Forestory 3 : Malaikat Bersayap Satu

a12ddcf50aAku mencium bibirnya lembut, tanganku yang tak pernah bisa berhenti menyentuh dadanya yang indah itu, remasan lembut yang membuat Jenny mendesah kecil, sungguh bagaimana bibir mungilnya yang mendesah tipi situ membuat gairahku semakin terbakar, aku tahu yang kami lakukan ini salah, tapi kami pun sungguh tak kuasa lepas dari semua kesalahan ini.

Kutarik tubuhnya menyamping, sementara tubuh kami masih bersatu dibawah sana, ciuman demi ciuman yang membuat gadis cantik dalam pelukan ku ini mengelinjang lembut, tubuhku berpacu dalam desiran birahi, bagaimana dia membalas semua rangsangan yang kulakukan, pelukan dan ciuman, sesekali kubiarkan dia memainkan lidahnya ditubuhku, aku mendesah pelan geli namun juga memberikan satu rasa yang berbeda.
Aku diam sejenak, yang membuatnya bertanya..

“ Kenapa hunz .. “ tanyanya pelan tepat di telingaku, sebelum diselipkan lidahnya di telingaku.

Aku membalas kenakalannya itu dengan meremas dadanya pelan, kucium puncak dari dadanya itu, mengigitnya kecil sementara Jenny naik ke atas tubuhku, digerakannya tubuhnya itu naik turun, sementara dadanya yang ranum itu bergetar pelan searah jarum jam.

Tanganku menopang pantatnya, membantunya naik turun sementara desahan-desahan kecil keluar dari bibir kami berdua,. Aku mengangkat tubuhnya yang mulai letih dengan posisi itu, kubantu dia bangun dan menindihnya sekarang, kedua kakinya naik kebahuku, sementara kemaluanku kembalu masuk kedalam kewanitaanya. Aku berbisik mengucapkan kata pujian untuknya, dia hanya tersenyum dan membalasnya dengan ciuman lembut.

Bibir kami bertemu saling berpagutan, dan lidah kami bermain diantaranya.

Entah berapa lama waktu berlalu, keringat mulai mengalir dari tubuh kami, nafas yang kian memburu dan gerakan yang kian panas membuat ranjangku ikut berderik. Entah berapa gaya yang telah kami lakukan hingga akhirnya aku memuntahkan seluruh spermaku di dadanya, kubantu dia membersihkan dadanya itu dan pelan kukecup manis keningnya, sebelum kupejamkan mataku selalu kulakukan ini setelah kami bercinta, bukan bukan pura-pura tertidur, namun aku merenungi semua yang kami lakukan, cinta ya kata cinta mungkin hanya jadi sebuah alasan untuk menutupi ketololan yang kami lakukan, berhenti ? ya aku ingin berhenti melakukan ini, namun memang sulit tak bisa kusalahkan Jenny dengan segala kenakalannya, terkadang aku berfikir apa apa orang yang tepat untuknya karena tak bisa membuatnya menjadi lebih baik, aku sungguh tak perduli dengan semua masa lalunya, ada memang sebuah tanda Tanya besar dalam benak-ku untuk tahu semua tentang masalalunya, keluarganya, tapi sungguh itu bukan sesuatu yang sangat penting.

Ya soal hubungan seksual ini ? aku selalu berusaha untuk tidak terpancing dengan semua godaannya, tapi aku tetap seorang remaja lelaki normal, dengan semua keindahan yang dimilikinya, sulit untuk menolaknya, aku pernah berkata padanya untuk berhenti melakukan ini semua, sulit.. sangat sulit mungkin apa yang dirasakan oleh seorang lelaki tentang kenikmatan seksual ini sama dengan kenikmatan yang dirasakan oleh perempuan, candu yang membuat kami tak pernah bisa lepas mengkonsumsinya

Jenny pun bangun dari tidurnya, melangkah kearah kamar mandi, aku menghela nafas panjang, berbalik dan membersihkan ranjangku, sambil mengambil pakaianku yang berserakan di lantai, aku melihat ke sudut ruangan, sebuah foto kami berdua yang tengah tersenyum.

Handphone Jenny bergetar, aku tahu pasti dari orangtuanya, sementara tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi.

“ Sayang.. “ kata-nya manja dan langsung memeluk dan duduk dalam pangkuanku..

“ Hmmm. “ aku menjawabnya, tubuhnya yang belum berbusana jelas membuat birahiku kembali naik,

“ Galak banget sih huh… “ aku tahu dia berpura-pura marah

“ Siapa yang galak, kamu koq ga bangunin aku sih, ini dah malem banget, “ balasku

“ Gpp, abis kamu pules banget tidurnya kaya kebo.. hahaha. “

“ Ya, gpp dech daripada kamu dimarahin lagi, pasti dimarahin kan.. “ aku menunjuk ponselnya yang bergetar sejak tadi.

“ Wahh, gawat iki… “ katanya sambil langsung mengambil baju dan rok sekolahnya. Memakainya dengan cepat, aku pun bangun dari tempat tidurku dan mengambil jaketku dari dalam lemari

“ Dak usah toh yo, kamu tenang aja yang, aku gpp koq pulang sendiri, “ katanya sambil mengambil kunci mobil dari dalam tas sekolah-ku.

moonhug.com_2016-02-28_10-32-22

450x100

Aku kembali menghela nafas, dan memeluknya, aku hanya ingin hubungan kami tak lagi seperti ini, bersembunyi dari kedua orangutanya, apapun keputusan mereka tentang hubungan ini, yang terburuk sekalipun aku mampu melakukannya, yang aku butuhkan hanya pengakuan dan waktu untuk memperjuangkan hubungan ini, aku tahu aku mampu melindunginya, pasti hanya waktu yang aku butuhkan.

“ Janji ya sayang.. besok kamu datang ke pesta ulang tahun temenku, jam 6, inget jam 6 ! “ ingatnya sambil menciumku

Aku mengganguk.

“ Ati-ati ya kamu, kabarin aku begitu sampai di rumah.. “ aku mengantarnya sampai ke mobilnya, membukakan pintu mobilnya, sementara dia menekan tombol start di mobilnya, menyalakan mobilnya dan bersiap berjalan pulang, aku melambaikan tangan padanya yang mulai berlalu pergi.

“ Cap, gw ga ikut latihan hari ini ya, harus temenin Jenny ke pesta ultah temennya.. “ kata-ku pada kapten tim basketku, sementara Rey hanya mengintip di sela latihan menembak yang sedang dilakukannya,

“ Oh Ry, tapi jangan lupa, besok kita ada latihan sama coach, ini penting banget supaya loe bisa ikut seleksi, mungkin loe dah hampir final buat masuk tim inti, tapi jangan bikin kesenjangan ke anak-anak yang lain.. “ Ingat Steven kapten basket di kampusku,

Aku mengangguk, “ thanks caps “ sementara Rey memanggilku,

“ Ry, loe mau pake mobil gw ga ? “ Rey selalu mendorongku agar terlihat setara dengan Jenny, dia orang yang paling mendukung hubungan kami, dia ga mau kalau aku terlihat rendah di antara temen-temen Jenny.

“ Ga usah Rey, gw naek taksi aja, ketemu di sana sama Jenny, loe tenang aja.. kan gw juga harus nyetir
mobil Jenny nanti.. “ Kataku sambil menepuk pundaknya.

“ Yawda, kalau ada apa-apa loe call gw aja, gw lagi pake nomor Cheryl biasa dia lagi curiga gw selingkuh.. hahaha “ candanya

“ Makanya jadi orang yang setia, “ Dia hanya tertawa sambil berlari masuk ke dalam lapangan, sementara aku menuju parkiran motorku, tinggal sejam lagi aku tak boleh terlambat, maksudnya terlambat terlalu lama dari janjiku karena sekarang jelas sudah terlambat untuk bisa datang tepat pada waktunya.

Aku jelas binggung saat melihat ada sebuah mobil Mercedes hitam di tempat parkir kost-ku, di tempat ini hanya ada aku dan 3 penghuni kost lainnya, sebuah kost yang sederhana dan jelas tidak wajar kalau ada mobil semewah itu disini, memang mobil Jenny juga bagus tapi kayaknya terlalu berlebihan kalau dia memakai mobil itu hanya untuk datang ke undangan temannya.

Aku memarkir motorku, dan melihat seorang wanita mungkin berusia sekitar 40an, dari dandananya terlihat begitu anggun dan mewah perhiasan di leher dan telinganya, sebuah cincin berlian yang mewah dan pakaiannya yang menunjukan dari kelas sosial mana dia berasal. Aku tersenyum dan menunduk untuk melewati mereka, tapi dia menghentikanku.

“ Kamu Ryan ? “ Tanya-nya

“ Iya Tante, ada yang bisa saya bantu ?? “ Dia mencariku ?

“ Ya, saya Nyonya Elvanny, Orangtua Jennifer Adrian “ Katanya..

Mama Jenny ?? aku berusaha sesopan mungkin dengan berusaha menyalaminya lebih dulu.

“ Sory Tante, saya ga tahu.. “ aku berusaha menyalaminya. Sementara dia seolah acuh dengan sodoran tanganku dan aku pun segera menarik tanganku lagi.

Angkuh, mungkin ini alasan Jenny tak pernah mau mengenalkan aku dengan orangtuanya.

Kulihat wajah Nyonya Elvanny, cantik memang meski dia tak mampu melawan usia tapi kecantikan masa mudanya jelas masih tersisa, dia cantik dan sedikit mirip dengan Jenny.

Aku tersenyum berusaha mencairkan suasana, sementara ponsel di kantungku mulai bergetar, aku tahu Jenny pasti mencariku.

“ Kita langsung aja ya.. “ dia mengambil rokok dari dalam tasnya dan menyalakannya.

“ Ada yang bisa saya bantu ? “ Tanyaku.

Dia melihatku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“ Kamu tahu Jenny siapa ? atau sejauh mana kamu tahu tentang dia ? “

Aku menggeleng, jujur satu tahun lebih ini aku tidak tahu banyak tentang Jennifer Adrian, aku hanya mengenal seorang Jennifer Adrian, tidak dengan segala yang melatar belakangi dirinya.

Mama Jenny, mengambil sebuah kartu nama dari tasnya, dan memberikan padaku logo di kartu nama itu jelas adalah sebuah pabrikan elektronik terbesar di Indonesia. Sementara di kartu nama itu tertulis Elfanny Merry ~ Komisaris

“ Ya, dia akan menjadi penerus perusahaan itu, karena dia anak satu-satunya dan jangan bilang kalau kamu tidak tahu kalau dia anak saya satu-satunya “ nadanya terdengar sinis sementara aku mengangguk karena untuk yang satu itu aku tahu. Aku tahu dia juga punya adik laki-laki yang meninggal saat kecil. Tapi tak ada gunanya berdebat sekarang.

“ Kamu cakep, cukup pintar, dan tante tahu semua yang udah kamu lakukan untuk sampai bisa berkuliah di sana, tante hargain dan apresiasikan dengan tinggi semua kerja keras kamu, dan jujur kagum sama kamu “ Dia mengembuskan asap dari mulutnya.

“ Tapi pertanyaanya apa kamu berfikir, kamu cukup mampu untuk membahagiakan Jennifer ? “ Tanyanya
Pertanyaan yang sulit untuk dijawab, aku tahu mau menjawab apa, tapi itu hanya sebuah pernyataan tanpa dasar yang jelas.

“ Terlebih kamu tahu, Jennifer belum menceritakan apapun ke kamu kan, apa kamu berfikir dia cukup serius untuk menjalani hubungan ini dengan kamu ? “ . “ Dia selalu berfikir kalau kami orangtuanya tidak pernah tahu apa yang dia lakukan, kami tahu semuanya, tapi memilih dia, tapi tidak kali ini “

SexAsian18_008 (12)

150x300

Orang tuanya tahu tentang semua kesalahan yang pernah Jenny lakukan, jelas Jenny pun akan terkejut kalau tahu semua ini, karena dia selalu berfikir mampu membohongi kedua orangtuanya itu.

“ Saya tahu, tante pasti sudah cukup tahu tentang diri saya, saya tidak punya satu jawaban dengan alsan yang kuat, tapi saya tahu Jennifer mencintai saya, dan saya juga mencintai dia dengan tulus, bahkan tanpa melihat siapa dia. “ Jawabku

Dia tersenyum “ Tante tau, tapi apa kamu pikir Jennifer bisa hidup dalam kesederhanaan ? “. “ Bukan tante meragukan kamu, tapi apa kamu pikir dia bisa menunggu kamu untuk menjadi jauh lebih baik dari sekarang, sementara buat dia kemewahan itu sesuatu yang harus dia rasakan tiap hari ? “ ucapan yang sangat tepat. Aku tak bisa mengelak.

“ Enggak, tante bukan mau main sinetron dimana orang tua si perempuan yang lebih kaya datang dan mencaci, pacar anaknya. “ , “ Ga seperti itu tapi tante datang untuk meluruskan pola berfikir kamu, kalau kamu berfikir mampu, silahkan tante ga larang. “

Ponselku terus bergetar.

“ Kayak yang tante bilang tadi, tante cukup suka dengan kamu, kamu punya karakter dan kemauan, tapi itu ga cukup. Belum cukup untuk bisa membahagiakan anak tante. “

Aku diam tak menjawab.

“ Apa kamu berfikir usaha kamu sudah maksimal ? “ tanyanya lagi

Aku berdiam, bertanya pada diriku sendiri apa aku sudah berusaha maksimal selama ini ?

“ Kamu yang tahu jawabannya, berapa banyak hal lain yang mungkin masih bisa kamu lakukan. “
Dia mengambil lagi rokok dari tasnya, batang ke tiga.

“ Satu aja yang tante mau, kalau kamu memang mencintai anak tante, buat dia lebih baik, kalau kamu berfikir tidak mampu membuatnya lebih baik, tinggalin dia sekarang. “ Kata-katanya pelan tapi terdengar begitu dalam.

“ Ok, tante rasa cukup ya, kamu yang harus nemuin sendiri jawabannya, Tante selalu siap untuk kamu temui untuk urusan Jennifer, and give me an answer as soon as possible okay. “

“ Aku mengganguk, sementara supir di dalam mobil Mercedes itu keluar dari mobilnya dan mengambilkan payung untuk majikannya itu, sementara tak lama kemudian mobil itu pun meluncur pergi, aku masuk ke dalam kamar-ku. Mengambil handuk-ku dan masuk ke dalam kamar mandi, belasan miscall dan 3 buah SMS masuk, aku membaca SMS-SMS itu,

Kemarahan Jenny yang selalu kekanak-kanakan, dia sering melakukannya tiap kali marah, kadang juga disertai kata-kata kasar, membuatku bertanya pada diriku, apakah aku mampu membuatnya lebih baik? Apa aku mampu ?? Apa aku orang yang tepat untuk-nya ?

Kupakai pakaianku yang sudah disiapkan oleh Jenny tadi siang, aku tahu dia pasti datang dan menyiapkan pakaian untuk-ku.

Namun aku terdiam, berfikir dengan keras, mencerna semua yang dikatakan oleh Mama Jenny tadi, semua yang dikatakan olehnya adalah kenyataan

Apa yang aku tahu tentang Jenny ? Tidak ada aku tak tahu

Apa aku mampu membuatnya menjadi lebih baik ? aku tak tahu

Apa aku mampu membahagiakannya ? Ya, tapi bukan saat ini.

Bukan saat ini

Belum saat ini.

Aku melingkarkan kaki-ku, berfikir dengan jernih.. entah berapa banyak perbedaan diantara kita.. entah berapa banyak kesulitan yang akan datang karena perbedaan itu, aku berfikir berikir begitu lama hingga jam menunjukan pukul 11 malam, aku bergegas mengambil dompetku di meja, Jenny pasti sangat marah, setidaknya aku harus memberikannya alasan tentang keterlambatanku ini.

Setengah 12 malam dan masih hujan aku sampai ke tempat pesta itu, turun dari taksi dan mencari mobil Jenny di parkiran, Xtrail hitamnya masih terparkir disana, aku pun bergegas naik, bergegas naik untuk melihat pemandangan yang seharusnya mungkin tak pernah aku lihat, dikelilingi oleh para lelaki dia tengah asyik mencium salah satunya. Entah apa yang mereka semua lakukan bau alcohol yang begitu menyengat dan Jenny ikut mabuk bersama mereka.

SexAsian18_007 (3)

pokervovo

Aku menariknya keluar sementara beberapa temannya tampak protes salah satunya yang aku tahu bernama Peter, orang yang menurut Jenny selalu berusaha mendekatinya, bau alcohol dari mulut Jenny tercium begitu pekat.

Aku mencari tasnya dan mengambilnya dari tumpukan teman-temannya yang telah tertidur mabuk, masih mengendongnya aku pun membawa keluar Jenny dari tempat itu.

Mungkin aku memang tak bisa membuatnya menjadi lebih baik.

“ Bro, kalau dateng dan pergi jangan seenaknya donk. Loe pikir loe siapa ?? “ Amuk Peter yang tengah mabuk dan berusaha mengambil Jenny dariku tepat di dekat pintu keluar.

Satpam tempat itu berusaha melerai sementara aku tak mengacuhkannya, yang justru membuat Peter bertambah emosi.

“ ANJING LOE YA !! “ Maki-nya sambil menendangku, aku berusaha tak terjatuh agar Jenny tidak ikut jatuh bersamaku, dia mengejarku dan memukulku lagi, aku masih berusaha tak membalas karena Jenny yang masih begitu limbung dan menceracau tak jelas,

Aku memasukan Jenny ke dalam mobilnya, tertidur di jok belakang.

Sementara Peter yang marah mengambil tongkat satpam dan memukulkannya ke pundak-ku, aku terjatuh kali ini dia memukulku sekali lagi tepat di muka yang membuat pandanganku buyar seketika, sebelum kemudian satpam-satpam itu melerai dan memaksa Peter masuk kedalam, satpam-satpam itu meminta maaf padaku.

“ Ga papa pak, tolong diurus aja orang itu, “ Kataku, sambil masuk dalam mobil membawa Jenny pulang, kulihat pundakku yang terkena muntahan Jenny tadi, sementara sedikit darah mengucur dari keningku karena pukulan Peter tadi.

Kubantu Jenny mengganti bajunya, penuh dengan muntahan entah muntahan siapa, kumasukan baju itu ke kamar mandi dan merendamnya, kugantikan bajunya dengan bajunya yang sengaja di tinggal di kost-ku. Kulihat wajahnya yang tampak begitu kacau, dia mengigau tak jelas.. aku bertanya pada diriku sendiri, apa aku orang yang tepat untuknya ? Mampukah aku membuatnya lebih baik ? Mampukah aku memberikannya kebahagiaan ?

Kepalaku benar-benar terasa pusing, sementara pelipiskupun belum berhenti mengeluarkan darah..

Aku mengambil ponselku, aku butuh seseorang untuk mengantarku ke dokter.. Rey..

“ Cher… thanks ya, sory banget jadi ngerepotin loe pagi-pagi gini “ Kataku sambil menidurkan kepalaku di jok mobilnya, aku lupa kalau Rey bertukar nomornya dengan Cheryl yang membuatnya datang pagi-pagi sekali dan mengantarku ke rumah sakit.

“ Gapapa koq Ry, anytime “ Dia tersenyum. “ Darah loe banyak banget tadi, apa udah gpp ?? cepet banget loe keluar rumah sakitnya “ Dia terlihat kawatir, aku hanya tersenyum sambil memejamkan mataku,

“ Gapapa koq, beneran lagi Jenny maih sendirian di Kost kasian dia binggung kalau bangun nanti, udah siang lagi.. Cher sory boleh ke tempat gw kerja dulu ga? Sebentar aja .. “ tanyaku

“ Boleh koq, kan sekalian lewat kenapa emank Ry ? “ tanyanya

“ Gpp, gw mau beli makanan buat Jenny disana, kasian dia siang bangun pasti lapar, lagi kan ga mungkin gw kerja dengan keadaan kayak gini “

“ Oh, yawda… loe kayaknya sayang banget ya sama Jennifer “ Kata Cheryl dengan tampak iri yang lucu..

“ Hahaha, Rey juga kan sayang sama loe, wajar lah orang pacaran gitu.. “

“ Hah !! Mana ada Rey begitu ? loe cuma liat luarnya aja sih ! “ Cheryl beralasan,

“ Ya iyalah, masa sama-sama cowo liat dalemanya.. “ Aku bercanda kecil

“ Rese loe… ihhhhh “ Pukulnya yang membuatku berteriak kesakitan karena dia memukul di daerah memarku..

“ Aduh sory ryyy.. loe juga sih rese, eh beneran loe gpp ga dibebat gt, Cuma di plester sedikit ? “ Dia memprotesku yang tak mau dibebat sekeliling kepala, hanya kain kasa kotak yang menempel di daerah lukaku yang masih kututupi dengan rambutku.

“ Ga ah, kayak sekarat gw, lagi kalo gini kan gw lebih ganteng keliatannya.. “ candaku lagi

“ Ah rese loe, yawda turun yuk.. “ ajak Cheryl setelah memarkir mobilnya, dia membantu memapahku yang masih sedikit pusing, aku menuju tempat kerjaku dan bertemu Ardie untuk membujuknya longshift menggantikanku. Sebelum kemudian membelikan makan siang untuk Jenny.

a2fe3b41jw1e3ik8a92yjj

920x70

Tempat tidurku kosong, aku mengambil ponselku dari kantung berusaha mencari Jenny, handphonenya mati, aku tak tahu harus mencarinya kemana, sementara mungkin lebih baik aku menunggunya disini, aku yakin dia pasti datang untuk memarahiku..

“ Ry, gw ke apotik dulu ya, kayaknya harus beli kapas kasa lagi dech buat luka-loe.. “ aku diam tak menjawab..

“ Yawda temenin gw keluar.. “ Cheryl menarik tanganku, di depan pintu sedikit berjinjit dia memeriksa luka-ku..

“ Tuh kan berdarah lagi, kenapa sih ga mau dijait aja.. “ aku hanya tersenyum menjawabnya, takud jarum jawabku.

Dia hanya tertawa kecil, dia pergi sebelum kemudian kembali melihatku yang sedang terdiam di pinggiran ranjang, dia mematikan lampu sambil memaksaku tertidur,,

“ Tiduran Ry, loe kayaknya banyak banget pikiran ya ? “ aku mengangguk sambil memaksakan ciuman.
Sementara diluar hujan makin bertambah deras, ponselku berbunyi, sebuah SMS, dari Jenny
Dia Didepan !!!

Aku memaksakan diriku berlari, sementara kulihat mobil Jenny bergerak pergi semakin cepat, kupaksakan diriku untuk berlari mengejarnya sampai terjatuh, dia tak melihatku terjatuh ?? apa yang membuatnya marah ??

Sementara mobilnya makin menjauh dan Cheryl membawakan payung membantuku berdiri dan memapahku.

Ya Tuhan!.

###

Aku terus mencarinya, harus kemana aku mencarinya hingga ponselku berdering
Jenny menelpon-ku tapi seorang lelaki yang berbicara dengan ku dari ponselnya..

Iya, aku terus berusaha menghubungi Jenny, dia mematikan ponselnya seolah sengaja menghindariku, apa dia marah melihat ada Cheryl di kamarku ? atau apa dia tak pernah sedikitpun merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan semalam, apa dia sama sekali tak ingin menanyakan bagaimana keadaanku sekarang ? bekas pukulan ini masih terasa nyeri di tubuhku. Tapi kemana dia ?

Aku menghela nafas panjang, sementara Cheryl hanya diam menatapku, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya, aku hanya bisa tersenyum, atau lebih tepatnya memaksakan diri untuk tersenyum.

“ Kenapa Cher ?? “ Tanyaku mencairkan suasana

“ Loe yang kenapa..bodoh.. “ balasnya

“ Hahahaha, gw ga kenapa-kenapa koq, emank kenapa gitu ? “ Aku berusaha terlihat biasa saja

“ Loe tuh ga pernah bohong Ry, dan ga akan pernah bisa bohong.. “ , “ Terkadang boleh koq seseorang terlihat lemah. “ Dia memeluk pundak-ku, menaruh kepalanya di pundak-ku.

“ Cher.. “ Kataku. Aku tak nyaman dengan posisinya yang menaruh kepalany di pundak-ku.

“ Sory ry.. “ Dia sepertinya sadar dengan penolakan-ku. Dia menarik tanganku dan menatap wajah-ku dalam-dalam.

“ Ry…. Apa loe bener-bener sayang sama Jennifer ?? “ Tanya Cheryl

Aku mengganguk..

“ Bisa ?? Bisa kalau ada seseorang yang menggantikan Jennifer di hidup loe ? “ Pertanyaan yang aneh dari Cheryl.

Aku menggeleng .. sungguh aku tak tahu apakah aku bisa mencari seseorang menggantikannya..

“ Kenapa nanya gitu Cher ?? “ tanyaku

“ Ga, gpp.. kita kan harus siap dengan kemungkinan terburuk.. loe harus bertanya sama diri loe sendiri, apa dia yang terbaik buat loe ? “

Aku diam tak menjawab. Aku lebih memilih untuk terus mencoba menghubungi Jenny tetap tak ada satupun sms dan teleponku yang bisa masuk, sementara malam terus bertambah larut.

“ Loe ga pulang Cher ?? “ , “ Kasian loe pasti cape nemenin gw seharian, makasih ya.. “

“ Ga Ry, gpp koq gw mau nemenin loe, lagian masih ujan diluar.. loe makan ya ?? gw beliin makanan diluar supaya loe bisa minum obat.. “ Sungguh alasannya yang tak masuk akal. Aku hanya tersenyum mungkin dia begitu khawatir dengan keadaan ku.

Aku mengganguk yang membuat Cheryl beranjak pergi, aku sungguh butuh waktu untuk sendiri, 10-15 menit cukup.. sesaat setelah Cheryl pergi, aku memukulkan tanganku ke dinding, aku benar-benar tak tahu harus melakukan apa, aku meneteskan air mataku berat aku tak pernah merasa seberat ini sebelumnya, tak mudah bagiku untuk dapat mengerti apa yang terjadi, apa yang dulu pernah terjadi dan apa yang akan terjadi, haruskah ?? haruskah aku kehilangan dia ??

Cheryl datang dengan membawa makanan, nasi goring tanpa sambal seperti yang selalu aku pesan di kampus, setengah memaksa dia menyuapiku, aku hanya mengganguk karena lebih sibuk untuk berusaha menghubungi beberapa temannya yang aku kenal. Nihil mereka tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu, hingga tiba-tiba ponselku berdering.

^^ My Lovely ^^
tercetak di layar ponselku

Aku bergegas mengangkatnya, apa Jenny sudah tidak marah lagi dan segera menghubungiku sekarang, tapi seorang lelaki yang berbicara di seberang sana, bagaimana caranya seorang cowo bisa memegang Handphone Jenny ?? dia mengatakan padaku sebuah tempat dimana aku bisa menemukan Jenny, mau tak mau aku harus mempercayainya..

SexAsian18_012 (6)

450x100

Aku bergegas mengganti baju-ku, pikiranku kalut, antara percaya dengan tidak, tempat itu sebuah hotel dan aku harus percaya kalau Jenny sedang berada di hotel dengan seorang lelaki lain ?? kalau aku tidak percaya dan tidak datang ke tempat itu ? apa aku masih bisa mempercayai Jenny setulus dulu ??

Semua pilihan memaksaku untuk membuktikan sendiri, dan bila ternyata benar apa yang harus aku lakukan nanti ?

“ Cher gw pergi dlu ya, kalau u masih mau disini,kuncinya tolong taro di pinggir pot aja ya “ Aku tersenyum berusaha bersikap sewajar-wajarnya.

Cheryl menarik tanganku, “ Jangan pergi Ry, Jangan… “ bisiknya..

Aku bergeming, tetap berjalan keluar kearah pintu keluar kamarku,

Cheryl memeluk-ku sekarang, entah apa yang difikirkan olehnya.

“ Ry,… “ Dia memintaku untuk berbalik, setengah berjinjit dia mencium bibirku.

Aku akhirnya mengikuti juga apa yang dikatakan oleh orang itu, aku datang ke hotel itu, aku menyusuri lantai 16 sesuai dengan yang dikatakan oleh orang itu, pelan tiap sudut ruangan aku berusaha mencarinya, seperti orang bodoh yang tak tahu harus melakukan apa, aku hanya disuruh menunggu, menunggu.

Aku menunggu dalam resah yang membuatku terus berjalan berkeliling menyusuri lantai itu hingga kembali ke tempat aku berdiri tadi, entah sudah berapa kali aku mengelilingi lantai itu, hingga sebuah kamar terbuka, seorang gadis menutup pintu itu cepat dan menyenderkan tubuhnya di pintu itu.

Ya, dan aku harus melihat sesuatu yang terburuk yang bisa aku kufikirkan, Jenny, Jennifer Adrian satu-satunya wanita yang aku cintai.. berdiri di depan sebuah pintu kamar hotel, wajahnya terlihat begitu terkejut melihat kedatanganku..

Marah ya aku marah. Aku berjalan menyelusuri lorong itu melewatinya, aku memaksakan diri untuk tak menatapnya, kulewatinya dingin, berusaha untuk melewatinya secepat-cepatnya, langkah kaki yang kupaksakan untuk melangkah secepat mungkin, sakit jelas sakit sekali rasanya mengetahui bahwa orang yang kita sayang tengah berada di hotel sesuai dengan yang dikatakan orang itu di telepon.

Aku masuk ke dalam lift itu cepat, aku tahu Jenny tak berusaha mengejarku, aku berjalan cepat keluar hotel sesaat setelah pintu lift itu terbuka. Aku mengambil ponsel-ku, membuka sms yang masuk dari lelaki itu, dan menghubunginya, aku harus mempercayainya, mempercayai apa yang akan dikatakannya nanti.

Besok, siap atau tidak aku akan mengetahui kenyataan, kenyataan masa lalu Jennifer Adrian, masa lalu yang selama ini menghantuinya, masa lalu yang menjadi pertanyaan besar dalam hubungan ini dan masa lalu yang akan terus menjadi masalah dalam hubungan kami, kalau kami mampu melewati ini semua, nanti…

Benar-benar tempat pertemuan yang aneh, aku masuk ke dalam sebuah ruangan yang mirip front office sebuah hotel, mereka memberikanku sebuah kunci dan nomor dan mengganti sepatuku dengan sandal yang mirip sandal hotel, dan setelah melewati sebuah pintu kecil aku seolah memasuki sebuah dunia lain, dimana sebauah ruangan penuh kaca dan dari sisi lain kaca itu aku dapat melihat sebuah kolam kecil, dua berbentuk panjang dan di tengahnya terdapat sebuah kolam lingkaran, aku tahu dengan sekali lihat bahwa orang yang akan aku temui adalah orang yang tengah berendam di kolam bulat itu.

“ Selamat siang pak, silahkan ke ruangan ini dulu, dan mengganti pakaiannya.. “ kata salah satu pelayan
Aku mengikutinya dan mengganti pakaianku dengan sebuah bathrobe, setelah memasukan pakaian dan dompetku ke dalam loker, aku menuju ruangan kolam itu, berusaha tenang aku masuk ke kolam itu, orang itu tertawa sinis melihatku.

Dan yang duduk di depanku adalah Peter, entah aku menjadi ragu mampukah aku mempercayai apa yang akan dikatakanya nanti. Sementara dia dengan asyiknya memeluk seorang wanita yang meminumkan jus untuknya. Dari dandananya yang begitu minum, bikini yang jelas menunjukan lekuk tubuhnya dan cara dia berdandan mungkin wanita ini salah satu pelacur di tempat ini.

Aku melihat sekelilingku, banyak sekali lelaki hidung belang yang sedang asyik dengan wanita yang usianya jauh lebih muda dari mereka, bermain dalam canda, tawa-tawa genit yang dibuat-buat oleh para wanita yang menemaninya, semua dengan pakaian yang serba minim dan mereka pun seolah tak segan untuk saling berciuman di tempat terbuka seperti ini, ya tempat ini benar-benar sama persis dengan yang di deskripsikan oleh Rey tentang tempat ini.

“ Jadi ?? “ Tanyaku malas berurusan dengan orang ini.

Dia mengangguk dan menyuruh perempuan itu untuk pergi.

“ Gw yang harus nya yang bertanya ke loe, jadi apa yang loe tau tentang Jennifer Adrian ? “ dari nadanya dia seolah sangat memperolok Jennifer.

“ Gw, Gw dateng kesini buat bertanya, bukan loe yang tanya balik ke gw, ngertii ! “ Aku tegas menjawab, tak ada gunanya berbaik-baik dengan orang ini.

“ Ya, gw tau, gw tau semua yang ga loe tau, gimana doyannya dia ngentot sama cowo-cowo, gimana cheapnya dia.., “ . “ Ya semuanyalah… hahahha “ Dia tertawa panjang.. aku berusaha menahan kemarahanku.

“ Oh iya, loe tau kan kalo dia suka banget kalo di doggy ?? temen-temen dia di Surabaya.. cerita banyak tentang ‘jagonya’ Jennifer di ranjang… rugi loe kalo belom ngerasain,.. “ omongannya seolah sengaja di rancang untuk memancing kemarahanku, tapi sedikit aku mulai mempercayai apa yang dikatakannya.

“ Gw sih tau, cepat atau lambat gw pasti bisa nyobain dia, ya lumayan dech ya apalagi kan dia gratisan gitu, ga ada salahnya buat nambahin koleksi cewe yang pernah gw pake.. “ OK cukup!!

“ Intinya loe mau ngmonk apa sih? Gw males ngmonk panjang sama loe kalo loe cuma ngmonk kayak gini. “ aku memotong dongeng bajingan ini.

“ Ya gw mau ngmonk, kalo Jennifer itu cuma bispak murahan, yang terkesan eksklusif padahal cheap banget berapa banyak cowo yang udah tidur sama dia, belom lagi kedoyanan dia nelen sperma cowo-cowo yang tidur sama dia, loe dah ngerasain belom?? Udah ngerasain belom ??? “ dia tertawa panjang..

2203

415x55-1

Dan benar apa yang dikatakan Cheryl, harusnya aku tidak perlu datang ke tempat ini, dan aku berdiri, mengangkat kepalanya dengan menjengut rambutnya, tanpa ragu aku memukul wajahnya tepat di hidungnya berkali-kali, sementara para pengunjung yang lain berteriak kaget, aku pergi meninggalkannya yang tengah merintih kesakitan, mengganti baju dan keluar dari tempat itu.

Salah aku datang ke tempat ini, tapi ada sedikit dalam diriku yang mempercayai kata-kata Peter, ya terlebih setelah apa yang aku lihat semalam.

Aku mengambil kartu nama dalam dompetku, tanganku masih terasa sakit karena memukul bajingan itu, entah berapa banyak pukulan yang aku layangkan pada wajah bajingan itu, kutekan tuts pada handphoneku, jelas sudah apa yang harus aku lakukan saat ini, mungkin… mungkin ini yang terbaik yang bisa aku lakukan.

“ Siang Tante, “ Aku berusaha menyalaminya, memberikan rasa hormat pada Tante Elfanny.
Diluar dugaan kali ini dia membalas jabat tanganku ini.

“ Duduk, kamu dah lama nunggunya ? ini smoking area kan ?? “ Tanyanya

“ Iya tante, ini smoking area, saya sengaja pilih disini, belum koq, saya juga baru saja sampai.. “ Aku duduk dihadapannya sementara Mama Jenny memanggil pelayan dan memesan minuman.

“ Kamu mau pesan makanan ?? “ Tanyanya, aku menggeleng “ Saya sambil makan siang ya, gapapa kan ? “ kali ini aku membalasnya dengan anggukan.

“ Maaf saya menggangu tante di sela-sela kesibukan tante,. Karena memang ada hal penting yang ingin saya tanyakan, dan saya katakan.

“ Tante dah bilang, kamu kapanpun butuh tante tentang masalah Jenny tante pasti berusaha untuk menemui kamu, so jadi apa yang mau kamu tanyakan ? “

“ Ok, saya langsung aja ya tante ? apa yang akan tante lakuin kalau tante ada di posisi saya “ Aku bertanya dengan lugas, mungkin terdengar tidak sopan memang.

Tante Elfanny tersenyum, “ Dengan cara apa kamu ingin tante menjawab ? “

“ Dengan memposisikan tante di posisi saya, jawaban yang paling mungkin untuk saya lakukan ? “ jawabku

“ Ok, tante tau kamu orang yang cukup kuat, gigih, cukup pintar dan juga ga pernah menyerah dengan keadaan, tapi kamu selalu berfikir apa yang kamu lakukan adalah yang terbaik yang bisa kamu lakukan, terlalu menutup mata dengan segala kemungkinan lain, yang mungkin untuk dilakukan. “ aku mengangguk setuju

“ Jadi kalau tante jadi kamu, mungkin tante akan berusaha sekeras kepala yang tante mampu, untuk menjaga Jennifer, dan berusaha merubah dia menjadi lebih baik. “ , “ Dan tante akan melihat sejauh mana kamu mampu membawa Jennifer menjadi lebih baik “ aku tersenyum mendengar apa yang diucapkannya.

“ Saya boleh tanya 1 pertanyaan lagi kan Tan ? “ dia mengganguk

“ Apakah tante tidak akan pernah membenci Jenny, apapun kesalahan yang akan atau pernah dia lakukan ? “ kataku

“ Kenapa kamu bertanya seperti itu ? “ untuk pertama kalinya, Tante Elfanny tidak mampu menerka pertanyaan yang aku tanyakan,..

Aku tersenyum..

“ Tolong lindungin dia Tan, dengan apa yang tante bisa berikan ke dia, mungkin dia akan sangat membenci saya, sangat membenci saya, tapi cuma ini yang bisa saya lakukan buat dia untuk saat ini, saya akan melindungi dia, dengan cara membuatnya sangat membenci saya tolong jangan biarkan dia melakukan hal-hal bodoh yang membuat saya menyesali apa yang akan saya lakukan ini ? “ aku meremas tangan kanan-ku, meremas tanganku untuk berusaha menahan emosi yang begitu membakar dadaku.

Tante Elfanny menarik tanganku, menaruh tangannya di tangan kiriku yang berada diatas meja.

“ Kamu, kamu tidak perlu melakukan sesuatu yang bodoh, kamu tidak memiliki kewajiban untuk menanggung hal ini “ , “ Tante ga tahu apa yang akan kamu lakukan, tapi tante.. tante tahu seberapa besar kamu mencintai anak tante, dan tante tau melukai Jennifer, bukan sesuatu yang mampu kamu lakukan, semakin kamu melukai dia, semakin kamu akan terluka. “

Ya aku berusaha tersenyum, “ Ya tante, dengan semua yang ada didiri saya saat ini, saya ga punya kemampuan untuk membuat Jenny bahagia, membuat dia menjadi lebih baik dari saat ini, dan sejauh yang bisa saya lakukan saat ini, ini yang terbaik yang mungkin bisa saya lakukan,. “

“ Tante bener, dengan apa yang tante lakukan, saya terlalu puas dengan apa yang saya kerjakan saat ini, kuliah dengan kemampuan saya sendiri, bukan mahasiswa yang ga bisa bayar kost, ga bisa makan layak setiap hari, tapi itu ga cukup, saya tahu saya punya kemampuan untuk menjadi lebih baik dari saya saat ini, tapi jalan kesana masih panjang, sangat panjang… “ Mataku berkaca.

“ Saya, dengan saya yang sekarang saya cuma akan melukai Jenny, sebagaimana pun saya melindungi dia, dengan semua yang saya miliki saat ini, saya tidak akan cukup mampu melakukannya, saya akan titipin dia tante, saya akan lepasin dia untuk saat ini, saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk cukup mampu meraihnya lagi, nanti. “

Tante Elfanny seolah tak perduli dengan makanan, dan minuman yang datang.. kami diam seribu bahasa, dia menatap mataku tajam. Sebelum kemudian tersenyum

“ Tante, sebagai mama Jennifer ga akan pernah membenci dia, dan akan melakukan apapun yang tante bisa untuk melindungi dia,.. “ Tante Elfannya menaruh tangannya di wajahku,.

“ Ryan, Tante tunggu, tante menunggu Ryan datang dan melindungi Jennifer. Asal kamu mampu menunggu, tante ga mungkin melarang dia menemukan orang yang tepat buat dia, karena itu buktikan kalau kamu mampu menjadi orang ya tepat buat dia, ya ? “ kali ini tante Elfanny yang bertanya.

Aku mengangguk, menghapus air mataku yang akhirnya menetes juga.

“ Terima kasih tante, terima kasih… “ aku berkata, menangis dalam senyuman.

“ Jangan berbuat bodoh Ryan… “ Tante Elfanny menasehatiku.

“ Saya menjadi dewasa, saat saya menyadari saya pernah melakukan hal-hal bodoh tan, saya menjadi lebih bijaksana, saat saya menyadari, saya masih akan melakukan hal-hal bodoh nanti. “

Aku membereskan semua pakaian dan barang-barangku dari kost, Rey dan Cheryl membantuku berkemas, aku pindah dari tempat kost ini, harus pindah secepatnya sebelum Jenny datang, aku tak mau bila bertemu dengannya saat ini akan membuat semua yang aku rencanakan menjadi hancur berantakan, aku berhenti bekerja di Starbuck, masuk ke sebuah perusahaan lain yang membuat aku mungkin akan kehilangan banyak waktu luang, tapi waktuku yang hilang itu mungkin akan membantuku meraih Jenny lebih cepat nantinya, aku bertaruh meski aku harus mulai dengan menjadi seorang Sales sekarang, tapi itu jauh lebih baik daripada mengharapkan gaji tetap yang jelas tak akan berubah selama aku masih bekerja disana, dengan posisi yang akan selalu sama.

“ Loe, yakin Ry ? Ga mau tinggal aja di tempat gw ? Lumayan kan irit uang kost “ Rey member saran

“ Iya Ry, kenapa sih loe selalu aja keras kepala untuk urusan kayak gini ? “ Cheryl ikut membujuk-ku

“ Hehehe, ga Ry, gw ga boleh tergantung sama orang, hidup ga izinin gw buat manja, menunggu mati kekurangan uang untuk bayar kost, bayar kuliah, bayar uang makan, hidup gw juga ga akan menjadi lebih baik dengan banyaknya hutang yang gw buat untuk memperpanjang hidup gw, gw harus berubah jadi lebih baik, “ aku kembali mempertahankan pendapatku.

“ Ya, ya ya… tapi loe inget, loe ga harus terlalu keras dengan semua idealism loe, sesekali loe juga boleh terlihat lemah.. “ Rey belum berhenti membujuk-ku.

SexAsian18_004 (9)

Aku tersenyum.. “ Iya Rey, gw tau lu pasti bakalan bantu gw, gw juga ga akan sungkan koq minta bantuan ke loe, kalau emank gw ga bisa nyelesain masalah gw. “

“ Iya, pegang janji loe itu, loe dah terlalu nekad dengan keputusan loe kali ini… “ Rey terlihat benar-benar cemas.

Iya, aku hanya mengatakan sedikit tentang apa yang akan aku lakukan seminggu lagi, tepat 500 hari sejak kami pertama kali bertemu, Aku dan Jennifer Adrian, saat gadis cantik itu melompat ke atas motorku, memintaku untuk membantu mengejar penjambret yang mengambil tasnya. Ya ya.. kenangan yang membuatku melayang melewati masa lalu. Dan aku terus berusaha menghindari Jenny satu minggu ini, berusaha agar kami tak bertemu membuatnya mampu untuk melepaskanku, meski aku tak tahu apakah aku mampu melepasnya, hingga aku menghubunginya, hari ini tepat 500 hari setelah kami bertemu, dan di tempat yang begitu ingin didatanginya bersamaku. Akan menjadi tempat perpisahan kami.

Semua persiapan sudah selesai, gitar yang pernah dibelikan Jenny, baju yang sangat ingin dia melihat aku mengenakannya, ya semua hadiah yang tak pernah aku pakai karena aku berfikir melukai harga diriku, buang semua, untuk hari ini cukup hari ini aku berdiri dengan bantuan kaki orang lain, aku tahu aku akan cukup mampu menjadi lebih baik dari saat ini, untuk hari ini, biarkan untuk hari ini aku membuat dia tersenyum sebelum melukainya, ya aku tahu aku akan melukainya nanti.. sangat melukainya.

Dia datang, dengan gaun yang begitu indah, ya dia tidak perlu berdandan untuk terlihat cantik, andai dia menyadari betapa cantik dirinya itu, menghargai smeua kecantikannya ini, mungkin kami, mungkin kita akan menjalani hubungan yang lebih mudah, jauh lebih mudah.

Matanya terlihat berkaca, lekungan mata yang terlihat lelah, entah berapa air mata yang telah menetes di harinya, aku tahu aku akan menambahkan air matanya itu, aku akan membuatnya menangis lebih dari ini, aku harus………………..aku harus mampu melakukannya.. sungguh wajahnya yang sendu, membuatku bimbang, aku tahu aku harus mampu melakukan ini semua, harus..

Makanan, semua makanan yang pernah dikatakannya di café ini, semua aku pesan, dengan porsi kecil memang agar kami bisa menghabiskannya semua, tapi bukan itu yang aku fikirkan, aku tahu dia mampu melepasku, atau bisa dikatakan dia telah siap melepasku, aku tahu dari yang dia katakan, pertanyaannya apa aku mampu melepasnya ? Akankah aku mampu melepasnya.

Kutarik tangannya, aku membawanya keatas panggung, memaksanya menyanyikan lagu yang pernah kubuat untuknya, dia menyanyikannya begitu indah, tepuk tangan dari para pengunjung yang datang tepuk tangan yang akan mengantar perpisahan kami,

Kupejamkan mata, aku menangis… aku berusaha menahannya.

“ Kamu dewasa, karena tahu berapa banyak hal bodoh yang pernah kamu lakukan, aku menjadi bijaksana saat aku tahu.. aku bisa bertindak bodoh setiap saat “ aku berbalik, seolah mengucapkan selamat tinggal untuknya , aku berjalan keluar, di sana Cheryl menungguku, aku tahu aku tak akan mampu berjalan pulang sendirian, tak akan bisa karena itu aku meminta bantuan darinya.

Sepanjang perjalanan pulang aku hanya bisa menangis, entah berapa banyak air mata yang aku teteskan hari ini, semua rasaku meledak, tapi penderitaanku belum berakhir saat ini, masih ada penderitaan lain yang harus kulakukan.

I don’t wanna fall out
But we’re all out of time
(Is this over?)

In one day
No way you’ll be mine

Mmm… (Don’t want an ending)

My heart is running on empty
One more day and then we go
And, yeah, the time goes on now
Don’t ask me how, I don’t know

We’ll be home tomorrow
‘Bout a thousand miles too far away
Say you won’t forget and I’ll be okay

At least tonight
It’s just you and me and honestly
That’s everything I need

I don’t wanna fall out
But we’re all out of time
(Is this over?)

In one day
No way you’ll be mine

Tonight’s a countdown
‘Til the day we’re not around
Then you’re gone
And we’re on with our lives

I don’t want an ending

No… Don’t want an ending…

Aku menunggunya, 3 bulan kemudian sampai Jennifer tersenyum bahagia dalam pelukan lelaki lain, senyuman yang harus kurubah menjadi air mata, dan tiap air matanya yang menetes adalah luka untuk-ku. Menggores tiap sisi hatinya, membawa cintaku dalam rasa pedih menuju Tepian Hati.

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s