Pembantu Nekat 1

1_916339805lPak Mahdi dapat digolongkan sebagai kaum menengah ke atas. Dia kerja untuk sebuah multinational company di bidang telekomunikasi. Dia memiliki 2 buah kendaraan dan sebuah rumah yang sangat cukup untuk ditinggali oleh dia, istrinya dan seorang anak tunggalnya. Bahkan Pak Mahdi dapat mempekerjakan seorang pembantu untuk mengurus rumahnya.
Sari, 21 tahun, itulah nama pembantu tersebut. Dia berasal dari sebuah kampung di Dekat Purwokerto Jawa Tengah. Sudah hampir 1 tahun dia mengabdi kepada Pak Mahdi dan keluarganya. Perlakuan Pak Mahdi dan keluarganya benar – benar membuatnya betah walaupun dia harus berpisah dengan suaminya yang menjadi petani di kampungnya. Jika pekerjaan rumahnya sudah selesai, dia akan pergi ke taman dan berkumpul bersama pembantu – pembantu lain di perumahan tempat Pak Mahdi tinggal.

Pak Mahdi hanya memiliki seorang anak. Istrinya merasakan trauma hebat akibat kelahiran anak pertamanya yang hampir merenggut nyawanya, sehingga sangat takut untuk dapat hamil lagi. Hans nama anak satu – satunya. Saat ini usianya sudah 18 tahun. Dia bersekolah di sebuah SMA swasta yang bonafid. Maklum, kedudukannya sebagai anak tunggal membuat semua perhatian dan harta dari Pak Mahdi tertuju kepadanya.

Sore itu pukul 3 sore. Hans telah pulang dari sekolahnya. Hans merasa sangat lelah hari itu sehingga ajakan temannya untuk nongkrong di mall dia tolak. Dia hanya ingin sampai di rumah dan bersantai. Sampai di rumah dia langsung berganti pakaian dan menuju ruang TV. Dia nyalakan tv dan duduk sambil menyandarkan punggunya di sofa empuk. Pak Mahdi sendiri tentu saja masih ada di kantornya. Dengan kemacetan Jakarta membuat dia paling cepat bisa sampi di rumah pukul 7 malam. Sedangkan istrinya tidak jauh berbeda, sebagai sesama karyawan tentu istrinya pun merasakan apa yang suaminya rasakan. Sedangkan Sari, dia sedang mengerjakan tugas sehari – harinya. Kali ini dia sedang menyapu lantai di sekitar ruang TV tempat Hans berada.
Sebenarnya tidak ada acara tv yang menarik bagi hans, dia pun mulai merasa bosan. Namun, sesaat sebelum Hans beranjak dari sofa malasnya. Tiba – tiba.

HAP!

Tiba2 saja Sari duduk mengangkang di depan Hans. Belum selesai kekagetan Hans. Tiba2 saja Hans didekap oleh Sari ke dada besarnya.

———————————————————————————————————-

5 menit sebelumnya…..

“Aduhhhh kenapa sih aku jadi mikirin film bokep dari si Inah tetangga sebelah terus. Mana mas parto akhir – akhir ini klo diajak telponan jorok suka gamau…huh..”

Begitulah, kemajuan teknologi tidak hanya dirasakan oleh kalangan atas. Para pembantu pun merasakan perkembangan teknologi informasi, apalagi kalau bukan untuk saling tukar video bokep. Dan pagi tadi, Inah menyebarkan video porno barunya ke pembantu – pembantu lain. Berbeda dengan Inah dan sebagian pembantu lainnya yang di malam harinya bisa bertemu suaminya (Inah adalah pembantu yang tinggal di sekitar kompleks itu, sehingga pagi datang ke majikan, sore bisa pulang), Sari adalah tipe pembantu yang tinggal di rumah majikan dan biasanya pulang setahun dua kali saja.

Walhasil Sari pun kali ini bingung ketika birahinya sedang naik. Biasanya di malam hari dia akan mengajak suaminya melakukan phone sex. Namun entahlah, akhir – akhir ini suaminya menolak dengan alasan lelah setelah seharian mencangkul sawah. Namun tiba – tiba Sari melihat Hans.

“Loh kok tumben den ganteng udah pulang. Aduhhhh emang ganteng bener anak majikanku ini. Ga salah deh klo den hans jadi idola pembantu2 disini hihih. Duh makin gatel deh nih meki”.

Sari menyapu dengan tidak tenang. Dia berpikir untuk berbuat nekat. Dia tahu risikonya sangat besar. Jika Hans menolak dan melaporkan ke ortunya maka sudah dipastikan karir Sari sebagai PRT di rumah ini akan lenyap.

Namun sari membayangkan juga reward yang akan dia dapat jika dia berhasil. Bukan hanya hasratnya saat ini saja yang akan terpuaskan. Tapi tentunya ke depannya pun tidak akan sulit bagi dirinya untuk bersetubuh dengan Hans. Dia juga sudah membayangkan betapa dia akan menjadi buah bibir di kalangan rekan – rekannya sesame pembantu. Bagaimana tidak, dia berhasil menaklukan hati pujaan para pembantu di kompleks ini. Ahhhhhh membayangkannya saja sudah basah.

“haduhhh bodo amat. Meki gue udah kaga bisa diajak kompromi. Masa dih den hans kaga suka ama toket gue. Pak sarip aja ampe kelojotan”

Ya pak sarip, satpam kompleks, memang pernah dibuat KO hanya dengan jepitan toket 38D milik sari. Sari terpaksa melakukan itu karena saat itu ketika sedang booming video Ariel – Luna, Sari yang penasaran dengan video tersebut disyaratkan oleh Pak Sarip untuk berhubungan badan dengannya jika ingin dikirimkan video Ariel – Luna. Untung saja baru titfuck saja Pak Sarip sudah KO. Sehingga aman lah meki sari dari kontol pak sarip. Walau Sari jablay (jarang dibelai), namun dia juga pilih2 untuk melampiaskan nafsunya hehehe.

babu“hmmphhhh”

“ahhh den hans ayo nikmati susu mbak sari. Ayo den ganteeeng” Hans tidak berdaya didekap oleh Sari
“hmmmphhhh” hans mencoba melepaskan dekapan itu karena tidak bisa bernapas. Namun kuat sekali dekapan sari.
Sari melepaskan dekapan itu sejenak. Secepat kilat dia melepaskan kaos dan branya lalu mendekap hans kembali.

Hans yang masih kaget langsung menarik napas panjang ketika dilepaskan. Namun tidak sampai 5 detik kemudian

“hmmmmmppphhhhh” namun kali ini mukanya langsung bertemu kulit toket sari. Dia merasakan nikmatnya kekenyalan toket sari.
“ayo den hans rasain gimana toket mbak sari. Ahhhh” sari sambil menggoyang2kan pinggulnya. Tentunya sambil menggesek2an vaginanya ke tonjolan di celana Hans. Walaupun Keduanya masih menggunakan bawahannya namun gesekan itu sangat terasa karena Sari memakain rok lebar dan celana dalam, sedangkan hans menggunakan celana boxer dan celana dalam rider di dalamnya. Alhasil vagina yang berlapis celana dalam langsung bergesekan dengan kontol yang beralaskan boxer.

Hans mulai merasakan nikmatnya permainan ini tangannya mulai meremas2 toket sari. Memang sari tidak wangi seperti pacarnya Cinthya yang dengan parfumnya mampu memabukkan dirinya. Wangi tubuh yang dia cium saat ini adalah wangi alami khas perempuan desa. Tidak wangi memang, namun entah mengapa Hans senang dengan wangi ini. Kulit sari pun tidak semulus Cinthya, namun hans sangat senang dengan kekencangan kulit dari Sari. Kekencangan kulit khas dari wanita yang sehari – hari bekerja membersihkan rumah.

Sari yang mulai merasakan adanya kerjasama dari Hans lalu melepaskan dekapannya.

“hahhh hahhh hahhhh. Gila hah hah. Ampir bunuh saya mbak sari nih hah hah!!”
“ ehehheeh jangan marah dong ganteng. Nih isep lagi susunya mbak”

Kali ini hans langsung melahap putting kiri sari. Terlihat betul gerakan hans masih kaku. Dia hanya menghisap2 putting sari. Terlihat memang hans belum berpengalaman.

Sari perlahan melepaskan celana dalamnya. Sehingga kali ini di dalam rok nya tidak ada lagi yang melindungi memeknya. Sari melanjutkan goyangan pinggulnya. Terasa kontol hans semakin keras.

“hihihi ada yang ngaceng nih. Hayooooo”

“mmmmhh mmmhh. Gimana lagi. Digesek2 gitu sama mbak sari hihihih”

“kluarin dong kontolnya. Kasian tuh kesempitan hihihi”

Hans pun langsung menurunkan celana pendek dan celana dalamnya. Setelah kontol itu muncul. Sari langsung mengocok2nya. Pas segenggam besarnya. Lumayan pikir Sari. Walau tentu saja belum sebesar kontol suaminya di rumah.
“Siap den menuju surga dunia? Hihihi”

Nampaknya sari sudah tidak sabar merasakan kontol. Tentu saja, ini sudah bulan ketiga semenjak terakhir kali dia pulang ke kampung. Lagipula dia merasakan rangsangan Hans tidak ada apa – apanya. Jadi dia pikir langsung saja ditancap.

“iii iiiya iya”

“hihihii belum pernah ya sebelumnya?”

Hans menggeleng. Dalam hati sari merasa puas sekali. Siapa sangka dia akan mendapatkan perjaka dari hans si ganteng hihih.

“eh bentar sebelum dimasukin” Sari mengambil HP nya yang dia sakukan di rok. Lalu dia melakukan selfie dengan Hans
“ih buat apa mbak?”
“buat disombongin dong ke pembantu2 lain. Den hans kan favoritnya pembantu2 sini. Klo lagi masturbasi atau gituan sama suaminya katanya pada bayangin den hans hihihi”

Hans tidak peduli. Dia masih saja memainkan toket sari. Dia tidak pernah menyangka ada toket sebesar ini. Dia pernah secara tidak sengaja menyentuh toket pacarnya, dan sangat jauh ukurannya daripada toket di depannya ini. Hans dan Cinthya memang belum pernah ML. paling jauh yang mereka lakukan hanyalah kissing. Itu pun hanya ciuman tempel bibir. Bukan French kiss.
“siap yaaaaa.. ahhhhhh” sari akhirnya memasukkan kontol itu ke memeknya.

Setelah masuk seluruhnya, Sari diam dan tidak goyang dahulu. Dia sedikit tersenyum menahan tawa melihat muka Hans yang dilanda kenikmatan untuk pertama kalinya. Sari semakin gemas dengan muka anak majikannya ini
“hihihi kenapa den ganteng?”

“ouhhhhh ouhhhhhhh” Hans fokus dengan kenikmatan yang dirasakan kontolnya
Sari pun lalu mencium2 wajah tampan Hans saking tidak kuatnya menahan gemas. Dia basahi seluruh muka dari Hans. Hans yang merasa nikmat hanya pasrah saja menerima kebinalan pembantunya itu.

Perlahan – lahan Sari mulai menggoyangkan pinggulnya sambil tetap menikmati ketampanan muka hans. Ciuman dan hisapan – hisapan dari Sari mulai turun ke leher dari Hans. Sari meninggalkan banyak cupangan di leher Hans tersebut.

“mmmuuachh mmmm cup cupppp” sari sangat menikmati mengeksplor Hans, Wangi tubuh hans yang sering merawat diri benar – benar memabukkan sari. Jika ditelaah mungkin sudah tidak ada lagi bagian wajah dan leher Hans yang bebas dari liur Sari.
Sari semakn bersemangat menggoyangkan pinggulnya. Terlihat Hans yang baru pertama kali ngeseks benar – benar kewalahan menghadapi kebinalan Sari yang memang sudah banyak pengalaman dalam hal ini.

“mmhhh ahh ahhh uhhhh mmmmmhhhh” Terlihat hans berusaha keras menahan dorongan spermanya untuk segera keluar. Mukanya memerah.

Namun apa daya, belum sampai 5 menit kemudian.
“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” Sperma kental keluar dari kontol Hans di dalam memek Sari.

pembantu-seksi-0007“Hans, heh Hans. Bangun kamu. Kebiasaan klo nonton tivi ampe ketiduran. Pindah ke kamar sana” Tiba – tiba Hans terbangun karena dibangunkan ibunya yang langsung berlalu ke kamar.
Hans yang terbangun lalu dia meraba raba tubuhnya. Ternyata dia masih berpakaian lengkap. Namun dia memang merasa ada sesuatu yang lengket di celana dalamnya.

“Huh sial ternyata mimpi basah doang. Gue kirain beneran nyata”

Dari kamar, Ibunya lalu berteriak

“Hans ati2 ah kalo tidur pake selimut. Sekarang lagi jaman demam berdarah. Tuh leher kamu bentol2 digigit nyamuk”

Hans kaget. Hah bentol – bentol. Sekilas lalu dia bertukar pandang dengan Pembantunya sari yang sedang berada di pintu dapur. Terlihat Sari tersenyum geli lalu mengedipkan sebelah matanya pada Hans sambil menggigit bibir.

“Hah…yang tadi mimpi ga sih??”

Hans yang masih bingung lalu mendengar HP nya berbunyi tanda ada SMS masuk. Dia buka ternyata dari nomor yang tidak dia kenal. Dan isinya adalah

“makasih ya mas hans. Kapan2 kita ewean lagi ya. Tapi nanti mas hans nya minum obat kuat dulu ya biar mainnya lama hihihihi”
“glek” Hans senang sekaligus bingung sekaligus takut.

Senang karena dia benar – benar merasakan tubuh nikmat pembantunya. Dan mungkin bukan hanya saat itu saja. Ke depannya mungkin dia akan lebih sering menikmati tubuh pembantunya.

Bingung karena kenapa dia bisa menikmati bermain seks dengan pembantunya. Padahal oembantunya sangat berbeda tipenya dibandingkan paacarnya saat ini. CInthya, perempuan keturunan Chinese dengan kulit mulus dan wajah cantik tiada tara.
Dan takut, bagaimana jika pembantunya cerita ke orang tua atau orang di sekitar kompleksnya. Bisa hancur nama baiknya. Apalagi dia ingat pembantunya sempat mengambil foto.

Sementara di dapur, Sari masih tersenyum2 penuh kemenangan. Dia yakin hans sudah takluk pada dirinya. Dia bisa memenuhi kebutuhan seksualnya kapan saja. Bukan dengan orang sembarangan, tapi orang yang paling ganteng sekompleks ini. Hihihi

Dan memang, kisah ini belum berakhir sampai disini….

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Cerita, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s