Kurelakan Vagina Dan Anusku, Demi Orang Yang Kucintai

Karena banyak yang bilang aku berwajah manis dan tubuhku sangat menarik dengan payudara ukuran 34b yang selalu menonjol dibalik T-shirt ku membuat orang selalu berusaha menggodaku, apa lagi suamiku sedang tinggal di luar kota, membuat para penggoda itu berani.

6642444011_f438f91cf8

Suatu hari, Roni (kakak iparku) datang ke rumah, dan dia menggodaku dan memaksa ingin bercinta denganku.

Aku marah habis-habisan kepada kakak kandung suamiku itu, memang ia adalah orang kaya, tapi tidak pernah menolong saudara-saudaranya yang sedang kesulitan atau hidup pas-pasan seperti aku dan suamiku.
Roni terus merayu, dan ketika ia kesal, ia berkata “hey lo… Cewek gak tau diuntung!! Suami lo tuh orang kere!! Gue bisa kasih lo duit banyak kalo lo mau nikah sama gue dan jadi bini ketiga gue, sayangnya lo malah milih adik gue. Gue masih penasaran sama bodi lo, gue bisa bayar berapapun lo mau!!

Akupun kesal dan menjawabnya “eh mas.. aku memang miskin, tapi gak serendah itu!! Sekarang mas pergi dari rumah saya!! sebelum saya teriakin ni!!” ancamku. Dan ia pun langsung pergi dengan muka yang kesal.
Aku terduduk di kursi sambil menghela nafas yang tadi sempat emosi
Tiba-tiba terdengar suara dering telpon dari Handphone ku, aku angkat telpon itu dan ternyata itu telepon dari Yoga (teman suamiku), ia memberitahukan bahwa suamiku terkena kanker yang baru diketahui dan harus diangkat.
Aku syok dan mataku tiba-tiba meneteskan air mata, aku sedih bercampur bingung karena dari mana aku bisa cari uang untuk menambahkan biaya yang kurang. sedangkan perusahaannya hanya bisa memberi bantuan setengah dari biaya pengobatan.
Aku menelpon saudara-saudaraku dan merekapun tidak ada yang mampu memberi pinjaman, akhirnya aku memutuskan menelpon Roni

Aku (A): “halo kak..”
Roni (R): “ya, ada apa lo?”
A: aku mau pinjam uang ka.. Asep (suamiku) sedang dirawat di RS
R: ohh.. Tapi gue lagi bokek, cari aja orang lain!
A: ka.. aku mohon… aku tahu kakak baru dapet tender besar dan untung dari penjualan mobil di showroom kakak. Asep itu adikmu kak.. Aku minjem, bukan minta!!
R: kok jadi lo yang sewot??!!
A: aku mohon…
R: gue ada duit vuma buat rasain tubuh lo
A: ya sudah, apapun itu…(sambil mengiyakan permintaannya)
R: nah, gitu doank..
A: aku mau lakukan itu, tapi bayarannya harus cukup buat membiayai pengobatan suamiku sampai sembuh!!
R: oke.. tapi selama pengobatan berjalan, lo harus siap kalo gue mau pake lo, gmn??Deal??
A: oke deal (sambil menangis sedih)

Aku tak percaya aku harus menjual tubuhku kepada orang lain demi pengobatan orang yang kucintai.
Keesokan harinya, aku mendapat telpon dari Yoga, dia memberitahukan bahwa biaya rumah sakit harus dibayarkan paling lambat sore itu.
Aku semakin bingung, dan tiba-tiba Roni datang ke rumahku.

R: neh..Lo butuh sekarang kan duitnya??
A: iya kak.. Tolong saya kak..
R: ya udah, kita mulai kesepakatan kita sekarang
A: iya kak..ayo di kamar kak (ajakku)
R: gak mau gue disini, lagi juga bukan cuma gue yang mau nikmatin. Duit gue kagak cukup, jadi temen gue mau ikut bantu lo, gmn??
A: baiklah!! (tanpa pikir panjang karena terpepet waktu)
R: tapi lo gak boleh pasang muka kecewa dan sedih pas ngelayani, bikin kami puas!!!

Akhirnya aku pergi dengan mobil Ford milik Roni dan menuju sebuah restoran, disana ada seorang bule yang bernama Freed yang sedang menunggu.
Aku tersenyum manis di depannya seakan tidak ada masalah, aku benar-benar merendahkan harga diriku di hadapan manusia-manusia maniak sex ini.

Freed (F): Ron..Ayo kita ke hotel sekarang! Saya sudah tidak tahan lagi ingin menikmati wanita ini.
R: Okeh Bos..Let’s go..

hqdefault

Kamipun pergi ke sebuah hotel untuk menjalankan tugasku sebagai pelampiasan nafsu sex mereka.

Sesampainya di hotel, aku duduk di sebelah Freed sambil ia menggodaku dan mengelus-elus bahuku.
Lalu Freed mulai melepaskan pakaian tanktop merah mudaku, payudaraku langsung terlihat karena aku tidak boleh mengenakan BH dan CD.
Putingku diplintir-plintir lembut membuatku geli dan putingkupun mengeras, Freed langsung mengenyot dan menjilati puting kiriku sambil meremas payudara kananku.
“Ahhhh…Ahhhh…” Aku hanya bisa mendesah menahan kegelian itu.
Kemudian celana panjang hitamku ia lepaskan dan langsung terlihat vaginaku yang jarang dijamah oleh kemaluan pria karena suamikupun hanya menjamah ketika bulan madu pernikahan saja, dan itupun satu tahun yang lalu.
Freed dengan nafsunya ia memainkan vaginaku dengan jarinya, ooohhh…Ahh..mm..Desahku sambil menggigit bibir.
Kemudian Freed mengeluarkan penis besar khas bule yang membuat aku kaget dan ngeri, pasti akan sakit apabila vaginaku ditembus penis bule itu, fikirku.
Kemudian dia juga menyuruh Roni untuk langsung bergabung bersamanya

Bokong yang bulat wanita

(F): Ayo Ron.. Kita nikmati wanita ini (sambil mengacungkan penisnya di depan wajahku meminta untuk di oral)

Roni pun ikut mengacungkan penis tegangnya yang hampir menyamai ukuran bule itu.
Kini kedua penis itu mengacung di depan wajahku, dan aku pegang sambil mengocoknya perlahan.
Dan dengan rasa jijik, aku hisap penis itu satu per satu. “argghhh…ughh…” Erang mereka menikmati hisapan mulutku atas penis mereka.
Setelah mereka puas merasakan hisapan mulutku, Freed mengangkat tubuhku dan mendudukannya di atas badannya yang kekar.
Dia mengelus-elus lubang anusku dengan jarinya yang sudah dilumuri dengan ludahnya, aku merasa geli dan sesekali dikagetkan oleh jarinya yang memasuki lubang anusku.
Setelah aku tidak merasakan sakit dan lubang anusku telah elastis untuk dimasuki, maka iapun langsung memasukkan penis besarnya ke dalam lubang anusku, “AHhh….AHhhh….” desah kesakitanku.
Keringat dingin bercampur rasa sakit yang sangat aku rasakan, Greed menggoyangkan perlahan-lahan dan ketika ia tahu aku sudah tidak terlalu kesakitan, ia menggoyangkan penisnya itu “oouuuhhhh….Ahhhh….”
Ternyata dibalik sakitnya sodomi itu, aku sedikit demi sedikit merasakan kenikmatan.
“Aahhhh….Shiit..Fuck me..Aaahhhhh…” Desahku tak sadar, kemudian Freed semakin kencang menusuk anusku dengan penisnya membuat aku serasa ingin kencing namun susah untuk dikeluarkan.
“Ohhh..Oohhhh….I’ll hhooohh….OOoooHHhhh….” Desahku sambil merasakan ingin kencing dan..”Aaahhh……Ah..Agh…” Orgameku meletup-letup, serasa anusku berdenyut mengiringi klitorisku yang juga berdenyut karena orgasme.
Kemudian Roni telah siap duduk di sebelah Freed dan tubuhku dioper pada kakak iparku itu, dan “ahhh…” sebatang penis tegang kini masuk ke dalam vaginaku yang tadi telah basah karena orgasme yang pertama.

R: aghh…Enak sekali memekmu Sera…Ughh..Aahhhh…(sambil menggoyangkan penisnya)
A: ah..ah..ahhh..iya kak..Enak kak..Ummphhh,,,Ahh……. desahku sambil menikmati penis kakak iparku yang bajingan itu.

BL-NtCvCUAAnive

Akupun terhanyut dengan kenikmatan penis para bajingan itu, dan aku kembali orgasme untuk yang kedua kalinya “aahhhh…Kak Roni, aku sudah mau..Arrgghhh….” Desahku panjang.

Aku terkulkai lemas di atas badan Roni, dan Freed pun mejulurkan penisnya ke mulutku, aku pegang dan ku kocok penis itu sambil aku hisap “eehhmmmmm….eemmm…ummm…” Desahku sambil menghisap penis Freed, dan vaginaku pun kembali Roni genjot sampai aku orgasme yang ketiga kalinya “Arrgghhh…Aahhhh….” Desah panjangku kembali terdengar.
Kemudian badanku dibalikkan menjadi berhadapan dengan Roni, dan Roni pun memelukku sambil menciumi bibirku, akupun membalas ciuman penuh birahi itu, dan ketika Roni menciumiku, baginaku kembali ia sodok dengan penisnya lagi, “ahhhh…..Emmmm…” Desahku.
Namun tak lama setelah penis Roni masuk, Freed memasukkan penisnya ke liang anusku, “aHhhh….AHhh…” kembali rasa perih bercampur nikmat karena semua lubangku telah terbungkam dengan penis yang besar, Roni dan Freed terus menggenjot kedua lubangku itu.
Beberapa saat kemudian aku orgasme lagi, namun orgasme ku yang keempat ini sangatlah berbeda, karena rasa sakit anal sex yang Freed lakukan menambahkan nikmat rasa orgasme vaginaku yang sedang ditusuk oleh penis Roni.
“ahhHhh….sakitt..AHhh….Nikmat…Uhhmmm…Oohh…Ahhhh..” Erangku sambil terkulai lemas karena orgasme.

Setelah melihat aku lemas karena orgasme, Freed mengangkat tubuhku dan membaringkanku di sofa.
Ia kemballi menyodomiku, dan aku hanya bisa menikmati anal sec ini.
Dan beberapa saat kemudian, Freed mengencangkan genjotannya, (F): “ahh ahh…Argghhh..I’ll cumming honey..Ohhh shit baby..your ass is so tight..Ouhhh…” desahnya.
Freed mencabut penisnya, lalu aku disuruh untuk mengangkat pantatku dan membuka lebar lubang vaginaku.
Freed mengocok penisnya dan spermanya menyembur di permukaan vaginaku, spermanya yang putih menggenangi permukaan vaginaku.
Roni pun ikut menyusul menyemburkan spermanya ke arah lubang vaginaku, dan sperma Roni tepat menggenangi mulut vaginaku, dan terasa banjir mulut vaginaku dengan sperma mereka.

Mereka tersenyum puas dan akupun terkulai lemas dengan lumuran sperma mereka yang membanjiri vaginaku.
Setelah sadar, mataku berkaca-kaca meratapi dan menyesali mengapa vagina yang harusnya aku persembahkan hanya untuk suamiku kini menjadi santapan para bajingan sex itu!
Demi orang yang aku cintai, aku relakan kedua lubangku dinikmati mereka.

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s