Bocah Cilik ini Menderita Kecanduan Seks Akibat Tinggal di Lokalisasi

Sudah banyak dibahas apa dampak dan ekses negatif lokalisasi pelacuran yang bercampur baur dengan perkampungan warga biasa, dimana banyak anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang sehari-hari tinggal dan beraktivitas di sekitar lokalisasi.

sum176

Dampak paling “ringan” mungkin terganggunya waktu belajar anak-anak. Sebab aktivitas lokalisasi dimulai sejak petang hari hingga dini hari, dimana pada petang dan malam hari anak-anak butuh ketenangan untuk belajar, menghafal dan beristirahat. Sedangkan lokalisasi tak mungkin sepi dari dentuman musik hingar bingar, suara-suara orang mabuk, pertikaian, dll. Itu sebabnya, anak-anak warga sekitar umumnya sudah terbiasa kelayapan hingga larut malam dan bergadang, sejak usia dini.

Bukan itu saja, perilaku keseharian anak-anak di sekitar lokalisasi pun umumnya terpengaruh gaya orang-orang di lokalisasi. Saya banyak dapat cerita dari teman-teman yang berinteraksi dengan anak-anak yang tinggal di seputaran Dolly dan Jarak. Mereka terbiasa dengan gaya mengisap rokok dan menenggak miras dari botol. Bahkan anak-anak kecil yang minum soft drink pun, mengajak teman-temannya seolah mereka akan pesta miras : “ayo rek…, awak dewe omben-omben!” (ayo teman, kita minum-minum; maksudnya minum miras), sambil tangannya mengangkat botol minuman ringan lalu menenggaknya bak gaya menenggak miras. Bocah-bocah perempuan, juga terbiasa berperilaku genit.

Menurut teman yang mengajarkan mengaji pada anak-anak di gang Dolly, anak-anak itu biasa melihat ibu mereka keluar masuk kamar melayani pelanggan. Teman lain yang aktif membacakan cerita untuk anak-anak disana, mengatakan bahwa anak-anak kecil itu sudah terbiasa “mendengar” bagaimana ibunya melayani pelanggan. Karena memang kondisinya tidak memungkinkan anak-anak itu terpisah atau setidaknya ada area khusus untuk anak-anak. Wisma (rumah bordil) biasanya terdiri dari banyak kamar, tiap kamar dihuni oleh seorang PSK. Kamar-kamar itu sendiri berdempetan, hanya disekat tembok tipis saja. Anak-anak juga tinggal di wisma itu.

Salah satu stasiun TV swasta ketika sedang ramai issu penutupan lokalisasi Dolly pertengahan Juni lalu, menayangkan foto seorang bocah perempuan cilik – mungkin masih balita bahkan batita – yang tertidur pulas di atas sofa di sebuah lobby wisma, sementara di sekitarnya ada seorang PSK yang tampak membelakangi kamera, mungkin sedang bertransaksi memesan minuman atau apa, melalui ruangan berbatas kaca. Foto itu diambil oleh seorang akademisi sebuah PTN di Surabaya, yang melakukan penelitian untuk keperluan thesis dan dilanjutkan disertasinya, yang mengambil obyek penelitian 50 lokalisasi, termasuk Dolly. Peneliti tersebut menjadi narasumber di acara itu, dia mengatakan foto itu sangat menyentuh baginya, diambil sekitar jam 2 dini hari, ketika aktivitas di wisma lokalisasi belum usai sementara si bocah cilik itu sudah mengantuk.

Tak mungkin bocah itu tidur di kamarnya, sebab mungkin saja kamarnya – kamar jatah ibunya – sedang dipakai melayani lelaki hidung belang. Selama menunggu wisma tutup, ia “diletakkan” dimana saja, termasuk di sofa lobby – yang mirip ruang pamer tempat para PSK mejeng menunggu dipilih pelanggan – bahkan tertidur pun disitu. Anak seusianya mungkin harus dininabobokan dulu, dibacakan cerita, didekap dan dibelai ibunya, sampai ia merasa aman dan nyaman untuk tidur. Sedangkan bocah cilik yang hidup di lokalisasi, pengantar tidurnya adalah hingar bingar musik, asap rokok, denting botol miras beradu dengan gelas, derai tawa genit para PSK dan suara-suara para preman centeng wisma serta lelaki hidung belang yang datang dan pergi. Entah mimpi apa yang mengiringi malam-malam bocah yang sehari-hari hidup di lokalisasi.

Advertisements

About Lili

i'm just ordinary human :)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s