Forestory 7 : One Step to Another

SexAsian18_008 (13)

aku tahu, mimpiku yang terlihat begitu jauh
berdiri kosong
sendirian tanpa siapapun
ya, aku ingin menyerah
meskipun aku berusaha untuk berdiri.. lagi
satu langkah demi satu langkah lainnya
aku, takud, terlalu berhati-hati
hati yang penuh dengan rasa takut
adakah kebahagiaan diujung nanti ?
aku takut dan gemetar
masih kucoba untuk melangkah lagi
ada, ada satu mimpi yang akan aku capai nanti
meski terkadang, aku takut semua akan berakhir kosong
rasa takut yang begitu kuat
tapi di dalam hatiku
ada denyutan yang tak berhenti berdetak
membuatku tak berhenti melangkah
masih ada mimpi di akhir esok

aku selesai menulis kata-kata itu di secarik kertas, menulis untuk orang yang paling aku cintai Jennifer Adrian, aku membuat kertas itu menjadi sebuah pesawat kertas kecil, sebelum aku berjalan keluar dari kamar kost ku yang kecil, kutatap langit yang baru saja berhenti menangis, ada pelangi setelah hujan, akan ada kebahagiaan setelah semua ini kita lalui. aku percaya…

kutuliskan di pesawat kertas itu, untuk Jennifer Adrian.. sebelum kuterbangkan pesawat kertas itu terbang bersama angin, dan semoga angin membawa pesan ini untuknya..

Forestory 7 : One Step to Another

Cantik, ya memang cantik wajahnya yang sendu, guratan kesedihan dan rasa letih yang ada diwajahnya selalu sirna oleh senyumannya, senyuman yang aku tahu hanya sebuah keterpaksaan, tapi kecantikannya memang nyata, bahkan di saat air matanya menetes seperti ini, saat dia tengah mabuk berat seperti sekarang, tertidur mabuk di samping-ku yang sedang mengendarai mobilnya.

Menyusuri kota Jakarta di pagi buta seperti ini, terjaga selama 20jam tiap harinya selama satu minggu lebih ini, memang sangat-sangat melelahkan, bukan karena aku sangat mencintai wanita ini, dia bukan pacarku bukan juga mantan pacarku, di hatinya ada seorang lelaki lain, lelaki yang sangat-sangat dicintai olehnya, aku selalu bertanya pada diriku sendiri kenapa aku begitu perduli dengan dirinya, menjadi pendengar yang baik untuknya.

Ya aku sendiri pun tidak tahu.

Cerita kami dimulai di sebuah pesta yang diadakan oleh pacar teman-ku yang kebetulan teman dari gadis ini, oh iya namanya Jennifer, tapi aku memanggilnya Jenny sesuai dengan apa yang dia mau karena seperti itulah mantan pacarnya memanggilnya dulu, dan detik itupun aku tersadar aku tahu sampai kapanpun aku akan terjebak dalam friendzone dalam kisah cintanya. Aku yang mungkin hanya akan menjadi seorang pemain pengganti sampai kapanpun.

Ya gadis ini sangat cantik, setiap lelaki normal tak mungkin tidak tertarik dengannya, tingginya yang sekitar 168cm, rambutnya yang hitam panjang, sebuah titik manis yang menghiasi pipi kirinya bibir mungilnya yang begitu mengundang, dan penampilannya yang selalu simple dan modis, dan yang terpenting adalah dari caranya berbicara, dia manja tapi bukan orang bodoh, apa lagi yang kurang dari dirinya ? cantik, seksi dan smart.. hmm ya yang kurang adalah keberuntungan sama seperti diriku.

Aku sendiri Victory Arden, terlahir dari pasangan supersibuk Bokap yang direktur sebuah rumah sakit swasta dan Mama yang diplomat di kedutaan besar Indonesia untuk Inggris, ya Mama orang Inggris yang akhirnya bekerja di kedutaan besar Indonesia disana, aku sendiri baru kembali ke Indonesia tahun lalu, setelah menyelesaikan High School disana, cape, lelah dan bosan dengan persaingan disana adalah alasan ku kembali, tapi mungkin lebih tepatnya adalah aku lari dari kenyataan bahwa kemungkinan-ku untuk menembus Tim Inti Liverpool adalah 0.

Dengan latar belakang keluarga yang seperti itu, aku bisa membeli apapun yag aku mau, mulai dari mobil dan segala modifikasinya, membiayai hidup super mewah seperti yang aku mau, dengan uang yang nyaris tidak terbatas yang mereka berikan, sesungguhnya merupakan beban tersendiri bagiku, aku tak bisa mencintai siapa saja yang aku mau, ada strata sosial dalam garis tak terlihat dalam pemilihan calon menantu bagi kedua orangtuaku.

Tapi bukan itu yang membuatku tetap berada di samping Jenny, dengan latar belakang keluarganya yang superkaya, kecantikannya yang menjadi nilai tambah buatnya, tapi tetap bukan itu,, jujur siapa yang tidak tertarik dengan kecantikannya itu, tapi aku adalah tipe orang yang realistis aku tak pernah mau mengharapkan sesuatu yang jelas tidak mungkin, aku melakukan ini semua untuk jenny untuk satu alasan, rasa sayang untuk melindunginya.. dia yang tengah memperjuangkan cintanya, memperjuangkan sesuatu yang benar-benar sulit, tapi beberapa hari yang lalu saat aku bertemu dengan orang yang paling dicintai olehnya itu, aku tahu.. mereka pasti bisa melalui semua ini, dan waktu yang akan menjawab semuanya.
Tidak ada orang di dunia ini, yang melakukan kejahatan dengan niat yang buruk sambil menangis, aku tahu bagaimana matanya memerah, suaranya yang bergetar saat memaki-ku sambil memukul, suara yang dipaksakan, keberengsekan yang dipaksakan, dan jelas dia melakukan ini dengan satu tujuan. Ya aku hanya bisa menerka tujuan itu.

Pola pikir lelaki itu akan seperti ini.

foto-tante-seksi-cuman-pakai-bikini-dan-kutang-saja-di-hotel

pokervovo

Dia berharap aku akan mampu melindungi Jenny, mungkin dia salah paham bahwa Jenny mencintai aku dengan setulus hati, oleh karena itu dia berusaha membuat Jenny frustasi dan akhirnya memilih memberitahuku tentang semua sms darinya, kemudian dia bertaruh kalau aku mungkin bisa menerima Jenny apa adanya, dengan begitu hubungan kami berdua akan semakin kuat, dia mengharapkanku bisa membantu Jenny berusaha untuk berhenti dari semua kebodohan yang sering dia lakukan, dengan begitu aku bisa mendapatkan kesetiaan dan cinta yang tulus dari Jenny. pemikiran yangbagus tapi terlalu beresiko karena dia hanya menebak hubunganku dengan Jenny

Secara garis besar terlihat heroik ya, tapi dia lupa menghitung satu hal, bahwa cinta Jenny ke dia begitu besar, ga ada celah untuk siapapun untuk bisa menggantikan peran dia untuk Jenny. Dan sekarang aku harus mengambil satu langkah pasti, ga bisa untuk terus menerus menjadi bayangan dari kedua orang ini, Jenny yang harus menjadi lebih kuat dan Ryan yang harus keluar dari bayang-bayang ketakutannya.

Dan aku menggendong Jenny untuk tidur di tempat tidurku, aku membantunya melepas sepatu dan beberapa perhiasan yang dipakainya, membantunya melap wajahnya dengan air hangat, agar dia bisa tertidur nyenyak ya seperti yang biasa dilakukan olehku akhir-akhir ini, dan kemudian aku duduk di kursiku menunggunya terbangun.

Aku bukan tanpa alasan tidak membawanya pulang kerumahnya, tapi membawanya ketempatku aku harus membuatnya berfikir ulang tentang apa yang tengah dia lakukan saat ini, kesalahan demi kesalahan yang harus dia perbaiki andai dia memang ingin memperjuangkan cintanya dengan Febryant.

Dan aku tahu, dia tidak tertidur, dia hanya diam tak bergerak berusaha menutup matanya dengan air mata yang terus menetes. Sudah jam 11 pagi sekarang, aku keluar dari kamarku membuat minuman hangat buatku dan Jenny, sambil memesan makanan pesan antar.

Aku masuh membawakan minuman hangat itu dan menaruhnya di dipan dekat Jenny tertidur dan menunggunya membuka matanya.

Aku berpura membangunkannya saat sarapan datang, dia pura-pura tertidur meski masih ada sedikit air matanya yang menetes, lelaki mana yang tega melihat wanita menangis akupun kembali bersandiwara acuh tak tahu kalau dia tengah menangis dan memilih untuk memakan bubur yang aku pesan.

Cukup sore saat akhirnya Jenny terbangun, aku sudah menyiapkan makanan ringan untuknya, dengan sedikit goyah dia berjalan ke kamar mandi, mencuci wajahnya dan sedikit muntah di dalam sana, aku membantunya mengeluarkan sisa-sisa makanan dari perutnya itu, dia masih berusaha tersenyum dengan keadaan seperti itu,

“ Gw gpp koq vic “ aku tahu dia sedang berbohong.

“ Nih, mandi dulu, baju ganti kaus gw baru dan kekecilan koq sama celanany juga ada, mungkin agak kebesaran tapi lebih baik kan daripada pake baju gitu terus, sikat gigi baru sama handuknya juga ada disini ya “ Kataku menunjuk ke tumpukan handuk dan sikat gigi diatasnya.

“ Makasih ya Vic, gw ngerepotin loe.. “

“ Yawda mandi sekarang ya, kita makan dulu abis ini “ jawabku sambil keluar dan menutup pintu kamar mandi.
Setengah jam kemudian Jenny keluar dengan baju yang kuberikan, aku tersenyum melihatnya dengan baju yang kebesaran seperti itu.

“ Kurang ajar, ga ada lagi nih “ dia melompat kearahku tahu aku sedang mentertawainya.

“ Iya, iya yawda makan dlu ya kamu.. “ aku menungguinya yang mulai mengunyah makanan itu sedikit demi sedikit, dia berusaha seceria mungkin meski aku tahu dia sedang memaksakan diri.

“ Ga abis… huhuhu “ aku tahu dia pasti tidak mampu menghabiskan makananya seperti biasa, entah berapa banyak makanan yang masuk ke perutnya dalam satu hari, mungkin tidak lebih dari 20 sendok.

“ Yawda gpp, udah biasa koq.. “ aku tertawa berusaha sebiasa mungkin

Dan kami terdiam di meja makan ini, tanpa satu patah katapun yang terucap.

“ Jenn.. “ Kataku memecah kebuntuan.

“ Hmmm “ dia menatap kearah lain sambil menjawab panggilanku.

“ Gw mau ngmonk penting, dan tolong di jawab jujur “

“ Iya Vic, kenapa sih tumben banget serius gini “ Dia tersenyum lebar

“ Gw mau tanya.. siapa orang yang paling loe sayangin di dunia ini… jawab dengan jujur supaya ga nyakitin gw terus.. “ tanyaku

Dia terdiam sesaat..

“ Ryan, Vic… Febryant.. “ , “ Sorry… “ jawabnya dengan nada bergetar

Aku menarik nafas panjang, lega

“ Loe mau kan jadi apa yang dia mau ? berusaha buat cinta loe sama dia “ tanyaku

Dia diam tak menjawab

“ Jawab Jen, jawab.. Jujur “ desak-ku

Dia mengangguk lemah..

“ Loe pasti paling memahami dia Jenn… loe pasti paham banget sama dia, dia ga mungkin lakuin ini semua cuma buat nyakitin loe.. “ aku pun menceritakan semua argumenku, Jenny hanya diam seolah tak terlalu tertarik, tapi aku tahu dia mendengarkan dengan baik.

“ Jen, demi gw yang dah ngorbanin banyak hal buat loe, please jadi yang Ryan mau,perjuangin cinta loe buat dia.. ya… “ akhirnya aku bisa mengatakan kata-kata it, sebenarnya sulit untuk dilakukan olehku, ya dengan begitu aku melepaskannya sekarang seperti yang aku bilang aku orang yang rasional dan aku masih punya satu alasan lain, tapi kata-kata ini tetap sulit untuk kuucapkan

Jenny diam tak bergerak. Dan kami kembali terkurung dalam kebekuan.

000228

150x300

“ Gw tau Ryan Vic, gw tahu dia lebih dari loe “ Jawabnya. “ Gw akan jadi yang Ryan mau, seperti yang loe bilang.. tenang aja ya.. “

Dia berdiri, mengambil bajunya dan tasnya, mengumpulkan semua perhiasan yang aku taruh di dekat tempatnya tertidur tadi. Mengeluarkan kunci mobilnya “ Gw pinjem baju loe dulu ya.. “ Dia tersenyum dan berjalan keluar, dia berbalik dan tiba-tiba menciumku sebelum tersenyum.. senyuman yang tak dapat kuartikan sementara aku melihatnya mulai berjalan pergi meninggalkan tempatku.

Aku mengeluarkan ponselku, mengetikan sebuah SMS untuk Ryan, masalah Jenny sudah selesai pikirku, dan sekarang tinggal mendorong Ryan untuk lebih berani maju melangkah.

##

Dan malam itu aku duduk terdiam di ruang tamuku, TV yang menyala dengan lampu baca disebelahku, Ya aku terdiam, aku tahu Jenny memang bukan untuk-ku, tapi ada satu alasan lain seperti yang aku katakana wanita lain, satu wanita lain yang sedang menghantui pikiranku saat ini. Namanya Mellisa Irina jauh berbeda dengan Jennifer, mereka memiliki kemanjaan yang berbeda, kemanjaan yang dimilikinya adalah kemanjaan polos, senyumana manja yang lepas, pembawaannya yang begitu ceria, kecantikan yang berbeda dengan yang dimiliki oleh Jennifer, ya aku ingat kemarin saat pertama kali kami bertemu dirumah sakit tempat Papa.

Aku yang sedang menunggu untuk bisa bertemu dengan orangtua sendiri, duduk di kursi tunggu sambil memainkan ponselku, saat seorang gadis cantik berjalan kesana kemari, melewati lorong sebelum kemudian berbalik dan kembali berjalan melewatiku, tak lama dia kembali berputar dan kembali berjalan melewatiku, aku hanya menggelengkan kepala melihat apa yang dilakukan oleh orang ini, bukan sombong tapi sangat biasa kalau ada cewek yang berpura melakukan apapun untuk menarik perhatianku, tapi belum pernah ada yang secantik ini, terlebih saat ini dia berdiri didepanku wajahnya yang tampak kesal dan mengaruk-garuk kepalanya sendiri, sebelum kemudian duduk tak jauh dari tempatku.

Dia terlihat tampak gusar sambil menggaruk kepalannya sebelum kemudian sibuk sendiri memperbaiki penampilannya yang acak-acakan karena tingkahnya itu. Tingkahnya yang aneh itu justru menarik perhatianku untuk mendekatinya.

“ Kenapa ?? “ tanyaku

“ Eh, ah enggak binggung cari laboratorium, nanti disuru kesini, nanti kesana.. payah banget … “ Jawabnya kesal

Aku hanya tertawa mendengar ada yang tersesat di dalam rumah sakit, “ Beneran tersesat ?? “ tanyaku sambil tertawa..

Dia mengangguk polos, dan terlihat malu sendiri.

“ Yawda, sini gw antar ya gw tau koq lab ada dimana.. “ Tawarku

Dia terlihat ragu, menatap ku tajam seperti takut kalau aku akan menculiknya.

“ Gw janji, gw ga akan culik loe.. “ Aku berdiri sambil mengacungkan dua jariku seperti sedang bersumpah..

Dia menatap binggung dan mengangkat dua tangannya, memainkan dua tangannya memberikan tanda tidak,

“ Bukan takut diculik, tapi takut nyasar lagi, kan ga lucu kita berdua nyasar, suster aja kasih taunya salah tadi.. “ Jawabnya polos, dan kali ini aku benar-benar tertawa dibuatnya.

“ Hahahahaha.. konyol banget sih kamu.. “ dan dia menatapku lagi dengan tatapan binggung.

“ Koq ketawa ?? Beneran kan ga lucu kalau kita nyasar “

“ Iya iya, gw janji ga akan bikin kamu nyasar ok, gw apal rumah sakit ini koq.. “ ajak-ku

“ Yawda, tapi janji ya, kalo ga tau nanti kita tanya aja sama-sama mudah-mudahan kali ini ga nyasar “ jawabnya,

Aku hanya menggelengkan kepala tak percaya sambil tersenyum. Sebelum kemudian berjalan menyusuri lorong demi lorong, aku selalu tersenyum melihat dia yang terus melakukan hal lucu, dia menghapal tiap jalan yang kami lalui, belok kanan-belok kiri mulutnya berbicara kecil menghapal jalan di rumah sakit ini, sebelum akhirnya kami sampai di depan laboratorium.

“ Nih sampai kan.. “ Kataku

Dia mengangguk dan membungkukan tubuhnya sedikit..

“ Makasih ya.. “ dia tersenyum lebar, “ Untung aja ketemu kamu jadi bisa anterin sampai disini “

“ Iya sama-sama, tapi bener-bener ga hapal jalan ?? “ Tanyaku heran

“ Hmmmm…. Iya visualku jelek, jadi sering nyasar banget.. huhuhuhuhu “ Jawabnya sambil menutup wajahnya.

“ Hahaha, ternyata bener ya ada orang kayak gini, yawda nama aku Victory, boleh tau nama kamu ? “ aku mengulurkan tanganku lebih dulu member salam

Dia membalas jabatan tanganku “ Mellisa, makasih banget ya udah dianterin “ katanya lagi sambil mengeluarkan secarik kertas dari tas tangan yang dibawanya.

“ Hmm, yawda catet aja nomor aku ya kalau nyasar lagi kamu bisa telepon aku.. “ alasanku

“ Oh yawda, makasih ya maaf jadi ngerepotin “ dia mengeluarkan ponselnya dan memberikan nomornya juga padaku, dari caranya menjawab terlihat sekali kalau dia sama sekali tidak berfikir kalau aku menginginkan sesuatu yang lebih selain membantunya bila kembali tersasar, dia benar-benar polos dan berfikir kalau aku adalah orang baik yang ingin membantunya.

“ Maaf ya kalau nanti ngerepotin lagi, makasih sebelumnya “

“ Udah ga usah dipikirin, yawda ditinggal dulu ya.. “ Kataku, aturan dalam mendapatkan wanita adalah jangan terlalu ingin mencolok didepannya, jadi sekarang aku harus bersikap acuh dengan meninggalkannya, bukan menungguinya.

003827

450x100

Dan itu selalu berhasil seperti sekarang, saat aku menunggu Mellisa memasuki mobilku di depan rumahnya yang begitu mewah, Upslope dengan pagar besi untuk jalur mobil dan tanaman hidup sebagai pembatas pagar lainnya, ya tepat setelah satu minggu sejak pertemuan kami pertama kali di rumah sakit.

“ Hah Vic , Kenapa mukanya luka-luka begitu ?? “ Tanya-nya heran sesaat setelah memasuki mobilku.

“ Oh ini, “ aku menyentuh wajahku yang masih ditempel plester sambil tertawa, “ Gpp koq, cuma jatuh aja “ aku berbohong padanya..

“ Hati-hati donk, tapi udah diobatin kan ? “ Tanya-nya..

“ Udah tenang aja ya, “ kataku sambil mengangguk “ Lucu banget ini anjingnya “ kataku sambil memegang kepala anjing yang duduk di pangkuan Mellisa, sepertinya anjing Shih Tzu berwarna coklat putih, dengan rambut diikat pita dan memakai dasi yang membuatnya bertambah lucu.

“ Namanya Bonny , Bonny kasih tangan sama om Vic “ anjing itu begitu penurut dan mengangkat satu tangannya padaku.

“ Hahaha, yawda mau kemana ? jadi makan kan ? “ tanyaku

Mellisa mengganguk dan aku pun mulai menekan pedal gas mobilku.

###

ini rangkaian cerita forestory ( pendahuluan ) yang terakhir, setelah ini kita akan masuk ke cerita intinya
4 tokoh cowonya udah keluar semua
ada
Febryant yang masih mencintai seseorang tapi ga bisa bersama dengan cintanya karena kesalahpahaman
Jacksen yang kehilangan orang yang dia cintai karena harga diri
Edison yang mungkin akan bersaing untuk orang yang dicintainya
dan Victory yang selalu berfikir kalau dia seorang rasionalis atau dia akan kembali merelakan orang yang dia suka buat orang lain??

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s