Tepian Hati : Mountain D(r)ew #2

b31“ Met pagi sayang.. “ Cheryl mencium kening Rey yang baru saja terbangun dari tidurnya pagi itu, dia hanya mengenakan kimono mandinya sambil memeluk Rey. Suasana pagi yang sejuk, embun pagi yang berlabuh diatas daun jendela, hamparan perkebunan teh yang menghijau menjadi pemandangan yang indah dari jendela kamar, dari kejauhan juga terlihat petani-petani teh yang tengah sibuk memetik teh di pagi hari.

Dilehernya terpasang kalung indah pemberian Rey semalam, dengan tersenyum kecil Rey membalas ciuman Cheryl, mengambil celana pendek dari dalam tasnya dan duduk di kursi sofa yang menghadap ke arah teras kamar itu,

“ Kamu ga dingin ?? “ Tanya Cheryl pada Rey yang tak mengenakan pakaiannya, dia membawa nampan berisi makan pagi untuk mereka berdua, beberapa lembar roti panggang dengan 2 cangkir teh manis hangat.

“ Enggak koq, ga dingin.. dingin sih dikit,, “ Rey mengusap-usap matanya yang masih mengantuk sambil tersenyum

“ Pakai ya bajunya, “ Pinta Cheryl “ Kamu mau selai apa ? Strawberry, kacang atau coklat ?? “

“ Iya dech,.. “ Rey mengambil kaus di dalam tasnya sebelum kembali duduk dan mengunyah roti bakar dengan selai coklat yang dibuatkan oleh Cheryl, Ada sebuah kalimat tanya dalam wajah Cheryl tapi Rey membiarkannya, dia menunggu Cheryl berbicara dengan sendirinya.

“ Kamu dingin sayang ?? “ Tanya Cheryl sambil menyentuhkan telapak tangannya di wajah Rey, hidung Rey yang memerah.

“ Dasar kamu sayang… “ Ucap Rey sambil tersenyum, mengesekkan tangannya hingga hangat dan menempelkannya ke wajah Cheryl

Keduanya berpandangan, senyuman tulus keduanya yang begitu hangat, perlahan Rey mendekat mencium bibir Cheryl dengan begitu hangat, tak menolak…Cheryl tak menolak ciuman itu, tangannya yang tetap menyentuh pipi Rey dengan begitu mesra, perlahan ia melepaskan sentuhannya itu, memeluk Rey dengan begitu eratnya.

Rey merasakan bagaimana airmata Cheryl membasahi pipinya..

“ Kenapa sayang ?? “ bisik Rey, membelai halus kepala Cheryl, memeluk gadis itu erat-erat

“ Rey… “ Jawab Cheryl tertahan..

“ Hmm sayang ?? “ Jawab Rey dengan pasti, ia seolah tahu apa yang akan dikatakan oleh Cheryl

Ia tahu apa yang mungkin akan Cheryl katakan, hanya berusaha membodohi dirinya.

Cheryl melepaskan pelukannya, menatap Rey dengan mata memerah karena tangisannya, bersimpuh di depan Rey yang menatap Cheryl dengan pandangan penuh kehangatan, Cheryl tak mampu menatap wajah Rey..

Rey berusaha menarik lagi Cheryl dalam pelukannya, kali ini Cheryl menolaknya, ia menahan tangan Rey, menarik tangan itu ke dadanya perlahan sebelum berucap.

“ Rey.. kita putus.. “ bisiknya sambil membuang wajahnya, tak mampu menatap wajah Rey lagi.

Keduanya terdiam terpaku tak ada satupun kata yang terucap, tak ada jawaban, tak ada lagi kehangatan yang tadi tercipta oleh keduanya, hanya kesunyiaan dalam dinginnya pagi, butiran embun yang menetes dari dedaunan sentuhan angin yang berlari di antara keduanya tak mampu memberi sebuah jawaban atas apa yang mereka katakan.

Diam tanpa sebuah jawaban.

##

“ Ich makan sendiri ga nungguin aku.. “ Kata Jack sambil duduk di samping Angel yang tengah menyantap makan siangnya, 3 buah siomay dan 2 kentang dengan sedikit kecap dan saus.

“ Aku kira kamu masih ada kelas, bukannya kamu ada kelas sampai jam 3 ya ?? “ Tanya Angel sambil melirik jam tangannya, baru pukul 1 lewat 15 menit “ Kamu bolos ya ?? “ tanyanya lagi

“ Ah enggak, kata siapa.. dosen aku ga masuk.. “ Jack beralasan sambil berusaha merubah topic pembicaraan, “ Kamu aneh banget ga pake saus kacang sih ?? “ tanya Jack melihat piring Angel yang berisi siomay tanpa saus itu.

“ Jawab dulu, kamu bohong ya.. “ Angel melirik Jack dengan tatapan curiga.

“ Iya dech, aku bolos ga masuk pelajaran abis aku kangen sama kamu.. “ Jawab Jack sambil membuka mulutnya meminta Angel menyuapinya siomay.

“ Tuh kan, kamu tuh suka banget bolos.. aku paling ga suka kamu bolos-bolos gitu, jangan bolos lagi ya.. janji.. “ Pinta Angel sambil menyuapi Jack

“ Iya dech, aku janji.. enak ya siomaynya.. “ Jack membuat tanda peace dengan jarinya sambil mengunyah siomay.

“ Kamu mau ?? aku pesenin ya ?? “ tawar Angel

“ Boleh dech, jangan banyak-banyak ya.. ga pake saus tapi kecapnya banyak.. “ ingat Jack sambil mencomot satu lagi siomay di piring Angel.

“ Iya bawel.. aku dah apal kebiasaan kamu.. “ kata Angel sambil tersenyum dan berjalan ke booth penjual siomay.

Terdengar sedikit keriuhan saat seseorang memasuki cafeteria itu, dia duduk di bangku sudut sementara beberapa orang mendekatinya, sekedar bercengkrama dan meminta fotonya. Gadis itu Karen yang kebetulan datang ke kampus untuk mengurus administrasi dan absensinya setelah berkali-kali tidak mengikuti pelajaran karena kesibukannya.

“ Eh.. itu Karen loh.. Karen.. “ Angel terlihat antusias sambil membawakan siomay milik Jack, Jack melirik ke belakangnya, sesaat dia menjadi salah tingkah namun berusaha sewajar mungkin di depan Angel.

“ Temenin aku yuk, aku mau foto bareng nih.. “ Pinta Angel pada Jack sambil menarik tangan Jack manja.

“ Ah ga mau ah, ngapain sih malu tau.. biarin aja tuh dia orang norak gitu kamu jangan ikut-ikutan.. “ Jack lebih sibuk meremas jeruk nipis banyak-banyak di atas saus kacang.

“ Aaaahhhhhhh.. ayo donk, kamu juga ngfans kan sama dia, ipod kamu aja isinya foto dan video dia, suka malu-malu sih… “ Angel mencubit sambil menarik paksa Jack.

b28

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

Mau tak mau, agar Angel tak curiga Jack terpaksa mengikuti maunya Angel mereka ikut berkerumun bersama beberapa orang yang tampak antusias dengan kehadiran Karen di tempat makan itu, beberapa kali Karen terlihat melayani permintaan mereka untuk berfoto bersama dengannya, meski terlihat sedikit letih tapi dia memaksakan diri tersenyum meski masih mengenakan kacamata hitam di wajahnya.

“ Ci boleh foto bareng ga ?? “ Tanya Angel polos pada Karen sambil memberikan tangannya untuk bersalaman dengan Karen, Karen hanya tersenyum sesaat sambil melayani permintaan foto dari yang lain, dia membalas jabatan tangan Angel sebelum sesaat terkejut melihat sosok yang berdiri di belakang Angel, dia menahan dirinya berusaha tersenyum sebisa mungkin meski ada rasa penasaran dalam hatinya, terlebih melihat Jack yang terlihat begitu acuh dengan dirinya.

“ Boleh boleh, sebentar ya selesai ini aja supaya kita bisa ngbrol-ngbrol juga “ Jawab Karen seramah mungkin pada Angel yang membalasnya dengan senyuman lebar melihat Karen yang begitu ramah pada penggemar seperti dirinya.

“ Sory ya, makasih banget.. tapi aku mau makan dulu nanti disambung lagi ya “ Pinta Karen sopan pada penggemarnya sambil menunduk kecil, penggemarnya itu mengerti dan memberikan Karen ruang untuk beristirahat, sebagian kembali ke kursinya sementara beberapa dari mereka ada yang keluar dari cafeteria itu.

“ Siapa namanya tadi ?? “ Tanya Karen sambil meminta Angel duduk di sebelahnya

“ Angel Ci.. hmm boleh foto kan ?? “ Tanya Angel sambil mengeluarkan ponsel dari tasnya.

“ Boleh-boleh.. minta tolong orang aja fotoin ya.. “ Kata Karen membuka kacamatanya, kecantikannya terpancar dengan begitu indah dengan goresan make up sederhana, Angel terlihat begitu terkesima dengan kecantikan Karen, meski sebenarnya kecantikan Angel tak kalah dengan kecantikan Karen, hanya tipe kecantikannya yang berbeda, kecantikan dalam kepolosan dengan mata yang begitu jernih adalah kecantikan yang dimiliki oleh Angel berbeda dengan kecantikan glamour yang menjadi kelebihan Karen.

“ Sini aku aja yang fotoin.. “ Tawar Jack yang akhirnya bersuara

“ Jangan, kamu ikut aja foto, kan kamu juga ngfans sama Karen.. “ Angel malah menarik Jack duduk disampingnya,

“ Ah enggak lah,.. “ Jack berkeras.

“ Temennya mungkin ga mau .. “ Ucap Karen sedikit cetus

“ Ga koq, dia juga ngfans sama cici.. “ Angel menarik Jack lagi, dan meminta salah seorang tukang minuman untuk membantu mengambil gambar mereka bertiga.

“ Aku makan dulu ya.. “ Jack bergegas angkat kaki dari meja itu, tapi lagi-lagi Karen mencegahnya dengan sengaja

“ Makan disini aja, temenin aku ya.. “ Pintanya pada Angel

“ Boleh ci ?? “ Tanya Angel dengan antusias, sementara Karen mengangguk kecil sambil memesan makanan pada salah satu tukang makanan yang ada disitu.

Angel berjalan mengambil piring dari mejanya dan membawa serta piring milik Jack agar menemaninya duduk di meja Karen, Angel tulus hanya berfikir bahwa Jack memang seorang penggemar Karen sama seperti penggemar Karen lainnya dan kesempatan saat Karen bisa begitu ramah dengan keduanya jelas tak boleh di sia-siakan oleh mereka berdua.

“ Temennya ?? “tanya Karen Bertanya pada Angel yang duduk di depannya sekarang

“ Hmmm pacar aku ci.. “ Angel tersenyum, ada sedikit rasa bangga di wajahnya

“ Oh pacarnya,.. siomay ya itu ? ga pakai saus, tapi pakai banyak kecap dan jeruk nipis.. “ Katanya sambil melirik kearah piring Jack yang tengah menyantap makan siangnya tanpa sedikitpun melirik kearah Karen.

“ Lah koq tau sih ?? “ Tanya Angel tanpa sedikit pun curiga

“ Keliatan warnanya sampai hitam gitu.. “ canda Karen, mana mungkin dia lupa dengan kebiasaan Jack.

“ Kamu bukannya ada kelas ?? “ Potong Jack, berusaha mencari alasan untuk secepatnya pergi dari tempat ini.

“ Ga koq, aku kan udah selesai hari ini.. tapi tugas aku banyak nih “ Keluh Angel sambil meminum minuman yang dibelinya tadi.

“ Yawda, aku temenin beresin tugas yuk, sebelum aku latihan nanti sore.. “ Ucap Jack berdiri sambil mengangkat tasnya.

“ Aduh.. “ , “ Sory ya ci.. “ Angel tak enak dengan cara Jack mengajaknya pergi yang agak sedikit memaksa,

“ Yawda gpp semangat ya ngerjain tugasnya.. “ Karen tersenyum lebar, sementara Jack menarik Angel dengan cepat meninggalkan Karen tanpa mengatakan sepatah katapun.

b35

300x250

“ Gimana ini Ry, gila susah banget lagunya.. “ Ucap Edison sambil memainkan gitarnya lagi, kali ini dia kembali mencoba memainkan lagu itu dengan lebih lambat.

“ Ga bisa Di, tappingnya harus agak cepat, susah sih soalnya ini chord piano, dipaksa ke gitar.. “ jelas Ryan sambil mencontohkan cara memainkan lagu itu.

“ Itu dia, gmana ini ?? tinggal 7 jam lagi dan gw belum lancar juga, “ ucap Edison sambil melirik jam di dinding.

“ Ya gimana ya, lagu ini emank susah banget, apalagi loe juga baru bisa main gitar, “ Ryan berhenti memainkan gitarnya, berfikir bagaimana pemecahannya. “ atau gini aja, kita rekam aja dulu.. lagu ini beneran susah Di, apalagi pakai gitar.. “

“ Duh jangan direkam donk, lebih keliatan ga tulus.. “ celoteh Edison

“ Ya bener sih, yawda yang penting kita usaha maksimal aja, heran gw Jess bisa bikin lagu klasik kaya gini, dan emank bagus banget lagunya.. “ Puji Ryan, dia sendiri kesulitan memainkan lagu ini, padahal dia mengenal music sejak jaman SMP dulu, tetap tingkat kesulitan lagu ini cukup tinggi untuknya, terlebih Edison belajar lagu ini dari 0 selama 3 minggu dan dia benar-benar awam soal music, dan untuk bisa memainkan lagu ini sampai tingkat ini saja sudah sangat bagus.

“ Inget jari loe, udah kapalan semua gitu “ Ingat Ryan melihat Edison yang makin gusar karena waktu yang makin mendesak

Edison mengangguk.. dan kembali berkonsentrasi dengan permainannya saat seseorang mengetuk pintu rumahnya.

“ Gw aja yang buka.. “ Celetuk Ryan sambil bangkit berdiri, menaruh gitarnya di samping dan berjalan kearah pintu.

Dan sebuah pukulan melayang seketika Ryan membuka pintu rumah Edison, Ryan terjatuh sementara Rey terlihat begitu emosional menyerang kearah Ryan yang tengah terjatuh, melayangkan satu pukulan lagi dan
Edison yang berusaha melerai malah terkena pukulan Rey tepat diwajahnya.

“ Ah gila, kenapa jadi gw yang dipukul.. “ Edison meringis kesakitan, bangkit berdiri dan melerai Ryan yang berusaha bertahan dari serangan Rey..

“ Apa-apaan sih loe Rey ?? “ Ryan menahan pukulan Ryan dengan tangan yang menutupi wajahnya.

“ Loe yang apaan-apaan bangsat!!! “,” Gw ga nyangka orang yang gw anggep saudara malah bisa begini ke gw.. “ Tegas Rey

Ryan kali ini berusaha membalas pukulan rey, dia ingin agar Rey sedikit tenang, dengan sigap dia menahan pukulan Rey dan melancarkan pukulan pada Rey.

Edison yang melihat bagaimana Ryan malah berusaha membalas Rey, berusaha melerai dia kembali melompat masuk dan tak ayal justru pukulan Ryan memukul wajah Edison lagi. Rey yang melihat Ryan yang membalas pukulannya malah menjadi kian emosional dan kembali memukul sayangnya kali ini pukulannya malah kembali mendarat telak di wajah Edison.

“ Duh mati gw begini.. “ Edison meringis kesakitan, dengan segera dia bangkit dan memukul Ryan dan Rey.. keduanya yang tak siap dengan serangan Edison terjatuh dan sedikit terpisah.

“ Kenapa sih loe bedua ?? “ Tanya Edison sambil memegangi wajahnya yang memar dan sedikit berdarah.

“ Loe tanya sama temen loe itu.. apa yang dia lakuin ?? “ Bentak Rey

“ Loe yang apa-apaan, langsung mukul orang begitu “ Ryan tak mengerti kemarahan Rey

“ Kenapa sih Ry ?? Loe nyolong mobil di dealer Rey ?? “ Tanya Edison bodoh..

“ Udahlah, gw ga mau berantem di tempat loe Di.. “ Rey malas menanggapi kebodohan Edison

Dia berdiri dan berjalan keluar.. “ Ati-ati aja mungkin Jessica juga bakal diembat sama dia “ Rey sengaja mengatakannya dengan suara keras agar Edison dan Ryan mendengarnya

“ Ry,, Cheryl ?? “ Tanya Edison.. dia tahu masalah ini karena Ryan mengatakannya pada Edison

“ Gw ga tau Di, sory loe jadi berdarah gitu.. “ Ucap Ryan bangun dan mengambil ponsel dari kantungnya, memencet nomor dan menelepon.

“ Gw cabut dulu ya.. sory banget.. “ Ryan mengambil gitarnya dan masuk ke dalam mobilnya berjalan pergi dari rumah Edison.

b12

150x300

“ Loe tuh kenapa sih Cher.. kenapa ?? “ Tanya Ryan dengan gusar pada Cheryl sambil menutup matanya dengan kedua tangan, sementara Ryan terlihat begitu marah, sambil menjatuhkan dirinya diatas ranjang.

“ Sory ry, sorry aku bener-bener ga nyangka Rey bisa ngelakuin ini semua. “ Cheryl memberikan alasan.

“ Ya ya ya.. Cher masa kamu ga bisa sih, sedikit aja mahamin karakter Rey, kalian udah pacaran berapa lama.. “ Ucap Ryan, “ Coba liat sekarang, dengan seenaknya loe mutusin Rey, dan tau sendiri gimana dia kalau udah marah. “

“ Aku… aku cuma berfikir ini yang terbaik.. “ Ucap Cheryl datar

“ Terbaik buat kamu, bukan buat Rey.. “ Pungkas Ryan. “ Liat sekarang Edison juga ikut kebawa-bawa.. “

“ Iya, nanti aku minta maaf, aku jelasin semuanya ke dia. “

“ Ga sesederhana itu sekarang Cher, ga sesederhana itu “ ucap Ryan

“ Kenapa sih ?? Apa sesusah itu cowo kalau cewe yang memutuskan hubungan ?? harus cowo yang memutuskan sebuah hubungan ?? “ Cheryl membela diri, ia mulai menangis

“ Bukan Cher, bukan masalah siapa yang mutusin hubungan, tapi kamu ga pernah kasih sebuah alasan buat Rey, ga ada alasan sama sekali dan kamu dengan mudahnya mutusin dia.. “ Jelas Ryan sedikit melunak

“ Dia tau Ry, dia tahu kenapa aku dan dia putus, dia tahu.. “ Cheryl berpendapat

“ Iya dia tahu, tapi alasan itu bukan alasan yang kuat, sekarang dia menganggap kita berdua menghianatin dia,.. “ pungkas Ryan

“ Kita memang.. “ , “ Iya kan.. “ Tegas Cheryl

Ryan hanya diam tak menjawab.

Dia hanya berpindah duduk ke kursi belajarnya, menatap meja belajarnya yang penuh dengan tumpukan buku dan fotokopian, dengan foto mereka berdua, ya Ryan dan Cheryl yang tengah tersenyum sambil berpelukan di sebuah taman.

Cheryl bangkit dari duduknya di pojokan kamar itu, berjalan sesaat memeluk Ryan yang duduk di kursi memandang kosong foto mereka.

“ Kamu tahu arti Jennifer buat aku kan.. “ Ucap Ryan..

Cheryl mengangguk kecil

Memeluk Ryan dengan lebih erat

“ Apa arti aku buat kamu.. “ Cheryl membisik Ryan, ia tak lagi mau mengalah pada sosok Jennifer Adrian

“ Dia segalanya buat kamu, segala masa lalu buat kamu.. “ Cheryl melanjutkan kata-katanya

“ Dan aku, apa arti aku buat kamu Ry ? “ tambahnya lagi

Cheryl menarik Ryan, memutar bangku itu hingga wajah mereka kini saling berhadapan, tanpa ragu Cheryl mencium bibir Ryan, menciumnya dengan begitu mesra, menciumnya seolah mendapatkan kebebasannya lagi, sebuah ciuman yang telah begitu lama ia nantikan.

Ryan terlihat ragu, sesaat dia pun membalas ciuman itu. Bibir mereka yang saling mengait lidah yang bermain dalam rongga mulut mereka, ciuman dengan pelukan yang semakin erat, wajah Ryan masih terlihat sedikit ragu, dia yang hidup dalam bayang-bayang Jennifer selama dua tahun ini, iya yang hidup dalam ketakutan, dia yang hidup dalam penyesalan.

Sementara di depannya, Cheryl mantan pacar sahabatnya, sosok yang terus menemaninya selama ini, sosok yang membantunya melangkah di tiap langkah hidupnya, sosok yang terus mendukungnya selama ini, dan sosok yang juga memberikan dia sebuah rasa kenyamanan, rasa yang sama yang hanya bisa dirasakannya dari sosok Jennifer Adrian.

Mungkin ini saatnya dia melangkah maju, melangkah melewati masa lalunya, meski jalan ini pun tak mudah.
Perlahan Ryan memeluk Cheryl erat-erat, Cheryl yang merasakan pelukan itu membalasnya dengan pelukan yang tak kalah mesra, pelukan yang telah ditunggunya selama ini, saat Ryan memeluknya bukan karena tangisannya, tapi sebuah rasa yang lain, rasa sayang Ryan pada dirinya.

##

“ Lee gw mau ngmonk donk , loe ada waktu kan ?? “ ucap Karen sambil menatap Edison yang tengah berbaring memegangi wajahnya yang membiru karena pukulan Rey kemarin.

Edison menatap Karen yang tiba-tiba masuk dan duduk di bangku sebelahnya, sedikit terkejut memang, tapi dia tahu kedatangan Karen pasti karena ada ‘masalah’.

“ Waduh Ren,.. “ Ucap Edison sambil bangkit duduk.

“ Kenapa loe Lee ?? “ Tanya Karen yang kaget melihat wajah Edison yang biru di beberapa bagian sambil tertawa.

“ Malah ketawa,.. kenapa-kenapa Ren ?? “ Tanya Edison, dia mampu menebak alasan kedatangan Karen, tapi dia lebih memilih berpura-pura bodoh.

“ Loe tau lah, kenapa gw dateng.. “ Karen menjawab “ Kenapa muka loe ?? “

“ Ah ini biasa lah, ada orang mabuk kemarin.. “ , “ Serius tumben banget loe dateng ke rumah gw, biasa di kampus aja susah cari loe.. “ Jawab Edison..

“ Gila, koq bisa sih ada orang mabuk mukulin orang, lapor polisi deh.. “ Ucap Karen gusar.

“ Ah, udah anggep aja sial,.. “ Edison tak mau mengatakan yang sebenarnya.

“ Yawda udah diobatin kan ? Ke dokter ?? “ Tanya Karen.

“ Udah tadi dianter ke dokter ama Jess.. “ , “ Kenapa-kenapa Ren ? sombong sekarang susah diajak jalan nih “ Ucap Edison setengah bercanda.

“ Bukan gitu,. Ich loe jahat banget sih ngmonknya gitu “ Ucap Karen tak enak hati karena kesibukannya.

“ Hahaha bercanda, gw tau koq, sekarang lagi banyak-banyaknya kerjaan loe kan, harus semangat ya.. tapi tetep jaga diri.. “ Ingat Edison..

“ Thanks ya Lee dah ingetin, Lee gw tuh mau nanya.. “ Jawab Karen

“ Hah ?? nanya apaan ? “ Tanya Edison pura-pura tak tahu.

“ Ya loe pasti tau lah.. “ Karen enggan mengatakannya

“ Tau apa ?? ohh soal Jack ? “ tanya Edison sambil mengambilkan minuman buat Karen

“ Ga usah repot-repot Lee,.. “ , “ Iya soal Jack.. “ Jawab Karen tergesa

“ Emank dia kenapa Ren ? “

“ Iya Jack.. udah dech jujur sama gw, loe tau kan dia jadian “ Karen dari nada suaranya terdengar sdikit cemburu.

“ Oh itu, iya kayaknya sih.. pacaran sama anak semester 2 dech.. Angel kalau ga salah namanya.. “

“ Iya Angel namanya, ini kan orangnya .. “ Kata Angel sambil memainkan Ponselnya dan menunjukan foto mereka bertiga.

“ Lah itu koe wes ero, ora usah takon mene toh..” Jawab Edison dengan bahasa Jawa, sedikit terkejut karena Karen malah sudah berfoto dengan mereka berdua.

“ Iya kebetulan gw ketemu, dan Angel ajak gw foto, kayaknya Jack ga cerita kalau gw mantan pacarnya. “
“ Wah gw ga tau ya kalau soal itu, tau sendiri dia agak tertutup soal itu “ Ucap Edison

“ Iya sih emank.. tapi siapa sih Angel itu ?? “ Karen menyelidik

“ Waduh.. yang gw tau aja ya.. “

“ Iya yang loe tau aja Lee.. ceritain donk.. “

“ Angel itu cantik.. Iya kan..?? “ Tanya Edison sengaja menekankan hal itu

1061

450x100

Karen tak membantah, memang Angel sangat cantik dengan kepolosannya itu

“ Iya terus apa lagi ? kalau soal itu gw juga tau.. “ Karen tak sabar

“ Apa ya, friendly dia cepet akrab sama Alice dan yang lain, perhatian, baik dan kayaknya juga berasal dari keluarga yang lumayan.. “ simpul Edison

“ Baik dan perhatian ya.. kalau loe ngangep gw gmana Lee ?? “ Karen tak mau kalah

“ Loe ?? masa loe nanya tentang diri loe sendiri.. “ Edison tak enak hati

“ Iya Lee, coba donk gw pengen tau pendapat loe tentang gw. “ Desak Karen

“ Ya loe sih, ya kita dah kenal lama Ren, loe cantik, walaupun ga pinter. “ Iseng Edison, semantara Karen melempar bantal kearah Edison.

“ Aduh duh duh.. “ , “ Karen itu brutal, beringas dan liar.. wkwkwkwk “ Ucap Edison

“ Kurang ajar ya Lee.. “ Karen mendekat dan mengelitiki Edison, sementara Edison bertahan menahan rasa geli sekaligus menahan rasa sakit di wajahnya kalau bergerak berlebihan.

“ Ampun Ren ampun.. “ Pinta Edison

“ Udah serius serius.. “ Karen merapikan rambutnya yang sedikit berantakan

“ Jadi Lee, menurut loe gw sama Angel siapa yang lebih baik ?? “ Tanpa Karen langsung

“ Hmm.. aduhh.. “ Edison memutar otak bagaimana menjawab pertanyaan itu.

“ Gpp Lee, ngmonk aja.. “ Pinta Karen lagi

“ Gimana ya.. gw belum kenal Angel jadi ga bisa jawab, kalau gw bilang loe lebih baik dari Angel mungkin Iya, tapi bisa aja kan Angel mungkin lebih baik dari loe.. sorry to say.. “ Edison menjawab, sedikit berterus terang.

“ Hmmm.. thanks Lee.. “ Karen sedikit berfikir.. “ Berarti kalau dia pantas buat Jack, gw juga pantas kan buat Jack.. Iya kan.. “ Tanya Karen.

“ Iya sih, ga salah loe ngmonk gitu, tapi Jack kan lagi jalan sama Angel Ren.. “ Ingat Edison

“ Iya gw tau koq Lee, tapi jujur gw ga bisa lepasin Jack.. gw masih sayang sama dia.. “ Karen tersenyum.. wajahnya terlihat begitu tak ingin kalah dari Angel.. dia ingin memperjuangkan lagi hubungannya dengan Jacksen yang kandas setahun yang lalu.

” Loe di pihak gw kan Lee ?? ” Karen meminta Edison mendukungnya

“ Soal itu gimana ya.. “ Edison tak mampu berkata-kata.

To Be Continued
###

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s