METAMORFOSIS DAN POHON PALEM #5

 

rosimm-622-002Setelah Sonya ditolak Lintang…

Setelah Pak Eko menerima bayaran dari Sonya…

Setelah Lintang jadian dengan Rika Ratih…

Selanjutnya, apakah yang akan terjadi ???

Baca, rasakan, nikmati, dan temukan esensi yang tersembunyi di dalam cerita ini..

Selamat menghayati…

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::::::::::
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::::::::::
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

“Proses instalasi Linux Zorin seri 5.0 sedang berjalan Mas…ga lama kok…emmm..sekitar 15 menit lah Mas !!! Suara Lintang terdengar sedang memberikan penjelasan kepada salah satu pemakai jasa komputerisasi Lintang.

“Ok Mas…sekalian pasangin compiz nya ya Mas…gue suka tampilan effect-nya…Oya sampai lupa…Sekalian aktifkan Gimp ama Inkspace nya ya…buat desain-desain…!!” Balas si Mas customer dengan jelas.

“Siap deh…bakal dibuat super cantik dah linux-nya..!!” Sambut Lintang dengan senyum bersahaja.

“Ngomong-ngomong…biayanya berapa ya Mas..???” Tanya Mas customer sedikit bingung.

“Ohh…nyantai aja Mas…ini OS dan berbagai software yang terpasang bersifat open-source…jadi ga pakai beli kayak di windows Mas…tinggal update repository nya…terus cari deh tambahan software apa yang di mau…ya meski harus dengan koneksi internet tentunya !!…tapi biaya inet-nya ga semahal kalo beli windows kok…pakai modem + gsm unlimited yang 25ribu udah bisa ngejos sebulan penuh Mas. Kalo buat ongkos pasangnya…aku ga pasang tarif !!…suka-suka Mas aja mo kasih berapa buat ongkos lelahnya..!!” Lintang menjelaskan dengan gamblang hingga membuat si Mas customer manggut-manggut tanda mengerti.

TULITT TULITT…TULITT TULITT…
Bunyi Hp Lintang menandakan bahwa sedang ada SMS received.

“Kang…aku sudah pulang nih…kalau kangen, kesini ya..aku tunggu !!!” Sebuah SMS yang ternyata dari Ratih membuat mata Lintang yang tadinya sudah letih karena jenuh bekerja menjadi berbinar kembali.

“Emang kamu gak kangen juga??” Balas Lintang dalam SMS.

“Emmm…gimana ya….lihat entar deh!!! hehehe” Jawab Ratih dengan gaya jual mahal.

“Huhh dasar…malu-malu mau!!! Ok…setengah jam lagi aku meluncur…ini masih install OS di rumah customer !!” Balas Lintang dengan cepat karena harus segera menggarap kerjaannya agar segera selesai.

35qikouqi

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

“Jalan kemana nih kita Dek..??? apa kamu ga capek abis dari perjalanan jauh ??!!” Ucap Lintang saat si cantik Ratih telah duduk di jok mobil katana Lintang.

“Biasa aja kok Kang…tadi di pesawat juga tidur mulu…jadinya ga capek…swearr !!” Balas Ratih sambil bergelayut manja di bahu kekasih barunya.

Akhirnya Lintang berinisiatif untuk mengajak Ratih makan siang dahulu walaupun sebenarnya hari lebih tepat disebut dengan sore karena teriknya telah lewat. Kesibukan instalasi Lintang membuatnya lupa bahwa ia belum sempat makan siang. Ratih hanya mengangguk setia mengikuti permintaan kekasihnya.

Sebuah restoran fastfood bergenre kentucky alias ayam goreng bungkus tepung kriuk menjadi pilihan bagi Lintang untuk mengobral hasrat makannya yang menggebu-gebu. Ratih hanya menemani dengan memesan segelas milo dan sebungkus french fries ukuran medium.

“Bagaimana kabar keluarga di Lombok Dek ??? seru gak acaranya ??” Lintang menghamburkan berbagai pertanyaan sembari mulutnya sibuk mengunyah serat-serat daging ayam dalam potongan besar.

“Keluarga disana baik-baik aja Kang…wuihh seru banget acara nikahannya…mempelai wanitanya cuantik buanget deh…pinter juga sepupuku ngedapetin cewek secantik itu !!! Riasannya juga pas banget…gak menor tapi juga gak hambar…sip deh pokoknya…!! Betapa bahagianya mereka ya Kang??!…bikin ngiri aja !!” Terang Ratih dengan penuh antusias.

“Kamu juga cantik kok…beneran !!! Emang kamu mau kalau segera menikah ??? masa depanmu masih panjang lho !!…bisa jalan-jalan dulu…shopping…nonton…dan semuanya tanpa diributin suami !!!” Tanya Lintang memancing di air keruh.

“Ah gombal deh…preman cewek mana ada yang cantikk!!!…kalau masalah nikah muda…siapa takut !!?? emang setelah nikah ga bisa jalan-jalan, nonton, dan belanja??? makin nyaman lagi kalo kemana-mana bareng suami…!!!” Ungkap Ratih dan membuat Lintang menyunggingkan senyum simpul penuh keyakinan dan kemantapan.

“Trus kalo ga takut nikah muda, kapan dong siapnya??? Akang nungguin nih !!” Tanya Lintang berlanjut semakin menjurus ke dalam topik kerangka perkawinan.

“Akang ngebet amat jadi orang…!!! udah kepengen uhu-uhu ya ??!!!” Seloroh Ratih membuat Lintang salting tak berdaya.

“Ahh…jangan gitu ah…lagian, kamu apa juga gak pengen si uhu itu ??? Atau jangan-jangan kamu ga cinta sama aku !!!??” Jawab Lintang sambil memberikan smash balik ke Ratih dengan telak.

“Ihh apaan sih Abang…bikin Ratih malu saja…!!!.. Kalau ga cinta, ngapain juga Ratih bela-belain ikut kelayapan gini ??!! enakan tidur di rumah kali, bisa tidur, bisa nonton tipi !!!” Ratih menjawab diiringi semu merah di pipinya membuat hati Lintang semakin berbunga dan mekar.

“Eh Dek…omong punya omong…entar pengen pakai pakaian adat atau gaya international nih nikahnya ??” Lintang tiba-tiba bergeser pada bahasan yang lebih fundamental.

“Heh…sudah ah bahas itu…yang penting Akang segera lamar Ratih, setelah itu mo ngobrolin nikah model gimana Ratih siap…kalau sekarang pamali atuhh…!!! Ratih balik berucap sambil kedua pasang jari telunjuk beserta jempolnya menyubit manja kedua pipi Lintang dengan gemas. Lintang hanya meringis bahagia. Ia bertekat akan segera melamar gadis pujaannya itu.

Selesai makan, Lintang mengajak Ratih untuk bersantai di taman buah di pinggiran kota. Disana mereka bisa asyik bersenda gurau dan bercengkrama sambil menikmati beragam buah-buahan yang tergantung bebas di pepohonan.

36qikouqi

160x600

……………………………………………. …

Indah nian nuansa makna hati,
bertabur tebar pesona kesyahduan,
menuntun rasa cinta menorehkan tinta kesetiaan,
mengubur duka menjadi gempita,
menepis luka menjadi gelora.

Ditanganku tersusun segenggam harapan,
ku genggam erat dan ku semayamkan dalam sukma,
Sebuah harapan tentang masa depan,
rangkaian setapak cita,
maghligai di remang-remang.

Kau adalah dewi penyusun kepingan jiwaku,
yang selalu terbitkan sinar indah terangi kelopak sanubari,
dalam tenang ku kabarkan padamu tentang arungan biduk,
layar telah terkembang menjuntai,
kupadu rindu dan karsa meraih bidadariku…

……………………………………………. …………………………

“Bagaimana Dek Ratih karangan puisiku??? ini kutulis selama kau pergi ke Lombok…hanya buat kamu sayang !!!” Ucap Lintang sok romantis abis.

“Bagus banget !!!…makasih yang Akangku yang ganteng…i love u!!” Cuppss..Ratih merasa terbuai oleh alunan puisi Lintang. Satu ciuman di pipi Lintang dari Ratih laksana bagai bola salju sejuk menghempas jiwa Lintang jauh ke dalam jurang keindahan, keteduhan, ketentraman yang fana.

PRAKKK…
Ratih terhenyak, disampingnya terlihat Lintang telah limbung. Sesaat kemudian Lintang terlihat hendak bangun ketika satu injakan keras menekan siku tangan Lintang hingga berbunyi Krakkk..!!. Tangan Lintang patah. Lintang mengaduh tak tertahankan. Ratih menoleh ke belakang. Terlihat Seorang pria bercadar bersama 7 orang berbadan gelap kekar menunjukkan senyum sadisnya ke arah Ratih yang memekik tertahan.

“Hahaha…Lintang Timur bangs*t…rasakan lu hahaha.. !!! kampret !! Huhh rasakan sekarang Hahaha…” Seorang pria bercadar terbahak ditengah raungan sakit yang dirasakan Lintang.

Ratih menjerit histeris. Ia segera mendekat ke arah Lintang yang tergeletak merintih tak jauh dari kakinya. Namun baru sekitar sejengkal kaki Ratih melangkah, tiba-tiba…BUKKK..salah satu pria berbadan gelap memukulkan sebatang kayu ke tengkuk Ratih. Pukulan telak itu serta merta membuat ratih pingsan tak sadarkan diri. Lintang mengetahui itu namun derita di tangannya yang patah menghambat laju geraknya yang masih mencoba merangkak untuk bangun.

BUUKK BUKK…selusin dua lusin tendangan ke arah perut, dada, dan wajah Lintang yang masih dalam posisi bersimpuh dilesakkan pria bercadar melengkapi rasa sakit yang mendera Lintang. Lintang terpental dan terkapar. Ke delapan pria itu mengangkat tubuh Ratih dan membawanya, Lintang hampir tak sadarkan diri saat menyaksikan kekasihnya dibawa kabur tanpa ia bisa menolongnya. Sisa kesadaran Lintang yang masih ada mengingatkannya untuk menekan tombol navigasi yang ada di HP nya. Sebagai ahli komputer, tak sulit bagi Lintang untuk menambahkan setup alat pelacak GPS dari HP Ratih yang langsung terintegrasi dengan HP Lintang. Apalagi HP Lintang maupun Ratih sama-sama berbasis OS Android yang merupakan turunan dari keluarga Linux, sehingga lebih mudah dalam mengoprek dan menjejalinya dengan berbagai varian perangkat lunak yang dibutuhkan.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; ;;;;;;

Sebuah mobil berwarna coklat gelap memasuki areal perumahan mewah di pinggiran kota. Memasuki tikungan pertama, mobil berbelok kiri dan langsung membelok masuk ke carport rumah di deretan ketiga sebelah kiri. Perumahan masih sangat baru dan baru beberapa rumah yang telah ditempati.

Pintu mobil terbuka, delapan pria turun dan membopong seorang gadis manis yang tak sadarkan diri. Gadis itu adalah Ratih. Ia dibawa paksa oleh segerombolan pria bengis itu setelah sebelumnya menghajar Lintang hingga patah tulang dan luka-luka.

“Bos…apa bos masih demen ama nih cewek???…siapa tahu dia sudah bekas di-ewe sama si Lintang !!” Salah satu pria berbadan gelap membuka pembicaraan saat semua pria telah masuk ke dalam rumah bertipe 70 itu.

“Hohoho…gue emang ngidam n suka ama nih cewek…tapi itu dulu…sebelum Lintang ngerebutnya !!!…Kalo sekarang sih…ogah jack!!! emangnya gue tukang loak, siap menampung barang bekas model apapun ???…no no no!!!…gue lebih milih untuk ngebales Lintang aja!!!” Balas pria bercadar sambil terkekeh.

“Trus…mo diapain nih dara cantik bos??” Tanya seorang pria lainnya.

“Kita gagahi rame-rame….Hahahaha…biar mampus tuh Lintang…biar dia tahu rasa…Hahaha !!” Pria bercadar kembali berucap sembari ngakak meledakkan tawanya yang tidak sedap didengar.

“Hoii cewek cantik…bangun yukk…waktunya makan malam…hahaha…!!!” Lanjut sang Pria bercadar sambil menggoyang tubuh Ratih yang masih pingsan.

Seorang pria melangkah masuk ke bagian gudang dan kembali dengan membawa sebotol Jack .D ditangan kirinya. Tangan kanannya memegang sebuah spon lusuh berbentuk kotak, sepertinya adalah spon bekas cuci piring.

“Pakai ini bos !!! Bau alkohol yang menyengat akan membangunkan gadis seksi ini !!” Ucap sang pria pembawa botol sembari menuangkan sebagian isi botol ke spon yang dibawanya dan mengulurkannya ke arah pria bercadar.

“Wahaa…pinter juga lu jack…ga salah gue pilih anak buah macam kalian…” Si cadar berucap sembari tangannya sibuk mengoleskan spon basah tersebut ke depan hidung Ratih.

“Ehm uhh…aku dimana…???” Ratih mulai tersadar, matanya terlihat bingung memandang ruangan yang tak dikenalnya.

“Halo Rika…makin cantik aja lu !!!” Pria bercadar mencoba menyapa Ratih sambil tangannya sibuk membuka cadar yang menutupi sebagian hidung dan mulutnya.

Ratih kaget bukan kepalang. Ia berangsur-angsur ingat bahwa ia dan Lintang baru saja mengalami penganiayaan. Dan saat itu ia telah bersama kedelepan pria penganiaya, namun ia tak mendapati keberadaan sosok Lintang disana. Lebih kaget lagi saat ia memandang wajah pria yang sekarang telah menanggalkan cadarnya.

“SS..SS..Sonny !!” Teriak Ratih tercekat.

“Ow oww..jangan kaget seperti itulah cantik !!! biasa aja…kalem-kalem aja lah hahaha…” Pria yang disebut Ratih sebagai Sonny itu menjawab.

“Apa yang kau lakukan Sonny??!!” Hardik Ratih dengan suara bergetar karena amarah dan takut yang silih berganti hadir.

“Apa yang gue lakuin? Hahaha…tanya saja sama pacarmu Lintang itu !! Upss..lupa…dia kan sudah mampus ya tadi !!! Hahahaha…Tanya sama tembok aja dehh…!!” Jawab Sonny tanpa beban.

“Kang Lintang meninggal ??? itu tak mungkin….tak mungkin Huu hhu Hikss..” Ratih mulai menangis dan berteriak tanpa kontrol.

“Kang kang…kang kampret mu itu memang kepar*t !!!…Dulu dia pukul gue gara-gara Citra…Sekarang dia rebut lu yang udah gue idam-idamin lama…apa itu ga namanya tukang rebut cap kamprett ??!!” Bentak Sonny bengal.

37qikouqi

300x250

“Lu denger ya…gue emang dari dulu suka sama lu…lu nya aja yang sok banget jadi cewek…mati-matian gue bikin perhatian ke elu…lu cuman cuek aja…ehh ujung-ujungnya malah Lintang sialan itu yang jadi pacar lu…!!!…Jadi sekarang…gue mo rebut kembali idaman gue itu tapi bukan cintanya seperti dulu….hanya tubuhnya saja Hahahaha…!!!” Ucap Sonny tanpa perasaan. Terlihat Ratih semakin mengkerut takut, apalagi di sekelilingnya telah berdiri 7 pria lain selain Sonny yang memandangnya dengan tatapan sadis dan mesum.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

Sonny segera memberikan instruksi kepada anak buahnya agar memulai aksi terhadap Ratih. Ratih yang melihat gelagat tak sedap itu sontak berdiri dan mencoba untuk berlari menuju pintu. Namun Ratih bukan tandingan buat delapan orang pria tersebut. Baru pada langkah ke dua, tubuh Ratih telah ditarik kembali dan di seret menuju kamar di ruang tengah.

Diruangan itu ada selembar kasur gulung berukuran single. Ratih dihempaskan ke sana hingga kepalanya membentur tembok di sisi kiri kasur. Ratih mengaduh, namun suaranya kemudian hilang ditelan bahak tawa para pria yang memenuhi ruangan 4 x 5 Meter itu.

Sonny melangkah maju, ia tarik paksa kemeja pink Ratih yang menutupi bagian atas tubuhnya. Kancing-kancing bergelindingan jatuh ke lantai. Ratih meronta namun kedua tangannya di pegang erat oleh dua orang lain hingga ia tak mampu berbuat apa-apa lagi.

Kini bra Ratih berwarna pink terlihat jelas diantara sisi-sisi kemejanya yang terbuka dan tak berkancing lagi. Dada indah dan putih Ratih ter ekspos dengan jelas. Lehernya yang jenjang, tepian atas dadanya yang putih mulus, dan belahan buah dada yang sekal membuat seluruh hadirin menelan ludah. Sekali lagi Sonny menarik paksa pakaian Ratih. Kali ini bra pink Ratih yang menjadi korban. Tanpa membuka kaitannya, Sonny menarik keras bra tersebut sehingga karet pengikatnya menjepret keras kulit punggung ratih yang mulus tanpa noda. Kawat pengait yang terbetot lepas dengan keras menggores bagai kuku tajam di punggung ratih. Terlihat luka-luka goresan merembeskan darah segar memedihkan.

“Aduhh jangann !!” Ratih menjerit dan meronta, namun pegangan yang kuat pada tangan dan kakinya membuat usahanya menjadi sia-sia.

Gugusan buah dada mulus montok dengan ujung puting merah muda membusung indah dan bergoyang-goyang menggiurkan seiring rontaan Ratih yang tiada henti meski tak akan membuahkan hasil.

“Jangan Sonny…jangan…!! kepara*t kau !!! ratih memohon dan mengumpat seperti kesurupan, namun Sonny hanya terkekeh tak bergeming.

“Diam kau sunda*l !!!” PLAKKK…Sonny menghardik kotor dan menampar pipi gadis manis itu dengan keras membuat si Ratih yang kacau jiwanya menjadi semakin histeris dan menangis meraung-raung.

“Jangannn !!! jangannn !! tidakk..uhukk uhukk..” Ratih terus menjerit keras memekakkan telinga hingga terbatuk-batuk dan suaranya terdengar parau.

Rok Ratih yang tidak terlalu panjang ditarik keatas dengan cepat oleh Sonny hingga menampakkan kedua paha mulus Ratih yang padat, putih dan sekal. Diujung paha itu bersemayam sebuah lembah subur dengan rerumputan perdu yang masih terpagari secarik CD berenda berwarna merah menyala membuat api nafsu birahi Sonny and d’genk ikut memerah panas.

Sonny menarik paksa CD Ratih hingga terlepas sempurna dari kakinya yang jenjang gemulai. Pemandangan indah bagi para kaum adam bejat disana tatkala teronggok sebongkah daging berbelah tengah mengatup rapat nan memukau.

“Wahh indah sekali bos Meymeynya…sepertinya masih keset nih hihihi…jarang dipakai !!!!” Seorang anak buah Sonny bernama panggilan Joker berucap sambil mencoba meraba belahan Meymey Ratih yang kini tak berpenutup.

PLEKK..
“Heii…gue dulu, bodoh !!! lu sisanya aja entaran ya !!!” Sonny menampik tangan Joker dengan uring-uringan.

“Sonn…sudah Sonn…lepaskan aku…jangannn !!!” Ratih masih saja meraung seperti tiada bisa berhenti.

Tanpa menggubris teriakan Ratih, Sonny segera melepas ikatan sabuknya dan memelorotkan celana jean’s beserta CD nya. Nampak Konkonnya menjulang dengan kilap di ujungnya yang tumpul.

Sonny melangkah maju dan menindih tubuh Ratih yang tak berdaya. Ia tempatkan kedua telapak tangannya ke atas dua buah dada Ratih dan meremasnya dengan keras. Ia lakukan berulang-ulang remasan keras itu hingga Ratih menjerit-jerit kesakitan. Kepala Ratih menggeleng ke kanan dan kiri seperti ingin segera berdiri dan berlari menyelamatkan diri. Namun, demi melihat Ratih yang semakin menggila dan meronta, Sonny dengan cepat mengarahkan batang Konkonnya ke bagian pintu gerbang Meymey Ratih yang masih kering tak berpelumas.

41qikouqi

450x100

 

“Auuuww…jangan!!!!…sakitt Sonn !!! Teriak Ratih menghiba. Namun teriakan Ratih hanya membuat Sonny semakin gila dan semakin memperdalam tusukannya dengan kasar.

“Auhh tidak!!!! aduhh ….sakiitt !!!” Teriak Ratih nyaring saat batang Sonny menusuk penuh dan merobek lapisan hymen Ratih yang ternyata masih perawan. Berikutnya Hanya terdengar Sonny terengah memompa Meymey Ratih dengan tusukan keras, kasar, dan cepat.

Joker melihat hal itu dengan sangat bernafsu. Ia merangsek maju dan menarik kepala Ratih agar menoleh ke samping. Ia siapkan batangnya yang keras dan hitam dan kemudian menyumpalkan batang itu ke mulut Ratih yang sedari tadi hanya berteriak dan menjerit histeris.

Dua pria lain yang bernama Heru dan Ponirin ikut mendekat dan menyiapkan senjata masing-masing. Mereka genggamkan kedua tangan Ratih pada kedua burung mereka dan memaksanya dengan menuntun genggaman itu untuk mengocok.

“Ufhh..hukk…” Suara jerit Ratih kini tak terdengar. Suara itu tertelan ronjokan Konkon Joker yang bersarang dimulut Ratih. Butiran tetes airmata membanjiri pelipis dan pipi Ratih. Matanya memerah sembab.

Sonny dan Joker yang sudah ‘naik’ duluan terlihat mulai terengah dan bersiap untuk menembakkan peluru air ke rahim dan tenggorokan Ratih. 30 detik kemudian mereka mengerang.

“Ohhh….gila…enak brooo..!!!”

“Ahhh…mantapp pisan…hehhh”

Teriakan Sonny dan Joker bersahutan demi menggapai klimaks mereka yang bergulung nikmat. Ratih terbatuk-batuk tersedak cairan Joker yang menembus kerongkongannya. Tangisnya kembali terdengar pilu menyayat hati.

Empat orang yang tersisa dan belum mendapat jatah segera berganti Maju. Mereka merubah posisi Ratih menjadi tengkurap. Si Budhi kebagian mulut Ratih menggantikan Konkon Joker yang sudah letoy. Si Joni meminta Budhi untuk silih berganti dengannya ‘mengerjai’ mulut Ratih. Si Rukiman ‘menyusruk’ kebawah Ratih dan segera menancapkan batangnya yang paling gede diantara mereka ke Meymey Ratih. Terakhir si Lucky yang berinisiatif memerawani lobang Dubay Ratih yang terlihat berdenyut menahan sakit di sekujur tubuhnya.

Ratih masih sedikit sadar ketika ia rasakan ada sebuah benda tumpul yang berusaha menyeruak lubang dubay nya dengan paksa. Ia berteriak dan memohon agar hal itu urung dilakukan. Namun Lucky tetap saja pada pendiriannya dalam mengobrak-abrik lubang yang satu itu.

“Jangann..!!! Kurang aj*r kau….awwggh” Ratih berteriak pilu dan mengumpat sekenanya tatkala batang Lucky centimeter demi centimeter mulai menerobos liang fesesnya. Tak lama kemudian suara Ratih kembali terbungkam oleh ulah Budhi dan Joni yang keasyikan mengobok muut Ratih dengan barang berharga mereka.

Siksaan demi siksaan datang terus menerus seperti tiada pernah berhenti. Setiap tusukan Konkon di semua lubang ditubuhnya menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Derita itu semakin terasa ketika Ratih mencoba menahannya. Rasa sakit tak tertahankan menderanya hingga membuatnya hidup diantara sadar dan pingsan.

“Ufhh…mmhh…..!!!” Ratih mendelik demi menerima siksaan berantai di semua bagian tubuhnya. persendiannya terasa sangat lemas untuk bisa meronta lagi.

Genjotan dan gebretan terus saja menghujam setiap lobang di tubuh Ratih. Rintihan, tangisan, jeritan, dan segala keluh kesah yang terlontar dari bibir Ratih seperti hanya dianggap angin lalu oleh pria-pria bejat tersebut.

Sodokan bertubi di Meymey dan Dubay terus saja merejam suasana kelam yang meyelimuti jiwa dan alam pikir Ratih. Bathin Ratih terguncang, pikirannya menerawang jauh, kegetiran jiwa begitu menyakitkan psikologis Ratih.

Sekian menit berselang, para pelaku bola sodok di Meymey dan Dubay Ratih mencapai klimaksnya. Hampir bersamaan mereka membanjiri kedua liang Ratih dengan sesuatu yang kental. Namun tak sempat Ratih berdiam, Budhi dan Joni berhambur menggantikan tugas Rukiman dan Lucky yang baru saja turun mesin. Sedangkan Heru dan Ponirin meminta mulut Ratih untuk melumati kedua batang mereka yang sudah separuh jalan sebelumnya bersama kocongan jemari lentik Ratih.

“Hkk…sudd..ahh !!” Suara Ratih semakin lemah terdengar. Ia sudah hampir tak sadarkan diri. Beberapa pria yang telah Letoy terlihat asyik mempermainkan buah dada Ratih dengan memilin dan meremasnya secara bergantian.

Sebelum ke-empat pria terakhir mencapai klimaksnya, tiba-tiba…

BRUUAKK…ANGKAT TANGAN ANDA !!!

Tanpa dinyana, tanpa dikira, tanpa diduga, segerombolan manusia berseragam coklat mendobrak pintu ruang tamu. Polisi berseragam lengkap merangsek maju. Serta merta para pria bejat diringkus tanpa ada perlawanan yang berarti karena asyiknya mereka menghajar Ratih tanpa ada yang berjaga. Meski kedatangan polisi-polisi ini cukup terlambat, namun lacakan GPS Lintang sudah cukup banyak membantu memberikan informasi kepada polisi agar bisa secepatnya membekuk kawanan kriminal ini.

Dua orang polisi wanita menghambur maju dengan membawa selimut lebar dan segera membawa Ratih keluar dari tempat jahanam tersebut. Kondisi Ratih sungguh sangat memprihatinkan. Tangisnya telah hilang lenyap. Ia hanya terdiam tanpa kata dengan pandangan kosong. Hati dan pikirannya benar-benar terguncang hebat. Bahkan saat memasuki mobil patrolipun nampak ia sangat ketakutan setengah mati seperti orang yang kesurupan.

42qikouqi

150x300

Satu minggu telah berjalan. Angin bertiup lambat disuatu siang yang panas. Terik matahari begitu menyengat hingga serasa membakar ubun-ubun. Jiwa-jiwa yang melata di pelataran persada begitu tersiksa oleh sengatan sang surya.

Disebuah kamar rumah sakit, tengah terkapar seorang pria dengan lilitan tebal kasa di tangan kirinya. Warna merah gelap dan memar menghiasi beberapa bahian tubuhnya. Masa istirahat yang kurang beberapa hari lagi di pembaringan begitu ia rasakan menyiksa. Pikirannya melayang, jiwanya mendekam dalam asa yang terpangkas.

Pria merana itu adalah Litang Timur yang sedang menjalani perawatan inap akibat luka-luka dan patah tulang lengan yang dialaminya. Kabar tentang penderitaan Ratih telah ia dengar dari Citra yang beberapa kali muncul dan menjenguknya. Ribuan permintaan maaf dari Citra dan keluarga besar Citra kepada Lintang dan Ratih bertubi-tubi terucap beriring rasa penyesalan yang dalam. Perbuatan Sonny yang notabene adalah keluarga besar Citra sungguh sangat memalukan dan mencoreng nama keluarga. Senyum kecut Lintang menghiasi bibirnya setiap kali Citra maupun keluarganya muncul di kamar inap Lintang. Hati Lintang benar-benar terluka akibat perlakuan terkutuk Sonny meski Sonny sekarang telah diringkus polisi dan mendekam dalam tahanan.

Di sebuah kamar pengap dan tertutup, duduk seorang dara cantik dengan dandanan kusut tak terurus. Ratih telah seminggu ini menjalani proses rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa akibat syok yang dialaminya. Hingga detik ini, Ratih masih berdiam diri dengan pandangan yang tetap kosong. Siapapun yang mengajaknya bicara seperti tak didengarnya. Ia seperti linglung. Matanya memandang dinding putih di kamarnya tanpa henti. Kejiwaan Ratih sedang terguncang. Mmenurut dokter, kejiwaan Ratih ini bisa saja sembuh dengan cepat atau juga bisaa saja akan demikian selama-lamanya. Hanya getaran tertentu yang bisa membangunkan kembali daya sadarnya seperti semula.

Lintang yang mendengar berita gangguan kejiwaan Ratih itu dari Citra hanya bisa termenung. Airmatanya menetes membasahi wajah tampannya setiap kali ia mengingat kekasihnya yang sedang sakit. Dunia ini terasa begitu sempit dan menghimpit. Entah sampai kapan…

Dalam lamunnya, Lintang menorehkan bait-bait duka dalam notepad HP dengan iringan linang air mata.

……………………………………….. ..
Dukamu dukaku jua…
Rasamu rasaku meregang nestapa,
hingar bingar terbungkam,
ceria terendam kelam.

Tetes airmata mengejar harapan yang tak berujung,
Dunia ini hilang dari genggaman,
bidadari pergi sesaat atau akan kah kembali ku tak tahu,
linang sudut mataku mengusung duka lara.

Rindu terputus bagai bait puisi yang belum pernah usai,
renda kasih belum juga terajut sempurna,
sukma melayang dan menghujam bumi,
hampa dan pedih terkapar di hamparan cinta tanpa asa,
……………………………………………. …………………….

cerita ini belum berakhir…

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s