METAMORFOSIS DAN POHON PALEM #7

35xdy

Bagaimanakah kisah Lintang selanjutnya ??

Marilah langsung kita simak bersama…

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@
@@@@@
@@
@

“Tapp…tapi…katanya kamu gak punya pacar…kok sekarang jadi punya ???” Tanya Lintang heran plus terbata demi menerima pernyataan Shinta.

“Sebenernya sih ada…cuman lagi berantem…yahhh jadinya menjomblokan diri sejenak di hari yang melelahkan ini….ehmmm…btw, permainan Mas Lintang boleh juga Mas…!!! Garang…hihihi” Ucap Shinta sambil melipatkan kedua tangannya di dada Lintang dibarengi dengan sandaran kepala di atas kedua tangannya yang terlipat. Sesekali hembusan nafas Shinta yang masih belum teratur membuat buah dadanya yang ranum menggesek lembut bagian perut atas Lintang.

“Owhh…I see I see !!!” Jawab Lintang manggut-manggut sok ke bule-bulean sehingga membuat Shinta menjadi gemas dan mencubit manja hidung pria yang sedang telanjang itu.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@
@@@@@
@@
@

Senin pagi yang sejuk segar. Tetes embun masih membekas di helai dedaunan yang belum sepenuhnya tersapu terik mentari. Kicau burung bersahutan mengiringi kepak sayap kupu-kupu yang pagi itu sedang sibuk mengitari setangkai bunga mawar yang mekar di depan pelataran kosan Lintang.

Lintang sudah bersedia diatas mobil katana nya dan bersiap meluncur memecah hiruk pikuk jalanan. Setiap sisi jalan semakin dipadati pelajar yang saling berpacu mengejar jam upacara bendera yang 10 menit lagi akan berlangsung.

Sekian menit kemudian…

“Permisi….!!!” Ucap Lintang di depan pintu sebuah rumah yang masih nampak hening.

“Oh Mas Lintang…ada apa nih pagi-pagi sudah nongol…awas ya kalau minta secelup dua celup…gue lagi buru-buru ngantor Mas…!!!” Ucap seorang cewek yang ternyata adalah Shinta.

“Ye….siapa juga yang mo uhu-uhu…aku mah mo nawarin kamu buat dianter kerja…!!!” Balas Lintang dengan senyum simpulnya yang menawan.

“Oalah…iya deh terserah…lagian cowok gue kalau lagi marahan gini suka ga mau nganterin gue kerja…tunggu bentar ya Mas…abis gue pakai bedak ama lipstick, kita berangkat !!!” Teriak Shnta dari dalam kamarnya yang beberapa hari lalu menjadi saksi bisu pergumulan nan seru.

Begitulah, Lintang semakin dibuat sibuk dengan rutinitas barunya untuk antar jemput Shinta. Bulan semakin lama berjalan dan semakin dekat pula hubungan mereka berdua. Tak terasa 6 bulan telah berlalu. Selama itupun Shinta dan Lintang asyik jalan bersama tanpa sepengetahuan kekasih Shinta.

Selama enam bulan pula Lintang telah lupa dengan keadaan Rika Ratih. Sesekali memang ia sempatkan sejenak bertandang ke tempat perawatan Ratih. Namun meski cinta Lintang begitu dalam terhadap Ratih, kenyataan hanya mampu membuat Lintang menanti tanpa ujung yang pasti. Kehadiran Shinta dalam kehidupan Lintang menjadi air penyejuk tersendiri bagi keresahan jiwa Lintang. Sekitar 30% dari perasaan Lintang telah berbelok dan menghembus dalam kisah bersama Shinta.

Hingga pada suatu saat…

290

450x100

“Shinta….lama sudah kita jalan bersama…mungkin sekaranglah waktunya bagi aku untuk menyatakan perasaanku kepadamu. Kamu telah tahu cerita tentang keadaan kekasihku Ratih. Aku tak ingin kau anggap aku hanya menggunakanmu sebagai pelampiasan. Jujur, aku sangat nyaman ketika dengan kamu….kamu mampu mengisi ruang kosong yang selama ini hampa dan terisi harapan semu pada penantianku yang pedih…maka, kumohon….jadilah kekasihku Shinta !!!” Lintang mengucapkan kalimat saktinya kepada Shinta yang siang itu sedang berdua bersama Lintang di sebuah cafe.

“Mas….memang gue barusan putus dengan pacar gue seminggu yang lalu!!! tapi bukan berarti gue lantas akan menerima Mas jadi kekasih!!….punya kekasih itu berat Mas…!! Gue trauma…mending seperti kita selama ini, tanpa ikatan…tapi bisa jalan bareng…makan bareng…nonton bareng…bahkan have fun in sex section juga bisa !!!” Balas Shinta sambil mengerutkan dahinya.

“Tapi…aku butuh kepastian Shin !!!….sampai kapan kita seperti ini??? apa kamu gak pingin nikah suatu saat nanti ???” Sergah Lintang dengan serius.

“Apalah arti pacaran Mas jika nantinya juga putus lagi putus lagi !!!…kita jalani aja ya Mas…kita lihat nanti apa kita berjodoh hingga pernikahan ataukah tidak !!” Imbuh Shinta bernada menasehati. Lintang hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya.

“Tapi Shin…tapi…” Serang Lintang seakan tidak terima dengan jawaban Shinta yang terdengar kurang nyaman di telinganya.

“Sttt !!!…jangan berisik….gak enak di dengar orang!!!” Bisik Shinta sambil mengisyaratkan jari telunjuk di depan bibir seksinya.

“Shin aku…aku…” Serobot Lintang dengan muka yang semakin masam.

“Hemmm….!!!” Jawab Shinta dengan sekali lagi mengisyaratkan jari telunjuknya namun kali ini di depan bibir Lintang sembari Shinta menggeleng-gelengkan kepalanya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@
@@@@@
@@
@

Malam semakin larut ketika terlihat seorang cewek cantik sedang termenung sendiri sambil bersila diatas kasur kamarnya. Potongan celana pendek bermotif hawaii yang membungkus paha bagian atasnya terlihat semakin terangkat keatas akibat posisi duduk bersila. Paha yang putih mulus tanpa noda terlihat begitu berisi dan indah dipandang mata. Lilitan kaos berbentuk kemben terlihat menantang dan menyuguhkan tonjolan buah dada montok di balik lilitannya. Celah sempit di antara dada atasnya menunjukkan sebuah lorong sempit menggiurkan.

Gadis itu semakin merenung. Sebentar kemudian terlihat ia merebahkan diri dengan bertelekan kedua tangan di balik tengkuk. Nafasnya terlihat teratur meski sesekali di selipi helaan panjang seakan sedang menyimpan kegundahan. Setiap kali ia menghela nafas panjang, dinding buah dadanya terlihat meregang lebar dan membuat busungan buah ranum semakin terlihat membesar memndesak.

“Mas Lintang…mengapa nasib cinta mu demikian menyedihkan…??, dulu ku tolak kamu…trus dijebak dalam kisah Sonya, nah sekarang…bersama Rika juga kamu tersiksa…aku sangat prihatin menyaksikan kisahmu!!” Bisik hati gadis manis yang sedang berada di dalam kamar tersebut sembari matanya nanar memandang langit-langit kamar berwarna putih bersih yang sama sekali tidak indah.

“Seandainya dulu ku terima kamu…tentu kisahmu tak akan sesulit ini sekarang!!!…Ehmm…..Apa aku harus kembali padanya dan memintanya menjadi kekasihku???…Kulihat perjuangannya dalam cinta sungguh kuat. Menyesal rasanya diriku tak menerimanya waktu itu !!”

“Inikah jalan untuk ku agar bisa bersama dengannya???….haruskah aku berlari mengejar kamu…??”

Haruskah aku berlari mengejar kamu…
bila ku cinta padamu…
seribu cara tuk buktikan kepadamu…
bahwa ku sayang padamu…

Bait-bait lagu ST-12 seperti menggema di dalam gendang telinga gadis manis yang sedang terpaku itu. Gadis itu adalah Citra yang telah lama jauh dari kehidupan Lintang. Namun bukan berarti mereka tak pernah saling ketemu, setiap hari bahkan mereka punya kans untuk bertemu di kampus ungu.

“Aku harus segera datang padanya !!!” Tekad Citra membulat sebulat buah dadanya yang indah menggetarkan lubuk sukma.

“Uhhhmm…tapiii…gengsi juga kalau harus menjilat ludah sendiri….lagian…aku kan dulu bilang udah punya tunangan..!!!Uhh gimana nihh…?? sebelll…!!” Gumam Citra memasang muka cemberut namun tetap saja terlihat cantik.

Citra menerawang membayangkan peristiwa penggigitan Konkon Lintang olehnya. Tiba-tiba darahnya terasa berdesir. Bayangan Konkon yang besar dan keras itu begitu menerobos alam nafsunya. Citra menjadi tersenyum-senyum sendiri membayangkan batang unik Lintang. Tak sadar, Citra menggerayangi sendiri bagian tengah celana hawaii nya. Lamunan terhadap batang kekar Lintang telah mampu membuat api gejolak birahi Citra menyala.

7ebcf909td2725adc960e690

300x250

Dengan lembut ia belai permukaan Meymeynya yang masih tertutup celana pendek. Tangannya yang lain mulai meremas buah dada montoknya dengan lembut pula. Tak puas melakukan itu, dengan cepat ia lucuti semua pakaiannya tanpa sisa. Ia remas kembali bukit menjulang di dadanya dengan penuh perasaan. Bersamaan dengan itu, ia juga menggosok dan membelai lembut dinding Meymeynya yang mulai berdenyut-denyut terangsang.

Kaki Citra terlihat menggelepar-gelepar menikmati perlakuan magis dari kedua tangannya. Kepalanya sesekali terdongak dan mendorong buah dadanya semakin membusung setiap kali desiran nikmat birahi mengalir di tubuhnya.

Tangan Citra yang sedang bermain di area terlarang yang terletak diantara dua kakinya terlihat semakin bersemangat. Meski ia tak berani merogoh ke dalam dengan jarinya, namun gosokan intensif semakin meningkat. Dan bahkan sekarang telah beranjak menuju kepusat klits yang ada di puncak labia.

“Hemmhh…..” Citra mengerang tertahan. Ia berusaha menyembunyikan desahannya agar tak nyata terdengar keluarganya di luar kamar sana.

Kedua paha sekal putih yang sedang mengapit daging nikmat Citra terlihat mengejang. Dengan sekuat tenaga ia membuka lebih lebar kedua paha itu agar aksi individunya di area nikmat semakin leluasa dilakukan.

Sekitar 10 menit berselang, kedua paha itu seperti tak kuasa lagi untuk dibuka lebih lebar. Seketika itu juga, kedua paha indah putih Citra menjepit erat tangan Citra yang sedang asyik menggosok klits dengan kecepatan Tinggi.

“Auwwhh….ahhhh…!!!” Citra menghentak-hentak. Orgasm ia raih dengan ber solo karir. Matanya sayu menikmati rasa yang tak bisa diungkapkan. Nafasnya memburu, keringatnya bercucuran membasahi kening, leher hingga mengalir ke dua buah dada montoknya sehingga terlihat begitu mengkilat menggoda. Hentakan itu juga membuat sang buah dada bohay bergerak-gerak stasis. Pemandangan yang sangat menggairahkan dan memukau.

Sesaat kemudian Citra terdiam diliputi rasa lemah di sekujur tubuhnya. Pikirannya kembali terasa fresh. Sejenak ia kembali berpikir pada rencana yang sedari tadi ia pikirkan.

“Tapi….mungkin aku perlu sedikit nekad….nekad nolongin perasaan Lintang…nekad juga memilih jalan bersama Lintang !!!…hidup kan pilihan….mau jalan ke kanan, ke kiri, maju kedepan, atau juga mundur lagi kan terserah kita sendiri-sendiri….!!! Sergah sisi hatinya yang lain. Citra seperti sedang menyaksikan kedua sikapnya sedang bertarung mempertahankan aspirasi putih masing-masing.

“Mungkin lebih baik aku besuk Rika dulu saja…sambil melihat keadaannya, mungkin aku bisa mendapatkan satu ketetapan hati untuk melanjutkan derap langkah hati yang telah ada namun belum terarah dan tertuju!!!” Ungkap Citra dalam hati saja.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@
@@@@@@
@@
@

Disudut kota yang sama namun di lain lokasi nampak seorang pria tegap dan ganteng sedang asyik menggenjot tubuh seksi diatas sebuah ranjang hingga menimbulkan derit di ranjang yang terbuat dari besi.

Dalam posisi konvensional, sang pria menyodok bertubi-tubi Meymey si cewek bertubuh telanjang seksi yang sedang telentang dengan mata terpejam. Buah dada yang besar dan montok bergoyang-goyang seperti hendak terlempar dari tempatnya akibat goyangan keras di tubuhnya. Batang Konkon yang besar dan berurat berkali-kali menghujam dalam ke rongga nikmat di bawah selangkangan si gadis seksi. Namun si gadis hanya diam tanpa suara. Matanya terpejam seperti sedang tidur.

“Uhh..uhh…Sonya…enak sekali Meymey muu..uhhmm!!!” Teriak pria yang menindih tubuh cewek yang ternyata adalah Sonya itu. Namun Sonya tetap saja hanya diam. Hanya goyangan buah dadanya yang terlihat meliuk menggemaskan.

Si pria segera menyambar bukit dada montok itu dan meremasnya dengan keras penuh kegemasan tingkat tinggi. Sebentar kemudian ia menyorongkan tubuhnya lebih maju dan mencaplok bukit indah Sonya yang menjulang. Variasi antara gerakan menggenjot dan kuluman bibir di buah dada Sonya terlihat begitu mempesona. Si pria seperti tak mau melewatkan segala keindahan dan kenikmatan yang terpampang bebas di hadapannya.

Tusukan dan kuluman terus saja terjadi hingga hampir 5 menit berselang. Sonya masih dalm posisi mata terpejam tanpa menyuarakan desahan atau rintihan apapun. Sangat kontras berbeda dengan kebinalan Sonya saat meraih puncak nafsu bersama Pak Eko dahulu. Kala itu Sonya terlihat begitu agresif dan aktif.

Si pria yang masih asyik menggarap tubuh Sonya sepertinya tak peduli pada aksi tutup mulut yang dilakukan Sonya. Namun dari kerut di dahinya, terlihat bahwa ia telah menangkap kejanggalan itu. Dengan tusukan yang semakin cepat dan keras, sang pria berusaha meraih puncak klimaksnya.

“Ahhh Sonya….akuu tidak tahannn….”

“Ahh ahhh……!!!!” Si Pria serta merta mencabut Konkon dari Meymey Sonya dan mengocoknya diatas buah dada besar Sonya yang bergerak-gerak seiring irama nafas Sonya. Dalam hitungan detik, cairan putih kental telah menyembur dan menyemprot-dot-com buah dada besar montok Sonya. Si pria menggeram tak jelas saat mendapati klimaksnya telah tiba di gerbang kemerdekaan.

Suasana hening sejenak. Si pria terlihat sedang merebahkan diri di samping tubuh seksi Sonya. Mata Sonya terbuka sejenak untuk melihat lelehan sperm yang sepertinya mengalir dari bongkahan buah dadanya menuju tepian leher jenjang miliknya.

“Sonya…kenapa sih kamu diem aja !!!” Tanya si pria mengawali percakapan sambil mengajak Sonya untuk duduk.

“Gak apa-apa Mas Bima!!” Sahut Sonya terhadap pria didepannya yang ternyata adalah Bima.

“Jangan di tutup-tutupi ah..!!! sejak kita jadian…belum pernah tuh yang namanya kita menikmati making love panas…aku berasa sedang meniduri patung !!!…ekspresi kamu ga ada Sonya !!!”

“Sepertinya kamu terpaksa ya ngelakuin ini semua ??? atauu….jangan-jangan….jadian sama aku juga terpaksa ???!!” Sergah Bima datar namun menusuk dalam.

Sonya kaget dan memandang wajah pria yang sedang duduk di depannya. Namun sesaat kemudian wajah Sonya tertunduk tanpa berucap. Mulutnya seperti kelu dan terkunci.

“Sonya !!! dengerin aku !!!” Ucap Bima lagi sambil memegang kedua bahu Sonya.

“Aku tahu bahwa kamu pernah mencintai Lintang dengan amat sangat…atau bahkan sekarang pun masih…!!! Jadi menurut aku…mending kamu kembali saja pada cita-cita luhurmu itu untuk mendapatkan Lintang. Dan lagi, Lintang saat ini sedang dalam kondisi hampa. Siapa tahu kehadiranmu akan menjadi penyejuk bagi dahaga cintanya!!!….aku sih gak apa-apa…selama cewek yang aku cintai bahagia…bahkan bahagianya dengan sahabatku sendiri yang sangat ku percaya dan kupahami semua karakternya…aku tak masalah !!!….lagian apa enaknya main kuda-kuda an sama patung yang bisanya dieeemmm aja !!!” Tandas Bima tegas.

Sonya semakin tertunduk tanpa mampu memandang wajah teduh Bima yang sebenarnya tak kalah rupawan dibanding wajah Lintang.

“Sonya….lebih baik kita kunjungi Rika dan kita lihat keadaannya…jika memang masih tak ada perkembangan bagi kesadaran Rika, maka segera datanglah kepada Lintang!!…penuhilah pundi-pundi cinta kalian berdua dengan air kesejukan…meski awalnya sakit bagi ku…tapi ini adalah pilihan tepat bagi kebaikan kita bersama !!!” Imbuh Bima dengan masih dalam rona wajah penuh ketegasan yang membuat Sonya bergidik dan mengkerut.

7ebcf909td2725affea83690

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

Siang hari yang cukup terik. Beberapa burung masih sanggup melayang diatas sana meski panas matahari tentu akan membuat panas sayap-sayap mereka. Di sebuah lorong di Rumah Sakit Jiwa, Citra sedang berjalan bergegas menuju kamar inap Rika.

Disebuah persimpangan lorong, Citra terhenyak. Hampir saja ia bertubrukan dengan dua orang pasangan muda yang sepertinya juga sedang bergegas. Citra memandang wajah kedua pasangan itu dan kembali terkaget.

“Nona Sonya…!!!” Ucap Citra dengan nada heran.

“Lho Citra???!!” Balas Sonya juga dengan wajah kaget.

Singkat cerita, mereka bertiga akhirnya melangkah bersama menuju kamar Rika yang sudah tidak jauh lagi dari tempat mereka berhenti tadi. Tiba di kamar, mereka mendapati Rika sedang duduk mendekap kedua lututnya di pojok ranjang. Sontak suasana haru dan trenyuh menghembus pelan tapi pasti di setiap relung ketiga tamu Rika tersebut. Tak kuasa melihat semua itu, Citra terlihat mulai menangis haru. Begitu juga Sonya, ia seperti sedang membayangkan jika dirinya yang ada di posisi Rika, tentu akan menyedihkan sekali.

“Haruskah aku merebut kekasih cewek yang sudah lemah ini???….betapa teganya diriku jika melakukan itu !!!…apakah itu bukan namanya mencari kesempatan dalam kesempitan…!!! hiks…hikss…aku sungguh keterlaluan !!!” Bathin Citra sembari menahan tangisnya.

Begitu pula dengan Sonya. Rasa cintanya kepada Lintang yang besar seperti sedang menghadapi tembok tinggi menjulang. Kembali ia berpikir tentang pengandai-andaian jika ia yang sedang dalam posisi Rika. Sepertinya ia tak akan sanggup menjalani semua itu.

“Rika !!!…sadarlah!!!” Bisik Citra lembut.

“Rika….!!” Ucap Sonya mengikuti ucapan Citra.

Rika hanya diam. Namun suara Citra dan Sonya yang sepertinya sangat dikenal Rika agak mengusik telinga Rika. Sedikit Rika menoleh dan mencari tahu darimana suara itu berasal.

“Rika !!!”

“Rika…..”

“Rika…apa kamu ingat tentang kelakuan kamu saat jahil dan usil terhadapku dulu ???” Ucap Citra berusaha menggugah ingatan Rika dengan mengulas kembali kisah lama. Sepertinya cara itu cukup efektif. Dengan cepat Rika menoleh kearah Citra namun dengan pandangan yang masih kosong. Melihat itu, Citra dan Sonya saling berpandangan. Kemudian mereka seperti mengerti apa yang harus dilakukan. Terlihat mereka berdua mengangguk seperti sedang menyepakati sesuatu.

“Heh cewek rese !!!…Jahil banget jadi anak ya!!!” Bentak Sonya terhadap Rika dengan nada tinggi. Rika terlihat mengerutkan kening seperti sedang berusaha berpikir tentang sesuatu.

“Nih lihat celanaku…bekas tempelan permen karet akibat kelakuan jahil kamu dulu !!! Imbuh Citra sambil menunjukkan bagian pantat semoks nya.

“Heh lu…berani-beraninya ya membongkar rencana gue ke dewan dosen !!!” Bentak Sonya lagi dengan kasar.

“Kamu bilang kalau aku kamseupay….kamu tuh yang kamseupay !!! ndeso !!” Ucap Citra saling menimpali dengan ucapan Sonya.

“Dasar cewek ga berpendidikan !!! Jangan sok jadi pahlawan deh…pakai acara nyelametin Lintang segala !!!” Tambah Sonya menarik perhatian Rika.

“Hehh kamseupay…pantesan aja kamu ga dapet-dapet cowok…jutek gitu minta cowok !!! Hahaha” Lanjut Citra berusaha meledek dan tertawa meski sulit dilakukannya dalam keadaan murung seperti itu.

“Arrrrggggghhhhh….sudahhhhh !!!!”

“Citra…!!! Nona Sonya !!!…cukup sudah !!! Apa-apaan sih kalian ini ngomel terus !!!” Tiba-tiba Rika berteriak nyaring dan menyebut nama para pengunjung di kamarnya itu.

“Wahhhh….horeeee!!!!! berhasil…berhasil!!!” Teriak Citra dan Sonya hampir bersamaan. Rona kebahagiaan terpancar tulus dari masing-masing wajah di kamar itu.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@
@@@@@
@@
@

Susana kos yang lengang. Hanya suara jendela lapuk di sisi gudang yang berderit tertiup angin. Sayup terdengar suara desahan dan rintihan yang sahut menyahut.

Didalam kamar kosan, terlihat Lintang sedang sibuk menindih tubuh Shinta. Kedua senjata unik mereka bertemu. Batang Lintang menghujam dalam diselingi suara desahan dan rintihan nikmat dari bibir keduanya.

“Auhh Mas….aduhh enn..nakk!!” Rintih Shinta memancing birahi Lintang semakin menanjak tinggi.

“Ehmmm…punya kamu juga seret nikmat Shin uhhh!!” Balas Lintang dengan terengah.

moonhug.com_2016-01-17_04-48-47

160x600

Posisi konvensional kini berubah menjadi posisi Lintang memangku Shinta dengan berhadapan. Batang besar Lintang melesak kembali merogoh dinding-dinding pejal di dalam Meymey Shinta.

“Auhh…..” Shinta semakin meraung dan meraung.

Kecipak pergesekan Konkon dengan Meymey yang di aliri cairan kenikmatan begitu terdengar menyeruak sensual. Desahan, raungan, rintihan kenikmatan silih berganti terucap mengecap rasa nikmat yang tiada tara.

TOK..TOKK.TOKK!!!
(Suara pintu diketuk)

Suara ketukan pintu tak pula didengar oleh Lintang maupun Shinta yang sedang di mabuk nafsu angkara murka. Mereka juga telah lupa bahwa pintu belum sempat terkunci saat mereka masuk kamar tadi. Mereja hanya sibuk memacu hasrat untuk menggapai puncak gelegak nafsu.

CEKLEKK…KRIETTT…
(Suara pintu dibuka)

“A….aaa…Akang Lintanggg !!!” Teriak sebuah suara yang sangat khas dan sangat dikenal Lintang. Lintang segera menoleh ke arah suara itu berasal. Diujung pintu telah berdiri seorang cantik Rika Ratih dengan tatapan benci se benci bencinya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@
@@@@@@
@@@
@

Kini hancur berderai…
kesedihan berantai…
kuncup dihatiku…
yang lama kusimpan…
hancur kini sebelum terkembang…
(lirik dari lagu nostalgia tempo doeloe).

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s