjuknya menunjuk sesuatu di keningnya.. seolah memberi tahu ada sesuatu di wajahku.

” Hah apaaan?? ” aku mengosok-gosokan wajah mencoba membersihkan entah apa yg ada di wajahku, sekaligus jijik dengan cara Jack memandangku.

Dia menggelengkan kepala, menyentuhkan telapak tangannya di wajahku dan mencoba membersihkan sesuatu.

” Apa sih, jijik gilaaaaa… ” aku memprotes kelakuan homonya itu, tak percaya kalau sahabatku selama ini ternyata menyukai lelaki, lebih tepatnya menyukai aku.. Aku masih normal !!!!

Aku langsung mengambil jarak, sementara Jack langsung memandangku sinis.

” Tadi loe minta dicontohin sekarang malah begitu !” protesnya

” beneran cuma nyontohin ?? ” aku masih tak percaya dengan alasannya itu.

” udah terserah dech, yang pasti cara itu belum pernah gagal… ”

” Beneran nih ?? Ga norak apa ?? ” tanyaku meyakinkan

” Norak kalau loe yang lakuin ” Jack malah jadi emosi, aku tertawa dan memukul ringan lengannya.. Dan waktu jam kuliah selanjutnya pun datang..

Jessica berdiri sendirian di dekat pintu kelas, tangannya memainkan ponsel di tangannya.. Jack segera menyuruhku untuk mendekatinya, mau tak mau aku pun berjalan mendekatinya sambil gemetaran.

” Eh… ” ucapku norak

” iya ?? ” dia tampak terkejut melihatku berdiri di hadapannya.. Sambil menarik nafas panjang aku meyakinkan diriku. Dan menunjuk sesuatu di bawah garis mataku.

10 (5)

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

Dia malah menatapku bingung sebelum tersenyum, mengambil kaca dari dalam tasnya dan mencari sendiri kotoran diwajahnya.

Aku melirik kebelakang, tersenyum masam pada Jack yang malah tertawa lebar. Sial !

” udah kan ?? ” tanya Jessica padaku meyakinkan

aku mengangguk, kepalang tanggung pakai cara tradisional aja.

” udah koq, eh boleh kenalan kita sekelas kan.. ” tanyaku suaraku pasti begitu bergetar.

” oh iya boleh, Edison Lee kan ?? ” tanyanya sambil menyambut jabatan tanganku, ga percaya rasanya ternyata dia tahu namaku !!

” koq tau sih, Jessica kan?? ” jawabku langsung menyebut namanya senang karena dia tahu namaku.

” hehee.. Iya donk tahu, kan u sama Jacksen itu paling terkenal di kelas.. ” katanya sementara wajahnya mulai merona merah.

” ahhh masa sih…” aku tertawa sementara hidungku mulai naik sekarang..

” iya beneran, langganan telat dan ketauan tidur di kelas, semua yang di kelas dan dosen- dosen pasti tau nama kalian berdua..” dia langsung tertawa tak mampu lagi menahan tawa yang membuat wajahnya memerah tadi. Sedangkan aku hanya bisa tersenyum culun.

##

Meski begitu, aku tetap mendapatkan nomor ponsel dan alamat sosial medianya. Cukup rasa maluku tetap terbayar lunas, tapi itu bukan akhir dari mimpi buruk-ku. Saat mengikuti latihan rutin tim sepakbola kampus. Hatiku yang tengah berbunga-bunga langsung rontok seketika.

Saat kapten tim yang selama 2 minggu ini menghilang entah kemana, datang ke latihan hari itu, orang yang pernah bertemu dengan aku dan Jack sebelumnya, saat dia datang bersama seorang gadis cantik.. Jessica mengikutinya sambil tersipu..

Hatiku hancur saat itu juga, meski menurut Jack mereka belum berpacaran dari gelagatnya. Aku bisa percaya pada Jack soal seperti ini, tapi tetap saja hatiku luluh lantah.

” Ya latihannya cukup ya hari ini, makasih buat temen-temen yang sudah datang, mungkin dalam satu bulan kedepan kita akan mulai seleksi buat tim inti kejuaraan antar kampus ” ucap Victory Arden kapten tim sambil membubarkan kami, dia berjalan menuju Jessica yang membantu Vic mengambilkan minuman dari tas nya. Aku juga mau minuman itu…

Sesekali Jessica memang melirikku kadangpun tersenyum, mungkin dia memang murah senyum sehingga tersenyum pada semua orang disini.

11 (6)

300x250

” hancur dech jack.. Ancurrrrr ” aku benar-benar tak bersemangat, sementara Jack acuh tak acuh mendengarkan keluhanku.

” ahhh cape Lee.. Urus sendiri aja. Gw bilang jg coba sms dl, telepon dibales ga.. ”

” ga ah.. Klo ga dibales gimana.. Kan malu gw.. Bisa berenti kuliah ini saking malunya. ” jawabku

” ahhh cape dech kayak banci loe ! ”

” malah ngatain gw banci lagi, gw gampar jadi kornet loe.. ” aku tak mau kalah

” bocah bocah.. ” Jack menggerutu kalah berdebat denganku haha.. Tapi dia merebut ponselku dan langsung mengirim SMS lewat ponselku.

” Ah gila x… Apa-apaan coba maen SMS aja.. Mana cuma ‘HI’ norak banget sih.. ” protesku

” 99,5% pasti dibales, kalau ga dibales gw ikut pindah kampus sama loe. ” jawabnya yakin.

” ahhhh parah sih loe.. ” aku langsung uring-uringan sambil menatap cemas layar ponselku, entah berapa menit berlalu mungkin sekitar 60 detik. Semua terasa begitu lama, sampai ponselku bergetar dan sebuah SMS masuk.

” Iya ?? ” tulisan di layar ponselku dengan nama Jessica Irina di bagian atas layarnya.

dan senyum ku pun melebar, aku tahu aku ga harus pindah kampus sekarang.

##

Dan selanjutnya sama seperti yang kalian alami waktu mengejar cewe. SMS telepon sampai akhirnya dia mengiyakan untuk pergi nonton dan makan malam bersamaku, asal datang tepat sebelum jam 6 sore.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan juga, kehilangan kesempatan emas ini, aku datang tepat jam 3 sore, lebih cepat 3 jam dari janjiku, berarti ga akan telat. YES !!

Tapi akhirnya aku harus menunggunya, setelah dia menyuruh pembantunya membukakan pintu untuk-ku dan memintaku menunggu di areal kolam renang rumahnya.

Aku mengirimkan SMS untuk membunuh waktu. SMS untuk Jack.

” Jack gw lagi mau mal ming nih.. Loe ga mal ming sama Karen ?? ” tanyaku memanasi.

tak lama dia membalas SMSku.

” Ini lagi mau pergi. Kenapa ?? ” tanyanya

” Oh gpp.. ” jawabku singkat, aku tahu dia berbohong, karena Karen berulang datang ketempatku menangis karena mereka telah memutuskan hubungan mereka.

Aku menunggu sambil menikmati suasana rumah yang cukup sejuk, suara air terjun buatan dan taman yang asri, pohon-pohon palem yang beriringan dan rumput-rumputan yang bergoyang diterpa angin.

Dan Gukkk Gukkkk Gukkkkkk aku melompat kaget, naik ke atas kursiku sementara anjing kecil itu terus menyalak galak padaku.

” Hussshhh Husshhhhhh ” aku berusaha mengusir anjing itu, tapi dia malah melompat kearahku hingga aku terjatuh, aku bangkit berdiri sebelum dia menerkamku dan aku berlari sekarang ke arah kolam renang, mengelilingi kolam itu sekali dua kali 3 kali dan lantai yang licin itu membuatku

BYURRRRRRRR aku terpeleset masuk ke kolam, dan seseorangpun baru menangkap anjing itu.

” Kamu gapapa ?? ” tanya suara itu, sementara terengah-engah aku menepi ke pinggir kolam.

” Iyaahh iyahhhh ” kataku sambil berusaha naik. Dia membantuku..

Aku melirik menatap suara itu, Jessica yang terlihat cantik, dengan baju berwarna biru, rambut yang diikatnya, sementara senyuman dari bibir mungilnya terlihat menahan tawa melihat ku yang ketakutan melihat si bonny atau entah siapalah namanya anjing itu.

Aku mengangguk.. Sambil terengah-engah..

” sebentar ya, aku ambilin handuk dulu.. ” katanya sambil berlari masuk.

Sesaat kemudian berlari keluar membawa handuk, meski dia masih sempat mengganti pakaiannya dengan kaus berwarna coklat sambil membawa handuk.

” haduhhh loe tuh ada-ada aja ya, masa sama anjing kecil gitu takut.. ” jawabnya meski masih dengan nada panik yang sama

” ya mau gimana lagi, loe juga sempet-sempetnya ganti baju katanya mau ambilin handuk.” gerutuku..

” Ganti baju??? ” tanyanya heran sesaat sementara aku mengangguk. sebelum dia mengangguk.. ” oh itu Mell.. ” dia tertawa sesaat.

” Mell ?? ” tanyaku..

” Iya.. ” dia menunjuk ke arah pintu, Mell sedikit berlari sambil membawa handuk, dan dibelakangnya berdiri kapten sepak bola kesebelasanku si Vic itu.

Aku terpana, melihat Jessica dan Mellisa yang berjongkok di depanku sekarang, dua wajah cantik yang sama persis dan keduanya tertawa di depanku.

” Ini sodara kembarku, cantik kan.. Sama sama gw.. Hahaha.. ” Mellisa tertawa sambil membantuku mengeringkan rambutku.

Sementara Vic tertawa melihat tingkahku yang selama ini seolah menantang dirinya karena Jessica, padahal yang selama ini bersamanya adalah Mellisa Irina, adik kembar Jessica.

13 (4)

450x100

Ok acara nonton hari itu batal, aku pulang ke rumah dan kami berempat pergi makan malam bersama, dan 2 bulan berikutnya aku menyatakan cintaku dengan cara yang konyol.
Hah mau tau ?? Nanti tanya aja sama Jess.. Aku malu menceritakannya.

Yang terpenting sekarang, di pulau ini aku dan Jessica di dalam tenda ini, aku menatapnya.. Bibirnya yang begitu mengundang untuk kucium..

Kutatap matanya dalam-dalam.. Dia memalingkan wajahnya tersipu.. Sementara derik pepohonan tertiup angin malam, dan deru ombak yang membelah lelautan terdengar sepi diluar sana.

” Sayang… ” bisikku sambil memeluknya..

Dia tersipu, aku mencium bibirnya, sementara sesaat kemudian dia melepas ciumanku, bergeser dari pelukanku, aku tersenyum melihat tingkahnya itu, kuraih kalung bermata berlian indah yang tergantung di lehernya.

” Bagus banget ?? ” tanyaku

” Eh iya… ” ucapnya sesaat kemudian, ” bagus ya .. Hehe ” dia memamerkan kalungnya padaku..

” Iya bagus.. ” celetuk-ku..

Sambil menariknya jatuh ke kantung tidur kami, kali ini ia tak dapat menghindari tatapan mataku, aku tersenyum melihat lirikan matanya yang begitu malu-malu.

Kucium bibirnya lagi, memeluknya erat.. Perlahan dia mulai membalas ciumanku,

Jemari tanganku yang mulai nakal, melepas masuk ke dalam kausnya dan mulai menyentuh buah dadanya, iya bergetar merasakan sentuhan tanganku yang meraih masuk ke memilin puting payudaranya itu.

Dia membalas sama persis apa yang kulakukan, memberikanku keleluasaan untuk menarik lepas kaus yang dikenakannya.

Kuciumi payudaranya itu, tubuhnya yang bergetar setiap sentuhan bibirku sepanjang tubuh putih mulusnya.

Bibirnya yang mendesis menahan rasa geli yang dirasakannya. Aku tersenyum melihat reaksinya, aku menepi mencoba masuk menyentuh kewanitaannya.

Dia menahan tanganku, aku pun tak mencoba memaksanya. Aku tersenyum mengangguk, sementara pelukanku kian erat, hanya tangan Jessica yang menyentuh kemaluanku, ia tersenyum nakal, sementara tangannya meraih kemaluanku itu, menyentuhnya dan mencoba mengerakkan jemarinya sepanjang kemaluanku itu.

Aku tersenyum menarik lepas celanaku, dia menutup matanya, sementara wajahnya merona malu.

Kutarik tangannya menyentuh kemaluanku. Kali ini dia membiarkanku menyentuhnya, sentuhan di sebuah bagian tubuhnya yang mulai membasah, ciuman kami yang terus memburu dan desahan panjang setiap kami kembali bercumbu.

Entah sejak kapan kami telah bertelanjang, tak ada lagi sehelai benangpun ditubuh kami, sementara rembulan purnama yang menerangi malam, derik api unggun yang menyala padam. Kemaluan kami bertemu, desahan saat sentuhan itu bertemu.

14 (2)

160x600

Sebuah anggukan darinya, atas bisikan setan yang membayang langkah kami selanjutnya, entah apa yang dibisikinya, rayuan temaram menghalu senja saat aku mulai menekan tertahan, tubuh kami yang bersatu dalam satu gerakan, tangannya yang meremas bahuku saat tubuh kami bertemu dalam gelombang birahi nan indah.

Aku tertahan, merasakan aku merobek selaput keperawanannya. Aku menatap matanya yang merintih sedikit kesakitan, meski senyuman terbias di wajahnya. Dia menciumku yang terlihat ragu, perlahan aku mulai menggerakan tubuhku, tubuh kami yang bersatu bergerak seirama nafas yang menderu desah.

Sentuhan demi sentuhan tubuh kami, ciuman yang seolah tak pernah berhenti menahan rasa cinta yang terpancar begitu indah dari sepasang matanya.

Dia menarikku menciumku meminta ciumanku turun ke buah dadanya, sementara tubuh kami tak pernah berhenti bergerak, menyatu dan pelukan yang begitu erat.

Tubuhnya yang gemetaran sesaat mencapai puncak kenikmatannya, aku berhenti sesaat melihatnya dengan nafas tersenggal sambil tersenyum indah.

Sebelum kemudian dia mengangguk, memintaku kembali..

Aku mencium bibir mungilnya itu sesaat, sebelum kami kembali tenggelam dalam rengukan cinta.

” Sayang.. ” ucapnya sambil menatapku mesra sementara gerimis kecil mulai turun terdengar dari bagaimana tetesan hujan menyentuh tenda kami.

Aku mendekapnya, menatap matanya dalam-dalam..

Tubuh kami yang masih belum terbalut selembar pakaianpun, sentuhan kulit kami yang bersentuhan hangat.

” Apa yang kamu suka dari aku ?? ” tanyanya

Aku menggeleng

” Aku ga suka sama kamu sayang, aku mencintai kamu, mencintai bagaimana kamu tersenyum, marah, cemberut, menyayangi aku, mencintai aku, semua kekurangan dan kelebihan kamu, semua itu yang membentuk diri kamu, dan itu yang membuat aku mencintai kamu..”

dia tersenyum sesudahnya..

Memeluk tubuhku begitu erat sebelum kemudian berucap.

” Kamu dengar di depan hujan turun ?? ” aku mengangguk sembari tersenyum..

” Tiap kali hujan turun, dan pelangi yang bersinar membentuk rangkaian 7 warna bergerak senada.. Aku berharap saat itu datang kamu akan memeluk aku seperti ini selamanya.. ” ucapnya sambil tersenyum dengan mata yang mengurai airmata.

Aku tersenyum, mengiyakan dan berjanji dalam hatiku.

To Be Continued
###

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s