Revenge of The Angel #2

02 (1)Ditengah kota Bandung, Paris Van Java…

Honda freed yang diisi mereka bertiga tampak melaju santai membelah suasana malam di kota Kembang. Rama berusaha untuk tidak mupeng ketika berada didalam satu mobil dengan dua seleb cantik yang begitu seksi itu meski lonjoran kontolnya sudah menuntut keadilan berkali-kali.

Memang, godaan yang dirasakannya semakin menguat dari pada waktu siang hari tadi. Aura yang terpancar di sekelilingnya membuat bulu kuduk Rama juga sesekali merinding, terlebih ketika dua makhluk sensual beraroma wangi itu secara sengaja lebih mendekatkan tubuh kearah dirinya.

“Huaa!! Gue udah ga kuat. Gue udah ga tahaan lagi nih!! Hiiii… Apa gue melambaikan tangan kearah kamera aja yaa?” gumam Rama dalam hati. Heh monyet dekil!! Emang lu pikir ini acara [masih] Dunia Lain, apa!??

Paras dari kedua cewek yang dibawa Rama berkeliling walking around memang sama-sama cantik, menarik, dan sama-sama bikin gemes. Keduanya mempunyai body yang aduhai, dan menggiurkan. Sepasang buah tokednya pun tak kalah menantang antara satu sama lain, dan memiliki ukuran yang hampir sama.

Dari segi postur tubuh, tinggi badan Ratna Galih terlihat sedikit lebih tinggi dari Olla Ramlan. Rambut keduanya yang panjang dibiarkan tergerai indah ke belakang. Ratna Galih malam itu mengenakan kaos ketat warna merah dengan bawahan rok kain lebar yang pendek seperti yang biasa dipakai para cheerleader.

Sedangkan Bidadari satunya, Olla Ramlan mengenakan tanktop putih sebagai pembalut tubuh rampingnya yang berlekuk. Ooh shit!! Olla Ramlan sangat nakal dan begitu berani malam ini. Setelah melepas Sweater cotton combed warna biru tinta, ternyata dibalik tanktop putih yang dipakai Olla Ramlan yang musex itu sudah tanpa bra, braless. Sepasang puting dari kedua buntalan susunya yang mengkel dan kenceng tercetak jelas dari balik tanktop.

“Mbak Olla udah punya pacar lagi belum sih?” tanya Rama iseng pada Olla Ramlan yang duduk di kabin depan sebelah kiri. Mata Rama terus berusaha keras melirik kearah puting imut yang sangat bikin geregetan untuk segera di gigit-gigit kecil.

Sialnya kedua mata Rama yang melirik kearah dada Olla sempet ga bisa balik kembali normal alias sempet juling temporary. Untung setelah berkedip, mata nakal itu sudah kembali kejalan yang lurus. Fyuuhhh . . . Amienn!!

“Ada deeh, mau tahuu aja!! Kenapa emangnya, Say? Mau jadi pacar gue? Hmm..?” jawab Olla sekaligus memberikan penawaran yang menantang.

“Hehehee.. Mbak Olla bisa aja..” jawab Rama tersipu diiringi kekehan khasnya, karena berhasil mengusap kedua toked Olla yang begitu membusung tanpa tersanggah bra. Tapi mengusapnya cuma lewat pandangan mata aja siih. Hihihiii…

“Kalo Mbak Ratna sendiri gimana?” tanya cowok bergaya rambut ala Kangen Band itu kepada Ratna Galih.

“Baru putus gue. Sekitar dua bulan yang lalu. Eh jendelanya dibuka aja yaa..” Jawabnya enteng seraya mengeluarkan dan menyulut ESSE favorit dengan lighter.

“Rokoknya, Rat..” pinta Olla Ramlan.

single_006-8085205535870

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

Setelah membakar rokok dan menghembuskan asap melalui bibirnya yang tipis menggoda, Olla Ramlan langsung berucap,

“Lu pacarin aja si Ratna, Ram. Enak loh bisa nyicipin memm..” belum sempet ngelanjutin ucapannya, Olla Ramlan langsung kena jitak Ratna.

”Wadauw!!”

“Rese’ ahh, lu!!”

Rama pun tertawa begitu mendengar kicauan polos dari mulut Olla. Olla Ramlan pun tertawa ngakak, sampai-sampai sepasang buah susunya yang bulat sekel itu berguncang dan berayun.

Bahkan ketika dia merundukkkan tubuh seksinya karena ga kuat menahan tawa, Rama pun bisa melihat puting di ujung tokednya yang berwarna pink gelap dari balik tanktop yang dikenakannya. Uughhh!!!

“Seneng lu yaa pada!” gerutu Ratna Galih.

“Eh Rama, tapi mending lu pacarin aja deh si Olla. Dia tentunya lebih pengalaman dari pada gue kan? Sekali lu ngerasain empotannya, beuh! Ga kukuuuu!! Hahahaa!!” balas Ratna Galih semakin menjurus, dan tentunya membuat kontol Rama semakin ga ke urus.

“Wew!! Sialan lu, Rat. Duuh, gue jadi horny neh kebayang sama yang dulu-dulu.” Sungut Olla dengan wajah yang bersemu merah.

“Lu kate, gue ngga ape? Enak kali ya kalo ‘ehemm-ehemm’ di Lembang. Hihihii..” timpal Ratna nakal.

“Mbak Olla kebayang sama yang dulu-dulu nich yeew?? Kebayang apanya sih? Uhuuiyy, ga nahaan!!” ledek Rama dengan memasang cengiran kuda.

“Lhoh Mbak Ratna mau juga toh ehemm-ehemm sama Mbak Olla?? Huaa!! Apa kata dunia nanti?? Hahaa!!” imbuh Rama dengan menggidikkan bahunya yang kalo diartikan, ‘ga bangeet deh..’

Rama memang cerdik dan sekarang akal bulusnya tengah dilancarkan. Memang sengaja dia tadi meledek dan memanas-manasi kedua cewek cakep itu untuk bertindak agar semakin liar dan jalang. Tentunya berujung satu kesimpulan, eM eL dengan keduanya.

“Kurang asem ya lu, Ram. Berani-beraninya ngeledek gue. Dari pada lu belon pernah kan? Huu.. Awas lu yaa ntar..” sahut Olla Ramlan mendendam dan keki dengan ucapan Rama.

“Iyaa neh Rama. Sok-sok-an banget. Perlu dikasih pelajaran neh, biar kapok dan ga berkutik lagi! Hahaa..” timpal Ratna Galih seraya tertawa.

“Becanda Mbak. Rama cuma becanda kok.” Jawab Rama sambil senyam-senyum.

“Nah lhoh pura-pura melas kan dia, Rat. Eh tapi ide bagus tuh nginep di cottage Lembang. Tapi pejantannya siapa yaa enaknya? Hmm?” tanya Olla seraya melirik kearah Rama yang raut wajahnya berubah meram padam.

“Rama aja deh gimana? Ehh.. Bentar-bentar, tapi Rama punya titit ga yaaw?” Hahaa!!” seloroh Ratna Galih ngasal yang membikin Rama semakin salah tingkah.

Tanpa berkata-kata dan begitu tiba-tiba,

“Waddauoww!!” Rama berteriak kaget sambil menyentakkan pinggulnya keatas karena tangan sebelah kiri Olla Ramlan langsung melingkar tepat di lonjoran kontol Rama dan langsung membetotnya.

“Hahahaa! Punya titit juga dia, Rat. Udah keras euy!!” pekik Olla histeris.

“HAHAHAA!!!”

Ratna Galih dan Olla Ramlan pun tergelak ngakak, sementara Rama hanya mengerinyitkan kening menahan rasa ngilu karena kontolnya di betot cewek cantik yang duduk disamping kirinya itu.

“Kita putar balik ke Lembang lagi aja, Say..” perintah Ratna dan langsung disanggupi Ramangga.

“Nah sebelum nyampe Lembang, enaknya mabok asap dulu aja deh. Hihihi..” kata Olla Ramlan nakal.

“Mabuk asap? Maksud lu??” tanya Ratna Galih heran.

“Tarraaaa…” Olla Ramlan pun mengeluarkan tas plastik hitam yang berisi sebuah amplop, yang tadi sewaktu acara makan malam diberikan oleh salah seorang crew kepada dirinya.

“Waah gila, asyiik neh. Cannabis Sativa, Jack!! Woi Rama!! Lu doyan juga kan?” pekik Ratna Galih heboh, setelah mengetahui isi dari amplop yang ternyata adalah beberapa linting remahan daun surga.

13 (1)

300x250

“Doyan dong, mana sini..” jawab Rama sembari melirik kearah batang paha putih mulus kepunyaan Ratna Galih.

“Ntar, gue sulut dulu..” sahut Ratna Galih cepat.

“Eh, tapi ngomong-ngomong dapet dari mana nih daun favorit Bob Marley?” tanya Ratna penasaran.

“Tadi gue nitip sama Mas Agus, salah satu crew. Kan dia tahu seluk beluk dunia underground Bandung..” jelas Olla Ramlan.

Kemudian, Ratna pun segera mengambil satu linting, dan langsung memantikkan api dari lighternya untuk membakar lintingan daun surga yang bisa bikin tinggi itu.

“Huuuuffttt, mantap. Uhhu.uukk!!” bilang Ratna dan langsung terbatuk karena begitu semangat menghisap melalui lubang hidungnya.

“Hei!! Pelan-pelan napa? Coba sini gue rasain..” Olla pun tanpa berlama-lama langsung mengambil lintingan cimeng dari tangan Ratna, dan dia pun juga langsung menghisapnya. Sementara itu, Rama menutup semua jendela mobil.

“Pffhuufft!! Dahsyat abyiis nih barang!” ujar Olla sehabis merasakan asap dari Cannabis Sativa yang mulai membakar paru-paru dan otaknya.

“Niih, Rama. Cobain deh.” Tawar Olla.

Rama pun ikutan menghisap dalam-dalam sampai tidak ada asap yang keluar sedikit pun melewati mulut atau hidungnya. Semua mengendap didalam pembuluh darah.

“Tinggi, mari kita terbang semakin tinggi!!” suara bernada riang sontak terdengar keluar dari mulut Rama.

Efek dari Cannabis Sativa adalah bahwa dia bisa merubah mood, emosi, dan perasaan para pemakainya untuk semakin meledak secara drastis dan cepat. Misal pemakainya dalam keadaan sedih, maka Cannabis Sativa mampu untuk mem-program emosi si pemakai untuk jauuuh lebih sedih, bahkan sampai menangis. Jikalau pemakainya sedang merasakan happy, maka Cannabis Sativa pun akan men-transformasikan rasa happy itu lebih menggelora lagi. Efek berikutnya adalah si pemakai akan merasakan haus yang berlebihan.

Kedua Bidadari cantik yang berbalut baju-baju terbuka nan seksi itu kini saling bergantian menghisap daun surga dengan cepat. Mereka happy, mereka pun semakin bertambah gila.

Olla Ramlan dan Ratna Galih, dua seleb cantik yang baru aja menyelesaikan syuting itu juga mulai menggoyangkan tubuh seksinya mengikuti alunan music Hip-Hop yang terdengar dari speaker mobil.

Olla Ramlan, mantan istri Alex Tian yang mempunyai tampang binal itu pun segera menampilkan liukan erotisnya, bahkan tak jarang kedua puting imut di ujung tokednya yang sudah menegang semakin menyeplak jelas dari balik tanktopnya.

Ratna Galih yang kelahiran Djokdja pun tak mau kalah dengan liuk erotis Olla. Dia yang duduk di jok tengah sesekali dengan gerakan nakal yang sensual tak segan-segan untuk meraba dan meremasi tokednya sendiri, seakan-akan sedang memamerkan kemampuan dirinya dalam ber-striptis.

Raut wajahnya pun sangat ngacengin. Rama berulang kali mengintip tingkah laku Ratna Galih yang liar dari kaca spion tengah mobil dan artis cantik itu pun tampak cuek bebek meski dia juga tak jarang menangkap basah karyawan SinemArt yang sedang melotot juga melongo melihat aksi hot dirinya.

Dileletkannya lidah yang merah menyala itu kearah spion tengah mobil dengan gerakan mengulik sesuatu, dimana Rama tengah mupeng berat memperhatikan. Sebentar lagi pasti nafsu angkara birahi cowok bertinggi badan 175cm itu meledak menggelegar. Kontol yang berada di selangkangan Rama pun ikut menggeliat erotis mana kala dirinya terjebak didalam mobil bersama dua Bidadari cantik yang tengah horny.

“Gila lu, Rat!! Hot banget tarian lu. Anjriit, makin konak gue..” ucap Olla Ramlan dan langsung mengusap lembut menyelusuri kontol Rama sambil tersenyum bitchy.

“Uughh!!” Rama mulai melenguh, ketika lonjoran kontolnya juga diurut-urut oleh telapak tangan Olla Ramlan.

“Enak, Rama?? Hmm? Udah keras banget nih kontolnya. Hihii..” bilang Olla vulgar sembari menghisap lintingan daun surga untuk yang kesekian kalinya.

“Aduuh! Jangan melakukan pornoaksi dulu dong. Gimana sih?!” sela Ratna Galih sewot.

“Tenang, hottie..” sahut Olla.

“Auuw!! Ii..iiihh, apaan ini juga??” pekik Ratna Galih tertahan tatkala buah payudara yang mengacung mengkel miliknya kena remas oleh tangan kanan Olla Ramlan.

“Hihihiii…” kikikan iblis bertanduk Olla pun terdengar.

#######

Tak terasa Honda Freed yang mereka kendarai sudah memasuki kawasan cottage daerah Lembang. Setelah urusan administrasi beres, mereka bertiga pun berjalan kearah cottage yang berada di bagian paling belakang. Tampak juga mobil-mobil para penyewa cottage parkir berjejer rapi.

“Eh Olla. Lu duluan aja sama Rama. Gue ngadem bentar, nyegerin otak dulu yaa. Pening banget, gila. Ntar gue nyusul deh.” Keluh Ratna Galih seraya memegangi keningnya.

“Mangkanya jangan kebanyakan nyedot tadi. Huu..” balas mantan istri Alex Tian mencibir Ratna.

Rama hanya terkekeh melihat Ratna Galih yang sudah terlalu tinggi. Tangan kirinya menenteng bagpack gede yang berisi baju ganti.

“Waah, apa benar yaa? Gue akan menyetubuhi satu diantara kedua Bidadari impian gue? Moga-moga aja deh, pleasee..” harap Rama dengan gelisah.

10 (1)

450x100

Setelah membuka pintu cottage, Rama dan Olla pun segera masuk. Ruangannya luas, isinya lux, dan kamarnya juga tertata cukup rapi. Yaa iyalah, cottage kelas wahid gitu loh. Fasilitasnya pun juga komplit dong tentunya. Ada wifi, tv plasma 32inc dengan indovision , kamar mandi dalam lengkap dengan bath up hot and cold water, ranjang ukuran king size yang tampak empuk, seperangkat sofa, dan juga mini bar.

“Nyantai aja lu disini ya, Ram. Gue ganti baju dulu.”, kata Olla sambil mengerlingkan matanya dengan genit.

“Yooaa!!”

“Ngapain neeh enaknya. Ooh iya nyetel acara music aja..” gumam Rama seraya mencari channel music.

Tak berapa lama, suara music terdengar keras membisingi ruangan cottage yang mereka sewa. Rama berjalan kearah mini bar dan mengambil dua botol Guiness Stout dingin. Ditengggaknya pelan-pelan air ber-alkohol itu untuk melepas rasa dahaga.

“Huaaahh..” Rama pun merebahkan badannya diatas ranjang, dan menggeliatkan tubuhnya yang penat.

“Waah nyaman banget nih rebahan di kasur empuk setelah penuh aktivitas seharian..” gumam Rama.

Beberapa saat kemudian, Olla Ramlan terlihat keluar dari kamar mandi. Wajahnya sudah kembali segar. Dia sekarang mengenakan baju model kemben warna hijau tipis tanpa tali di pundak dan tetap setia untuk tidak memakai bra, sehingga puting imutnya pun tetap terlihat jelas tercetak.

Untuk bawahan, Olla Ramlan mengenakan women boxer yang sangat pendek, yang hanya mampu menutupi seperempat dari batang pahanya yang putih mulus. Hmm.. Bener-bener bikin konak deh tubuh sang Bidadari ini. Indah dan Menggairahkan. Olla Ramlan pun segera menuju ‘ranjang pengantin’ dengan menggoyangkan tubuh mengikuti irama lagu dari tv, sebelum akhirnya mendarat dan merebahkan tubuh wanginya yang sensual itu disebelah Rama.

“Glek!.. Gleekk!” terdengar tenggakan Guiness Stout.

“Aakkhhh, paiiit!!” suara Ola yang kepahitan langsung terdengar.

“Hehehee..” Rama terkekeh melihat raut lucu wajah Olla yang meringis dan dia segera beranjak ke kamar mandi untuk buang air kecil, bersih-bersih, sekalian mengganti celana panjang dengan celana kolor tanpa celana dalam.

Gundukan kontolnya sudah menggelembung menuntut kepastian jatah.

“Sabar yaah. Malam ini lu gue kasih tenderloin steak yang lezat, dah! Ga cuma sabun G*v aja..” gumam Rama berbicara kepada jagoan berototnya yang sudah mengeras sedari tadi.

Rama keluar dari kamar mandi dan langsung ikut merebahkan tubuh disamping Olla Ramlan.

B E R S A M B U N G . . . .

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s