METAMORFOSIS DAN POHON PALEM #4

28lvSelamat menikmati kembali…

“Saudara Lintang…anda dituduh telah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap saudari Sonya…dalam hal ini kami segenap dewan dosen sangat menyayangkan…anda yang tercatat sebagai staf pengajar meski hanya part time, seyogyanya memberikan contoh yang baik bagi mahasiswa yang ada di sini !” Seorang dosen senior bernama Pak Jarwo mengucapkan kalimat tuduhannya dengan tegas di ruang pertemuan dosen.

“Apa pak? Saya tidak merasa pernah melakukannya…ini fitnah pak !!” Sangkal Lintang dengan nyaring.

“Apa lagi yang hendak anda sangkal? Saksi pun ada…!! Anda tak akan bisa mengelak lagi!”

“Tapi…tapi…” Lirih Lintang dengan berselimutkan kebingungan.

“Cukup sudah !!!…demi kehormatan kampus kita, hanya ada satu cara…anda harus menikahi saudari Sonya…ini dibutuhkan untuk meredam pemberitaan di luar sana !”

“Tidak bisa seperti itu Pakk !!” Sanggah Lintang sekali lagi dengan tangan gemetar.

“Anda harus menikahinya atau anda kami keluarkan dari jajaran pengajar kampus !…kami tak ingin kebobolan untuk kedua kalinya…kami punya aturan dan anda wajib mengikutinya !!” Lanjut Pak Jarwo dengan muka panas. Kumisnya yang melintang di atas bibir menambah terlihat semakin sangar wajahnya saat marah seperti itu.

Lintang terduduk lesu di kursinya. Ia tak bisa membayangkan jika ia harus berhenti bekerja di kampus itu. Meski pekerjaan utamanya sebagai teknisi komputer panggilan masih bisa dikembangkan, namun untuk jangka waktu beberapa bulan ke depan ia tak tahu harus menghidupi orang tuanya di kampung dengan apa. Selama ini hanya Lintang tempat bersandar orang tuanya. Semua kebutuhan sehari-hari selalu ditanggung oleh Lintang sebagai anak tertua. Adik satu-satunya Lintang adalah seorang cewek yang masih duduk di bangku SMA, sehingga tak mungkin Lintang meminta bantuan kepada adiknya.

Pikiran Lintang begitu kalut, namun daya apalagi yang ia punya selain menyerah kepada keadaan yang semakin menyudutkannya. Saksi telah menjadi kunci atas kejadian ini, dan telah nyata bahwa saksi telah berpihak pada Sonya dari awal.

“A..apakah tidak ada solusi lainnya pak ???” Tanya Lintang mengiba.

“Solusi apa yang anda inginkan??….Saksi sudah jelas…korban sudah ada…mau apa lagi anda??” Sergah Pak Jarwo gusar.

26lv

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

Lintang kembali lesu, harapan sepertinya telah punah. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi. Wajahnya tertunduk, tubuhnya gemetar, awan kelam seperti sedang bergelayut di atas kepalanya.

“Tunggu dulu….!!!!” Tiba-tiba sebuah suara muncul dari balik pintu ruang pertemuan dan mengagetkan seluruh yang hadir disana.

“Saya punya bukti yang lebih otentik daripada sekedar saksi yang belum tentu bisa dipercaya !!!” Imbuh suara itu lagi. Seorang Mahasiswi tengah berdiri di antara kursi sambil berteriak lantang.

“Heeii kamu…apa yang dapat kamu lakukan bagi pemerkosa ini ??” tanya seorang dosen wanita bernama Bu Siska dengan menunjukkan jarinya kearah cewek yang baru datang tersebut.

“Disini…ya disini…di dalam HP ini ada rekaman video Nona Sonya saat menghubungi Pak Eko demi mengatur strategi fitnah licik ini !!….video lainnya juga menunjukkan kegiatan saat Nona Sonya dengan sengaja mengganti pakaiannya dengan pakaian sobek-sobek untuk menambah keyakinan alibinya !!….” Ungkap si cewek dengan nyaring hingga menggema di dalam ruangan tersebut.

“Darimana kamu mendapatkan video-video itu Rika??” Tanya Bu Siska dengan lebih lunak, tidak sekeras waktu pertama berbicara tadi. Ternyata cewek yang nekat masuk ke ruangan tersebut adalah Rika si ratu jahil.

“Ibu….seringkali saya disebut sebagai cewek jahil di kampus ini…tapi kejahilan saya hari ini berbuah manis bu…Mula-mula saya curiga dengan gerak-gerik aneh Nona Sonya saat tiba di ruang klinik tadi pagi. Nampak ia sedang menjinjing sebuah tas yang ternyata saya ketahui berisi pakaian sobek miliknya. Dengan jahil saya ikuti dia, saya pun nguping pembicaraannya di telepon dengan Pak Eko. Nona Sonya menjanjikan bayaran dengan tubuhnya jika Pak Eko bisa membantunya bermain akting. Saat Nona Sonya ke kamar mandi klinik untuk berganti pakaian pun saya juga mengikutinya. Saya pasang layar kamera saya pada celah bagian atas kamar mandi yang memang dindingnya tidak tertutup hingga ke atas…bagaimana Bu Siska…sudah jelas?” Lanjut Rika dengan melotot. Rupanya kali ini ia telah menjadi dewi penolong bagi Lintang.

 

 

Mobil katana Lintang sudah melaju di jalanan menuju sebuah rumah makan di ujung kota. Duduk di sebelahnya seorang Rika sang dewi jahil nan penolong.

“Seribu terimakasihku buat kamu Rika, ternyata jahilmu bermanfaat juga ya…sebagai ucapan terimakasih, sore ini gue akan traktir lu…sepuasnya…!!!” Ungkap Lintang dengan air muka ceria penuh kelegaan.

“Yee…sekarang aja baru sumringah…nah tadiii…muka ditekuk mengkerut kayak kanebo kurang air !!!” Sergah Rika sambil mencibir tetap dengan nuansa juteknya yang semerbak.

“Ya bukan gitu Ka !!!…siapa yang gak kaget kalau dituduh sekeji itu padahal tidak ngelakuin!!” Sanggah Lintang dengan malu-malu kucing.

“Pembelaan Persuasif !!!” Timpal Rika dengan tak mau kalah.

Acara makan besar dinikmati Rika dengan penuh suka cita. Beragam menu masakan dipesan Rika tanpa ampun. Lintang hanya bisa menggeleng-geleng melihat ulah si jahil yang rakus itu.

“Kamu jadi cewek…sadis bener…kayak mesin giling padi…hahaha…” Ucap Lintang demi melihat ulah makan Rika yang menggila.

“Udah deehh…ikhlas kagak ??? kalau ga ikhlas….mending gue….TETEP MAKAN AJE…hahahaha!!!” Balas Rika dengan kocak namun tetap dengan wajah bengis khas penjahat jahiliyah.

Lintang kembali tersenyum memandang wajah Rika yang memerah kekenyangan seperti daging rebus. Lamat-lamat ia perhatikan wajah Rika dihadapannya. Cukup cantik, lesung pipit menambah menarik suasana.

“Rika…lu buru-buru gak?? Abis ini temenin gue merenung ya !!” Ucap Lintang sesaat setelah mas kasir menerima pembayaran dari Lintang.

“Merenung ??? Dimana emang ??” Balas Rika dengan gaya asli cuek bebek.

“Di WC hahaha !!!” Serobot Lintang dengan dibarengi bahaknya yang membahana.

“Pretttt….garing tauu !!!” Timpal Rika sambil mencubit keras pipi Lintang hingga sang korban meringis kesakitan. Kedua makhluk aneh itu beranjak berjalan menuju mobil dan tancap gas cap cus meninggalkan pelataran rumah makan yang kini terasa begitu tidak nyaman karena harus bayar.

“Di pantai nonn!!!…gue pengen melamun dan merenung di pantai…gue suntuk dengan semua ini…huhhfhh..” Lanjut Lintang sambil menghela nafas panjang saat mobil sudah melaju pada gigi 4. Mobil pun segera melesak membelah jalanan kota menuju bibir pantai di ujung sebelah utara kota. Disana terhampar ber mil-mil tepian pantai laut jawa yang tenang ombaknya namun tetap asin rasa airnya.

20lv

tumblr_nmhw1lOqFK1usuy9to1_500

Angin sepoi sejuk terhembus meniup dedaunan nyiur dan membuatnya melambai seakan memanggil setiap insan untuk bersedia sejenak berhenti, menatap, dan menikmati hamparan pantai indah saat matahari mulai tenggelam. Sulur jilatan cahaya matahari yang hampir hilang ditelan petang terlihat memerah di ufuk barat. Goyang ombak nan gemulai terlihat dikejauhan dan seakan bersatu dalam pertemuan garis dengan langit. Diantara keduanya ternoktah berkas merah temaram mentari yang kian memudar mengejar peraduan.Burung-burung camar bersiul bersahutan kemudian terbang menukik mengejar mangsanya yang sedang asyik berenang di lautan lepas. Di atas camar, bergerombol sekumpulan merpati terbang beregu membuat iri kaum manusia yang tak pernah berhenti bertikai dan menjauh dari kata persatuan. Nuansa indah tepi pantai.

“Tuh liat tuh mataharinya ampir tenggelem…bagus kan..???” Ucap Lintang pada Rika yang sedari tadi nampak bengong. Pergi ke pantai merupakan sebuah kegiatan yang sangat super jarang dilakukan rika. Selama ini ia hanya sibuk dengan segala hal yang berkaitan dengan jahil, jutek, usil, angkuh dan sekarung sifat batu lainnya. Namun dalam hati Rika lambat laun menikmati juga pemandangan yang jarang dilihatnya itu.

“Iyahh…lumayann!!!” Jawab Rika dengan nada sok bete, padahal suka sebenarnya.

“Ah lu payah…ini nih anugerah Tuhan…nikmati dong…biar ati lu kagak panas mulu bawaannya!!!” Sambung Lintang dengan pandangan mata aneh melihat Rika yang ogah-ogahan.

“Iya…bagus..!!” Ucap Rika seperti terdengar terpaksa.

“Eh pak eh…anu…mas…atau abang aja yah…aduh enaknya gue panggil apa nih ??” Lanjut Rika dengan aksi garuk kepala seperti pemeran iklan shampo kutumbamba yang belum memakai shamponya.

“Kang aja…biar lain daripada yang lain…kalau situ gue panggil Adek aja ya…kan tua-an gue juga kan!!” Jawab Lintang dan sekaligus bertanya balik.

“Iya Kang Lintang…ehm..lagi suntuk pa’an sih??? Yaaa…meski gue suka usil…tapi satu-satunya temen Akang di pinggir pantai ini cuma gue…ga ada salahnya kalee kalo Kang Lintang sedikit berbagi biar agak ringanan gitu..!!” Lanjut Rika dengan penasaran pada perihal kesuntukan Lintang.

“Gue akhir-akhir ni didera beberapa masalah yang bikin pusing Dek…Awalnya gue…jujur neh…awas jangan cerita anak kampus…awalnya gue suka sama Citra..kita sempat deket, terus terang gue dibuat gila oleh pesonanya…tapi akhirnya gue mundur karena dia sudah punya tunangan. Kedua…kapan hari gue digebukin orang-orang serem…ehmm…sepertinya orang suruhannya Sonny yang pernah gue pukul gara-gara gue nyemburuin dia sama Citra…Terakhir tadi…Sonya ngapain juga ngejebak gue kayak gitu…huuffhh…suntuk ni kepala…kenapa gue sial mulu ya…??!!” Ucap Lintang dengan terbuka. Matanya menatap jauh kedepan, menerawang lapis-lapis sinar matahari yang semakin memudar ditelan petang seakan matanya ingin melihat apa yang ada dibalik sinar matahari yang meredup itu.

“Ohh…Akang sudah ngejauhin Citra…bagus deh…!!!” Jawab Rika kalem.

“Maksudnya ???” Tanya Lintang balik karena merasa janggal dengan ungkaan Rika barusan.

“Ehh..enggak…ga papa kok…udah terusin aja ceritanya…!!” Jawab Rika yang masih terlihat fokus mendengarkan keluhan Lintang.

“Akang yang sabar aja menghadapi semua masalah…masalah apapun itu pasti ada jalan keluarnya !!!” Lanjut Rika dengan sedikit sok serius.

“Dek Rika…gue boleh jujur kan??” Tanya Lintang tiba-tiba.

“Jujur tentang apa…?? Ngomong aja kalee Kang…jangan sungkan gitu!!” Jawab Rika dengan nada tidak suka. Rika memiliki tipe yang suka keterusterangan.

“Terus terang…sejak awal dulu…gue sering merhatiin Citra dan juga Eluu Rika…gue rasa kalian sama-sama cantik..cuman masalahnya…gue kurang suka tabiat lu…akhirnya gue lebih condong ke Citra…” Ungkap Lintang tanpa tedeng aling-aling.

“Kang…ehmm…boleh jujur juga ga??” tanya Rika dengan muka menunduk. Mungkin baru kali ini ia terlihat begitu serius.

“Apa Dek…ngomong aja !!!” Sambut Lintang antusias.

“Gue sebenernya sudah tertarik sama Akang dari dulu…terang aja gue sewot ngeliat Citra deket sama Akang…tahu gak kang???…waktu Sonny mukul Akang sampai hidung Akang berdarah, gue ngintip lho Kang…kasihannn banget lihat Akang kayak gitu…tapi gue cuma bisa diem aja waktu itu…”Sambung Rika dengan polos.

“Aduhh…kenapa gue harus muter ngadepin banyak masalah dulu baru bisa ketemu lu hari ini Dek ???” Keluh Lintang.

“Semua sudah ada jalannya kan Kang ??!!” Jawab Rika mantap.

26lv

300x250

“Bagi gue…Akang itu MAHAL…tak cukup cinta biasa yang sanggup membelinya..Akang itu baik, pinter, berjiwa penolong, ganteng lagi…jangan Ge-Er Kang…gue cuma mencoba jujur…bagi gue, Akang itu umpama POHON PALEM…indah, menarik, eksklusif, dan mahal..!!!” Lanjut Rika yang kali ini terlihat lebih rapuh ketimbang hari biasanya.

“Hari ini gue merasa bersyukur Dek…ini semua membuka mata gue…”

“Dek…gue ingin hati gue yang mahal ini…lu yang beli ya??? diskon gede-gede-an deh khusus hari ini…tapi dengan satu syarat…..lu harus rubah tabiat jelek lu…gue ingin lu mengalami METAMORFOSIS total…bagaimana?” Sambut Lintang yang bergaya seperti makelar yang sedang tawar menawar barang dagangan.

Rika hanya tersenyum manis. Sungguh-sungguh manis tak seperti biasanya yang terlihat masam. Sore itu Rika laksana dewi yang baru lahir, dan Rika dihadapkan pada pilihan yang mau tidak mau harus dipilihnya. Ia harus menjalani hari esok sebagai Rika yang santun. Bisakah Rika???

“Besok ada kuliah gak Dek??” Tanya Lintang sambil mencoba menatap wajah cantik yang selama ini di hindari Lintang.

“Harusnya sih ada 1 mata kuliah jam 1 siang, tapi dosennya lagi sakit Kang…jadi libur dehh…emang kenapa kang??” Jawab Rika sambil mulai berani tersenyum menggoda ke arah Lintang yang sebenarnya sedang berbunga-bunga di penghujung kedukaanya.

“Besok pagi lu siap ya Dek…gue mo make over lu…hehehe…Kita cari baju yang feminin…kita ke salon..yahhh pokoknya 1 hari buat nge-bengkelin lu deh Dek…oya satu lagi…gue mulai besok akan pakai kata-kata ‘aku dan kamu’ bukan ‘lu gue’ lagi…Adek bisa ikut adaptasi kan ???” Sambut Lintang dengan bersemangat.

“Hiahhhchh….banyak bener syaratnya !!!….tapi iya deh…buat beli Pohon Palem yang mahal…gue akan berusaha…hihihi” Rika membalas dengan nada riangnya.

“Oya sampai lupa…nama lu kan Rika Ratih…gue mulai besok akan panggil nama Adek Ratih aja…Super Metamorfosis total deh pokoknya..!!” Lanjut Lintang dengan mata berbinar.

“Dipilih saja yang sekiranya bagus Dek…nanti aku yang bayar…aku masih ada sisa gaji kok!!!” Lintang berucap lembut pada ‘calon’ kekasihnya yang sedianya akan resmi menjadi pacar setelah lulus permak tabiat kelakuan.

“Gak ah Kang…Rika bayar sendiri aja, ini ada uang tabungan kok…aku ga mau ngrepotin Akang…lagian yang pakai kan juga aku kan ??!!” Rika menjawab dengan santun.

“Wesss lupa ya…RATIH…jangan RIKA dong !!!….Wah ya jangan begitu…yang ingin kamu berubah kan aku…jadi ya aku yang tanggung jawab…!!!”

“Ga Kang…Ratih sungkan…!!!” Lanjut Sang cewek yang berganti nama panggilan menjadi Ratih.

“ya udah gini aja…kita 50:50 ya…jadi adil…!!!” Usul Lintang menengahi.

“Ok deh Akang…!!!” Sambut Ratih dengan senyum manisnya yang pastinya sudah ia latih didepan cermin sejak tadi malam demi menunjukkan senyuman cewek santun.

25lv

160x600

Tiga pasang pakaian telah masuk ke dalam tas jinjing Ratih. Sejurus kemudian mereka nampak melenggang menuju sebuah Salon Kecantikan untuk ‘menyelesaikan’ dandanan Ratih. Sambil menunggu, Lintang istirahat disebuah restoran fastfood sembari menyedot rokok filternya. Dua cangkir kopi pahit dan separuh bungkus rokok telah ia habiskan selama 2 jam lebih menunggu Ratih dipermak.

“Kang….!!!” Sebuah suara muncul di sisi kanan Lintang yang nampak terkantuk-kantuk.

“Hahh Ratih….Perfect…luar biasa…woww…!!!” Lintang tak berhenti berdecak setelah melihat Ratih hadir di sampingnya dengan penampilan memukau.

Hampir 60% Rika telah berhasil di bentuk menjadi Ratih. Tatanan rambut yang dipadu dengan perawatan wajah telah membantu merubah penampilan Ratih menjadi memukau. Kini terlihat Ratih sebagai ‘cewek banget’. Pakaian yang baru di beli juga sekaligus dipakai Ratih, kemeja motif bunga-bunga bertemu dengan celana katun ¾ yang melekat di kaki jenjang nan putih milik Ratih.

“Wow…kamu benar-benar membiusku Dek Ratih…sangat cantik…nah sekarang duduklah…satu syarat terakhir buat Adek…jaga omongan…santunlah dalam berucap…hindari kata-kata yang membuat orang lain tersinggung…ok Dek..??” Lintang berucap sambil tak jemu-jemu memandang wajah cantik nan ayu milik Rika Ratih.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

Satu bulan sudah Lintang resmi jadian dengan Ratih. Sudah satu bulan pula Ratih telah menjauh dari dunia perjahilan nan menyesatkan. Hari itu Lintang sedang sendiri, dua hari yang lalu Ratih berpamitan untuk pergi ke Lombok bersama orang tuanya dalam rangka kunjungan ke rumah pamannya yang sedang menikahkan anaknya.

……………………………………………. ………..
Bersamamu jalani hari…
menyusun puing cinta,

Kini ku rangkai indahnya nurani..
ku sematkan nyanyian rasa,
bersamamu jalani hari,
menyusun puing cinta.

Jiwa berdendang lagu taman bunga pagi…
cerita agung butiran tawa,
langkah elok terbentuk kini,
bianglala…
bersama jalani hari…
menyusun puing cinta.
………………………………………………….

Dalam lamun kembali Lintang tuliskan bait-bait indahnya suara hati ke dalam notepad dalam HP nya. Puisi alunan jiwa aktif dan rutin dibuatnya karena itulah cara ia menyuarakan hatinya. Sejak usia muda belia, ia telah terbiasa membuat puisi bagi setiap cerita dalam hidupnya.

Bersamaan dengan itu, di sebuah motel sekitar 7 kilometer dari kampus ungu.

“Sonya….sekarang saya tagih janjimu padaku…!!!” Ucap seorang pria kepada Sonya yang nampak terduduk pasrah di bibir ranjang.

“Tapi kan rencana kita gagal Mas…bahkan sekarang saya dikeluarkan dari klinik kampus…!!!Sonya membalas dengan galau.

“Apapun hasilnya…janji adalah janji kan ???” Sambung si pria yang ternyata adalah Pak Eko yang meminta bayaran tubuh Sonya atas bantuannya memperdayai Lintang.

Sonya hanya diam tertunduk. Pak Eko melangkah maju, ia dorong tubuh Sonya hingga terlihat rebah di tempat tidur. Sonya tak menunjukka perlawanan, ia seperti telah pasrah pada kenyataan dan juga pasrah pada dentuman birahi yang mulai menjalari otak dan sekujur tubuhnya.

23lv

150x300

Pak Eko kembali berdiri dan mundur. Dengan pasti ia tanggalkan satu persatu pakaian yang melekat pada tubuhnya yang kekar. Sekejab ia terlihat telah bugil total. Tubuhnya masih terlihat tegap di usianya yang hampir menginjak kepala 4. Perutnya juga tak buncit seperti pria dewasa seumurannya. Mungkin olahraga atletik yang digemarinya mampu menjaga kondisi tubuhnya sehingga tidak gembrot.

Sonya melirik pada bagian pangkal paha Pak Eko yang terbuka. Sekilas ia nampak terkejut. Batang Pak Eko terlihat besar, berotot dan hitam gelap.

“Uhhh…gede sekali kayaknya tuh Konkon!!!…punya si Bram ama si Joko ga segede itu deh pas maen ama gue !!!…ehmm…pasti mantap tuh…gak nolak dehhh…hihihi” Sonya membatin sembari matanya berkejap-kejap memandang batang Konkon Pak Eko yang menjulang.

Sonya berdiri dari posisi tidurnya namun masih tetap diatas ranjang. Pak Eko mendekat dan kemudian ikut berdiri berdua bersama Sonya diatas Ranjang. Jemari tangan Pak Eko terlihat mulai membelai pelipis dan pipi Sonya. Dengan lambat namun pasti kedua bibir mereka saling mendekat. Bibir Pak Eko memagut cepat bibir Sonya dengan ganas. Sonya juga menyambutnya dengan sedotan dan empotan yang beringas. Lidah dan lidah seperti sedang bertempur saling melesakkan ujungnya. Suara kecipak french kiss yang membara terdengar sangat sensasional. Tangan Pak Eko sedikit merambat turun menyusuri leher Sonya dan berhenti di depan gundukan besar di dada Sonya. Pak Eko tak langsung meremasnya, melainkan jemarinya terlihat sibuk membuka kancing kemeja yang membungkus dada ranum Sonya. Sonya membantu mempermudah dengan membuka sendiri Bra nya. Kemudian ia juga membantu melepas celana panjangnya berikut CD yang melekat di pangkal pahanya yang semok.

Kedua manusia itu nampak kini telah sama-sama polos tanpa pakaian. Sambil tetap berciuman, Pak Eko meremas keras bagian dada Sonya hingga membuat si empunya dada menjadi menjerit tertahan. Namun teriakannya terbendung oleh ronjokan lidah dan bibir Pak Eko yang masih saja berkutat di wilayah pertahanan bibir Sonya.

Secara tiba-tiba Pak Eko membalikkan tubuh Sonya hingga membelakanginya. Masih dengan posisi sama-sama berdiri, Pak Eko mencoba mendorongkan Konkon nya yang panjang ke celah Meymey Sonya dari arah belakang. Sepertinya tidak terlalu sulit bagi Pak Eko untuk melakukannya mengingat ukuran Konkonnya juga cukup panjang.

Perlahan batang itu mulai melesak dan menyusuri rongga berdaging nan lembab. Kedua tangan Sonya menggapai ke arah belakang tengkuk Pak Eko demi mempertahankan posisi saat menerima kenikmatan itu.

“Ufffhh…Pak…” Sonya mulai mengeluarkan raungan harimau betina saat seluruh batang Konkon Pak Eko terbenam dan melesak jauh ke lubang surgawinya.

Dengan gerakan penuh kematangan, Pak Eko terus menggenjot Meymey Sonya sembari sesekali ia menorehkan kecupan dan cupangan di tengkuk dan samping leher Sonya. Nampak Sonya kini agak membungkuk. Kakinya nampak semakin tak kuasa menopang tubuhnya sendiri yang terus saja di hajar oleh Pak Eko dengan nikmat.

“Hekhh…hekkh..ufff…” Sonya semakin mengaum ganas dan menyeringai laksana harimau betina yang sedang lapar dan dahaga.

15 Menit telah berlalu dan Pak Eko masih terlihat gagah dalam pertahanannya yang prima. Didorongnya tubuh Sonya hingga tertungging dengan bertumpu pada bantalan sandar springbed. Kembali Pak Eko tak bosan-bosan menggenjot Meymey yang terlihat semakin merekah indah di antara dua bongkahan buah pantat yang membusung akibat posisi nungging Sonya.

“Pakk…uhh ampun…gak kuathh..ini mauuh nyampehh ahhh” Sonyya mengerang dan meraung mendapati puncak orgasm nya yang pertama dalam labuhan nafsu bersama Pak Eko.

Pak Eko tak bergeming. Ia masih saja terlihat belum ada tanda-tanda hendak mencapai klimaks. Mungkin usianya yang matang telah mematangkan pula jam terbang dan pengalaman Pak Eko dalam dunia per-ehem-an.Tanpa memberikan kesempatan pada Sonya untuk menghela nafas setelah capaian orgasm nya, Pak Eko kembali menggenjot tetap dalam posisi dog dog an.

“auhh Pak…ufhh..” Sonya kembali terhenyak dan terkaget nikmat saat hajaran Pak Eko hadir kembali.

“Pak…aduhh g tahan laggii…sebenttar laa gi ahhh nyampai lagii nihh aahhh” Orgasm Sonya kembali menyusul 2 menit setelah orgasm nya yang pertama. Gaya permainan Pak Eko sang maestro ehem dan juga ditunjang Konkon Pak Eko yang aduhai membuat Sonya menderita kenikmatan yang bertubi-tubi.

Sesaat kemudian nampak Pak Eko menarik dengan cepat Konkonnya hingga menimbulkan bunyi ‘PLOOPHH’. Secepat kilat pula Pak Eko mengarahkan Konkonnya ke bagian bongkahan pantat bohay Sonya sambil mengocoknya. Mengetahui Pak Eko hendak mencapai klimaks, Sonya berbalik kemudian berjongkok. Ia kulum batang Pak Eko dengan susah payah akibat ukurannya yang sedikit over.

Pak Eko terlihat merem melek menikmati kuluman di batangnya.

“Ohh ohh Sonnya kamu hebatt ngulumnya…oohh aku keluarrr aargghhh…” Pak Eko meraung disusul semburan hebat dari lubang di kepala Konkonnya. Beberapa semburan melesak masuk kedalam mulut Sonya hingga terbatuk-batuk.

“Tengkyu Sonya…bayarannya siipp benerrr !!!” Ucap Pak Eko setelah ia duduk kembali di sisi Sonya yang masih telanjang.

“Hehh…memang mantap punya kamu Pak…tapi…gue masih tidak terima…gue harus ngedapetin Lintang bagaimanapun caranya !!!” Sambut Sonya sembari mengikat rambtnya yang basah oleh keringat.

“Main sama aku belum cukup??? masih aja ngejar si Lintang ceking itu !!!” Pak Eko berucap dengan menunjukkan sedikit wajah kecewanya.

“Bukan begitu…Bapak boleh mainin tubuh gue…gue juga suka…tapi…cinta gue cuma buat Lintang…!!” Sonya membalas dengan sorot mata berapi-api dan gemeletuk gigi menahan gejolak di dadanya.

“Kamu sudah gila ya…??? jelas-jelas Lintang benci kamu !!!” Pak Eko membentak kesal.

“Hahhh !!!…lihat saja nanti….Lintang akan menjadi milikku….seutuhnya….!!!” Sonya menjawab dengan penuh keyakinan tinggi.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::::::
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; ;;;;;;;;;;

Lintang sedang rebah di atas kasurnya ketika ia dengar bunyi pintu diketuk dari luar sana. Dengan malas ia buka pintu itu dan mendapati Sonya sedang berdiri di depan pintu.

“Oww…korban pemerkosaan…mau apa lagi mengusikku hahh ???” Ucap Lintang langsung dengan nada tinggi demi melihat sosok menyebalkan didepannya yang sebenarnya cukup cantik dan seksi untuk dinikmati.

“Lintang….gue…gue mo ngomong…boleh masuk ya…plisss…sebentar saja…gue mau minta maaf..!!!” Sonya berucap sembari menunjukkan mimik muka yang sedih.

“Ok…gue beri waktu beberapa menit saja !!!” Lintang membalas sambil memberikan jalan masuk kepada Sonya yang terlihat mematung di depan pintu.

“Gue minta maaf atas kelakuan parah gue di kampus …!!! gue lakuin itu semua karena gue cinta sama kamu Lintang !!!” Ucap Sonya terbata.

Setelah mengucapkan cinta, secara tiba-tiba Sonya mendorong tubuh Lintang hingga terjatuh di tempat tidur. Dengan penuh gairah Sonya menindih tubuh Lintang. Secepat kilat Sonya menarik celana kolor beserta CD Lintang ke arah lutut sehingga spontan menyembullah batang Konkon Lintang.

“Lintang…jadikanlah aku kekasihmu Lintang !!!” Sonya berucap sambil berusaha mengocok batang Lintang yang belum sepenuhnya berdiri.

“Sudah Sonya…sudah kubilang !!! cukup….aku tidak mau menuruti semua permintaan gila mu itu…!!!” Bentak Lintang dengan berang dan berusaha mendorong tubuh Sonya.

“Jadiin gue pacarmu atau……gue potong Konkon ini hahhh???!!” Sonya mendelik dan secara tiba-tiba meraih sebuah cutter yang tergeletak di meja belajar Lintang.

“Hei gila kamu ya !!!” PLAKKK DUKKK !! Lintang memekik dan secara cepat mengeluarkan gerakan tendangan melingkar sehingga cutter yang di pegang Sonya menjadi terlepas dan jatuh ke lantai.

24lv

450x100

“Bodoh !!!” Bentak Lintang galak.

“Gue…gue…Lintang gue suka kamu…!!! hiks…hiks…” Sonya histeris dan menangis. Terlihat ia sangat tertekan dengan perasaan cintanya.

“Sonya !!! dengerin aku….Kamu itu cantik….seksi…buat apa sih kamu rela mati-matian ngejar aku yang jelas-jelas tidak suka sama kamu !!….yang realistis dong….!!”

“Ok begini…..jika kamu memang suka sama aku dan cinta sama aku….kamu harus bisa nurutin perkataan orang yang kamu cintai….aku minta jangan ganggu hidupku lagi…aku punya teman cowok…akan kucoba merekomendasikan mu….jika cocok…jadilah kekasihnya demi untuk menurutiku..!!…kamu tentu bisa mencerna ucapanku !!”

“Sekarang pulanglah !!! temanku bernama Bima…ia sudah lama memperhatikanmu dan tertarik padamu…tanamkan dalam pikiranmu bahwa aku memintamu menjalin kasih dengan Bima…in permintaan orang yang sangat kau cintai…Mengerti Sonya !!???” Lintang memutar otak dan menemukan solusi mujarab demi meluruhkan kaku hati Sonya.

Sonya mengangguk patuh. Sesaat kemudian ia telah melangkah pergi meninggalkan Lintang yang masih terlihat kaget dan tak percaya pada kejadian yang baru saja ia hadapi.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; ;;;;;;;;;;;;;;;

Dalam malam nan gelap. Taburan bitang hiasi langit yang luas terbentang. Lintang sedang terdiam di teras kosan dan memandang indahnya langit malam yang terhampar. Tak aga gemuruh petir yang mengusik keindahan malam itu. Semuanya hanya senyap yang bersatu bersama decak kecil jangkrik dan beberapa serangga malam lain.

Lintang mengambil HP dari saku celana kolornya. Dengan penuh penjiwaan kembali ia torehkan gooresan puisi hati ke dalam notepad Hpnya sembari sesekali memandang langit nan indah memukau mata hati.

……………………………………………. ………………..
Baru sebentar kau pergi,
namun rinduku mengusik hati,
rindu pada senyuman cantikmu yang berseri,
rindu pada jiwamu yang laksana putri mimpi.

Yang kualami hari ini semakin membuatku rindu pada dirimu..
aku begitu rapuh tanpamu,
kuingin kau segera kembali,
disini…didalam hati…
………………………………………………………………..

Ok-lah penonton….

rehat sejenak…

cerita belum berakhir…

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s