Tepian Hati : Mountain D(r)ew #1

0054sexingTubuh Angel bergetar menatap tubuh Jack yang diam tak bergerak diatas sebuah ranjang besi, dengan tubuh yang terbujur kaku, tubuh itu tak bergerak sedikitpun.. perlahan ia mendekat, melangkah perlahan dengan tangan yang menutupi mulutnya tak percaya, satu jam yang lalu dia masih melihat senyuman lebar lelaki ini, air mata yang mengalir di wajahnya menatap tak percaya tubuh Jack yang kini terbujur kaku.

Sementara Edison yang sibuk bertanya pada seorang dokter yang berada tak jauh dari mereka, sebelum perlahan Edison mendekati Angel, memberikan handphone milik Jack padanya, Angel menerima handphone itu, tak sedikit pun dia memperdulikan ponsel itu, dia hanya duduk di sebuah kursi besi tepat di sebelah tubuh itu.

Dia mengenggam tangan Jack yang terbujur kaku, mencium tangan itu..

Menyentuhkan tangan yang sering menyentuh wajahnya itu, gombalan yang terasa begitu tulus yang selalu dimulai Jack dengan sentuhan telapak tangannya ini ke wajah Angel.

Angel mengambil ponsel Jack yang diberikan oleh Edison tadi, membaca notes yang ada disana , Edison sepertinya ingin Angel membaca notes itu, sebuah paragraph pendek dengan banyak kalimat tanya.
Waktu aku pertama melihat kamu, aku tahu kita akan memiliki sebuah perjalanan yang panjang

Tak mudah memang, dengan semua yang ada, dan mungkin juga terlalu cepat untuk kita memutuskan bersama

Tapi aku tak pernah mau berfikir banyak untuk itu semua, aku hanya percaya satu hal bahwa kita bisa menjalani semuanya bersama

Tapi apakah keyakinanku itu akan terjawab ?

Akankah kamu menjadi orang yang mengengam erat tanganku dalam perjalanan ini ?

Akankah kamu menjadi orang yang menemani hari-hariku?

Akankah kamu menjadi kaki yang menopang hari-hariku yang berat ?

Akankah kamu menjadi orang yang tersenyum saat aku menutup mata, karena kebahagaian yang pernah kita alami bersama ?

Akankah kamu menjadi milik-ku seorang ?

Pendek memang kata-kata itu, tapi memiliki arti yang sangat dalam untuk Angel

� Aku mau � bisik Angel dengan bisikan tangis ke telinga Jack

� Aku mau jadi orang yang selama nemenin kamu.. � Angel tahu, semua terlambat.. terlambat..

Yang bisa dilakukan olehnya sekarang hanya menyesali dirinya, menyesali tak mengiyakan permintaan Jack 2 hari yang lalu, permintaan untuk menjadi miliknya. Mungkin memang hanya 2 hari waktu mereka bersama, tapi dengan begitu dia telah merasakan utuh cinta Jack padanya dalam 2 hari itu, Angel yakin dua hari itu akan menjadi 2 hari terindah dalam hidupnya. Hanya perasaanya saa itu yang belum yakin pada rasa cintanya pada Jack, ketidak yakinannya untuk meninggalkan Vina yang menahan gadis itu untuk mengiyakan permintaan itu.

Tapi berbeda sekarang, berbeda..dia yakin dengan semua cintanya pada Jack, meski mungkin terlambat.. air matanya yang jatuh ke wajah Jack, ia menatap wajah Jack yang telah dibersihkan tak ada darah di wajahnya, tak ada lagi luka di wajahnya, tak ada juga senyuman di wajah itu lagi, Angel memeluk Jack, menatap wajah tampan pemuda itu.. ingin rasanya dia mencium Jack sekarang, ia menatap bibir Jack ingin menciumnya untuk pertama dan terakhir kalinya.

Meski ragu, ia bergerak mendekat..

Tak perduli dengan orang-orang yang ada disekitarnya, ia hanya tak ingin menyesal, menyesal untuk kedua kalinya.

Perlahan dia mendekatkan bibirnya,menyentuh bibir itu menciumnya dengan setulus hati, sebuah ciuman yang begitu tulus.. tak ada yang ingin diungkapkan olehnya selain rasa cintanya yang telah berbuah sekarang di relung hatinya.

Dan..

13077038_1063831750358893_3200789882696789409_n

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

Perlahan Jack membalas ciuman itu.

Angel yang tersadar bagaimana Jack membalas ciumannya itu, melompat kaget ke belakang, mulutnya nyaris berteriak ketakutan saat Jack tiba-tiba terbangun sambil mengaruk-garuk kepalanya. Dengan panic Angel melirik ke sekelilingnya, ia melihat bagaimana Edison, Vic dan Ryan yang tengah tertawa terpingkal-pingkal, sementara wajah Jack tersenyum lebar, dia bangun berdiri dengan kedua kakinya yang menyentuh tanah, ya menyentuh tanah dan bagaimana Jack membuka tangannya lebar-lebar meminta Angel memeluknya.

� Apa-apaan sih� � Angel terlihat begitu malu dan tak mengerti, meski tak bisa menyembunyikan kegembiraan di hatinya.

� Sory ya Ngel, aku ngerjain kamu.. � Jawab Jack..

� Keterlaluan banget sih jadi orang.. � Angel menyapu air mata di wajahnya, mendekati Jack dan menginjak keras-keras kaki Jack.

� Aduhhhh�. � Protes Jack, � Jangan marah donk� , Tadi katanya mau � Ujar Jack

� Mau apa ?? kampungan banget sih� � Angel tak bisa menyembunyikan rasa malunya

� Yawda sory-sory, lagi kamu yang payah masa Vic baru dateng liat aku tabrakan, dia parkir mobil dulu ke dalem baru bantuin aku.. � Jack membela diri mengingat kesalahan dalam skenarionya dimana Vic melemparkan kunci mobilnya pada Ryan, mobilnya yang terparkir di dalam.

� Siapa yang bisa sadar coba.. kamu tuh aneh-aneh aja Ko� � Angel merajuk marah

� Bisa-bisanya juga semua dokter dan suster disini ikut-ikutan bohongin aku.. � Angel melirik kesal

� Tuh.. � tunjuk Jack pada Vic � Rumah sakitnya punya Papanya, makanya bisa bikin adegan gini.. � Vic langsung membuang muka pura-pura tak tahu.

� Rese ichhhhhh � Angel, memukul lengan Jack, sambil mencubitnya keras-keras�

� Awww awwww� � , � Udah ah.. � Jack menarik tangan Angel dan memeluknya.. � Minta dipeluk aja susah banget, tapi tadi malah nyium padahal ga diminta.. �

� Ich� rese,,� � Angel memukul pelan dada Jack, sambil memeluk erat-erat Jack.. senyuman diwajahnya menghapus air matanya yang tadi mengalir tanpa henti.

� Ehmmm�. � Salah satu dokter masuk dan menyela mereka.

� Udah ya ?? kasian jadi ganggu pasien yang lain.. � Kata dokter itu sambil tersenyum.

� Makasih ya Om � Vic menjabat tangan dokter itu � jangan sampe Papa tau ya.. � Vic tersenyum sambil menepuk pundak dokter itu.

� Iya makanya, cepetan kalau udah selesai.. � kata dokter itu sambil tertawa.

� Yawda lanjut di caf� aja lagi, belum sempet bayar kan kita tadi.. � Tegas Ryan sambil berjalan keluar.

� Oh iya Jack, loe besok cuci mobil gw besok, jangan sampe ada bekas darah bohongan tadi lagi ya.. � ingat Vic

� Iya-iya � yawda yuk.. kita keluar.. � Kata Jack sambil melirik Angel dan mengengam erat tangan gadis itu, tersenyum dan membawanya berjalan keluar.

13064496_1063831550358913_1144855873332905061_o

300x250

� Lucu banget sih pake baju gitu.. � ucap Jack saat Angel keluar dari rumahnya dengan baju training model montir,.

� Yawda ganti dech.. � Angel berjalan masuk ke dalam rumahnya lagi, sementara Jack tersenyum dan menarik tangan Angel.

� Gud morning huney.. � bisiknya sambil mengengam erat tangannya dan mencium kecil telapak tangan Angel

� Yawda ah.. malu tau.. banyak orang.. � Angel merona sambil mengunci pintu rumahnya.

� Yawda, jalan aja ya ke lapangannya ?? yang lain dah disana juga koq.. � ajak Jack

� Kan mau olah raga pagi, jadi harus lari donk sampe sana, eh jalan dech cape kalau lari.. � kata Angel, sambil mencubit perut Jack dan berlari lebih dulu membiarkan Jack mengejarnya

Berpura Jack sengaja membiarkan Angel berlari di depannya, berlari sambil meledeknya yang tak bisa bisa mengejar Angel, Angel tahu bahwa Jack hanya berpura-pura tak mengejarnya, justru itu juga yang membuat Jack begitu nyaman, dia tak pernah selalu ingin memperlihatkan bahwa sebagai seorang lelaki dia harus selalu lebih baik dibanding pacarnya, dia memberikan waktu untuk Angel terlihat dominan, mengutarakan semua yang dia mau, membiarkan Angel untuk melakukan kesalahan, tapi Angel tahu andai dia melakukan kesalahanpun Jack pasti akan membantunya menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Dan tepat di dekat lapangan Jack langsung mengejar Angel, memeluknya erat dan mengendongnya sesaat.

� Yaahhhh.. kalau baru pacaran sih ya, semua masih indah.. � Celetuk Edison yang sejak tadi memperhatikan 2 orang itu sambil mengunyah bubur di mulutnya.

� Ko Jack.. � Alice melambaikan tangan dengan tangannya yang tengah memegang sate telur puyuh.
Jack dan Angel pun langsung salah tingkah, berhenti dan berjalan senormal mungkin ketempat Edison dan Alice duduk.

� Yang lain mana ?? � tanya Jack sambil duduk , sementara Angel duduk tepat di sebelah Alice yang langsung memberikan tangannya memperkenalkan dirinya pada Angel

� Alice.. kemaren belom sempet kenalan ya ci � Alice tersenyum lebar,

� Angel.. iya sorry ya, kemaren semuanya serba kacau, gara-gara dia nih.. � tunjuk Angel pada Jack.

� Yeh� tapi suka kan.. � Sentil Jack ke kening Angel

� Udah ah, malu tauuu � , � Kemarin kamu langsung pulang sih.. � Angel tampak cepat akrab dengan Alice

� Iya,kemarin aku pulang sama koko, dan anterin ci Jessica dulu pulang makanya ga ikut kalian lagi ke caf� � , � Makan ci ?? � tawar Alice

� Owh, enggak makasih, cici ga pernah makan pagi,� , � Kamu mau makan ga koh ? � tanya Angel pada Jack

� Boleh dech.. �, �bang satu ya � kata Jack pada tukang bubur, � Kamu bener ga mau makan ?? �

� Ga ah, kalau makan pagi suka sakit perut jadinya.. � Jawab Angel sambil memegangi perutnya, � Dah ngobrol dulu,aku juga lagi ngobrol nich sama Alice � Angel membiarkan Jack yang terlihat seru dengan percakapannya dengan Edison.

� Yawda kalau gitu jam 10 an nanti kita makan lagi ya.. ga ada bantahan � celetuk Jack

Angel hanya mengangguk terpaksa..

� Emank gitu dia sih ci suka maksa, maklum ya � kata Alice sambil tertawa

� Wah enak ya�makan ya,.. kenyanggggg � Oceh Rey tiba-tiba dengan tubuh yang berkeringat, dibelakangnya ada Ryan dan Cheryl yang juga terlihat berkeringat.

� Makan-makan.. � Kata Jack sambil mengangkat sendoknya

� Orang lari dulu baru makan, bukan makan dulu baru lari.. � Rey duduk sambil memanjangkan kakinya agar tidak keram.

Cheryl berlari kecil kearah tukang minuman, membeli 2 botol aqua tidak dingin dan memberikan salah satunya pada Rey

� Thanks ya sayang.. � Rey tersenyum sambil membuka botol itu dan meneguknya

� Nich Ry.. � Cheryl tersenyum dan membukakan botol itu untuk Ryan yang malah membuat Ryan menjadi salah tingkah, karena kenekatan Cheryl di depan Rey.

� Nanti dech, gw mau satu lap lagi.. � Ryan menarik Edison yang tengah mengunyah buburnya untuk ikut lari bersamanya.

� Wah gila loe, bisa muntah gw.. � Edison memprotes Ryan yang menariknya paksa

Ryan memberikan kode kecil yang membuat Edison mengerti dan akhirnya ikut berlari kecil bersama Ryan,

� Vic mana ?? katanya mau ikut � Rey bertanya pada Jack yang lebih sibuk dengan buburnya sementara Cheryl ikut mengobrol bersama Angel dan Alice.

� Kamu mau bubur ga ? � tanya Cheryl

� Boleh dech, ga pake sambel ya � jawab Rey sambil duduk di bangku Edison tadi.

� Alice jadi pulang hari ini ?? � Tanya Rey pada Alice

� Jadi ko, nanti sore.. mau nemenin ke bandara ?? hahaha � tanya Alice

� Hmm gimana ya.. ada acara ama ci Cheryl.. � Rey tertawa, sementara Cheryl tampak kaget karena Rey belum mengatakan apapun padanya tadi.

� Ciee yang mau pacarann.. � celetuk Alice

� Anak kecil diem aja.. � Rey menepuk-nepuk kepala Alice..

13116081_1063831480358920_8209967684901983104_o

160x600

� Koq kesini ?? � Tanya Cheryl resah, saat Rey memarkir mobilnya di sebuah hotel di kawasan puncak, hotel yang sama dengan tempatnya menginap bersama Ryan beberapa hari yang lalu. Sebuah hotel bernuansa klasik, dengan instrument utama kayu hutan sebagai corak utama hotel ini. Hotel yang menghadap perkebunan teh dengan vila-vila kecil di sekelilingnya.

Ya jelas dia khawatir mungkin saja ada salah satu staf hotel yang mengingatnya dan mengatakan sesuatu pada Rey nanti, dan yang lebih gawat lagi kalau ternyata Rey mengetahui semuanya dan sengaja membawanya kemari untuk membuatnya mengakui apa yang telah dilakukannya selama ini.

� Hmm, kamu kan yang mau kesini cuma waktu itu aku belum ada waktu � Rey tersenyum tulus, dia seperti tak menyimpan apapun dalam senyumannya itu.

� Eh, tapi kita nginep ?? � Cheryl masih sedikit ragu.

� Iya sayang, dasar � Rey mencium kening Cheryl � Aku dah izin mama koq, aku juga dah bawain baju kamu dibelakang.. �

Cheryl menarik nafas panjang, � Yawda dech.. � Jawabnya tak lagi beralasan.

Dan seperti biasa Rey selalu penuh dengan kejutan, sebuah makan malam di lobi restorant yang tepat menghadap perkebunan teh, lampu-lampu yang menyala dari kejauhan menambah indahnya pemadangan , makan malam ala eropa yang menjadi kesukaan Cheryl terhidang lezat diatas meja makan malam itu, sepasang lilin yang menyala hangat dan sebuah kalung dengan mata berlian yang begitu indah ditangan Rey saat ini.

Rey tersenyum berjalan ke belakang Cheryl memasangkan kalung itu untuk Cheryl � Kamu suka sayang ?? � Tanya Rey berbisik tepat ditelinganya sambil memeluk tubuhnya erat.

Rey memeluk tubuh Cheryl lebih erat lagi, mencium pipinya dengan begitu lembut, hangat.. Cheryl merasakan kehangatan yang diberikan oleh Rey pada dirinya, rasa sayang yang dimiliki oleh lelaki ini untuknya.

� Kamu lupa ya ?? Hari ini hari tepat 4 tahun yang lalu, aku pertama kali nyatain cinta aku ke kamu. � bisik Rey lagi.

� Eh.. enggak aku ga lupa .. � Cheryl berbohong, dia benar-benar melupakan hari ini adalah hari yang penting bagi mereka berdua.

� Owh, bagus dech.. aku pikir kamu lupa, abis sama sekali ga bilang apapun.. � Rey sedikit merajuk, dia tahu Cheryl berbohong tapi tak mau memperpanjang masalah.

� Yawda makan yuk.. � Ajak Rey sambil berbalik kembali ke bangkunya.

Rey berbicara banyak, sementara Cheryl yang lebih banyak menjawab gurauan maupun bagaimana Rey menceritakan pengalaman mereka berdua dulu, kekonyolan Rey dan bagaimana dia memuji Cheryl berulang kali.

Cheryl bertanya dalam hatinya, pantaskah lelaki ini mencintainya dengan begitu tulus, sementara dia, sementara dia tengah bermain api.

Rasa bersalah, ada rasa bersalah dalam hatinya, namun dia tak bisa membuat sebuah kesimpulan, sebuah jawaban dari kegalauan hatinya.

� Yang,, kenyang.. � Kata Cheryl manja, memandang Rey dengan begitu hangat meski ada keraguan dalam hatinya.

� Dasar,, kamu mau karoke ga ?? ada mini karoke di hotel ini.. � Jawab Rey..

Cheryl menggeleng manja.. dia berdiri. Menarik Rey dari bangkunya.. menyelusuri hotel dengan gaya klasik itu, dinding hotel yang terbuat dari kayu membuat suasana di hotel itu menjadi lebih hangat, tidak terlalu dingin, sementara Cheryl bergelanyut hangat dalam pelukan Rey yang jauh lebih tinggi darinya. Itu juga yang membuat Cheryl merasa begitu nyaman dengan pelukan Rey.

Cheryl mengunci pintu kamar sesaat setelah mereka memasuki kamar mereka, tak menyalakan lampu sambil membimbing Rey dalam kegelapan, dia tersenyum dalam gelap sebelum menyuru Rey duduk diatas ranjang, menyalakan satu lampu tidur dan dia pun duduk di samping Rey.

13072636_1063832100358858_2732426549504740087_o

450x100

Rey tahu apa yang harus dilakukannya, perlahan dia memeluk Cheryl dengan begitu hangat, memeluknya dengan erat sambil menyender ke dipan ranjangnya, perlahan dia memeluk Cheryl lebih erat lagi, tersenyum kecil sesaat.Perlahan mencium bibir Cheryl, Cheryl tak menolak ciuman itu, perlahan dia membalas ciuman Rey, membiarkan tangan lelaki itu yang mendekap erat tubuhnya, menciumnya perlahan, turun ke dagu dan lehernya, menciuminya dengan begitu lembut.

� Rey� � Cheryl mendesah tertahan merasakan sentuhan bibir Rey di dadanya yang masih terbungkus kaus.

Rey tersenyum memandang Cheryl dengan lembut, tangannya menarik kaus Cheryl naik, Cheryl tak menolak apa yang dilakukan oleh Rey, dia membiarkan Rey menarik lepas kausnya, membiarkan tangan Rey yang menyentuh dadanya dengan lembut, meremasnya perlahan dan membiarkan lidah Rey menjilati dadanya.

� Rey.. � Cheryl mendesah halus memanggil nama Rey

Perlahan Rey menarik Cheryl naik ke atas tubuhnya, Cheryl mencium bibir Rey turun menyentuh dadanya, menciumi dadanya yang berotot perlahan dia membantu Rey melepas pakaiannya, melepas celana panjang yang dikenakannya. Tanpa ragu Cheryl menyentuh kemaluan kekasihnya, dengan tangannya yang lembut menyentuh memberikan rangsangan pada kemaluan itu, menciumnya kecil sebelum memasukan penis itu dalam mulutnya.

Cheryl membiarkan bagaimana Rey melepas celananya, membiarkan lelaki itu menyentuh kewanitaannya, perlahan dia mendesah kecil saat merasakan sentuhan jemari Rey di daerah sensitifnya itu, dia berbalik, mencium Rey dengan begitu manja, menciumnya membiarkan bagaimana dia menduduki penis itu, merasakan kejantanan Rey berada tepat sepanjang jalur kewanitaanya.

Lidah mereka tertaut, Cheryl yang memeluk manja Rey, menciumnya dengan begitu rasa sayang yang dimilikinya, rasa itu ada rasa sayang Cheryl untuk Rey.

Rey membalik tubuh Cheryl, kejantanannya yang menyentuh daerah sensitive Cheryl membuatnya tak mampu lagi bersabar untuk memadu kasih dengan gadis ini, menatap wajah cantik Cheryl yang tengah terpejam rapat, menunggu detik-detik Rey memasuki tubuhnya.

� Awhhhh pelan sayang� � bisik Cheryl menahan Rey yang memasuki tubuhnya terlalu cepat.

Rey menjawab dengan ciuman, sambil memperlambat gerakannya, perlahan ia memasukan seluruh kejantanannya itu, membiarkan tertahan sesaat di dalam, memberikan sedikit waktu untuk Cheryl beradaptasi, perlahan Cheryl membuka matanya, dia tak lagi mengengam erat lengan Rey, mengangguk pelan membiarkan Rey mulai menyetubuhinya.

Merasakan bagaimana sentuhan kulit mereka, ciuman dan rangsangan yang diberikan oleh masing-masing terhadap pasangannya, tak ada penyesalan atas apa yang mereka lakukan, sebuah kesalahan yang justru menjadi sebuah kebiasaan dalam hubungan mereka.

Tak lagi malu Cheryl yang bergerak naik ke tubuh Rey, tubuhnya yang bergerak naik turun, dadanya yang bergetar seirama dengan gerakan tubuhnya di tangkap oleh Rey yang menarik tubuh gadis itu turun, lembut dia mengigit kecil puncak dari payudara Cheryl, sementara membiarkan gadis itu bergerak maju mundur sepanjang kejantanannya.

Sesaat Cheryl tertahan, tubuhnya bergetar kecil menyentuh puncak kenikmatannya dia mencakar kecil tubuh Rey meski tak ada luka yang ditimbulkannya, desahan panjangnya membuat Rey berhenti sesaat membiarkan Cheryl mencapai puncak kenikmatannya itu, nafasnya yang tersengal membuat Rey membantu Cheryl sesaat mencium bibir gadis itu, sebelum membalik tubuh kekasihnya.

Cheryl membantu Rey membimbing kemaluannya itu masuk dalam kewanitaanya, dari belakang dia dapat merasakan ciuman Rey di punggungnya, ciuman lembut yang bergerak naik mencari bibirnya yang ranum.

Tangan Rey yang tak pernah lepas dari dadanya, ciuman Rey yang begitu hangat sementara Rey yang tak berhenti bergerak maju mundur memasuk dirinya, Cheryl yang melayang dalam kenikmatan itu hanya bisa mendesah kecil sambil membalas ciuman Rey, memeluk kepala Rey dengan tangannya.

Desahan desahan kecil yang keluar dari bibir keduanya, gerakan yang makin tak beraturan ditambah lagi keringat yang mulai menetes dari tubuh keduanya,..

Tak lama berselang kembali tubuh Cheryl melenting indah, ia mendesah tertahan dalam ciuman Rey yang menarik lepas kemaluannya dari tubuh Cheryl, sesaat jemari Cheryl mencari penis itu, membantu Rey dengan tangannya yang bergerak naik turun dalam penis itu, sebelum kemudian kejantanan Rey mengeluarkan segumpal cairan kental ke atas perut Cheryl, perlahan Rey memeluk erat tubuh Cheryl, menciumnya dengan lembut.

13063061_1063832140358854_5431652357869081795_o

150x300

� Ci Vina ngagetin aja.. kapan pulang ?? � tanya Angel sambil masuk ke dalam kamar dan menaruh tas-nya, sementara Vina terbaring tak bersemangat di atas sofa ruang tamu.

Setelah mengganti pakaiannya dengan baju tidurnya, Angel berjalan menuju dapur mengambil Jus Jeruk kemasan dan menuangnya ke gelas,membawakan satu untuk Vina dan satu lagi untuk dirinya sendiri, dia menarik nafas panjang, mungkin Vina marah padanya karena tahu Jack menyatakan cinta pada dirinya 3 hari yang lalu, tapi dia harus mengatakannya dia harus mengatakan kalau dia telah memutuskan menerima Jack menjadi kekasihnya.

� Ini ci.. � Angel memberikan juice itu pada Vina

� Nanti dech.. � Vina menjawab pendek � Darimana sampe sore gini ?? � tanya Vina masih berbaring di atas sofa tanpa melirik Angel yang duduk di belakangnya.

� Oh iya, tadi abis anterin Alice adiknya Edi ke bandara.. � Jawab Angel tak berbohong

� Oh, sama Jack ?? � tanya Vina pendek

� Iya�. � Jawab Angel lagi sebelum keduanya terdiam

� Jadi gimana Jack ?? Tegas lah kalau mau nolak dia.. � Vina memecah keheningan

� Hmmm gimana ya.. � Angel menjawab ragu

� Kenapa Ngel ?? kenapa jadi diam gitu ?? � Vina bangun dari tidurnya menatap Angel

Angel menarik tangannya yang hendak disentuh oleh Vina

Dia menarik kedua kakinya naik keatas sofa, dan terlihat berfikir sesaat.. ia ragu, butuh sebuah keberanian lebih untuk mengatakan kejujuran ini.

� Kamu nerima Jack ya ?? � Tanya Vina lembut, dari raut wajahnya terlihat Vina tak ingin Angel menjawab ya.

Angel diam tak menjawab, dia masih ragu.

� Gapapa koq, asal kamu jujur.. � Pinta Vina sambil menarik tangan Angel ke pelukannya

� Hmmm �.. Angel mengangguk, dia menatap wajah Vina yang terlihat begitu kecewa

Vina tak menjawab dia hanya melirik kecewa, masih menggengam erat tangan Angel

� Sorryy.. � Angel menarik tangan Vina, mencium tangan Vina sesaat..

� Koq bisa ?? Katanya ga mau nerima dia.. � Vina menarik tangannya dari Angel

� Ya.. aku cuma mau jujur sama perasaan aku aja.. � , � Aku ga bisa bohong kalau aku ga suka dia, ga sayang sama dia.. �

� Angel angel.. masih bisa percaya sama sosok lelaki ?? � Jawab Vina kecewa, dia berbalik membelakangi Angel yang terlihat binggung

� Aku harus percaya ci, percaya .. � Angel menjawab

� Kamu lupa Ngel ? lupa ?? kamu juga masih polos ? belum pernah pacaran sama sekali ga tau gimana buaya nya lelaki itu.. � Vina terus menekan Angel

� Iya ci, aku tahu.. aku juga takut tapi aku harus coba harus belajar mencoba itu semua .. � Tegas Angel yakin dengan pilihannya.

� Terserah, Terserah.. kamu tau pengalaman aku.. kamu juga tau pengalaman yang lain, dan masih mau dengan sengaja ngorbanin diri kamu ke itu semua ?? � tegas Vina

� Aku bukan ngorbanin diri aku dengan sengaja, ngasih diri aku jadi umpan .. � , � Tapi aku harus belajar apa itu cinta, aku juga yakin dia orang yang tepat, aku tahu Jack tulus sama aku.. �

� Jack ?? Jacksen Andres itu orang yang tepat ?? � , � Apa yang kamu tahu tentang dia ?? berapa lama kamu kenal dia ? ga lebih dari 3 minggu � Vina terlihat begitu kesal melihat Angel yang terus membela Jack

� Tapi ci.. seengaknya aku pernah mencoba, aku pernah percaya.. � Angel berkeras meski melihat Vina begitu marah padanya.

� Terserah, dan cukup.. toh kamu juga ga perduli lagi sama aku.. � Vina mengambil tasnya dan berjalan keluar..

� Mau kemana ci ?? � Angel berusaha mencegah Vina pergi.

� Ga perlu tahu dech, toh kamu juga ga perduli kan.. ga perduli juga sama keadaan aku, urusin aja Jack sana � Vina terlihat begitu marah dan kecewa terhadap Angel

� Iya , tapi itu dua hal berbeda, sekarang kamu mau kemana ci.. � Angel menahan Vina membuka pintu keluar

� Sekarang gini aja, tegas.. mau pilih aku atau Jack, kalau pilih Jack jangan halangin aku pergi.. � Kata Vina tegas.

Angel tertahan sesaat, hatinya begitu bimbang.. mana yang harus dipilihnya ?? Orang yang telah menjadi kakak dan kekasihnya selama ini, atau orang yang dia percayai akan memilikinya selamanya..

Tak menjawab, hanya itu yang bisa dilakukannya, dia diam bersandar di dinding di belakangnya.

� Ga bisa jawab kan.. � , � Pikir aja sana.. � Hardik Vina sambil melangkah keluar.

To Be Continued
###

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s