Forestory 4 : Akhir dari Sebuah Awal

00607Chapter 2 : Alpha and Omega

Pertanyaanya yang terpenting adalah….. kenapa showroom tidak pernah memberikan bonus bensin full buat pembeli motornya, berapa sih harga bensin fulltank dibanding dengan harga motor built up gini?? Nyerah!! Nyerah!!

Aku mengambil ponselku dari balik kantung jaket yang kukenakan, kulepaskan helm fullface yang masih kukenakan sejak tadi.

” Jack dimana jack? Gw udah ngdorong sejam iki !! ” Belum keluar dari kompleknya juga ” kataku setengah marah dan memelas.

” Iyo, iki tulisannya jalan cendrawasih depan rumah nomor 21 ” kataku sambil melirik sebuah rumah dengan pos satpam di depannya. Rumah super mewah dengan upsloope yang membuat rumah itu berada di atas jalan dan tanpa pagar besi, hanya di bagian pintu masuk mobil selebihnya hanya ditutup pagar tanaman yang tidak terlalu tinggi.

Aku menghela nafas, lelah setelah satu jam mendorong motor baruku yang malah kehabisan bensin. Memang hari yang sial tapi lebih dari itu, hari ini akan menjadi hari yang begitu bersejarah dalam hidupku. Ya hari dimana aku bertemu denganNya.

Forestory 4 : Akhir dari Sebuah Awal 1#

Sebuah mobil Toyota Alphard memasuki rumah itu, seorang satpam begitu sibuk membuka pintu untuk majikannya, sementara si satpam seolah tak merasakan sedikitpun rasa iba padaku yang tengah terjemur oleh matahari ini, dengan santai dia menutup pintu pagar tinggi berwarna putih itu dan segera berlari naik menyambut majikannya.

Ya ! Ya ! Memang itu pekerjaannya

Aku pun berdiri dan berjalan sedikit merenggangkan kakiku yang terlalu lama berjongkok tadi.

Dan….

” Guk… Guk.. Gukkkkkkk ” suara anjing yang terdengar nyaring mendekat, membuatku meloncat ketakutan.. Aku mencari dari mana sumber suara itu, sementara aku melirik ke atas seekor anjing dari atas rumah itu menyalak seolah melompat ke arahku sekarang..

” Aaaaaaaaaa ” aku terjatuh ketakutan oleh seekor anjing kecil putih dengan pita kecil di sepasang telinganya..

Suer ini karena aku trauma dengan anjing yang membuatku begitu ketakutan sekarang.

” Sory ya.. Bonny ga galak koq… ” Sebuah suara merdu meredakan ketakutannku. Anjing itu menjadi begitu jinak dalam pelukkannya.

Aku tersenyum.. Seorang gadis cantik dengan senyuman manja dan mimik menahan tawa yang membuat seluruh rasa takudku hilang. Aku pun bangkit berdiri dan tersenyum.

” Ah gpp, dikirain tadi ada petir hehehehe ” Petir?? Ya Tuhan Jayus banget gw…

” Petir ?? ” Tanyanya sambil tertawa.. Senyumannya benar-benar manis.. Wajahnya makin bertambah cantik karena tawanya itu.

Sedangkan aku hanya bisa tertawa jayus seperti adegan orang yang tengah berdiri sendiri di tengah gurun pasir dan semilir angin melewatiku.

000228

pokervovo

” Ada-ada aja dech.. Eh gw masuk dulu ya.. Ati-ati ujan dah petir kan.. ” Dia tersenyum dan berpaling menjauh dan aku terpana karena seorang malaikat baru saja turun ke dunia.

” Beneran Jack.. Sumpah.. Beneran cantik banget itu cewe, mungil imut-imut gimana gitu.. ” Aku berusaha menjelaskan tentang kejadian yang baru saja kualami itu pada Jack sahabatku begitu tiba di depan townhouse kami.

” Iya iya aja aku .. ” , ” wis toh? Aku ngantuk mau tidur lagi .. ”

” Ada Karen toh yo ? ” Tanya-ku usil..

” Iya , kenapa ?? ” , ” Koe dah ganggu tidur ku apik-apik karang masih aja mau ganggui ” gusarnya.. Wih kalo ada Karen ada pemandangan indah ini..

Karen itu nama pacar Jack, model di Semarang yang sekarang mencoba peruntungan di Jakarta.. Cantik seksi.. But not my type lah. Tapi buat pemandangan sih jelas itu membuat mata jadi lebih sehat.

Oh iya nama gw ya? Nama gw Edison Lee.. Gw mahasiswa atau calon mahasiswa karena baru 2 minggu lagi gw masuk ke universitas paling mahal se Indonesia ini.. Gw asli Semarang tapi gw tau kalau mau eksis di Jakarta lupain bahasa Jawa banyakin bahasa Gaul. Kayak Gw elu gitu dech.. Yang tadi? Pengecualian.. Sesama orang Semarang mau gimana lagi.

Ya temen Gw itu namanya Jacksen.. Jacksen Andreas temen gw dari masih SD juga tetangga gw di Semarang dan di Jakarta.. Rumahnya di Semarang luar biasa gedenya.. Di kawasan elit Candi dia sendiri playboy yang macarin banyak cewe dan entah berapa banyak model yang udah dia tidurin. Dari dia masih ingusan kita dah barengan.

Iya kita emank tetap tetanggaan sekarang. Townhouse gw tepat berada di depan Townhousenya. Sedikit tentang si Jack itu.. Tingginya sedikit dibawahku sekitar 172 cm sedangkan gw 175 cm. Lebih hitam dari gw.. Dan rambutnya selalu dibiarkan acak-acakan meski sebenernya itu terpaksa karena rambutnya cenderung sedikit tipis. Itu juga yang selalu membuat dia menjadi pelanggan setia HairTonic Neril.

“Kokoooooo!!!!!!!!! Kemana aja?? Udah jam berapa ini !!! ” Tuhan belum juga selesai rasa capek ini ilang.. Siksaan lain sudah menungguku.

Namanya Alice adik-ku berbeda umur 5 tahun dari Mama yang sama tapi Papa yang berbeda. Papanya suami kedua Mama orang Finlandia. Itu yang bikin dia sedikit bule dengan rambut coklat dan mata yang biru.

Tinggi Lansing dan bener-bener rata dibanding temen seusia dia, yang bikin ga tahan.. Bawelnya itu buuzubilah.

” Mogok motor koko tadi.. ” Kataku sambil masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa. Kunyalakan AC di ruang tamu dan mengambil air minum kemasan dari dus dekat meja tamu.

” Koko gimana sih, dah tau motor baru udah main kemana-mana Lama lagi.. Aku kan 2 hari lagi pulang.. Mau jalan-jalan.. ” Dia menggerutu. Tuhan ampuni dosa-ku kalau harus bertahan dengan segala tuntutannya itu. Dan aku percaya Tuhan tak pernah memberikan cobaan lebih dari kemampuan umatNya.

” Cape aku. Sebentar yaaa. Mandi dulu nanti kita pergi makan malem. ” Aku membujuknya.

” Ga mau, aku mau nonton tinggal setengah jam lagi filmnya mulai.. ” Dia menarik-narik lenganku.

” Aduh cape banget ini. ” Kataku

” Yawda kalo kko ga mau.. Ga papa. Aku ajak Ko Jack aja. ” Kembali ancamannya keluar mata birunya menatapku tajam.

” Iya Iya.. Udah ambilin kunci mobil di kamar Koko sana. ” Kataku. Aku lebih rela mati kecapean daripada mati liat ade gw sendiri dipeluk dan dicium penjahat kelamin kaya si Jack itu.

akane-sakura-2e

450x100

“ Tapi Jack, beneran dech ceweknya itu cakep banget.. “ Aku masih berusaha meyakinkan sahabatku itu tentang kejadian 3 hari yang lalu, sementara gadis-gadis cantik dengan pakaian yang begitu menggoda hilir mudik dalam pelukan om-om gendut yang lupa dengan usianya sendiri, ya gw dan Jack memang sedang berada di sebuah SPA +++ sepulangnya mengantar Alice ke bandara, yangberarti habis juga masa kurungan rumah karena keberadaan adik-ku yang sangat bawel itu.

“ Iya iya cukup, gw percaya dech, ada cewe imut manis yang meluk anjing yang ukurannya besar banget gitu… “ Katanya datar sambil menikmati pijitan dari terapis dibelakang kami, untuk satu ini yang mijit cowok koq.

“ Strike !!! Damn !! “ , “ Ok kalo soal anjing yang gede itu boong, anjingnya kecil , imut, lucu tapi tetep nyeremin.. tapi beneran Jack, cewenya cakep… kesana lagi yuk, masih inget jalannya ga ?? “ aku kembali berusaha mengajaknya, bukan apa.. aku benar-benar lupa alamat yang kemaren.

“ Ga, gw ga tau jalan udah bagus bisa nemuin loe.. “ DIa memejamkan mata menikmati pijitan yang memang terasa enak itu.. sementara tiba-tiba terdengar suara jeritan dari bawah. Dengan semangat kepoh-ku langsung turun menuju arah suara.

Seorang cowok terlihat berjalan sambil memegangi tangannya, sementara para petugas yang ada seolah tak berani menghentikan orang itu, di sisi lainnya, dari arah kolam Jacuzzi seorang lelaki lain tengah meringis kesakitan dengan darah yang sangat banyak, lelaki itu berjalan keluar begitu saja setelah mengganti pakaiannya, rasanya aku kenal dengan lelaki itu, tapi dimana pernah melihatnya?

Aku mendekati si korban yang tengah berdarah dan membantunya keluar dari kolam itu.

“ gapapa bro “ tanyaku berbasa-basi.

“ Babi loe, udah pergi sana… “ Hardiknya kasar.

Aku diam saja, malas menanggapinya, kesal memang sudah berusaha membantunya malah di bentak seperti ini. Sementara dari arah atas dengan santainya Jack turun, dan menuju ruang ganti pakaian belum apa-apa masa udahan sih ??

“ Jack, mau kemana ?? “ Tanya-ku sambil mendekatinya.

“ Pulang lah, udah ga mood nich “ Dengan santainya dia bercakap

“ Gw tanggung ini, belum juga sempet apa-apa… “ protes-ku

Dia menepuk pundak-ku, “ Okay gapapa, loe disini dulu aja gw mau pulang duluan.. “

Kampret akhirnya aku mengalah dan ikut bertukar pakaian, bukan apa-apa aku masih belum tau jalan pulang, kan gawat kalau kembali tersasar dan iya bagus kalau nyasar kembali ke rumah itu, kalau ga tau kemana. Hmm lebih baik sepanjang perjalanan aku merayunya agar mengantar-ku kembali kerumah itu.

Tak lama kami sampai ke town house kami, ya aku kan tinggal di seberang sana dan ternyata jaraknya tidak terlalu jauh, rugi aku tadi ikut pulang karena ternyata jalan yang dilalui cukup mudah di hapal ah tapi sekarang lebih baik aku merayu Jack agar mau mengantarku.

“ Jack, makan yuk !! “ aku membuka percakapan sambil menjatuhkan tubuhku ke atas sofa.

“ Hmmm “ katanya dia tampak sibuk dengan handphonenya itu

Wajahnya melirik dengan serius, terlihat jelas dia sedang berfikir dengan keras entah apa yang sedang dipikirkan.

“ Kenapa Jack ? “ tanyaku kayaknya sekarang bukan saat yang tepat untuk membujuknya.

“ Eh, kenapa tadi ?? Mau makan ? makan apa ?? “ Tanya-nya

“ Ga, ga usah toh, aku iso sendiri mangane.. kenapa toh ? “

“ Hmm, yo wiss, makan sendiri aku lagi dak nafsu makan, “ Dia menaruh ponselnya ke atas meja dan membiarkan ponsel itu bergetar, ada sebuah panggilan masuk.

Dia tampak tak memiliki niat untuk mengangkat panggilan itu, sementara aku pun tak berani untuk menyuruhnya mengangkat telepon itu, dia agak sensitive untuk urusan seperti ini, tapi jela aku bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya, tak menunggu lama sekitar 15 menit yang ditunggu pun datang.

Seorang gadis cantik, tinggi dengan tubuh yang begitu indah, dada yang montok, pantat yang berisi, Stop jangan samaain sama Alice adek gw, plizz dech ga bisa samaain model sama papan pengilesan kayak dia ( ZzZzZz ).

Rambutnya yang berwarna coklat terhiglight pirang dipadu dengan wajahnya yang tampak marah itu sama dengan sebuah perintah agar aku menyingkir dari tempat ini sekarang juga, sebelum ikut menjadi korban dari amukan mereka berdua.

Aku pun berdiri, “ Okay dech, Jack, Karen gw cabut dulu ya pulang.. “ kataku., keduanya tak menjawab seolah tak perduli, hanya diam dan saling pandang, dan akupun bergegas pergi dari rumah itu.

ryoko Desahpanas 2

415x55-1

Okay seminggu berlalu dan sekarang adalah hari pertama kita kuliah, hari yang bener-bener akan merubah hidup gw ke depannya, ya di sebelah jelas sahabat gw Jacksen Andres yang wajahnya tampak kusut, ga gw ga berani tanya kenapa, jelas dia sangat sensitife soal yang satu ini. Aku pun memilih diam daripada kena marah.

Benar-benar kami berdua begitu asing di ruangan ini, sementara mahasiswa yang lain saling bertegur sapa, kami berdua hanya diam karena tidak ikut ospek kampus yang membuat kami berdua seperti alien di ruangan kelas ini. Yupz ga ada satu pun orang yang aku kenal, sementara tak lama kemudian seorang dosen masuk ya itulah dosen dengan kacamata yang tebal dan rambutnya yang hampir botak, dengan bersemangat dia bercerita tentang riwayat dirinya, pertanyaanya ini pelajaran sejarah atau pelajar ilmu ilmiah dasar ?? hanya Tuhan dan si Dosen yang tahu.

Saat itulah ada seseorang yang mengetuk pintu, sambil menunduk dia meminta izin masuk, seorang cewek… cantik… mungil… manis… dan senyumannya itu… ya… aku menarik tangan Jack..

“ Jack itu orangnya, itu ceweknya “ Kataku..

“ Siapa ?? “ tanyanya malas-malasan.

“ Cewek yang gendong anjing waktu itu “ Kataku

Gadis itu berbalik, sambil menunduk dia berjalan melewati bangku-ku tersenyum dan duduk tepat di belakangku.

Continued : Unspeakable Love, Unspeakable Truth

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s