Tukang Ojek Perkosa Bocah MTs, Lantaran Sang Istri Tidak Beri Jatah

6953176-sad-girl-facePria yang berprofesi sebagai tukang ojeg ini nekat memperkosa  bocah siswi MTs di perkebunan cengkeh,  Pria tersebut bernama Wartoyo warga Desa Gondang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Atas perbuatnya itu pelaku langsung di tangkap oleh tim buser Polres Batang. Pada saat penyidikan kepada petuga pelaku mengaku dirinya membuat perbuatan tersebut karena sudah lama tidak melakukan hubungan suami istri dengan istrinya.

Ia pun merasa salah atas perbuatan yang di lakukannya itu. “Saya khilaf pak, karena lama tidak dapat jatah berhubungan intim dengan sang  istri. Karena penghasilan ojek turun, jadi tidak dikasih,” ujarnya.

Lantas tukang ojeg itu melihat gadis cantik yang melewat dirinya, ia pun tergiur dengan kecantikan bocah yang masih duduk di MTs kelas 8 itu, hingga ia muncul melakukan aksi bejatnya dan melakukan pemerkosaan.

Menurut pengakuan pelaku saat itu korban baru saja pulang dari sekolahnya, korban sedang berjalan kaki, lalu pelaku melihat korban karena parasnya yang cantik tukang ojeg itu menhampiri korban dan menawarkan ojeg geratis. “Korban saya dekati dan saya tawari boncengan gratis. Dari pada capek jalan kaki,” ujarnya.

Bukannya di antarkan pulang namun si tukang ojeg itu malah membelokan motornya ke arah tengah perkebunan cengkeh, niatan pelaku telah bulat memperkosa korban. Dan terjadilah pemerkosaan itu.

Mulanya korban melawan keras kepada pelaku namun tenaga korban tidak cukup untuk menghindari pelaku dan akhirnya korban berhasil di perkosa pelaku hingga berulang-ulang kali.

Hal tersebut juga di benarkan oleh Kasatreskrim Polres Batang AKP Suhadi, ia mengungkapkan bahwa korban tidak bisa melawan karena tenaga pelaku besar hingga korban di bekap dan tidak berdaya korban di perkosa pelaku. “Setelah puas, korban dibiarkan begitu saja. Setelah sadar korban pulang dan melaporkan kejadian tersebut,” ujarnya.

Pihak keluarga korban langsung melapor kepada pihak kepolisian lalu polisi bergerak cepat memburu pelaku “Kami langsung gerak, cepat menangkap pelaku. Karena korban kenal dengan pelaku,” Ujarnya. Pelaku berhasil di tangkap dengan mendapatkan barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku di ancam akan dijerat dengan Pasal 81 Undang-undang no 35 tahun 2014 tentang perlindungan Perempuan dan Anak. Dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s