Juwita Hati part 13

12798914_590941447729099_5948540368400154223_nJum’at siang tanggal 30, di Bandara SOETTA..

Ditengah-tengah keramain para penjemput penumpang pesawat, terlihatlah sosok cewek cantik dengan balutan kemeja kerja yang tipis dan rok longgar selutut. Kacamata hitam yang dikenakannya sungguh menambah elok raut wajahnya yang jelita.

Dia serius memperhatikan satu per satu penumpang yang baru saja turun dari pesawat dengan trayek Ngurah rai-Soetta. Dan akhirnya seseorang yang dinanti-nantikannya pun muncul. Cowok berbadan tegap dengan balutan Polo shirt, celana jeans selutut, dan juga mengenakan kacamata hitam.

“Renooo!! Reenn!!.. Disinii!!” teriak Dini sambil melambaikan tangannya diantara para penjemput.

“Hi Diin.. Lama yaa nunggunya? Duch baru ditinggal beberapa bulan aja kok udah makin cantik aja seeh??” sapa Reno seraya cipika-cipiki dengan Dini, Sang kekasih.

“Hi juga Reen. Makasiih, elu juga tambah ganteng kok. Cowoknya siapa siih?” tanya Dini menggoda sambil menatap wajah Reno yang terlihat makin dewasa dan makin ganteng tentunya.

“Ngg.. Cowoknya siapa yaa?? Hmm.. Tentu cowoknya Dini Amalia yang cantik, putih, dan menggairahkan. Weekz!!” sahut Reno meleletkan lidah.

“Iiiii..ihhh masih nakal aja lu. Yuuk cabut!!” cubit Dini di pinggang Reno dan langsung menarik tangannya menuju tempat parkir dimana sedan Audi warna solid black yang sunroofnya tertutup rapat itu sedang nge-ganjen-in Honda jazz warna pink yang terparkir tepat disebelahnya.

“BRUUM.. BRUUMM!!.. BRRUUUMMMMMMM!!!!!!!!”

Deru mesin mobil mulai meraung ketika Reno menginjak pedal gas beberapa kali. Perlahan-lahan power yang mulai diproduksi oleh dapur pacu di RPM rendah itu mulai dimuntahkan sedikit demi sedikit lewat Yoshimura muffler.

Sepasang pasangan serasi itu mulai melaju membelah hutan belantara yang berisi gedung pencakar langit. Wajah bahagia terpancar diantara keduanya.

“Gimana penerbangannya, Ren?” tanya Dini seraya memantikkan api dari lighter warna silver untuk menyulut rokok favorit yang sudah nyelip dibibir tipisnya.

Tangan kanan dengan kulit putih segera menekan tombol diatas kabin untuk membuka sunroof, biar asap rokok yang dihisapnya tersapu keluar oleh Sang Bayu.

Hmm.. Biasa aja tuuh just so so and nothing special, Din. Gimana kerjaan lu? Lancar-lancar aja kan?” tanya Reno balik.

“Siip lah. Apalagi waktu acara event music kemarin. Beuh!! Sukses beraatttt!!” jawab Dini bersemangat seraya menghisap batang rokok sumber asap nikotin dari mulut berbibir tipis yang dia punya.

“Mantaap! good job, My Little Fairy..” sahut singkat Reno.

“Eeh, siapa sih yang lu maksud cowok ganteng yang ngebawain lagu Nirvana kemarin?” tanya Reno seraya menolehkan wajah kearah Dini yang lagi asyik menghembuskan asap rokok membentuk bulatan-bulatan kecil.

“Brian. Panggilannya Bre. Gila! keren banget tuuh bocah waktu nyanyiin lagunya Kurt Cobain. Oh iyaa, Ren, gimana neeh naughty game nya jadi ga? Hmm..?” tanya Dini dengan senyum menggoda dan mimik wajah yang lucu.

Diturunkannya jok mobil yang di dudukinya biar supaya lebih landai. Dengan posisi tubuh yang rebah dan dengan kedua tangan Dini yang langsung diluruskan diatas kepala.

Maka, tak ayal lagi sepasang gundukan toked besar 36B miliknya itu tampak semakin membusung indah menunjukkan keangkuhannya. Hmm.. Begitu menggairahkan bagi siapa saja yang melihatnya.

Kedua buah susu kenyal itu seakan ingin meronta-ronta keluar dari kungkungan bra dan kemeja tipis yang masih dipakainya, dengan kedua kancing bagian atas yang sudah terbuka. Busyeeet..Tampak begitu lezat dan penuh vitamin daging buah dada Dini yang berkulit putih mulus itu untuk segera disantap.

“Kalo lu fine, gue juga harus fine dong, Din. Ya ngga ?” jawab Reno kalem.

“Oow yeaa? Masak?? Yang bener neeh?” goda Dini dengan lirikan matanya yang tampak nakal.

“Beneer..”

“Serius lu? Hmm..?” tanya Dini lagi.

“Yooaaa, serius gue..”

“Yakiin?” kejar Dini.

“Yakiin bangeetttss..” sahut Reno cepat.

SexAsian18_001 (5)Dini Amalia cewek seksi dengan tinggi badan 172cm itu tersenyum sendiri, seperti ada sesuatu yang ingin disampaikannya kepada Reno. Dengan slebornya, puntung rokok itu dilempar Dini keatas melalui sunroof yang terbuka. Beuh!!! Bisa berabe dong kalo terkena pengendara dibelakang mobilnya.

“Nggg.. Giniini, Ren. Emangnya lu rela apa? Kalo cewek lu yang cantik ini, yang menggairahkan ini, kedua tokednya yang sekel membusung indah diremas-remas oleh cowok lain?? Hmm..??” tanya Dini dengan nada mupeng dan kedua telapak tangannya mulai meremas-remas lembut tokednya sendiri menggoda Reno.

Mata Reno terbelalak kaget melihat aksi ceweknya yang mulai nakal itu, tapi kemudian tersenyum senang. Reno memang kangen dengan aksi-aksi berani mengundang nafsu yang sering ditunjukkan Dini.

“Emangnya lagi lu juga rela ya? Kalo sepasang puting imut gue yang mungil dan pinky ini dipilin dan dipelintir oleh jari cowok lain kaya gini?? Take a look, Ren. Hmm..??” tanya Dini lagi seraya menurunkan cup bra yang sebelah kanan kebawah dengan perlahan, sehingga gundukan toked besar yang bagian atas dengan kulit putih licin itu mulai terlihat.

Sampai pada akhirnya puting imut pinky miliknya terlihat malu-malu, dan langsung dipilin-pilinnya sendiri, masih dengan memandang Reno yang sekarang terlihat jakunnya bergerak menelan ludah beberapa kali.

“Ssshhhhhh.. Mmphhfff!!!!!”

Desah Dini yang juga menggigit bibir tipisnya bagian bawah karena merasa keenakan ketika jemarinya yang lembut itu memilin dan menarik-narik puting dengan warna pink segar kebanggaannya itu. Sukmanya seakan melayang ketika rasa nikmat itu datang.

Busyeetttt dah . . . !!!! untuk urusan yang satu ini, Dini adalah jagonya. Keahlian yang sangat dikuasainya sejak dari zaman kuliah dulu. Salah satu mangsanya adalah Paidi a.k.a Si Pay . . . .

“Ouughh Din.. Gila! Lu pinter banget siih bikin kontie gue ngaceng??” Reno mulai terpancing untuk ber-konfrontasi dengan Dini yang sedang terus-terusan mencoba untuk mengintervensi nafsu kelelakiannya.

Hmm.. Lu ga marah yaa, Ren? Kalo paha sintal gue yang putih mulus tanpa cacat ini juga di gerepe-gerepe-in cowok lain??” goda Dini Amalia, Sang Manager Area yang kini tampak mengangkat tungkai kaki belalangnya keatas dashboard mobil, sehingga rok longgar yang dipakainya merosot turun sampai ke pangkal pahanya.

Kedua telapak tangannya pun segera mengusap dan mengelus pahanya sendiri. Di usapnya naik turun dan naik lagi mengarah pada kemaluannya yang masih terbungkus tali pengaman.

SexAsian18_001 (1)Kulit paha itu terlihat meremang karena bulu-bulu lembut yang menghiasinya terlihat berdiri.Ouughhh!! Dini melirik sekilas kearah selangkangan Reno yang sudah membentuk jendolan.Hihihihiii…

Reno mengarahkan Audi dengan shock breaker merk Eibach itu ke jalan tol yang lengang, sehingga Reno pun bisa menikmati dengan santai acara flirting yang sedang di show-up kan oleh ceweknya itu. So expert..

“Din, lu kudu musti harus wajib tanggung jawab ke gue lhoh!! Konak neeh..” ancam Reno yang tetap tak bergeming untuk ikut menggerakkan tangan meraba-raba tubuh seksi Dini yang sudah tersaji untuk dijadikan santap siang.

Dini ga menggubris rengekan Reno sama sekali. Dia tetep terlihat masih asyik dan enjoy dengan tingkah gayanya yang semakin bitchy meski masih di dalam mobil.

“Ren, lu emangnya akan diem aja? Kalo cowok lain itu mulai menarik lepas g-string merahyang gue pake?? Hmm..??” tanya cewek jelita kekasih Reno itu sembari menyisipkan kedua jempol jari tangannya ke tali g-string yang membelit dipinggang ramping bertatto kupu-kupu itu, dan mulai menariknya lepas.

Dini menggangkat pantat bohaynya sebentar untuk memberikan acces kepada g-string merahitu melewatinya. Dan pada akhirnya pembungkus meki itu teronggok dipergelangan kaki kanannya yang panjang, menutupi gelang kakinya yang berbahan emas putih.Bujubusyeeettttt!!!!

Dini terkekeh melihat cowoknya yang sedang nyetir itu mulai mengelus-elus batang kontie nya sendiri akibat perbuatannya yang begitu nakal.

Wajah ganteng Reno memerah menahan gairah akibat manuver-manuver berbahaya yang dilakukan oleh ceweknya itu. Untung saja kaca film mobil Dini pake yang tingkat kegelapannya mencapai 85% sehingga ga perlu takut atau khawatir terlihat dari luar.

“Eeh!.. Eehhh!! Stopp! Stop!! ..Siapa juga yang suruh lu coli, Ren?? Hihihiii..” goda cewek dengan rambut di highlite ungu itu sambil tergelak.

“Aah lu rese, Din!! Gara-gara lu neeh, junior gue nangis..” jawab Reno bersungut-sungut dan segera menghentikan aktifitasnya mengelus kontie.

“Masak seeh Ren nangis?? Mana.. Mana coba gue lihat. Iii..iiihh!! kok masih bandel aja siih ini??” ucap Dini dengan nada gemas seraya menekan batang kontie Reno dengan telapak tangan kanannya dan segera diputar-putarnya lonjoran kontie cowok pemilik vespa dengan nama Telur Asin itu dengan lembut.

Setelah beberapa saat . . .

“Daah cukup yaa. Sekian dulu, hahaa!! Ya udah, gue rapiin lagi deh kemeja gue. Hot yaa, Ren?Hihihiii..” Dini tertawa senang telah berhasil membuat cowok ganteng kekasihnya itu belingsatan.

Setelah ber-gokil ria di dalam mobil yang tengah melaju di jalan tol, sepasang kekasih itu sudah saling merapikan lagi busananya yang barusan acakadul.

“Di tuntasin setelah sampe di Kondo gue aja, Ren. Gue jadi ikut-ikutan sange neeh..” bilang Dini dengan nafas rada berat. (*Kondo is Kondominium-Red)

“Okee deh, sayang..” jawab singkat Reno.

“Din, By the way.. Naughty game lu kapan sama Brian??” tanya Reno memastikan.

“Terus rencananya kaya gimana neeh??” imbuh kekasih Dini.

“Hmm.. Gini, Ren. Kata Brian sih awal bulan akan nemuin gue di Office buat ngambil hadiah setelah dia kelar ujian skripsi. Nhah ntar gue akan pura-pura kalo Galaxy tabletnya ketinggalan di kondo. So, gue akan ngajak Brian untuk mengambilnya. Nhah lu sembunyi di toilette dulu, Ren. Begitu gue dan Brian mulai beraksi, elu silahkan liat. Tapi awas!! Jangan sampe ketahuan Brian. Gimana menurut lu??” tanya Dini meminta pendapat Reno dengan ide yang baru saja di utarakannya, bukan di selatankannya.

“Mantap banget dah skenario yang lu buat, Din. Perfecto!!” kata Reno setuju dengan usul Dini.

“Busyeettt…” gumam Reno.

“Kenapa busyeett?? Tadi katanya perfecto??” Dini bertanya heran.

“Bukan gitu, Din. Maksudnya, gue tuh jadi sange abyiisss ngebayangin tubuh seksi lu yang putih, sintal, dan menggairahkan ini bakal di eM eL-in oleh cowok lain. Gila dah!! Shitt!!” kata Reno sambil geleng-geleng kepala ngebayangin kalo akan ada batang kontie milik orang lain yang akan mereguk kenikmatan di kedalaman meki Dini yang pastinya begitu peret dan begitu legit. Renyah di luar dan kesat didalam.

SexAsian18_001Tak terasa mereka berdua sudah sampai di parking area Kondominium. Sambil ketawa-ketiwi kedua sejoli ini segera menuju kelantai 7, di mana Dini Amalia stay untuk menghabiskan malam-malamnya seorang diri.
Setelah bersih-bersih, mereka pun mulai meluapkan gairah birahi yang sudah lama terpendam. Pertempuran yang begitu hot dan liar tengah berlangsung didalam kamar lantai 7 sebuah Kondominium.

Deru nafas yang memburu oleh kedua insan yang sedang di mabuk birahi itu menciptakan aura mesum yang begitu kental. Suara erangan dan desahan yang datang silih berganti saling bersahutan terdengar merdu dan memberikan kesan yang begitu sensual ketika didengarkan.

Kelojotan dan juga gelinjangan seksi tubuh telanjang bulat keduanya terlihat begitu mesum. Kedua tubuh bugil Reno dan Dini saling tindih bergelut mesra dan saling menghentak.

Hingga akhirnya jeritan parau terucap melalui mulut sepasang anak manusia itu yang menandakan akhir dari hubungan seks yang dilakukan di kamar Dini.

Uuummphhfff!!.. Lelehan sperma Reno yang hangat, kental, dan banyak itu terlihat menggenangi celah lipatan kemaluan Dini yang chubby tak berjembie.

Keduanya masih berpelukan erat meresapi sisa-sisa kenikmatan ragawi yang baru saja diraih bersama-sama. Nafas yang menderu itu berangsur-angsur kembali normal. Reno langsung terlelap di ranjang kamar Dini.

Sementara itu, cewek cantik dengan rambut ber-highlite warna ungu langsung bergegas ke toilette untuk membersihkan diri dari noda kenikmatan yang baru saja dia ciptakan bersama kekasihnya.

Dini memoles ulang wajah cantiknya dengan sapuan kosmetik yang selalu dibawanya di tas kecil. Setelah raut wajahnya terlihat segar dan ga acak-acakan lagi, Dini pun segera kembali ke Office setelah memberikan service terbaik kepada kekasih tercinta.

Hari demi hari telah berganti dan semakin mendekati masa sidang skripsi. Walaupun kehadiran sms Keysha sangat memberikan warna dalam kehidupan Bre, namun semua itu tidak cukup memberikan ketenangan pada sosok berambut dreadlock itu.

Hati dan perasaannya begitu tegang menyambut penentuan kehidupan pendidikannya di perguruan tinggi. Tapi, Bre telah membekali diri dengan berbagai buku materi pendalaman sidang skripsi. Siap tempur jackk..!!!

Dan hari, Sabtu tanggal 31 pagi ini adalah hari penentuan. Bre terlihat sedang mempersiapkan segala sesuatunya didalam kamar kost. Wajah ganteng nya terlihat tegang. Kemeja warna putih dan celana panjang kain warna hitam membalut tubuh atletisnya.

“Gimana Bre? Udah siap kan?” tanya Saipul yang dari tadi mengamati tingkah laku Brian yang rada aneh.

Hmm.. Kayanya seeh siap, Pul. Tapi gue tegang banget neeh. Huufttt . . !!” jawab Bre sembari menjinjing tas dan siap berangkat.

“Tenang Bre. Pokoknya lu harus fokus dan jangan sampe kehilangan konsentrasi. Kalo lu fokus, gue yakin dah dengan persiapan lu yang mateng kaya gini pasti lu akan lulus dengan hasil yang memuaskan.” ujar Saipul terus memberikan semangat untuk temen kostnya itu.

“Amien. Thanks yaa Pul semangatnya..” sahut Bre lirih.

“Ya sudah gue berangkat perang dulu.” imbuh Bre seraya beranjak pergi.

“Oke Bree.. Good luck yaah..”

“Siip dah!!”

Karena jarak rumah kostnya yang memang dekat dengan kampus dimana dia menimba ilmu, Bre pun memutuskan untuk jalan kaki aja sekalian menikmati segarnya udara pagi yang masih belum tercemar oleh berbagai macam polutan. Dengan bersiul-siul lirih, Bre melintas didepan warung makan Bik Sumi.

shannyn-xo-mini-skirt-12Terlihat oleh mata elangnya kalo Bik Sumi sedang mempersiapkan berbagai macam gorengan diatas meja. Harum aroma bandeng yang sedang digoreng segera menghampiri hidung dan menyapa perutnya yang masih kosong itu.
Dalam keadaan normal, tentunya Bre akan segera nyamperin warung makan Bik Sumi tapi berhubung ini adalah hari yang paling menegangkan yang sedang dialami Bre, maka perutnya seakan sudah terisi makanan.

“BREE!!! Mampir dulu..” teriak Bik Sumi ketika melihat Bre berjalan seorang diri.

Bre tersenyum dan berjalan mendekat kearah suara yang memanggilnya. Suara yang keluar dari mulut perempuan separo baya yang baik hati itu.

“Mau kemana Bre? Tumben pake pakaian resmi putih hitam?” tanya Bik Sumi terheran-heran melihat penampilan Bre di pagi hari itu.

“Kerja sales yaa sekarang?” tebak perempuan pemilik warung tempat biasa Bre menggoreskan tanda tangannya.

“Pagi Bik Sumi.. Aah ga kerja kok Bik. Ini mau sidang ujian skripsi. Doain Bre yaa Bik, semoga bisa melewatinya dengan sukses.” Pinta Bre memohon restu kepada Bik Sumi.

“Ooh gitu yaa Bre? Waah sebentar lagi jadi sarjana neeh hehehee.. Eeh pasti kamu belon makan khan? Sini makan dulu biar Bik Sumi siapin yaa.. Mumpung Bik Sumi masak kesukaan kamu nih, cicak asam manis disajikan dengan keripik sekrup..” kelakar Bik Sumi yang mengundang senyuman Bre.

“Aah Bik Sumi mulai deeh..” sahut Bre pura-pura sewot.

“Ga usah Bik. Ga laper neeh, bawaannya tegang terus menjelang ujian. Bre Cuma minta restu Bik Sumi aja biar lancar dan diberi kemudahan.” kata Bre dan langsung mencium tangan Bik Sumi sebagai tanda hormat.

“Tapi kalo ntar sakit maag gimana?”

“Mudah-mudahan engga Bik. Udah terbiasa prihatin kok hehehee..”

“Yaa sudah deh kalo begitu Bre. Bibik doain semoga ujiannya lancar, kamu bisa menjawab pertanyaan, dan berakhir sukses..” Bik Sumi berkata sambil menepuk-nepuk bahu tegap Bre memberikan sebuah ketenangan kepada anak kost yang jauh dari kedua orang tuanya ini.

“Jangan lupa juga berdo’a, Bre..” sambung Bik Sumi.

“Iyaa Bik. Makasih yaa doanya. Ntar malem deh Bre makan sini.”

“Oke Bre. Masih boleh nge-bon kok hehehe..”

“Waah cocok banget tuuh Bik. Siip dah. Bre cabut dulu Biik, daaagh!!”

Beberapa meter dari depan ruangan sidang terlihat sahabat-sahabat Bre sudah menunggu. Ada Karen, Andi, Karebet, Santi, dan Ibu Carissa yang terlihat semakin cantik dan dewasa. Bre dengan langkah mantap berjalan kearah mereka.

Entah kenapa perasaannya menjadi begitu tenang. Apa berkat do’a Bik Sumi tadi yaa?? maybe, karena do’a seorang ibu yang tulus biasanya akan diterima oleh Sang Pencipta Kehidupan. Disamping kanan kiri para sahabat Bre juga tampak peserta ujian sidang skripsi yang lainnya.

Sama seperti Bre, peserta sidang yang lainnya pun juga pada membawa suporter lengkap dengan berbagai macam camilan dan ini berbanding terbalik dengan para sahabat Bre yang tanpa camilan alias garingan. Hahaha!!!

“Waah ganteng banget lu Bre pake baju setelan gini. Cocok jadi sales obat dah!” kelakar siapa lagi kalo bukan Begawan sakti dari padepokan Sidomukti, Karebet.

“Bisa aja lu, Bet.” Jawab Bre kalem.

“Gimana Bre? Siap kan?” tanya suara merdu dari seorang cewek cantik ber-kacamata minus ¼ yang kemarin dulu mengeluarkan suara erangan erotis di sudut bangunan perpustakaan, Ibu dosen Carissa Adell Gayatri.

“Siap Bu. Mudah-mudahan lancar.”

“Amien. Semangat dong Bre!! Iyaa ngga’? ucap Ibu Carissa sambil menoleh kearah para sahabat Bre mencari dukungan.

“Iyaa Bree.. Semangat!! Semangat!!”

“Disini aku setia menungu sampe lu kelar ujian. Semangat!!”

“Hajar setiap pertanyaan Bleeh!!”

“Woyo- woyooo, Bre!!”

“Iya Bree. Pokoknya kikuk-kikuk daah!!”

“You’ll never walk alone, Buddy!!”

Berbagai kalimat dan istilah keluar hampir berbarengan dari mulut Karen, Karebet, Andi, Santi dan tentunya Sang dosen cantik itu.

“Makasih yaa.. Makasih. Kalian semua memang yang terbaik. Thanks dukungannya all.. Tanpa kalian gue ga bisa apa-apa.” ucap pelan Bre dengan nada terharu demi melihat dan mendengar gaya juga kalimat penyemangat dari mereka.

Bre merogoh saku celananya untuk mengambil handphone. Jarinya dengan lincah memencet keypad untuk menuliskan sesuatu kepada seseorang.

New Text Message

To: Ibu Dini

Maaf Bu mengganggu. Ini Bre yang kemarin memenangkan Galaxy tablet waktu nyanyiin lagu buat Ibu. Ntar siang ato sore saya ke kantor Ibu setelah ujian sidang skripsi pagi ini. Makasih.

Sending Message Delievered.

TINGTONG.. TINGTONG.. New Message Received.

images (1)Bunyi nada sms yang masih seperti bunyi penjual es itu terdengar disela-sela kesibukan seorang cewek cantik yang sedang mengalasisis data. Kemudian di bacanya isi dari sms itu. Cewek cantik yang masih saja bertubuh seksi tinggi semampai menggairahkan itu tersenyum dan segera mengetikkan sms balasan.
New Text Message

To: Gimbal

Oke Bre. GoodLuck for the exam yaa. Ditunggu kok kedatangannya..

Send Message Delievered.

Setelah mengirimkan sebuah pesan pendek, Dini Amalia yang dulunya pernah sekolah model di SiLuet Model Agency itu tersenyum nakal memikirkan sesuatu sambil menepuk-nepukkan bollpoint Parker yang sedang dipegangnya itu kearah pipi kanannya yang berhiaskan blush on merah muda.

Eye liner yang dia pakai semakin menunjukkan dan mempertegas kematangan dirinya. Dini berjalan kearah jendela dan memandang kearah luar dari ruangan kantornya yang terletak dilantai 9 itu.

“Brian.. Hmm.. Briann.. Hihihiii..” gumam Dini Amalia, putri dari Oom Tio dan Tante Mila itu sambil cekikik-an membayangkan sesuatu yang akan dialami oleh cowok ganteng itu.

“Bre, tetep fokus dan konsentrasi yaa!! Jangan terpengaruh oleh pertanyaan jebakan dosen penguji. GoodLuck!” ucap Ibu Carissa menanamkan kalimat penyemangat dibenak Brian Kusuma Wardhana.

Yuupz.. Sekarang memang giliran Bre untuk memasuki ruang penghakiman itu. Ruangan yang dirasa lebih serem, lebih menakutkan dari pada tempat yang biasanya dijadikan uji nyali.

“Iyaa, Bu. Makasih.” jawab singkat Sang DonJuan sambil menyalami para sahabatnya.

Bre berjalan dengan langkah mantap menuju ruangan sidang. Bre sudah lupa dengan Keysha juga kerikilnya, lupa dengan Ella host di event music kemarin, lupa pula dengan Ibu Dini dan hadiah Galaxy Tabletnya. 1000% pikirannya siap menghadapi tatap mata tajam dan raut muka sangar dari para monster penguji sidang.

Dan detik demi detik telah berlalu. Begitu pula dengan puluhan menit demi puluhan menit sudah terlewati. Setelah menunggu dengan harap-harap cemas, para sahabat Bre yang tatap matanya pada mengarah ke pintu ruangan sidang akhirnya melihat pintu ruangan itu terbuka sedikit demi sedikit.

Karebet, Andi, Santi, Karen, dan Ibu dosen cantik, Carissa Adell Gayatri pun dengan kompak berteriak,

“HUAAAA!!!!”

Karena mereka semua terkaget ketika melihat Bre keluar dari ruangan sidang dengan berlari kencang seperti dijambak setan menuju kearah mereka yang sedang nungguin Bre.

Cowok yang terlihat flamboyan ketika diatas panggung music itu men-seluncurkan tubuhnya yang bertopang pada kedua kaki yang ditekuk kearah para sahabatnya, sambil mengepalkan tangan kanannya ke udara persis seperti Gonzalo Higuain ketika mencetak gol kemenangan buat Los Merengues.

“GUE LULUUSSSS!!!” teriak histeris Brian yang sekarang bersimpuh dan mengepalkan kedua tangannya ke udara.

“GUE LULUUUSSS DENGAN NILAI A!!” ucap Bre berulang. Wajah gantengnya berbinar penuh kebahagiaan. Mata elangnya pun berkaca-kaca.

“Waah selamat Bre!!”

“Yesshh.. Selamat yaah!!”

“Keren Bree, Mantap!!!”

Ucapan congrat yang tulus dari para sahabat Bre langsung terdengar. Begitu pula dengan Ibu Carissa yang langsung menyalami Brian dengan tawa bahagia. Matanya yang bening, yang terbingkai kacamata minus ¼ itu juga terlihat basah berkaca-kaca. Terharu.

Hmm.. Ibu Carissa ikut merasa bersalah karena telah ikut andil dalam memperlambat studi Brian untuk mencapai gelar kesarjanaan gara-gara masalah tempo hari.

Dan itulah mengapa sebabnya dari sejak pagi tadi Ibu Carissa ikut join bersama Karebet, Andi, Santi, dan Karen. Dia ingin berbagi dan ikut merasakan kebahagiaan yang sedang Bre rasakan, Kebahagiaan yang Bre peroleh dengan jalan yang sangat panjaaang dan berliku.

“Sorry yaa prend, makan-makannya di tunda dulu. Ntar dah setelah dapat kiriman duit, pasti gue traktir kok, hehehee..” kata Bre poloosss.

“Aah ga usah terlalu dipikirin Bre!! Yang penting lu udah jadi sarjana. Lu udah bisa ngebuktiin ke ortu lu, kalo lu memang mampu untuk mewujudkan cita-cita Bokap sama Nyokap lu!!” ujar Andi dan langsung di amini para sahabat Bre yang lain termasuk Sang dosen cantik, Carissa Adell Gayatri.

“Iyaa deeh.. Hehehee!!” sahut Bre terkekeh seraya menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal.

Bersambung . . .

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s