Revenge of The Angel #3

16 (5)“Heh Rama, jelek! Tadi lu dah ngeledekin gue kan? Sekarang waktunya pembalasan, tau ga lu!! Kalo bahasa filmnya tuh, Revenge of the Angel..”

Dan tanpa menunggu jawaban Rama yang terlihat masih shock dengan apa yang akan terjadi, Olla Ramlan langsung memeluk mesra cowok bertinggi 175cm itu kedalam dekapannya. Bibirnya yang tipis ber-lipstick pink tipis segera memagut bibir Rama dengan lembut dan sedikit romantis. Tak lupa juga Olla pun mengelomoh dan memainkan lidahnya yang merah basah ke dalam mulut Rama.

“Ouughh!! Aaghhh!!” desah Rama kontan terdengar mana kala jari halus telapak tangan artis cantik itu juga mulai mengusap-usap kontolnya yang sudah tegang dari balik celana kolor.

“Enaak, yaah? Duuch dah ga pake celana dalam sekalian. Hihii..” tanya Olla seraya memperhatikan ekspresi kenikmatan dari wajah Rama.

Seiring dengan ciumannya yang begitu hot, Olla Ramlan pun mulai merayapkan tangannya masuk ke dalam celana kolor Rama untuk menangkap sesuatu yang keras, dan segera mengocok lembut lonjoran kontol yang sudah tegang sempurna itu.

“Uummphhfff!!”

Rama pun mencoba untuk memulai melakukan serangan balasan setelah alat kawinnya di-invasi secara kurang ajar oleh Olla. Diturunkannya baju kemben warna hijau tipis tanpa tali yang Olla pake. Seketika itu juga sepasang toked nya yang mulus dan dibalut kulit yang putih langsung menjuntai keluar menunjukkan pesonanya.

“Bagus banget tokednyaa. Mana masih kenceng lagi..” gumam Rama kagum ketika melihat sepasang toked milik Olla Ramlan yang bergelantungan.

“Suka, sayang?? Hmm..?” bisik Olla Ramlan dengan wajah senang karena keindahan buah dadanya mampu menyihir mata Rama.

Rama hanya menganggukkan kepala seraya ditelusurinya pelan-pelan gundukan buah dada itu untuk merasakan kehalusan kulitnya, sebelum meremas dan mengurut daging toked dari pangkal sampai ujung.

“Nggghhh!! Aaghh!! Ra.Rammaaa!! uughhh!” artis cantik itu melenguh ketika tangan Rama memilin puting segar dan menekan-nekannya dengan lembut. Sesekali juga ditarik-tariknya.

Gairah binal Olla sudah terbangun. Dia segera melolosi celana kolor Rama, sehingga telapak tangannya pun semakin leluasa dalam mengocok dan mengurut batang kontol yang berukuran standar orang indonesia. Intensitas kocokan Olla Ramlan semakin cepat. Kadang gerakannya berubah pelan dan sangat lembut.

“Gue bener-bener kangen yang namanya kontol.” Gumam Olla Ramlan.

Dengan gerakan yang cepat, Olla pun nungging didekat kontol Rama yang sudah mengeluarkan cairan pre-cum diujungnya. Dicium mesra kepalanya, dijilati dengan telaten setiap batang berurat itu, lalu perlahan mulai dimasukkannya batang kontol Rama ke dalam mulutnya yang mungil berbibir tipis.

“Ouughh yesshhh!! En.nakk bah.ngetshhh!!” rengek Rama keenakan dengan service oral Olla.

Olla Ramlan memang sudah lama tidak merasakan yang namanya ngentot, maka dari itu, ketika mendapatkan Rama, dia pun mencoba untuk bener-bener menikmati dan meresapi yang namanya kontol.

Dengan keahliannya yang sudah sangat terlatih, alat kawin Rama pun terus menerus dikulum-kulum, disedot, tanpa lupa membelitkan lidahnya yang hangat disepanjang lonjoran berhelm nazi itu.

05

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

“Aagghhhh, Mba.aak O.Ollaaa!! Nik..mattt bangettshh, sayanggghh!!” ujar Rama terbata-bata merasakan belitan lidah bercampur ludah yang hangat dan berasa geli.

Olla Ramlan terlihat tersenyum puas mengetahui bahwa Rama begitu merasa keenakan dengan service mulutnya.

Sekarang, cewek bertubuh seksi dan ber-tatto itu mengocok kontol Rama seraya jari tangannya yang lentik memainkan buah peler. Tak berapa lama kemudian, mulut seksinya juga turut menjilati, dan menyedot buah peler itu dengan penuh nafsu.

“Uughh!! Sshhh!! Mba.aak.. Aaghh ngi..luuu!!” ceracau Rama ketika merasakan sedotan Olla yang terus-terusan mengulik buah pelernya.

“Hehee.. Tapi enakkan?” sahut Olla Ramlan cepat sambil menatap wajah Rama yang semakin bertambah merah.

Olla tetap semakin asyik bermain dengan kontol beruratnya Rama. Dia terus mengulum dan mempompakan mulut mungilnya untuk mengocok kontol naik turun mengangguk-angguk dengan cepat.

Hidup Rama saat ini penuh kenikmatan. Sambil berbaring, dia juga memerah dan mengurut sepasang toked ranum milik Olla Ramlan yang menggantung indah di dada yang berkulit putih.

“Mmphh!.. Ngghhh.. Uumphhfff!! Uhuukk!.. Uhuukkk!” Olla Ramlan sempat tersedak, saat dia mencoba menelan batang kontol Rama ke dalam mulut mungilnya.

Setelah puas mengarap buah dada berukuran sedang milik Olla Ramlan yang bergelantungan, Rama mulai mengarah pada woman boxer Olla dan langsung mengelus di bagian selangkangan tepat dibibir belahan memek.

“Sshhh!! Ouughh!! Ra.Ramaa..” Olla pun mendesah seraya menggoyangkan pinggul saat belahan memeknya tersentuh jari tangan Rama.

Untuk lebih bisa merasakan nikmat, maka Olla pun langsung melepas boxer bersama celana dalamnya sekaligus. Memek Olla Ramlan terlihat merekah tembem dihiasi bulu jembut tipis yang dipotong rapi membentuk segitiga kecil. Bibir lipatan memek itu berwarna putih kemerahan, masih rapet, dan sudah mengkilat basah oleh cairan birahinya sendiri.

“Ouughh yesshh, Ram.aaa!! Aaghh! Uuughhh!! Sshhh!!” desahan Olla semakin tidak karuan. Tubuh putihnya menggelinjang ketika Rama mengulik-ulik tonjolan clitoris.

Perlahan, Rama juga mulai memasukkan jari tangannya kedalam rongga memek, dan memutar-mutarkan dalam kehangatan memek chubby yang bergerinjal. Olla Ramlan terlihat semakin panas dan liar dalam memanjakan kontol Rama. Terus-terusan mengulum, mengelomoh, dan merayapkan lidahnya yang merah basah disetiap inci kulit bagian batang kontolnya.

Rasa hangat dan basah dari mulutnya juga semakin membangkitkan nafsu cowok yang mengambil jurusan di sinematografi itu. Rama mengocokkan jarinya yang sudah tenggelam didalam memek chubby Olla Ramlan dengan cepat, sehingga memaksa artis cantik itu melepas kontol Rama sambil memperlihatkan wajah sayu dan matanya yang sendu. Suara berkecipak terdengar menghiasi malam mereka di Lembang.

“Sshhh!!.. Aaagghhh!!.. Uumphhff!! En..nnyak bang.ngetshh!! Ram.Ramaaa..” desis Olla dan segera menyambar batang kontol Rama untuk dikocoknya kembali.

“I’m so Hornyyy, Ra.maaa!! Ouughhh yesshhh!!” kicau Olla Ramlan sambil menggigit bibirnya menahan kenikmatan korekan jari Rama didalam kehangatan memeknya.

Lagi asyik-asyiknya mendayung sampan birahi dilautan nafsu, tiba-tiba Rama dan pasangan mesumnya, artis cantik Olla Ramlan dikagetkan oleh suara seorang perempuan.

“Ooo.. Ooo, kamu ketahuan, pas lagi ngentot, bersama Ramaa!! Hihiii..” kata Ratna Galih dengan nada suara seperti lirik salah satu grup band, sambil tersenyum dan memperhatikan memek Olla yang sedang disetubuhi oleh jarinya Rama.

“AauuwW!!” pekik Olla Ramlan kaget karena mendapati Ratna Galih sedang memperhatikan gerakan jari Rama yang langsung tercabut dari himpitan memek tembem Olla Ramlan.

“Dasar kutu kupret lu!! Sialan, bikin kaget aja sih. Huuh!!” sahut Olla Ramlan keki dan langsung ilfil.

“Hahaha!! Sukuriin. Duuch kasiaan deh. Emang enak, lagi pemanasan mo ngentot digangguin. Hihihiii..” goda Ratna diakhiri dengan kikikan keledai.

Rama tampak cuek aja dengan kehadiran Ratna Galih malah inilah yang sangat diharapkannya. Tangan kanannya tetap mengocok-kocok batang kontolnya sendiri sambil menatap wajah cantik Ratna Galih yang juga sesekali melirik kearah tonggak kejantanannya.

Ketika kedua Bidadari itu masih saling ejek, Rama pun melirik nakal kearah sepasang toked Ratna yang berbentuk bulat, padat, dan terpampang jelas dari balik kaos ketat warna merah yang dikenakannya. Dua tungkai batang pahanya yang putih mulus berbalut rok pendek lebar itu juga sepertinya memang sengaja untuk dipamerkan. Birahi Rama pun semakin terbang tinggi tak terkendali.

Setelah beradu mulut dengan Ratna Galih, dengan cueknya Olla Ramlan juga langsung beralih beradu mulut dengan Rama, dengan mencium dan memagut bibirnya dengan ganas. Tanpa ampun, dilumat-lumatnya bibir cowok yang satu kostan dengan Sholihun itu seakan-akan takut ga akan ada lagi yang namanya kenikmatan.

Olla juga memasukkan lidahnya ke dalam mulut Rama. Nafsu artis cantik yang sudah lama berpisah dengan suaminya itu semakin membara. Lidah merah Rama pun dengan meyakinkan saling beradu dengan lidah basahnya. Nafsu Olla Ramlan, cewek ber-tatto itu tampaknya juga sudah tak terbendung.

04 (4)

450x100

Dia langsung meraih kembali lonjoran kontol Rama yang tetap tegang mengeras, dan mengocokkan tangannya naik turun dengan cepat. Olla tampak sudah tidak peduli lagi dengan kehadiran Ratna Galih yang sedang menonton adegan persetubuhan dirinya dengan Rama.

“Sshhh!! Uughhh!! Aaughhh!!” Olla mendesah dan melenguh tiada henti.

Disaat sedang berasyik masyuk dengan Olla Ramlan, Rama pun melirik Bidadari satunya lagi, Ratna Galih, yang berada di didekatnya.Waow!! Ternyata cewek bahenol itu tengah menikmati prosesi persenggamaan yang dilakukannya bersama Olla.

Sambil terus melihat Rama dan Olla mengumbar nafsu, tanpa sadar Ratna Galih sudah memasukkan tangannya sendiri ke dalam rok super pendek ala cheerleader yang membelit pinggulnya, dan sekarang terlihat sesuatu yang bergerak-gerak di baliknya.

Olla Ramlan melepaskan deep kissnya, kemudian meminta Rama untuk sedikit mundur, untuk mempermudah melucuti celana kolor yang masih terongok dibetis.

Olla pun langsung melebarkan tungkai kaki Rama, nungging dengan wajah tepat didepan batang kontol berurat itu, dan langsung memasukkan alat kawin Rama ke dalam kehangatan mulutnya. Oral season again and again. Uughh!! Selomotan mulut dan bibir Olla Ramlan semakin bertambah ganas dan liar.

“Emang enak main sendiri, Mbak Ratna? Weeekzz!! Hihihiii..” goda Rama kepada Ratna Galih yang sedang asyik bermain dengan memeknya sendiri.

“Huuh!!” dengus Ratna sebal, karena dirinya yang lagi masturbasi diliatin dan diledekin oleh Rama.

“Mau ga dibantuin, Mbak? Enak loh. Sini mendekat ke Rama, ga usah malu-malu. Toh kita udah sama-sama dewasa dan saling menbutuhkan kan?” ucap Rama dengan lihai meng-akal bulusi Ratna Galih.

Mendengar kata-kata bijak dari seorang pemuda perantauan itu, Ratna Galih pun tersenyum. Keragu-raguan dalam dirinya pun sirna. Dengan pasti, partner Olla Ramlan dalam acara “Jalan-jalan Bersama Seleb” itu mendekatkan tubuh wanginya yang seksi tepat disebelah Rama.

Rama mencoba menge-test kesungguhan Ratna Galih dengan mencium bibir ranumnya. Ternyata reaksi yang didapat sangat positif dan sangat menggembirakan. Karena Ratna membalas ciuman yang dilancarkan Rama dengan penuh antusias.

Rama dan Ratna sudah memulai saling memagut dan melumat, sementara itu Olla Ramlan masih terlihat sibuk dengan aktivitasnya sendiri, yaitu mengulum, mengelamuti, dan mengocok batang kontol Rama. Demi melihat Olla Ramlan yang begitu bernafsu dalam melahap kontol, Ratna segera melepas kaos ketat dan bra yang membungkus dua buah dadanya, dan langsung mengarahkan telapak tangan Rama untuk segera menjamah gundukan sekel sepasang toked ranum.

Dengan senyum penuh kemenangan, Rama pun mengelus payudara yang juga berkulit putih mulus, yang berukuran sedikit lebih besar dari toked Olla Ramlan.

“Ouughh. Gila!! Kenyalnya sama dengan milik Olla..” batin Rama seraya mengurut dan meremas toked Ratna Galih.

“Uummphhh!! Ouughhh!! Aaa..Aaghh!!” Ratna mulai mendesah disela-sela ciuman dengan mata yang masih melirik kearah Olla Ramlan yang asyik bermain lonjoran kontol.

Tak tahan, dia pun melepaskan ciumannya, dan langsung segera bergabung dengan Olla. Menungging dengan wajah menghadap tepat didepan kontol Rama.

“Hihii.. Pengen yaah? Nih rasain kontol Rama, enak banget loh.” Kata cewek dengan beberapa hiasan tatto di tubuhnya, setelah melepaskan jepitan bibirnya dan mengarahkan perangkat kawin Rama ke mulut Ratna Galih.

Tak perlu menjawab pernyataan Olla Ramlan, Ratna Galih langsung menyambut kontol berurat Rama dengan tari-tarian lidahnya. Menguaskan lidah di sekujur batang kontol, menyentil lubang pipis, dan juga mengulik nakal batang leher kontol bagian bawah.

Ketika mengetahui bahwasanya Rama menggelinjang-gelinjang penuh nikmat disertai rasa geli yang memabukkan, cewek cantik bertubuh aduhai itu pun segera memasukkan batang kontol kedalam kehangatan mulutnya. Dikempot-kempotkan pipinya ketika menyedot kontol Rama seakan berusaha memipihkan benda yang berbentuk lonjong itu. Sedangkan lidah lancip milik Olla Ramlan dengan sensual merayap pelan diatas permukaan kulit kantung buah peler.

“Adduuhhh!! Nikk..matt bahh.ngeetsshhh!! Uughhh yeeshhh!!” celoteh Rama sambil menikmati begitu dahsyatnya teknik permainan oral kedua Bidadari yang kerasukan nafsu syahwat itu.

“Mbak Ratna, pantatnya siniin dong..” Pinta Rama lirih.

Tanpa berbicara karena masih asyik menarikan lidahnya dibatang kontol Rama, Ratna pun menggeser posisi nunggingnya, dan mengarahkan pantat semog itu kearah Rama.

Tanpa basa-basi lagi, Rama dengan cepat melepas rok super pendek yang membelit pinggang ramping dara ayu kelahiran Djokdja itu, maka dalam sekejap terpampanglah dengan nyata dan sangat jelas memek yang sudah kelihatan basah. Masih rapat dan tampak peret. Bulu jembutnya pun dicukur habis sehingga bentuk kemaluan Ratna Galih tampak bener-bener menggiurkan. Clitorisnya yang kemerahan juga sudah menampakkan diri.

“Oouughh, Ram.Ramaaa.. Sshhh!!” desis Ratna mulai menikmati pijitan jari Rama pada clitorisnya.

09 (2)

300x250

Yeaah!! Kedua Bidadari cantik nan seksi itu bagaikan duet komposer jenius yang mengendalikan sebuah seni orkestra birahi. Mereka berdua sangat kompak dan saling bergantian dalam memainkan dawai-dawai nada yang berupa lonjoran kontol Rama. Secara bersamaan dan simultan, keduanya menjulurkan lidah untuk menjilat dan menyusrup kontol Rama dari sisi kiri dan kanan secara intens.

“Ouughh en.nyaakK, Mbakk Rat.naaa!! Aaaghh!! Sshh!! Mba.aak Ollaaa jug.juga.aa pinteerrr!! Umphhfff!!” ceracau Rama tidak karuan didalam menghadapi keliaran kedua cewek cantik itu.

Sesekali Ratna Galih menyedot dan menghisap dengan kuat kepala kontol Rama, dan Olla Ramlan yang membelit-belitkan lidah dengan erat bak ular piton meremukkan tubuh mangsanya. Atau kadang Olla yang mengulum kontol, sedangkan Ratna yang mengelomoh buah peler. Bahkan, mereka pun bisa bersamaan pula dalam menjilati kepala kontol sambil sesekali ber-french kiss. So bitchy and so naughty when two angel get starving…

Sungguh sangatlah fantastis rasa nikmat yang mendera seluruh syaraf didalam tubuh Rama ketika kontol tegangnya terus menerus dipermainkan seenaknya oleh dua cewek cakep itu. Setelah dirasa cukup ber-foreplay, Ratna Galih pun mengambil posisi dengan berdiri dihadapan Rama yang terbaring pasrah diatas ranjang.

Pemuda yang tinggal di kost bersama Sholihun itu terkesima dan ternganga saat melihat keindahan tubuh cewek cantik yang sudah telanjang bulat tanpa ditutupi selembar benang pun. Kulit tubuhnya putih mulus tanpa noda sedikitpun. Sepasang tokednya terlihat kencang mengacung, dan bongkahan daging pantatnya pun montok menggairahkan tanpa guratan scretch.

Mengetahui teman duetnya sudah mempersiapkan diri, Olla Ramlan pun segera bangkit, dan melepas baju kembennya yang masih menggulung di pinggang. Olla Ramlan juga memamerkan keindahan dan keseksian tubuhnya yang tak kalah dengan tubuh Ratna Galih.

Dua buah tokednya yang sekel dan tampak mengacung itu memang tidak sebesar toked milik Ratna, tapi tetap aja sama-sama padat dan membulat sempurna. Kedua tubuh polos yang singset,ramping, dan sangat menggugah birahi setiap pria itu sudah siap untuk ditelan Rama.Atau Rama kah yang akan ditelan oleh keduanya??

Sedangkan Rama sendiri sudah sangat siap menghadapi kedua Bidadari nakal itu. Kaos yang masih menempel ditubuhnya segera dia lucuti sendiri, sehingga kini terlihatlah ketiga tubuh telanjang bulat anak manusia yang siap untuk melakukan pesta. Pesta seks yang tentunya akan sangat nikmat dan menguras tenaga.

“Gue duluan yaah, Say?” kata Ratna dengan wajah yang sudah dipenuhi nafsu kepada Olla Ramlan.

“Oke, Sweety. Take your time!” jawab Olla seraya mempersilahkan Ratna untuk menggali kenikmatan terlebih dahulu bersama Rama.

Ratna Galih langsung beringsut membuka dua tungkai kakinya, mengangkang, dan sedikit demi sedikit mulai menurunkan pinggulnya, lalu jemari tangannya yang lentik, yang berkutek biru memegang dan mengocok kontol Rama beberapa kali sebelum mengarahkan masuk tepat pada lubang memeknya yang mulus tanpa bulu jembut.

“Auww!! Shhh!! Uugghhh!! Kerashh bang.ngetshh!!” Ratna memekik kecil dan langsung mendesah dengan kening mengerenyit ketika kepala kontol Rama mulai menyusup di celah lipatan bibir memeknya.

“Ouughhh!! Sempiiit MbaakK, memm.. meekK nya.aahhh!!” lenguh Rama saat kepala kontolnya perlahan-lahan terhimpit merasakan jepitan kuat bibir memek Ratna Galih yang mengempot-empot.

Tak tahan melihat proses penetrasi yang dilakukan Rama juga Ratna Galih, Olla langsung berbaring menyamping disebelah Rama, dan menyodorkan buah dada mengkel miliknya ke mulut cowok dengan potongan rambut ala Andika Kangen Band yang menganga menahan nikmat, saat kontolnya berusaha untuk menancap lebih dalam di memek Ratna.

Puting mungil Olla Ramlan yang berwarna merah segar itu terus menggodanya sehingga Rama langsung mengulum dan menyeruput liar. Lidahnya meliuk lincah diatas gundukan payudara dan menguaskan rasa nikmat bagi pemiliknya, Olla Ramlan. Sesekali karena gemas, maka digigit-gigit kecil puting imut itu.

“Aaughh, Raammaaa!! Mmphh!! Nik.nikmaa.aaatt!!” Olla Ramlan mendesah nikmat.

Pada saat yang hampir bersamaan, Ratna Galih terus masih berusaha menyesuaikan kondisi kepala kontol Rama yang sudah menyusupi di bibir memeknya. Ditekannya pinggul itu kebawah

“SLEEPHHH!!”

“Aauuwhh!!” pekik Ratna Galih ketika setengah dari batang kontol Rama yang dihiasi urat-urat itu tergelincir bertambah dalam.

Ratna Galih pun mencoba untuk mengerakkan tubuh seksinya naik turun secara perlahan dalam usahanya untuk membenamkan seluruh lonjoran kontol Rama kedalam memeknya. Tubuhnya tampak menggial saat menahan sesuatu yang sedang membelah rongga kemaluannya.

“Uughhh!! Yesshhh!! Mmphhfff!! Ke.kerashh se.sekaliii kon.tool nyaa.aaahh!!” Ratna Galih mulai berucap vulgar disela-sela desahannya.

“Mem.. Memeek, MbakK Rat.Ratna.aahhh! j.juga perr.eettt bang.ngetshh!! Oughh!!” balas Rama tatkala batangan kontol kebanggaan yang selama ini dipuaskan oleh busa dari sabun G*iv itu tercelup seutuhnya kedalam memek Ratna Galih yang gurih.

Dara ayu yang sedang dihantam nikmatnya bersenggama itu langsung menggerakkan tubuh sedikit lebih cepat, menguleg-ulegkan memek sempitnya itu untuk menggilas kontol Rama yang menyesaki rongga alat kawinnya. Kedua jari tangan kiri dan kanan Ratna Galih tampak gemas saat memilin kedua puting susu Rama seraya menaik-turunkan pinggulnya.

“PLOOKK!.. PLOKK!.. CLEEPHH!.. CLEPPH!!”

Suara benturan pantat bahenol Ratna yang mulus berbenturan dengan selangkangan Rama tampak terdengarmerdu.

“Aaghhh!!..Aakhh!.. Uughhh!!.. Uughh!.. Shhh!!. Kon.tohll lu, kerrashh bangetsshhh!! Oughh yesshh!!” desah keenakan yang beruntun terus terucap tatkala Ratna menusukkan memeknya untuk menyetubuhi kontol Rama.

Olla Ramlan terlihat meneguk ludah saat kedua matanya memperhatikan kontol Rama berulang kali membelah memek Ratna Galih. Ingin juga mendapatkan kenikmatan yang lebih, ia pun tanpa merasa malu dan sungkan langsung mengangkangkan memeknya yang memerah basah oleh cairannya sendiri tepat didepan mulut Rama.

“Lick my pussy! Lick my tight pussy, Ramaa!!” perintah Olla dengan wajah yang sayu menggairahkan.

Rama terkekeh dengan ulah nakal Olla Ramlan, dan langsung meluluskan permintaan artis cantik itu dengan menjulurkan lidahnya untuk menguas bibir memek dari bawah keatas berulang kali.

“LHEEPHH!.. LHEPHH!!”

12 (5)

150x300

Lidah Rama pun langsung berkreatif dengan mencumbu clitoris Olla Ramlan. Manuver lidahnya sangat lihai dan bervariasi. Kadang mengulik-kulik tonjolan daging sebesar kacang berwarna merah itu, sesekali pula lidahnya juga berputar melingkari clitoris Olla Ramlan.

Aroma khas memek langsung menyeruak ke indera penciuman Rama. Sangat memabukkan meski bukanlah Black Label. Kedua telapak tangan Rama pun tak lupa dan tak tinggal diam untuk meremas-remas daging susu Olla serta memelintiri putingnya.

“Ssshhh!! Uughhh!! Ram.Ramaaa, lu pinte.eerr bangetshhh! Terr.terruussshhh Ramaa.aaa, terusshh!! Aaaghh!!” Olla Ramlan merengek-rengek minta agar memek beserta isinya di jilat Rama.

Meski dadanya sesak dan nafasnya terengah-engah dikarenakan oleh kedua tubuh bugil Bidadari cantik yang menunggangi tubuhnya secara bersamaan, Rama tetap berusaha memanjakan memek Olla Ramlan dengan tarian lidahnya yang terus berdansa disepanjang celah memek, dan menyedot clitoris yang semakin membengkak.

Rama juga meng-kaku-kan lidah, dan mulai mengentotkan kedalam lubang memek yang bibirnya sudah direnggangkan oleh jari lentik Olla sendiri.

“Aaa.aaghhh shitt!! Uughh yeshh! Mmphhff!! G.guee.eee haa.aampirrr.. Ouughh! Aaghh!!” erang Olla Ramlan terbata-bata dan terus menggoyang serta menguleg-kan pantat berpinggul bahenol seiring gerakan lidah kaku Rama yang keluar masuk mengentot memeknya.

“G.Guee.eee!! guee.eee, dapettshhh!! Aaa..aaakkhhhhh!!!!! Shiiittt!!” Olla berteriak kencang. Artis cantik itu mendesah panjang, tubuhnya yang mulus berkilat karena peluh itu berkelojotan dan menggelinjang. Memek peret yang mengedut itu dihentak-hentakkannya dimulut Rama.

“SHEEERR!.. SSHEEEEERR!!!.. SSHHEEEEEERRRRRRR!”

Cairan peju Olla Ramlan pun sukses mengucur mengalir keluar dari celah lipatan bibir memeknya yang terus mengedut berwarna merah. Walau terlihat gelagapan, Rama tetap bersemangat untuk menghisap dan menyeruput setiap tetes cairan gurih yang diproduksi oleh memek peret Olla Ramlan.

“Nikmaat bangeet, Ramaa.. Uughhh!!” ucap Olla ngos-ngosan dan nampak puas dengan orgasme pertamanya.

“Enaak, Mbak Olla?? Hehee..” tanya iseng Rama dengan wajah merem melek karena batang kontolnya masih terus kena uleg oleh memek Ratna Galih.

“Bangeetshhh!! Jawab Olla seraya merundukkan tubuh telanjangnya, sehingga dua buah payudaranya yang kenyal itu menggelantung menimpa wajah Rama. Berasa anget dan liciiin.

“Auww!! Auww!! Uughh!!” pekik Olla tiba-tiba dan menolehkan kepalanya kebelakang.

Karena posisinya yang merunduk itu otomatis pantat Olla Ramlan yang membulat putih menghadap kearah Ratna Galih, dan dengan iseng Ratna pun mencolok-colokkan jari telunjuknya kedalam memek basah Olla yang sedang merekah setelah mendapatkan orgasme.

“Hihihiii.. Duuh yang udah ngeluarin pejuuu.. Heeghh!” ujar Ratna Galih dengan kikikan keledainya seraya memutar-mutarkan jari telunjuknya yang tenggelam didalam memek Olla, semakin lebih dalam lagi.

“Uuughh, Raaaat!! Sshhh!!” desis Olla dengan tubuh bergetar.

“PLOOPHH”

Ratna Galih pun mengeluarkan jari telunjuknya dari dalam memek Olla. Jarinya tampak mengkilat basah terkena cairan orgasme teman sejawatnya itu, dan tanpa ragu dengan memasang wajah yang sangat bitchy, dikelamutinya jari telunjuknya sendiri. Uuughhh!! Ga nahaaan.

Sampai detik ini Ratna masih bersemangat memompa kontol Rama untuk menjajah keperetan kemaluannya. Permainan otot-otot kegel dari memeknya pun membuat batang kontol Rama serasa digigit dan diremas-remas dengan kuat. Variasi serangan dari Ratna juga sangat menggetarkan seluruh tubuh Rama.

Kadang kala Ratna memompakan kontol yang tengah membelah tubuhnya itu sambil mengulegkan bongkahan pantat bohaynya. WaoW!!Sungguh liar dan sangat binal gerak olah tubuh seksi Ratna Galih.

10 menit berselang, Ratna menghentak dan menancapkan dalam-dalam lonjoran kontol Rama seluruhnya didalam kemaluannya yang peret. Tubuhnya bergetar, dan mengejang kaku.

“Aaarrghhhh!!! Ouughh yesshhh!! Aaakkhhh!!” gerungan suara yang keluar dari mulut cewek cantik itu menandakan bahwa dia sudah mendapat puncak orgasme seperti halnya Olla Ramlan.

Rama bisa merasakan adanya cairan hangat yang melelehi kontol nya yang masih tertancam di dalam memek Ratna Galih itu.

“PLOOPHH!!”

Ratna melepas kontol Rama yang masih perkasa mengacung keras, dan dia pun tumbang ke samping tubuh Rama.

Anjriiit!! Gue sebenernya udah mau ngecrot, untung bayang-bayang wajah jelek Sholihun sewaktu coli membuat gue bisa bertahan. Pokoknya harus bisa menikmati memek kedua artis ini sepuas mungkin..

“Gilaa nih kontol. Kuaat bangeeet.” Puji Olla seraya mengocok kontol Rama yang terasa licin.

“Langsung yaa, Rama. Gue dah pengen banget nyicipin kontol..” imbuh Olla Ramlan tanpa menunggu jawaban dari Rama.

Kerena kulit punggungnya terasa panas setelah berbaring cukup lama dalam memuaskan hasrat Olla dan Ratna, maka Rama pun bangkit dan merebahkan tubuh putih berlekuk milik Olla Ramlan.

Mengerti dan paham akan maksud Rama, Olla pun langsung mengangkangkan tungkai kakinya lebar-lebar. Waow!! Menggairahkan bangeeettt. Terlihat Rama meneguk ludah ketika memandang seonggok daging mentah yang berada ditengah-tengah kedua pangkal paha Olla.

Setelah menempatkan posisi tubuhnya ditengah kedua paha Olla, Rama pun mengarahkan batang kontolnya yang masih basah oleh peju Ratna Galih ke lubang memek Olla Ramlan. Dengan sekali tusukan dan sedikit hentakan, maka batang kontolnya berhasil sukses amblas terbenam masuk ke memek Olla.

“BLEEEEESSHHHH!”

“Adduu..uuhhh!! Auuwhh!! Aaghh!!” Olla memekik kemudian menggigit bibir bawah untuk menahan nyeri, pada saat kontol karyawan SinemArt itu menghujam dalam sampai pangkal didalam memeknya.

“Oouughhh!! Mem.meekk, Mba.aak Ollaa.aaahhh, pere..eetshhh bangettss..shhhh!!!” puji Rama tulus ketika merasakan jepitan yang sangat ketat dari rongga memek yang bergerinjal lembut kepada batang kontolnya.

“Oooouuggghhhhh, Ramaaaa!! Per.riiihhhhh!!” rengek Olla Ramlan merasakan sensasi perih dari memeknya.

Olla mengerenyitkan kening dan menyipitkan kedua matanya. Kepalanya menggeleng kekanan dan kekiri menahan nikmat pada saat Rama mulai mengayuhkan pinggulnya untuk memompa memek chubby Olla Ramlan.

“Oughh! Oughh!! Aaaghh! Aaghhh!! Mmphhfff!!” desah seksi Olla terdengar seiring gerakan Rama yang maju mundur mengentotkan kontolnya.

Kepala Olla Ramlan yang tadinya menggeleng kekanan dan kekiri kini berubah menjadi mendongak keatas, bersamaan dengan mulut Rama yang melahap dan mencumbu sepasang buah dada Olla yang berayun-ayun menggemaskan seirama dengan gerakan tubuhnya yang terhentak oleh goyang pinggul Rama, ketika menusukkan batang kontol.

“Aahhh!! Mmphff!! Sshhhh!! Uughhh!!” desahannya semakin tak karuan, kedua tangannya mencengkeram kain sprei. Sesekali pandangan matanya yang sayu menatap wajah Rama yang mengakibatkan darah muda dan gairahnya semakin terbakar hebat.

“PLOOK!.. PLOOOKKK!!.. PLOOKK!.. PLOOOKHHH!!”

15 (7)

160x600

Suara benturan selangkangan Rama yang menumbuk selangkangan Olla nyaring terdengar. Kantung buah peler Rama pun ikut menepuk-nepuk lubang anal dari Olla Ramlan yang terlihat terawat bersih dan berbulu halus. Rama menegakkan tubuh, kemudian mengangkat sepasang tungkai kaki Olla Ramlan, meletakkannya diatas pundak, dan langsung mengocok memek peret itu melalui pompaan kontol.

“Sshhh! Mba.aak Ollaa.. Uughhh!!” ceracau Rama saat merasakan batang kontolnya di sedot-sedot memek artis cantik yang masih men-janda itu.

“En.naakK yahh? Heeghh!” ucap Olla seraya mengetatkan cengkeraman otot memeknya pada batang kontol Rama.

“Aaaghhhh, Mbaa.aakKKK!!” jerit Rama ketika kontolnya terbetot hebat.

Ratna beranjak bangkit dari rebahan, setelah mendapati puncak orgasmenya tadi. Artis muda yang tak kalah cantik dengan Olla itu pun segera menarik kepala dan menghadapkan wajah Rama kearah sepasang tokednya yang kenyal.

Ditaruhnya muka Rama ditengah belahan dadanya, dan segera Ratna Galih pun menggilingkan buah tokednya yang membusung itu menggilas wajah Rama dengan cara mengeser-geserkan dada kekanan dan kekiri.

“Ooughh yeaahhh!! Ter.terrusshhh Ram.Ramaa.aahhh!! Uughh!!.. Sshh!!” desah Ratna Galih penuh rasa nikmat ketika payudaranya dihisap dan dikelomoh oleh mulut Rama. Sementara mulut dan lidahnya menikmati hangatnya toked Ratna, pinggulnya pun masih tetap menggoyang dan merajam memek Olla Ramlan dengan cepat.

“CLEEPHH!.. CLEEEPHHH!!.. CLEEPHH!!”

Tak berapa lama kemudian, Olla terlihat mendongakkan kepala semakin tinggi dan menjerit kuat.

“AAA..AAGGHHH!! GU.GUEE.EE DAPEEEETT!!.. AAA.AAGHH!! SSHHH!! U..UDAAH DULU RAM.MAA.. UUGHH!!.. UDAAAH, UDAAH! STOOPP!”

Olla Ramlan meminta Rama menghentikan kocokan kontolnya, akan tetapi Rama yang tahu akan rasa nikmat saat kontol yang sedang mengocok memek yang tengah berkedut mencapai puncak orgasme adalah yang ternikmat, maka cowok penggemar barang-barang distro itu pun tak menggubris perintah Olla Ramlan. Terus dan tetap mengocok juga memompakan kontolnya dalam-dalam dengan full speed, seraya mulutnya men-cupangi bongkahan daging payudara Olla Ramlan.

“CROOOPHH!.. CROOOPHHH!!.. CROPHH!!. CCROOOOPHHH!”

Suara memek yang terojok batang kontol, yang sekarang tengah banjir oleh peju pemiliknya sendiri itu terdengar menyayat gairah.

“Aaaghhh shitt!! Sshhh!!” ceracauan Olla seperti orang gila.

Tubuhnya yang telanjang bulat dan berkilat penuh peluh itu terus menghentak kesana kemari, menggelinjang liar tak beraturan mana kala lonjoran kontol dari Rama masih tiada henti dalam menghunjam keperetan memek yang sekarang tampak memerah bengkak.

“OUUGHH YEESHHH!! GUEE.EE DAPPEETHH LAGII.IIHHHH!! AAA.AAARRGGHHHH!!!!” lolongan panjang penuh kepuasan nan menggidikkan pun terucap dari mulut Olla Ramlan saat puncak orgasme meluluhlantakkan dirinya lagi.

Rama mendiamkan kontolnya sesaat, untuk merasakan kedutan dan empotan hangat yang kuat dari otot-otot memek Olla, sebelum akhirnya mencabut lonjoran kontolnya itu.

“PLOOOPHHH!!” dan diikuti leleran peju Olla yang mengalir keluar.

Rama sudah sinting dan tidak bisa mengendalikan nafsunya lagi, maka Ratna Galih yang sedang tertegun dengan orgasme dahsyat Olla Ramlan itu segera dimintanya untuk nungging.

“Anjriiitttt! Kuat bangeet sih kontol lu, Ram..” ujar Ratna Galih terkagum-kagum seraya memposisikan pantatnya menungging untuk dikawin Rama dari arah belakang.

“Hehehee.. Latihan rutin laah, Mbak..” sahut Rama singkat.

Rama juga tidak menyangka kalo ternyata efek dari latihannya selama bertahun-tahun akan memberikan kekuatan kontolnya untuk bertahan lebih lama dalam bercinta. Setiap kali pipis, Rama selalu menahan 5 detik, kemudian dikeluarkan sedikit, tahan lagi 5 detik, keluarkan lagi, tahan lagi 5detik, keluarkan lagi dan selalu begitu seterusnya.

“Eeh bentar, posisinya gini aja biar deh biar makin ngonakin. Hihihiii..” kata Ratna Galih nakal seraya menunggingkan pantat semoknya menghadap Rama dengan posisi tubuh merangkak diatas tubuh bugil Olla Ramlan yang licin berkeringat.

“Uughh!! Gila lu, Rat.” Sahut Olla Ramlan saat mengetahui polah Ratna.

Rama tertegun dengan posisi yang sedang dilakukan cewek cantik itu, dimana kedua memek peret saling berdekatan satu sama lain. Yang satu mulus tanpa bulu jembut, yang satunya lagi berbulu halus membentuk segitiga dengan celah yang basah memerah bengkak akibat sodokan batang kontol Rama. Dengan binal, sesekali Ratna Galih juga menggesekkan memek tanpa bulu jembut miliknya diatas memek Olla Ramlan naik turun.

“C’moon, boy!! Fuck me!! Sshhh!”

“PLAAK.. PLAAAKK!” dan Ratna juga menampar-nampar bulatan buah pantatnya yang berkulit putih sebelah kanan.

Rama tak mampu untuk berlama-lama lagi, cowok rantau itu segera menempelkan ujung kepala kontolnya tepat di lubang memek Ratna Galih, yang dengan nakal juga malah menggoyang-goyangkan pantatnya.

Dengan berpegangan pada pinggang ramping berkulit lembut cewek kelahiran Djokdja itu, Rama pun langsung menancapkan kontolnya yang berurat ke dalam memeknya sekali hentak dengan gaya doggy syile.

“SLEEEEEPPHHHH!”

Masuklah lonjoran batang kontol Rama tertelan seutuhnya kedalam memek Ratna Galih.

“Oooghhh, Ram.maaa.aaa!!.. Uumphhfff!! Nghhh!!” rengekan manja dari Ratna terdengar bergetar.

“Aaa.aaarrghhh, Mbaak Ratnaa.aa!! mem.meekK nyaa.aaahhh!! makiiin sem.sempiiitshhh!!!” kicau Rama yang merasakan bahwasanya jepitan memek tanpa bulu itu semakin ketat.

Setelah mendiamkan kontolnya untuk merasakan pijatan-pijatan memek Ratna Galih, beberapa saat kemudian dengan masih berpegang pada pinggang Ratna yang licin terkena keringat, Rama pun menggerakkan dan menghunjamkan batang kontolnya keluar masuk menyumpal memeknya. Gerakannya cepat dan semakin bertambah cepat. Telapak tangannya mengusap bulir keringat yang menghias dikulit punggung Ratna Galih yang putih mulus dan licin mengkilat terkena keringat.

“Aaghh!!.. Uughhh!.. Aaaghh!!” Ratna Galih yang cantik itu terus mendesah seirama dengan gerakan tubuh Rama yang menghentak dari belakang. Bongkahan pantatnya juga bergoyang erotis mengimbangi sodokan Rama.

“PLOOK!.. PLOOK!!.. PLOOKKK!.. PLOOKKK!!” suara benturan seksi antara selangkangan Rama dengan pantat padet Ratna Galih pun tak terelakkan.

lesbian-sexy-nude-porn-pics-hot-xxx-photos18

logo

Sembari menikmati memek peretnya dipompa dari belakang, Ratna Galih menengokkan kepala dan wajahnya kebelakang menatap raut muka Rama yang merem melek keenakan. Dengan gaya yang so bitchy, dimasukkan jari telunjuknya itu kedalam mulut dan kemudian disedot juga dikelamutinya sambil tersenyum manja nan menggoda.

“Ssshhhh! Uughhh!! Ram.maa.aaa!! en.naakK bangetshhh!!” ucap Ratna dalam desahan yang manja tatkala goyang pinggul Rama yang menghunjamkan batang kontolnya sekanin keras dan cepat.

“PLOOOPHH!!”

Setelah 20kali tusukan, dengan cepat Rama mencabut lomjoran kontolnya dari memek Ratna, dan segera menancapkan didalam memek Olla Ramlan.

“BLEESHHH!!”

“Aaauughhhh!! Ram.Rammaa.aaa.. Gilaa.aaaa luu.uughh!!” jerit Olla yang terdengar panjang ketika dirinya tidak menyangka bahwa kontol Rama akan kembali menyumbat dan memompa memeknya.

“Uughh!! Mba.aak Ollaa.. Mem.memmeekk nya liciiiiin!! Sshhh!!” desah Rama yang menggocekkan batang kemaluannya dengan cepat.

25kali batang kontolnya menghunjam dalam di memek Olla. Dan tak lama kemudian..

“PLOOOPHHH!!”

“BLEESHHH!!!”

“Ooughh yesshhh!! Ramaa.aaa!!” lenguh nikmat keluar dari mulut Ratna, saat memeknya kembali tersumpal batang milik Rama dan langsung terkocok dengan cepaat.

“SLEEPHHH!!.. SLEEEPHHH!!.. SLEEPHH!!.. SSLEEPPHHHH!!”

Sekitar 7 menit berselang, karena sudah tak kuat dengan aura seksi dari sosok cantik yang bernama Ratna Galih, Rama pun mulai menggeram. Gerakan pinggulnya semakin kacau tak beraturan, dan kontolnya pun bertambah besar didalam kehangatan memek sempit nan gurih kepunyaan dara ayu, Ratna Galih.

“Mbaak Ratnaa.aaa!! Ram.maa.aa mau kelua.aargghhhh!! Uughh!” kata Rama gagu.

“Bareeeng, Ra.Ramaaa!! Oughh yesshhh!!” sahut Ratna cepat.

Dan akhirnya, saat-saat yang ditunggu Rama pun tiba…

“AAA…AAKKHHHH!!!.. CROOTTHHH!!.. JRROOTHHH!!.. SHEERRRHHH!!!!.. SHEERHH!.. “SHEERRHHHH!.. CCROOOTTHHHH!!.. CROOTHH!!”

Cairan peju Rama segera mengguyur memek peret Ratna Galih dan peju cewek seksi itu pun melelehi batang kontol yang masih tertancap didalamnya. Uughh hangaaat dan sangat nikmat. Tapi Rama buru-buru mencabut kontolnya..

“PLOOPHHH!!”

Dan mengarahkan batang kontol yang basah penuh lendir itu ke mulut Olla Ramlan yang tampak sudah menganga menunggu cairan kental dan hangat milik Rama.

“CROOTH!.. CROOTHHH!.. CRROOTHH!”

Sisa peju Rama yang tampak kental itu menyemprot masuk kedalam mulut mungil Olla Ramlan dan segera ditelan, terbukti dari gerakan tenggorokannya yang naik turun tengah menelan sesuatu. Sementara sisa-sisa cairan peju yang berceceran disudut bibir, dibersihkannya dengan menyapukan lidah yang menjulur keluar.

Huuft!! Akhirnya gue berhasil ngentot serta mejuhin memek dan mulut dari Bidadari favorit gue..

“Gila! Kuat banget sih lu, Rama. Puas banget deh ngentot sama lu, meski memek gue jadi nyeri nih..” puji Ratna Galih dengan tubuh berbaring menelentang diatas kasur.

“Iyaa neh. Ga nyangka juga gue, kalo ternyata Rama bener-bener mantap kontolnya. Gila!! Wah bakalan nagih nih..” timpal Olla Ramlan seraya memelukku.

“Aahhh bisa aja Mbak Olla sama Mbak Ratna nih. Gak segitunya kale, Mbaak. Ya udah yuuk bobo bareng. Sini Rama kelonin biar anget, pules, dan mimpi indah. Besok kan kudu balik ke Jakarta.” Kata cowok beruntung bernama Rama ini dengan tarikan nafas mulai teratur.

“Eeh, sebelum bobo, poto dulu yuuk..” celetuk Olla Ramlan seraya mengambil handphone nya.

“YuukK!!” sahut Ratna Galih antusias, sedangkan Rama hanya tersenyum melihat ulah centil para Bidadari.

“Cheese!! Cekrekk! Cekrekk!!”

Bak Raja Minyak yang diapit oleh selir-selir yang cantik, Rama pun diapit mesra oleh Olla Ramlan dan Ratna Galih. Setelah kelar berfoto-foto ria, Rama beringsut untuk mengatur posisi tubuhnya yang telentang senyaman mungkin, agar supaya kedua Bidadari cantik yang baru saja merelakan tubuh indahnya di gagahi cowok penyuka mentimun ini merasa nyaman dan damai dipelukannya.

Dengan masih bertelanjang bulat, ketiganya pun mulai menjemput impian.
… Have a nice sleep Sweet dream yaaah…

B E R S A M B U N G . . . . .

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s